Bupati dan Wabup Bantu Puluhan Juta, Saat Kunker di Madapangga

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer, M. Pd, melakukan kunjungan kerja di desa Mpuri, Woro dan Campa, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, Selasa (25/8).

Dalam kunjungan kerja Bupati dan wabup selain menyerahkan bantuan puluhan juta untuk pembangunan Masjid, juga diserahkan alat masak dan amplifire untuk PPK di masing masing dusun.

Saat melakukan kunjungan kerja ditiga desa tersebut, Bupati dan Wabup didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemda Bima, Camat dan Kepala desa masing-masing desa.

Lebih awal Bupati dan Wabup menyerahkan bantuan uang pribadi untuk pembangunan Masjid desa Mpuri sebesar Rp25 juta, Rp35 juta untuk dua Masjid di desa Woro.

Selain menyerahkan bantuan uang tunia, dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan alat masak masing-masing PKK dan amplifier untuk masing-masing dusun di tiga desa.

Dalam kesempatannya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, membangun apapun harus dilandasi dengan kebersamaan, supaya impian dan harapan dapat diwujudkan sesuai keinginan masyarakat.

"Jangan melihat besar dan kecilnya bantuan yang saya dan Pak Wakil berikan, nilai yang diserahkan sesuai tingkat kebutuhan dan laporan masyarakat dan Pemdes yang saya terima secara pribadi," jelas Umi Dinda.

Kehadiran dirinya bersama Wakil Bupati membawa nama Pemerintah untuk menyelesaikan kunjungan kerja di tiga desa di Kecamatan Madapangga.

"Alhamdulillah kerja sama dan ikhlas semua elemen masyarakat dalam membawa Kecamatan Madapangga menjadi lebih baik," kata dia.

Kata dia, situasi Kantibmas betul-betul kondusif di Kecamatan Madapangga, ini semua bukan berarti kesuksessan TNI Polri, namun keberhasilan bersama.

"Mari kita dukung situasi kantibmas masing-masing wilayah untuk menciptakan kondisi yang lebih baik," kata dia.

Bupati berharap kepada masyatakat ditiga desa, untuk sama-sama menjaga hubungan antar sesama menjelang Pilkada, diingatkan berbeda pilihan jangan lantas dijadikan perpecahan.

"kita berhak memilih pemimpin yang mampu mensejahterakan masyarakat Kabupaten Bima, maka pilihan itu sudah ada dihati masyarakat," kata dia