Terkait Anggaran Covid 19, Warga Sambinae Segel Kantor Kelurahan

Kota Bima, jurnalexpose.com ||
Kasus demi kasus yang menyelimuti penanggulangan covid 19 Di Kota Bima masih terus membias, kali ini reaksi kemarahan warga Sambinae akibat ketertutupan atau tidak transparant penggunaan anggaran tersebut diakumulasikan dengan penyegelan Kantor Kelurahan setempat (Kamis, 3/6/20).


Reaksi kemarahan warga Kelurahan Sambina'e lebih dipicu dengan sikap arogansi oknum Lurah yang mengabaikan kesepakatan awal dengan warga (Kamis, 29/5/20) dikantor setempat.

Nampak Kantor Lurah Sambina'e telah disegel oleh warga dengan ditempelkan pernyataan untuk segera dihadirkan Inspektorat, DPPKAD, BAPPEDA dan Bendahara Kasi Kelurahan

Dari hasil pantauan langsung media ini bahwa penyegelan tersebut terpaksa dilakukan karena oknum lurah dinilai lebih mengedepankan finasial ketimbang memberdayakan UKM dan pemberdayaan masyarakat setempat

Syaiful S. Pd Ketua RW 02 sangat menyayangkan sikap arogansi oknum lurah dengan memaksa diri memesan beberapa pos jaga ditempat lain padahal warga setempat justeru menerima pesanan dari kelurahan lain untuk membuat pos jaga yang dimaksud

"Apa maksudnya pak lurah memesan pos jaga ditempat lain sementara ada warganya sendiri yang bisa membuat pos jaga, padahal kenyataannya kelurahan lain justeru datang memesan pos jaga yang bisa dikarya kan oleh warganya sendiri, apa hal tersebut tidak menjadi persoalan yang bisa menjadi tanda tanya besar bagi kami semua ?" cetusnya

Hingga kejadian penyegelan ini terjadi ketiga pos jaga yang sudah dipesan dari tujuh pos jaga yang dibutuhkan masih belum nampak fisiknya sehingga atas dasar tersebut sepakat untuk melakukan penyegelan kantor kelurahan yang berujung pada lumpuhnya pelayanan publik saat ini


Abdul Hamid Ketua RW 04 mengaku sangat tidak menerima perlakuan oknum lurah yang tidak profesional mengelola anggaran covid 19 dengan semena mena membagi honor kepada RT maupun RW atas selera dan kebijakannya sendiri tanpa mengacuh kepada aturan yang telah disepakati bersama

"apa dasarnya pak lurah memberikan honor melalui bendahara kepada para RT dan RW, LPM, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, berdasarkan selera dan kehendaknya sendiri seperti memilah milahnya, ada yg dikasih dua ratus, ada yang dikasih 7 tujuh ratus, ada yang dikasih satu juta bahkan pada saat penyerahan uang tersebut hanya disodorkan kwitansi kosong untuk ditanda tangani ?" urainya penuh tanya

Hingga berita ini ditayangkan, oknum Lurah Sambinaee belum dapat dikonfirmasi karena HP Selulernya masih dalam posisi off. @ry@