Dituding Gagal, Disperbun Pemkab Bima Paparkan Peningkatan Produksi Pangan

Jurnal Expose, Kabupaten Bima || Terkait pernyataan Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, Mustakim yang menyatakan Pemerintah Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Bupati, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE, dan Wakil Bupati, Drs. Dahlan M. Noer M.Pd gagal mensejahterakan petani ditanggapi dan dibantah Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, H. M. Natsir pada saat rapat Pansus LKPJ tahun 2019 di aula Kantor DPRD setempat, Selasa (7/4/2020)


Adapun dasar alasan pernyataan Anggota DPRD dari Fraksi Nasdem tersebut dikarenakan pengadaan bibit yang kerap bermasalah, kelangkaan, kisruh penyaluran serta mahalnya harga pupuk di tingkat petani.

Pernyataan dan tudingan yang dikemukakan anggota DPRD Mustakim tersebut, langsung ditanggapi Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan (Disperbun) Kabupaten Bima, H. M. Natsir.

H.M. Nasir mengatakan kalau proses penyaluran pupuk yang selama ini dilakukan telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan penyaluran dilakukan berdasarkan RDKK yang telah ditetapkan. Adapun ada terjadi sedikit kisruh, hal tersebut hanya disebabkan masalah teknis di lapangan.

“Penyaluran pupuk untuk petani telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan RDKK yang ada” ujarnya.

Sementara, soal pengadaan bibit dan pestisida yang dinilai bermasalah, hal ini merupakan wewenang Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Sementara pemerintah daerah hanya menfasilitasi dan menyerahkan data yang berdasarkan usulan petani.

“Mekanisme pengadaan bibit dan pestisida dari proses hingga tender merupakan wewenang Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

Sementara berdasarkan data LKPJ yang disampaikan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE di hadapan pimpinan dan Angggota DPRD Kabupaten Bima, memaparkan data-data kalau produksi pangan di Kabupaten Bima terus mengalami peningkatan.

"Data Produksi padi di tahun 2018 sebanyak 362.230 ton, di tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 451.067,42 ton. Sedangkan produksi bawang merah sebanyak 159.338 ton di tahun 2018 menjadi meningkat sebesar 180.775,18 ton di tahun 2019" ujarnya.

Dialokasikan anggaran sebesar Rp.35.393.024.161 yang diarahkan untuk program peningkatan ketahanan pangan, peningkatan produksi pertanian, peningkatan kesejahteraan masyarakat, RPLPT dan terealisasi sebesar Rp.33.355.711.100 atau 94,2 persen.

Dari program-program tersebut produksi tanaman pangan seperti padi dan bawang merah meningkat. Dengan adanya peningkatan tersebut tentu meningkatkan pendapatan petani.

Jurnal Expose || Portal Berita Daerah