Tampilkan postingan dengan label Bencana. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Pemerinah Kabupaten Bima, menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu yang menjadi korban bencana angin puting beliung, (Jumat 22/5/2020), 

Bantuan diserahkan Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima dan langsung diterima para korban

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, langsung memerintahkan Kalak BPBD beserta tim untuk membantu. Karena dengan keadaan yang serba sulit dikepung Pandemi seperti ini, Pemerintah diminta untuk segera hadir.

‘’BPBD Kabupaten Bima, pagi ini saya intruksikan untuk memberikan bantuan tanggap darurat pada warga korban angin puting beliung yang terjadi pada (Kamis 21/5/2020) kemarin" ujarnya.

Hasil laporan ada sedikitnya empat  rumah yang rusak berat dan rusak sedang.

Kalak BPBD Aries munandar ST.MT, melaporkan bahwa, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari tupoksi satuan kerja BPBD, meringankan beban masyarakat terdampak bencana di tengah Pandemi Covid-19.

Kedepan, lanjut Kabag Protokol BPBD akan menyiapkan langkah-langkah strategis, mengatasi kemungkinan dampak kekeringan yang akan segera melanda daerah-daerah di Indonesia dan juga Kabupaten Bima. 

Tentu, dalam menghadapi bencana tersebut yang perlu dikedepankan adalah sikap mawas diri, membangun dan meningkatkan kapasitas demi penguatan kelembagaan dan mitigasi kebencanaan.
Korban Puting Beliung Di Rompo Terima Bantuan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Pemerinah Kabupaten Bima, menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu yang menjadi korban bencana angin puting beliung, (Jumat 22/5/2020), 

Bantuan diserahkan Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima dan langsung diterima para korban

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, langsung memerintahkan Kalak BPBD beserta tim untuk membantu. Karena dengan keadaan yang serba sulit dikepung Pandemi seperti ini, Pemerintah diminta untuk segera hadir.

‘’BPBD Kabupaten Bima, pagi ini saya intruksikan untuk memberikan bantuan tanggap darurat pada warga korban angin puting beliung yang terjadi pada (Kamis 21/5/2020) kemarin" ujarnya.

Hasil laporan ada sedikitnya empat  rumah yang rusak berat dan rusak sedang.

Kalak BPBD Aries munandar ST.MT, melaporkan bahwa, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari tupoksi satuan kerja BPBD, meringankan beban masyarakat terdampak bencana di tengah Pandemi Covid-19.

Kedepan, lanjut Kabag Protokol BPBD akan menyiapkan langkah-langkah strategis, mengatasi kemungkinan dampak kekeringan yang akan segera melanda daerah-daerah di Indonesia dan juga Kabupaten Bima. 

Tentu, dalam menghadapi bencana tersebut yang perlu dikedepankan adalah sikap mawas diri, membangun dan meningkatkan kapasitas demi penguatan kelembagaan dan mitigasi kebencanaan.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Wakil Bupati Bima H Dahlan HM Noer, menyerahkan langsung bantuan tanggap darurat dari Dinas Sosial dan BPBD Kab Bima, pada Ruslin, warga Desa Naru Barat Kec. Sape, korban angin puting beliung beberapa waktu lalu.Selain bantuan tanggap darurat, Wabup dahlan juga menyerahkan bantuan uang secara pribadi, diterima langsung korban di kediamannya, Senin (20/01/2020).


Ikut hadir dalam rombongan Wabup asisten II Setda Bima, Ir.  H. Nurdin, Kadis DKP  Ir. Syaifuddin, Kabid Jaminan Sosial Ismu dan M. Darius perwakilan BPBD Kab Bima Bidang Logistik Dan Kedaruratan.

Kabag Protokol dan Komunikasi, M Chandra Kusuma, Ap, menyatakan, Wabup berharap agar Ruslin dan keluarga bisa bersabar menghadapi musibah itu. Karena musibah yang dihadapi tidak kita duga-duga.

‘’Karena ini musibah banyak bersabar. Yang diberikan sementara ini bantuan tanggap dururat dulu,’’kata Wabup.


Bantuan yang diberikan Pemerintah Daerah lewat Kantor BPBD Kab Bima yakni peralatan dan logistik tanggap darurat. Terpal 5 buah, Selimut 5 buah, Jas Hujan tiga buah.
Sedangkan bantuan dari Dinas Sosial Kab Bima, satu paket Family Kit, dua paket bantuan makanan Anak, dua  paket bantuan lauk pauk dan peralatan dapur keluarga.

Usai menyerahkan bantuan di Desa Naru Barat, Wabup dan rombongan mengunjungi rumah salah seorang warga korban kebakaran di Desa Rai Oi dan Parangina, Kecamatan Sape.

(Sumber : Protokol Kom Setda Bima)

Kota Bima, jurnalexpose.com || Salah satu kegiatan dalam rangka mensosialisasikan program penanaman kembali hutan-hutan gundul yang ada di kawasan Kota Bima, Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE bersama Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH dan Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya HM Lutfi serta masyarakat melakukan penghijauan di Oi Kapanca Doro Rite. (Minggu, 12/1/2020)

Kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Kecamatan Raba bersama dengan masyarakat sekitarnya ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap hutan yang gundul dan keberadaan mata air di Kota Bima.


Walikota berharap dengan kembalinya hijau hutan yang ada. bencana dan dampak banjir bandang dapat diminimalisir.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan pohon menjadi unsur utama dalam menjaga keselarasan lingkungan. Pohonlah yang mengeluarkan oksigen dan menyerap karbondioksida, udara menjadi segar. Pohon juga menjadi peneduh dalam cuaca panas dan hujan.

"Mari kita tanam pohon, hijaukan kembali lingkungan kita, agar keseimbangan alam terjaga", ujarnya.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Berdasarkan Laporan dari Pusdalops PB BPBD Kota Bima, Sabtu 21 Desember 2019, pukul 20.00 Wita dengan Nomor : 363 / 401 / XII / 2019, mengenai situasi kondisi dan informasi kejadian bencana di Wilayah Kota Bima bahwa pada jam 13.30 Wita terjadi hujan disertai angin kencang di Kota Bima uang menyebabkan terjadinya kerusakan lapak pedagang, luapan air dan pohon tumbang.


Adapun rincian kerusakan yakni sebagai berikut:
1. 11 unit lapak pedagang di lawata kelurahan Dara Kota Bima;
2. 3 atap rumah di Rt.10 Rw.04 lingkungan Binabaru Kelurahan Dara Kota Bima;
3. 1 atap rumah di Rt11 Rw.04 Kelurahan Penaraga Kota Bima;
4. 3 pohon tumbang (1 pohon di lingkungan ni'u, 1 pohon di dekat falcao Amahami, 1 pohon di kuburan cina)
5 Terjadi luapan air dan lumpur menggenangi jalan di kelurahan Panggi dan kelurahan Sambinae (dekat Makobrimob) dan jalan depan PLTUF Ni'u kelurahan dara Kota Bima.

BACA JUGA
"Di Duga Pengerukan Gunung Di Sambinae Menjadi Penyebab Banjir Melanda"
"Hujan Lebat Dan Angin Kencang, Uma Lengge Di Lawata Dan Sejumlah Pohon Tumbang"

Beberapa upaya juga telah dilakukan diantanyanya:
1. Melakukan pencatatan dan pengkajian secara cepat di Lokasi Bencana;
2. Melakukan pemotongan dan pembersihan pohon yang tumbang.

Sekretaris Daerah Drs H Mukhtar MH juga telah meninjau di beberapa titik lokasi termasuk Lawata pada sore kemarin

Jakarta - Jurnal Expose || Pemerintah Kabupaten Bima salah satu pemerintah daerah yang termasuk dalam 55 Pemerintah daerah yang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan. Masing-masing bupati dan wali kota sudah menetapkan status tersebut melalui surat keputusan.

kekeringan_di_Bima

Hal itu diutarakan Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui siaran pers, Senin (22/7).

"Hingga kini, 55 kepala daerah telah menetapkan Surat Keputusan Bupati dan Walikota Tentang Siaga Darurat Bencana Kekeringan," tutur Agus.

Kabupaten dan kota yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan terdapat di Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Diikuti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat, ada 3 daerah yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Di antaranya, Kabupaten Bima, Dompu dan Sumbawa.

"Dilihat sebaran bencana kekeringan berdasarkan tingkatan wilayah administrasi sebagai berikut 7 provinsi, 75 kabupaten, 490 kecamatan, dan 1.821 desa," ucap Agus.

Agus mengatakan BNPB telah menyalurkan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Total air bersih yang sudah didistribusikan mencapai 7.045.400 liter.

BNPB juga menempuh langkah lain. Misalnya dengan penambahan jumlah mobil tanki, hidran umum, pembuatan sumur bor, dan kampanye hemat air. (JE02)

Sumber : CNN Indonesia

Kabupaten Bima – Jurnal Expose || Berbagai infrastruktur vital Pemerintah yang menjamin dinamisnya aktivitas masyarakat mengalami kerusakan sebagai dampak dari bencana banjir yang melanda beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Bima beberapa waktu terakhir ini.

Salah satunya Kerusakan infrastruktur berupa jalan dan jembatan. Dimana pasca bencana terus dilakukan perbaikan salahnya satunya kerusakan jembatan Boro Kecamatan Sanggar sebagai akibat banjir di Kecamatan sanggar minggu lalu.

BACA JUGA :
"Inilah Kerugian Yang Terjadi Akibat Banjir Sanggar"
"Wabup Kunjungi dan Beri bantuan Warga Desa Terdampak Banjir di Kecamatan Sanggar"

Atas perintah Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, melalui Dinas PU Kabupaten Bima bekerjasama dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTB, juga telah dilakukan penanganan sementara banjir gunung yang terjadi di ruas jalan Pandai – Risa Kecamatan Woha. (29/03)

Bupati berharap, kiranya seluruh masyarakat Kabupaten Bima, terlebih lagi pada wilayah yang tertimpa bencana agar senantiasa bersabar serta menanam keyakinan bahwa Pemerintah pada masing-masing tingkatan dan kewenangan niscaya berikhtiar melakukan yang terbaik bagi masyarakat. Janjinya (JE02).

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Musibah banjir yang terjadi Sabtu (16/3) Jam 14.00 Wita terdampak pada lima desa antara lain desa Oi saro, Desa Piong, dan Desa Boro.

banjir_bandang_di_sanggar
Salah satu Jembatan yang terputus akibat banjir Sanggar
Sebelumnya, Minggu 17 Maret Plt Kalak BPBD Kab Bima Ir. H. Nudin dan Tim telah melakukan peninjauan lokasi bencana Minggu (17/3).

Pusat Pengendalian dan Operasional (Pusdalop) Bencana BPBD Kabupaten Bima, berdasarkan tinjauan lapangan melaporkan, bencana banjir yang melanda Desa Boro telah menyebabkan akses jalan putus dan 2 unit jembatan putus total.

Sementara di Desa Piong, banjir bandang telah menyebabkan 15 unit rumah rusak Berat, 25 unit rusak ringan. Disamping, 250 unit rumah penduduk di RT 4.5.6.7.8 dan 9 serta satu fasilitas umum bendungan rasa di Rt 3 rusak berat.

Pusdalop BPBD juga mencatat kerusakan di Desa Kore berupa fasilitas umum terpampar lumpur ada 6 unit, yaitu Polsek Sanggar, Koramil, SDN 1 Kore, TK Pembina Kantor Camat dan Lapangan desa Kore.

Demikian halnya di desa Oi Saro terdapat 2 unit fasilitas umum yang rusak Berat yaitu pagar SMPN 2 Sanggar jebol 30 meter dan 1 unit jembatan depan SMPN 2 Sanggar jebol sayap.

Beberapa lahan pertanian gagal panen di seluruh desa yg terdampak bencana banjir tersebut masih dalam pendataan. (JE02)
Diberdayakan oleh Blogger.