Di Tambora, Paslon In-Dah Berikan Bukti Nyata Pembangunan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Akhir Putaran Kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima Tahun 2020 di Minggu kedua pasangan IN-DAH (Hj, Dinda Dhamayanti Puteri, SE berakhir di Kecamatan Tambora dengan agenda  Blusukan dan Tatap muka di beberapa desa. (Minggu, 11/10/2020)

Modal utama paslon nomor 3 yang disingkat IN-DAg ini yakni terbukti bekerja nyata membangun Tambora dan tidak memberikan harapan palsu (PHP) selama menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima dalam 4 tahun lebih.


Kerja nyata yang diperbuat Dinda-Dahlan di Tambora yakni mengaspal sebagian jalan di Desa Oi Bura. Kemudian menghadirkan Puskesmas mewah di Desa Rasabou. Belum lagi bantuan untuk perbaikan mesjid dan mushala serta program pemberdayaan masyarakat dan pemuda.

“Bagi warga Desa Oi Bura Dinda-Dahlan adalah sosok pemimpin yang membangun. Kami disini tetap lanjutkan Dinda-Dahlan,” ucap warga.

Paslon IN-Dah blusukan dan menggelar rapat terbatas pada 5 desa di Kecamatan Tambora, seperti Labuan Kananga, Oi Bura, Kawinda Nae, Rasabou dan Oi Panihi, Minggu (11/10/2020).

Blusukan diawali di Desa Labuan Kananga. Di Desa yang berbatasan dengan Kabupaten Dompu ini, IN-Dah meminta doa dan dukungan untuk melanjutkan program Bima RAMAH.

Setelah itu, blusukan dilanjutkan di Desa Oi Bura. Pada kesempatan itu, Cabub Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE didampingi Cawabup, Drs Dahlan menegaskan Desa Oi Bura termasuk Desa Di Kecamatan Tambora yang maju perekonomiannya.

“Majunya ekonomi di Desa Oi Bura tidak terlepas dari pengaspalan jalan tahun 2018. Insya Allah jalan akan kami tuntaskan,” katanya.

Tidak hanya itu, Umi Dinda juga mengaku Desa Oi Bura juga sedang diperjuangkan untuk mendapat program Komunitas Adat Terpencil (KAT). Kata dia KAT adalah program perbaikan rumah warga yang berada di daerah terpencil.

“Untuk itu mari kita bersatu padu memenangkan Dinda-Dahlan dengan mencoblos nomor 3,” katanya.

Tidak hanya itu Umi Dinda juga mengajak warga Desa Oi Bura yang berlatar belakang etnis Timor, Sasak (Lombok) Bali dan Bima untuk menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Kita harus saling mencintai. Tidak mudah terpancing dengan provokasi oknum tertentu yang ingin merusak keharmonisan antar ummat,” harapnya.