Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Dompu. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Dompu, jurnalexpose.com|| Alumni SMPN 1 Dompu Angkatan 87 yang di selenggarakan di Pantai Felo Janga Kabupaten Dompu, Sabtu (04/07) berjalan lancar dan sukses yang telah direncanakan sejak tiga bulan yang lalu.

Reuni tersebut selain ajang temu kangen dan tatap muka sekaligus sebagai ajang silaturahim sesama alumni. 

Panitia mengambil start dari tempat Pak Sior Parmadi di Kota Baru Dompu yang di hadiri para peserta alumni 87 baik berasal dari Dompu dan luar pulau Dompu. Dengan tema "Satu Hati Satu Jiwa".

Husni Boftem selaku Ketua panitia kegiatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa sebagai ketua, tetapi hanya ditunjuk untuk mengatur terkait rencana kegiatan reuni ini.
 
Ia juga menyampaikan niat awal reuni Alumni 87 ini, adalah semata-mata untuk bersilaturahmi agar tetap mengingatkan persahabatan yang sudah lama terjalin. 

Adapun Susunan Panitia Reuni SMPN 1 Dompu, Ketua Husni Boftem, Wakil Ketua Sulastriana Har, Sekretaris Hairuddin, Burhan, Bendahara Sri Guna, dan Diana Fauzi.

"Alhamdulillah berkat kerjasama semua teman - teman akhirnya pelaksanaan reuni di laksanakan di pantai Felo Janga, hari ini kita berkumpul dan bertemu bersama teman dalam satu acara reuni, dan kegiatan ini didukung penuh oleh peserta alumni, tidak dari bantuan donatur pihak luar, karena berprinsip gotong royong" Ungkap Husni sapaannya.

Acara di mulai pukul 10.00 start bersama di kediaman salah satu rekan kami Pak Sior Parmadi menuju Pantai Felo Janga tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 diawali berkumpul bersama, mengatur tenda, memasang audio dan lain – lainnya. 

Acara diawali dengan Foto bersama alumni dan selanjutnya diadakan acara pembukaan oleh salah satu peserta reuni. 

Ibu Ani Kurniati, berharap apa yang diberikan alumni dapat bermanfaat dan kedepan jika ada sesion kedua akan lebih baik lagi dalam mengkemas kegiatan reuni dengan tema “Satu Hati Satu Jiwa “
Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia menyampaikan rasa bangganya kepada rekan-rekan alumi 87 yang saat ini sudah menjadi manusia yang dengan segala macam bidang profesi bahkan mungkin bisa digolong atau di kategorikan yang sukses.

Sementara Alumni lain, Afifudin menambahkan, merasa bangga kepada alumni 87 SMP 1 Dompu sekaligus menitip pesan agar reuni ini jangan disamakan dengan reuni dengan mantan dan jangan mengingat masa lalu yang berkaitan dengan mantan, yang lalu biar berlalu, sekarang kita berkumpul bersama untuk selalu mengingat Almamater kita bersama dan mari kita selalu mengadakan acara ini dan selalu berbuat untuk Nusa dan Bangsa ungkap Afifudin.

"Tak terasa 33 tahun sudah saudara semua alumni 87 meninggalkan sekolah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh, meski telah banyak perubahan dari segi fisik sekolah, saya bangga pada alumni 87 yang peduli terhadap sekolah tempat menimba ilmu dulunya sehingga mengantarkan rekan-rekan menjadi orang seperti sekarang ini. 

Sementara itu, ia juga mengingatkan jangan karena reuni menjadi cerita yang bersifat negatif, karena banyak hal yang bisa muncul akibat reuni atau kadang biasa di sebut temu kangen, sementara arti sesungguhnya reuni adalah pertemuan kembali teman sekolah dengan segala macam cara untuk rasa kebersamaan sebagaimana, sub tema dari kegiatan reuni alumni 87 kali ini adalah “Satu Hati Satu Jiwa“.

Acara dilanjutkan dengan bernyanyi dan sambil sawer-saweran bersama dan mengadakan berbagai lomba bernyanyi antar kelas A-G diwakil oleh satu dari teman masing-masing kelas.
Pukul 16.00 Wita dilakukan acara penutupan dan sekaligus pembagian Doorprize dari masing-masing mata lomba, Doorprize tersebut disamping dari panitia juga diberi oleh rekan kami Umi La’a, Ihkwan, Susilawati yang diserahkan oleh rekan kami Sior Farmadi, Abdul Rajak, Budi, Sadat dan Husni Boftem untuk sekedar mengingat rasa kebersamaan sesama alumni.

Setelah acara selesai, selanjutnya diadakan kegiatan bersih-bersih pantai agar tidak meninggalkan kesan buruk terhadap alumni SMPN 1 Dompu. Sukses Panitia Salam “Satu Hati Satu Jiwa “.

Kabupaten Dompu, jurnalexpose.com || Pemerintah Daerah dan Bupati Dompu, Bambang M Yasin serta masyarakat bersukacita menyambut new normal dengan menggelar Senam Bersama di depan Paruga Parenta Kabupaten Dompu. (Jumat,5/6/20).


Hal ini digelar sehari setelah kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah dan rombongan (Kamis, 4/6/20) yang mengatakan Kabupaten Dompu dianggap siap memasuki era normal baru atau new normal.

Namun di hari yang sama juga terjadi penambahan 5 pasien positif COVID-19, salah satunya hadir dalam kegiatan senam bersama tersebut.

"Kemarin kita sempat 38 positif, kemudian menjadi nol. Lalu sekarang 5 orang lagi. Jadi sudah tugas kita semua untuk mengobati dan menyembuhkan sekaligus menjaga agar kasusnya tidak bertambah,” terang Jufri, Sekretaris gugus tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Dompu (5/6).


Spanduk kegiatan senam menyambut new normal di Dompu
Disinggung soal penerapan new normal, ia menjelaskan meskipun ada kasus baru tetapi kebijakan new normal tetap dilaksanakan.

"Masyarakat tetap menjalani aktivitas seperti biasa tetapi diimbau untuk tetap harus mematuhi protap kesehatan yaitu memakai masker, physical distancing atau menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir," tandasnya.

Lebih lanjut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu ini menuturkan, dengan adanya kesembuhan 100% dari 38 pasien yang dikarantina di RS Pratama Manggelewa. Maka itu adalah sebuah keberhasilan dari usaha sungguh-sungguh Tim medis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Dompu.


"Yang 5 orang ini merupakan kasus baru dan semuanya dalam kondisi baik. Semoga segera sembuh dan semoga tidak ada lagi kasus baru di Kabupaten Dompu," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman menyatakan, ke-5 orang pasien baru ini telah dikarantina di Gedung Terpijar (Sanggilo) Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

“Malam ini juga akan dikarantina di Gedung Terpijar,” ungkapnya (5/6). Sementara untuk 1 pasien anak dari ke-5 orang tersebut, kata Maman, rencananya akan ikut ditemani juga oleh orang tuanya (ibu, red).

“Pasien anak nanti akan didampingi oleh orang tuanya, kasian kalau jauh dari orang tuanya. Nanti kamarnya berbeda dan akan diatur sebaik-baiknya sesuai dengan protokol COVID-19,” terangnya.

Adapun ke-5 pasien positif baru COVID-19 tersebut antara lain Perempuan Inisial K (9) asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial A (23) asal Desa Lepadi, Kecamatan Pajo. Perempuan berinisal FS (28), tenaga kesehatan asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial FS (37), ASN Pemda Dompu, asal Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja. Dan, Perempuan berinisial AT (52) asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo.

Sumber : Kumparan.com

Dompu, jurnalexpose.com || Ratusan hektare tanaman padi di Dompu mengalami kerusakan sebagai dampak kekeringan. Selain kekeringan, tanaman padi ini juga diserang hama tungro batang dan diperparah oleh tidak adanya pasokan air.

tanaman_padi_rusak_disabit_jadi_pakan
Foto : Tanaman padi petani yang rusak di belakang SMP 4  disabit untuk pakan ternak
Akibat kerusakan, tanaman padi warga pun dijadikan pakan ternak dan disabit para pemilik ternak. “Padi di belakang SMPN 4 Dompu kita sabit untuk pakan ternak. Padinya sudah merah – merah akibat tidak ada pasokan air. (Kondisi) ini merata di sekitar area belakang SMP 4,” kata Nahroni, petani ternak.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pd yang dihubungi, mengaku belum mendapatkan data terbaru dampak kekeringan. Kamis (25/7/2019) 

Data yang dimilikinya yang dilapor 10 Juli 2019 lalu, yaitu 344 ha dari 3.095 ha tanaman padi dalam kondisi waspada. Begitu juga dengan tanaman jagung seluas 699 ha dari 3.529 ha dalam kondisi waspada. “Kami punya data lama itu saja. Saya belum dapat data laporan terbaru,” katanya.

Terkait kondisi tanaman padi di beberapa titik yang mengalami kerusakan sehingga diberi untuk pakan ternak, Armansyah mengaku, akan koordinasikan dengan jajaran di bawahnya. Karena ada masing – masing koordinator terkait hama maupun kekeringan. “Nanti saya koordinasikan dulu,” terangnya. (JE02)

Sumber : suarantb.com

Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || Kodim 1614/Dompu bersama Polres Dompu bersinergi dan siap mengamankan rangkaian lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 dengan menyiapkan beberapa pos pengamanan secara terpadu di beberapa lokasi di Kabupaten Dompu.

Damdim_dompu_tinjau_pos_lebaran
Terkait dengan kesiapan pos pengamanan, Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP bersama Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo S.IK. M.IK., melakukan pengecekan terhadap pos pengamanan dan pelayanan terpadu Operasi Ketupat Gatarin 2019 di pos-pos pengamanan kota, terminal dan pos pam Manggelewa sebagai pintu masuk Kota Dompu, Sabtu (1/6).

Pada kesempatan tersebut, Dandim Dompu dalam arahannya kepada personel pos pam agar tetap semangat dalam melaksanakan tugas pengamanan dengan meningkatkan kewaspadaan dan merespon setiap perkembangan.

Dandim meminta selama pelaksanaan pengamanan mudik dan arus balik lebaran, agar melaksanakan patroli ke tempat-tempat keramaian dan rawan sesuai dengan lokasi pos pamnya.

Sementara, Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo S.IK. M.IK., menyampaikan selama melaksanakan tugas pengamanan agar selalu mengedepankan koordinasi dengan Perwira Pengendali dan anggota piket lainnya apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama yang dapat mengganggu kelancaran, kenyamanan dan keamanan selama pelaksanaan lebaran.

Pihaknya berkomitmen untuk selalu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat Dompu terutama selama bulan suci ramadhan maupun pada pelaksanaan lebaran.

Personil pos pengamanan dan pelayanan terpadu terdiri dari anggota Kodim dan Polres Dompu, Brimob Polda NTB, Senkom, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dishub dan Orari.(JE02)

Sumber : NASIONALXPOS.CO.ID

Lomba_baca_cepat_pemkab_dompu
Seorang siswa SD yang mengikuti lomba membaca cepat
Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || Salah satu agenda Festival Pesona Tambora (FTP) 2019 dan HUT ke-204 Dompu adalah membaca cepat bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidahiyah (MI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Lomba ini merupakan langkah awal sebagai respon terhadap hasil survei Pemda Dompu bahwa 70% siswa-siswi SD tidak bisa membaca dengan baik dan benar" ujar Bambang M. Yasin selaku Bupati Dompu pada saat memberi sambutan dalam acara yang digelar Senin (8/4).

Ia pun mengatakan, jika lomba ini akan dilakukan secara efektif maka akan dapat menyelesaikan masalah. Ia pun menyebutkan salah satu alasan lomba diadakan, agar dapat membangkitkan semangat membaca siswa-siswi SD/MI, dengan target utama peserta lomba adalah murid kelas I sampai III.

Bupati Dompu juga mengatakan bahwa ke depannya bahwa Dinas Perpustakaan Daerahakan berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Dompu untuk mendorong tumbuhnya minat baca siswa-siswa tersebut. Karena ia berpendapat bahwa pelajaran apapun diwajibkan untuk membaca.

"Dengan bisa membaca, murid kelas I, II dan III SD akan dapat menguasai pelajaran" ujarnya.
Lomba_baca_cepat_pemkab_dompu_2
Bupati Dompu Bambang M Yasin saat memberikan sambutan pada lomba membaca cepat
Serius dengan upaya untuk menuntaskan buta huruf maupun masalah ejaan yang masih terbata-bata oleh SD/MI di Dompu,  ia bahkan menghimbau kepada guru-guru yang turut hadir agar murid-murid tersebut tidak dinaikan ke jenjang kelas yang lebih tinggi apabila belum bisa membaca dengan baik dan benar.

"Jika ada anak yang tidak bisa membaca, tolong jangan dinaikkan kelas. Jika pun ada orang tua murid yang protes, biar saya yang menghadapinya” pungkas Bupati Dompu. (JE02)

Sumber : Kumparan.com

Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || bermula dari kepedulian akan lingkungan dan kegelisahan akan dampak yang diakibatkan oleh sampah (organik/nonorganik), Sekelompok Anak Muda di kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu yang Diinisiasi oleh seorang guru muda bernama Diaul Anhar mengagas dan mendirikan suatu wadah organisasi Bank Sampah yang diberi nama The Gade "Temba Nggela".

Bank-Sampah-The-Gade-Temba-Nggela-Dompu
Penggagas dan Pengurus Bank Sampah The Gade "Temba Nggela"
Bank Sampah The Gade "Temba Nggela" mulai beroperasi pada 29 November 2018. Ada sekitar 25 orang yang kebanyakan anak muda menjadi penggagas dari bank sampah ini.

Diaul Anhar yang didaulat sebagai Direktur bersama rekannya merasa terpanggil untuk membantu program pemerintah dalam masalah persampahan.

“Kami menyadari betapa sampah plastik yang dihasilkan dan konsumsi masyarakat semakin lama semakin bertambah jumlahnya. Jadi, harus ada solusinya,” kata Anhar.

Sejak berdiri, Diaul Anhar sangat bahagia lantaran antusias masyarakat sangat tinggi. “Mereka datang membawa sampah yang mereka kumpulkan untuk ditimbang. Hasilnya tentu bernilai uang. Mereka diwajibkan jadi nasabah tetap di tempat kami. Jadi, uang yang dihasilkan tidak semuanya diambil, tapi juga ditabung,” kata guru Bahasa Indonesia ini.

Kini, sudah ada sekitar 45 orang yang menjadi nasabah tetapnya. Jumlah tabungannya bervariasi. Progres yang baik ini disambut positif oleh PT. Pegadaian setempat yang menjalin kemitraan khusus dengan bank sampah. Jadi, tabungan nasabah ditabung di pegadaian dengan tabungan emas.

Lalu seperti apa dampak sosial dan ekologisnya? Dampaknya sangat luar biasa. Kalau dulu banyak sampah yang berserakan di setiap lorong, jalan dan halaman rumah, kini dipastikan tidak ada lagi. Selain itu, kata Anhar,  jumlah sampah yang diangkut oleh mobil sampah sudah berkurang.

“Alhamdulillah lingkungan sudah bersih dan sehat dibanding sebelum adanya bank Sampah. Secara ekonomi, sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebelumnya mereka bingung mau diapakan sampah yang berserakan, tapi setelah hadirnya bank sampah, mereka sudah paham kalau ternyata sampah bernilai uang,” kisah Anhar.

Dukungan dari pelbagai pihak pun mengalir deras. Semua orang mulai sadar dan melihat plastik itu uang. Anak-anak muda juga terlihat antusias. Pengalaman warga yang berdaya berkat sampah menular kemana-mana. “Semua optimis wadah ini tetap eksis. Atensi dari pemerintah juga sangat diperlukan untuk motivasi kami,” katanya.

Selain mengelola pengepulan sampah, Diaul Anhar dan komunitasnya juga mulai menciptakan kreasi dari daur ulang sampah. Mereka pun sering menyelenggarakan pelatihan bersama nasabah.

Mereka bertekad menciptakan banyak inovasi dan membantu perekonomian masyarakat. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, bank sampah The Gade akan terus maju dan solid.

The-Gade-Temba-Nggela-Dompu
Antusias dan keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Menggerakkan komunitas bank sampah tidaklah mudah. Banyak suka dukanya, kata Anhar.

“Bersentuhan dengan sampah-sampah selalu dipandang sebelah mata. Apalagi karakter masyarakat yang pragmatis menganggap wadah ini hanya sebuah hal yang bodoh. Tidak punya prospek yang jelas dan beragam pesimisme lainnya,” jelas Alumni UNM Makassar ini.

Alhasil, setelah semuanya berjalan, pola pikir masyarakat mulai bisa ditepis. Warga telah melihat aksi nyata dan perubahan langsung setelah adanya bank sampah The Gade. Dukungan terus mengalir.

“Kami optimis, apa yang kami lakukan akan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Diaul Anhar.(JE-002)

Dompu - Jurnal Expose || Jumlah korban meninggal dunia akibat gigitan anjing di Kabupaten Dompu  terus bertambah. Hingga Senin (11/2/2019), total warga yang meninggal berjumlah 6 orang. Adapun 619 orang lainnya digigit.

suntik_rabies_pada_anjing
Warga Dompu membawa anjing peliharaanya untuk untuk di vaksin

"Korban gigitan hingga kini sudah 619 orang, angka kematian jadi 6 orang, 5 orang di Kecamatan Kempo dan 1 orang Banggo Menggelewa. Korban itu semuanya kasus gigitan lama," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu Zaenal Arifin
Kasus gigitan sudah merebak hingga wilayah perkotaan, seperti di Matua, seorang kusir benhur diserang anjing. Sementara di dua desa lainnya, kejadiannya bersamaan dengan 5 orang sekaligus.

Baca juga:
Kendalikan KLB Rabies di Dompu, Anjing Warga Divaksin Ramai-ramai

"Upaya untuk memutus rantai ini langkah jangka pendeknya satu-satunya kita eliminasi. Untuk jangka panjangnya tetap kita lakukan vaksinasi," ujarnya.

Atas hal itu, pemda dan warga mengambil langkah serius, yaitu membunuh ribuan anjing liar, baik dengan ditembak maupun diberi racun.

"Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kita duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Jadi masyarakat juga mengeliminasi anjing liar," ujarnya. (JE-002)

Sumber : news.detik.com

Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || Pemerintah Kabupaten Dompu mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB) rabies pada 27 Januari lalu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu Zainal Arifin mengatakan sepanjang tahun 2018 hingga Februari 2019 tercatat ada 544 gigitan hewan penular rabies dengan 5 di antaranya meninggal dunia.

Untuk menghadapi penyebaran rabies Kementerian Pertanian sudah bergerak dengan melakukan vaksinasi massal pada anjing-anjing peliharaan. Warga Dompu diketahui memang banyak menggunakan anjing untuk berburu atau menjaga properti.

"Selain vaksinasi dan eliminasi tertarget untuk hewan liar, kami juga mengupayakan agar tidak terjadi lalu lintas hewan penular rabies keluar dari wilayah Dompu ke wilayah lain," kata Zainal dikutip dari siaran persnya.

Sementara untuk Warga Dompu diimbau agar segera melapor ke puskesmas bila mereka digigit anjing. Alasannya karena penyakit rabies hanya bisa ditangani bila pasien segera diberi vaksin antirabies sebelum gejala muncul.

"Setelah kunjungan ke puskesmas, pasien mendapat kartu kontrol tidak bisa ditawar. Pasien harus kembali sesuai dengan tanggal yang ditentukan. Kalau tidak dampaknya akan sangat berbahaya. Pasien bisa meninggal dalam kurun waktu dua minggu sampai dua tahun," pungkas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Iris Juita Kastianti.

Rabies sendiri adalah penyakit akut berbahaya yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus. Jika sudah tertular ke manusia, masa inkubasi seseorang bisa mencapai 2 minggu sampai 2 tahun setelah gigitan dengan risiko kematian kalau sudah memunculkan gejala mencapai 100 persen.

Seseorang yang kena rabies dari gigitan hewan terinfeksi dapat menunjukkan gejala mulai dari takut cahaya, sensitif terhadap air, demam, hingga nyeri kepala akibat virus menyerang susunan pusat saraf otak. (JE-02)

Sumber : https://health.detik.com

Kota Bima - Jurnal Expose || Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M.Ap, menghadiri sekaligus membuka kegiatan lomba Palang Merah Remaja yang cermat, edukatif, ramah, intelektual dan atraktif (Pamer Ceria II) tingkat Wira se-Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu yang dilaksanakan di Kantor KLK Bima. Selasa (18/12).

Kegiatan lomba Pamer Ceria ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) yang ke-73. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 11 peserta dengan rincian 8 peserta berasal dari Sekolah Menengah Atas dan 3 peserta berasal dari Sekolah Menengah Pertama yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Dalam sambutannya, Asisten II menyampaikan bahwa PMI adalah salah satu organisasi kemanusiaan yang ada di Indonesia yang menjadi rujukan pertama untuk mencari stok darah yang dibutuhkan.

Selain itu PMI juga bergerak melakukan aksi sosial seperti membantu masyarakat yang terkena bencana, membantu melakukan pertolongan pertama, memberikan pelayanan kesehatan dan lain-lain.

Hal ini sesuai dengan moto pergerakannya yakni “anywhere to anyone” atau "dimanapun untuk siapapun", karena PMI selalu siaga dimanapun untuk membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa didalam PMI ada pula wadah promosi dan pengembangan anggota muda dari PMI yakni PMR yang bergerak di sekolah-sekolah.

Kegiatan perlombaan yang dilaksanakan ini merupakan bagian pembinaan terhadap anggota PMR yang ada di sekolah-sekolah.

"Saya harap kegiatan ini dapat memotivasi anggota PMR untuk menampilkan kemampuan terbaik, juga menambah pengalaman dan memperluas jaringan pertemanan khususnya untuk PMR tingkat Wira yang berfungsi sebagai Peer Educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat bagi generasinya", harap Asisten II.(JE.001).

Diberdayakan oleh Blogger.