Kisruh 26 Milyar, Dita Somasi Edy Muhlis


Kabupaten Bima, Jurnal Expose || Pernyataan terbuka Anggota yang sekaligus Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima, Edy Muhlis, S.Sos dalam Jumpa Persnya terkait dengan kasus Hutang Piutang 26 Milyar di Kantor DPRD beberapa hari yang lalu menuai kritik dari Saudari Dita yang disebut sebagai salah satu pihak yang terlibat. Sebagai bentuk protes keberatan dan penolakan, Dita melalui kuasa hukumnya Taufiqurrahman, SH telah melayangkan Somasi kepada Anggota DPRD tersebut. Senin, (29/3/2021).

Sebelumnya dalam Jumpa pers yang dilakukan Edy Muhlis, S.Sos yang telah diberitakan di beberapa media online dan dibagikan di media Stream Youtube, menjelaskan adanya keterlibatan Dita yang merupakan adiknya Bupati Bima sebagai direktur Koperasi Bumi Bahari Sejahtera (BBS) sebagai salah satu koperasi yang terlibat dalam lingkaran hutang piutang 26 Milyar dengan PT. Green.

Faktanya, Dita membantah dengan tegas bahwa dirinya tidak mengetahui, memiliki  apalagi menjadi direktur Koperasi Bumi Bahari Sejahtera (BBS). Dan merasa dirugikan karena semua pernyataan yang menyangkut dirinya tidak benar dan fitnah. “Ini alasan kenapa saya melayangkan somasi terbuka kepada Edy Muhlis. Dan saya akan terus melakukan upaya hukum jika Somasi ini tidak indahkan dalam 1 x 24,” kata Dita dalam jumpa pers secara daring, Minggu (28/3/2021).

Somasi terbuka yang dilayangkan Taufiqurrahman, SH selaku kuasa hukum dita, merupakan bentuk keberatan dan keresahan kliennya yang merasa nama baiknya dicemarkan dan difitnah. Dan meminta agar 1 x 24 Edy Muhlis, S. Sos melakukan jumpa pers untuk meminta maaf dan menyatakan kliennya tidak terlibat.

Somasi ini bisa menjadi bukti penting tidak adanya keterlibatan kliennya dalam kasus Hutang piutang 26 Milyar yang saat-saat ini hangat dibicarakan di masyarakat. “Selain kepada yang bersangkutan Edy Muhlis S.Sos, somasi ini kami sampaikan juga kepada Badan Kehormatan (BK) dan Ketua DPRD Kabupaten Bima serta pimpinan partai politik,” katanya. (JE02)