TRAGIS ! Kecelakaan Tunggal Yang Di COVID kan, Ada Dugaan BLUD Bima diduga Memainkan Modus Haram Terstruktur Dan Sistematis

Kota Bima, Jurnal Expose ||  Kecelakaan tunggal yg dialami oleh M. Rafli Fachresa (Abang) pada hari sabtu pukul 11.00 WIB dilokasi Kelurahan Dara tepatnya ditikungan menuju Lawata mengakibatkan dirinya dilarikan ke PKM Paruga (6/2/2021)

Setelah mendapatkan pertolongan medis awal dengan sejumlah luka jahitan dikepalanya kemudian si Abang dirujuk ke BLUD Bima. Namun betapa kagetnya si Sudirman Dj selaku sang ayah karena menerima surat rujukan sang anak dengan status sebagai pasien reaktif

Spontan Om Deje (sapaan akrabnya) mempersoalkan dan mempertantanyakan status reaktif tersebut "atas dasar apa anak saya dirujuk dengan status sebagai pasien reaktif padahal anak saya mengalami kecelakaan yang mestinya mendapatkan pelayanan maksimal dengan luka berat yang dialaminya" gumannya

Bahkan ditengah sang abang mengalami pendarahan lewat mulut maupun hidungnya serta semburan muntah darah yang mendadak menimbulkan kepanikan, dengan entengnya dokter jaga menjawab bahwa hasil diagnosa sementara si pasien reaktif dan keterangan itu pula yang dituangkan dalam surat keterangan rujukan ke BLUD Bima

Awal kecurigaan pun mulai dirasakan karena berdasarkan hasil komunikasi langsung dokter jaga PKM Paruga dengan pihak IGD BLUD Bima yang sempat didengar dengan jelas menolak rujukan pasien reaktif dengan alasan ruang IGD sudah penuh

Setelah sekian jam menunggu kepastiannya maka muncullah usul saran agar bisa menghubungi siapapun yang dapat mempermudah akses menuju pelayanan IGD dan akhirnya atas bantuan dari H. LUTFI (Walikota Bima red) sehingga pasien dapat diterima diruang IGD BLUD Bima

Ruang IGD yang awalnya disinyalir penuh sehingga membuat sekian jam terkatung katungnya si abang, ternyata hanya terisi oleh satu orang pasien lainnya. Lalu sejauh mana kebenaran dari komunikasi sebelumnya yang mengatakan bahwa ruang IGD yang dimaksud sudah penuh

Penangan pun berjalan meski kejanggalan demi kejanggalan mulai terkuak dengan sikap penanganan yang lebih menitip beratkan pada penangan pasien reaktif covid. Hal itulah yang menyebabkan Sudirman Dj kerap kali mengamuk karena tidak tega menatap anaknya yang mengerang kesakitan yang segera akan ditempatkan pada ruang isolasi 

Penanganan lanjutan pada pagi hari jam 8. 00 WIT lah terjadinya perdebatan sengit antara Sudirman Dj dengan salah seorang dokter yang ingin memaksakan si abang untuk dilakukan penanganan diruangan isolasi khusus penderita covid dengan alasan status reaktif berdasarkan surat rujukan sebelumnya

"Tidak ada masalah anak saya dilakukan penanganan berdasar protap covid yang sebenarnya, tapi tolong tunjukan hasil rapid tesnya agar kami pun pasrah dengan keadaan anak kami" jelas Deje dengan geram

Atas dasar permasalahan tersebut akhirnya Deje memutuskan untuk memindahkan penanganan anaknya ke salah satu Rumah Sakit  Swasta dan langsung pertanyakan berapa biaya penangan selama satu malam di BLUD Bima dan mendapatkan jawaban bahwa tidak ada biaya sama sekali karena anaknya dikategorikan pasien reaktif covid

Begitu tiba di IGD Rumah Sakit Swasta tersebut hal pertama yang dilakukan adalah rapid antigen dan menghasilkan negatif pada diri abang. Penanganan pun berjalan sesuai dengan harapan sehingga si abng dapat tidur dengan nyaman

Sikap pihak BLUD Bima yang sangat ngotot dengan modus meng covid kan pasien kecelakaan praktis menimbulkan berbagai spekulasi asumsi minor dari publik saat ini apalagi dengan banyaknya kasus kasus serupa lainnya @ry@