Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Dompu. Tampilkan semua postingan

Dompu, jurnalexpose.com || Ratusan hektare tanaman padi di Dompu mengalami kerusakan sebagai dampak kekeringan. Selain kekeringan, tanaman padi ini juga diserang hama tungro batang dan diperparah oleh tidak adanya pasokan air.

tanaman_padi_rusak_disabit_jadi_pakan
Foto : Tanaman padi petani yang rusak di belakang SMP 4  disabit untuk pakan ternak
Akibat kerusakan, tanaman padi warga pun dijadikan pakan ternak dan disabit para pemilik ternak. “Padi di belakang SMPN 4 Dompu kita sabit untuk pakan ternak. Padinya sudah merah – merah akibat tidak ada pasokan air. (Kondisi) ini merata di sekitar area belakang SMP 4,” kata Nahroni, petani ternak.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pd yang dihubungi, mengaku belum mendapatkan data terbaru dampak kekeringan. Kamis (25/7/2019) 

Data yang dimilikinya yang dilapor 10 Juli 2019 lalu, yaitu 344 ha dari 3.095 ha tanaman padi dalam kondisi waspada. Begitu juga dengan tanaman jagung seluas 699 ha dari 3.529 ha dalam kondisi waspada. “Kami punya data lama itu saja. Saya belum dapat data laporan terbaru,” katanya.

Terkait kondisi tanaman padi di beberapa titik yang mengalami kerusakan sehingga diberi untuk pakan ternak, Armansyah mengaku, akan koordinasikan dengan jajaran di bawahnya. Karena ada masing – masing koordinator terkait hama maupun kekeringan. “Nanti saya koordinasikan dulu,” terangnya. (JE02)

Sumber : suarantb.com

Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || Kodim 1614/Dompu bersama Polres Dompu bersinergi dan siap mengamankan rangkaian lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah tahun 2019 dengan menyiapkan beberapa pos pengamanan secara terpadu di beberapa lokasi di Kabupaten Dompu.

Damdim_dompu_tinjau_pos_lebaran
Terkait dengan kesiapan pos pengamanan, Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP bersama Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo S.IK. M.IK., melakukan pengecekan terhadap pos pengamanan dan pelayanan terpadu Operasi Ketupat Gatarin 2019 di pos-pos pengamanan kota, terminal dan pos pam Manggelewa sebagai pintu masuk Kota Dompu, Sabtu (1/6).

Pada kesempatan tersebut, Dandim Dompu dalam arahannya kepada personel pos pam agar tetap semangat dalam melaksanakan tugas pengamanan dengan meningkatkan kewaspadaan dan merespon setiap perkembangan.

Dandim meminta selama pelaksanaan pengamanan mudik dan arus balik lebaran, agar melaksanakan patroli ke tempat-tempat keramaian dan rawan sesuai dengan lokasi pos pamnya.

Sementara, Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo S.IK. M.IK., menyampaikan selama melaksanakan tugas pengamanan agar selalu mengedepankan koordinasi dengan Perwira Pengendali dan anggota piket lainnya apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama yang dapat mengganggu kelancaran, kenyamanan dan keamanan selama pelaksanaan lebaran.

Pihaknya berkomitmen untuk selalu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh elemen masyarakat Dompu terutama selama bulan suci ramadhan maupun pada pelaksanaan lebaran.

Personil pos pengamanan dan pelayanan terpadu terdiri dari anggota Kodim dan Polres Dompu, Brimob Polda NTB, Senkom, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dishub dan Orari.(JE02)

Sumber : NASIONALXPOS.CO.ID

Lomba_baca_cepat_pemkab_dompu
Seorang siswa SD yang mengikuti lomba membaca cepat
Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || Salah satu agenda Festival Pesona Tambora (FTP) 2019 dan HUT ke-204 Dompu adalah membaca cepat bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidahiyah (MI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Lomba ini merupakan langkah awal sebagai respon terhadap hasil survei Pemda Dompu bahwa 70% siswa-siswi SD tidak bisa membaca dengan baik dan benar" ujar Bambang M. Yasin selaku Bupati Dompu pada saat memberi sambutan dalam acara yang digelar Senin (8/4).

Ia pun mengatakan, jika lomba ini akan dilakukan secara efektif maka akan dapat menyelesaikan masalah. Ia pun menyebutkan salah satu alasan lomba diadakan, agar dapat membangkitkan semangat membaca siswa-siswi SD/MI, dengan target utama peserta lomba adalah murid kelas I sampai III.

Bupati Dompu juga mengatakan bahwa ke depannya bahwa Dinas Perpustakaan Daerahakan berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Dompu untuk mendorong tumbuhnya minat baca siswa-siswa tersebut. Karena ia berpendapat bahwa pelajaran apapun diwajibkan untuk membaca.

"Dengan bisa membaca, murid kelas I, II dan III SD akan dapat menguasai pelajaran" ujarnya.
Lomba_baca_cepat_pemkab_dompu_2
Bupati Dompu Bambang M Yasin saat memberikan sambutan pada lomba membaca cepat
Serius dengan upaya untuk menuntaskan buta huruf maupun masalah ejaan yang masih terbata-bata oleh SD/MI di Dompu,  ia bahkan menghimbau kepada guru-guru yang turut hadir agar murid-murid tersebut tidak dinaikan ke jenjang kelas yang lebih tinggi apabila belum bisa membaca dengan baik dan benar.

"Jika ada anak yang tidak bisa membaca, tolong jangan dinaikkan kelas. Jika pun ada orang tua murid yang protes, biar saya yang menghadapinya” pungkas Bupati Dompu. (JE02)

Sumber : Kumparan.com

Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || bermula dari kepedulian akan lingkungan dan kegelisahan akan dampak yang diakibatkan oleh sampah (organik/nonorganik), Sekelompok Anak Muda di kelurahan Dorotangga Kecamatan Dompu yang Diinisiasi oleh seorang guru muda bernama Diaul Anhar mengagas dan mendirikan suatu wadah organisasi Bank Sampah yang diberi nama The Gade "Temba Nggela".

Bank-Sampah-The-Gade-Temba-Nggela-Dompu
Penggagas dan Pengurus Bank Sampah The Gade "Temba Nggela"
Bank Sampah The Gade "Temba Nggela" mulai beroperasi pada 29 November 2018. Ada sekitar 25 orang yang kebanyakan anak muda menjadi penggagas dari bank sampah ini.

Diaul Anhar yang didaulat sebagai Direktur bersama rekannya merasa terpanggil untuk membantu program pemerintah dalam masalah persampahan.

“Kami menyadari betapa sampah plastik yang dihasilkan dan konsumsi masyarakat semakin lama semakin bertambah jumlahnya. Jadi, harus ada solusinya,” kata Anhar.

Sejak berdiri, Diaul Anhar sangat bahagia lantaran antusias masyarakat sangat tinggi. “Mereka datang membawa sampah yang mereka kumpulkan untuk ditimbang. Hasilnya tentu bernilai uang. Mereka diwajibkan jadi nasabah tetap di tempat kami. Jadi, uang yang dihasilkan tidak semuanya diambil, tapi juga ditabung,” kata guru Bahasa Indonesia ini.

Kini, sudah ada sekitar 45 orang yang menjadi nasabah tetapnya. Jumlah tabungannya bervariasi. Progres yang baik ini disambut positif oleh PT. Pegadaian setempat yang menjalin kemitraan khusus dengan bank sampah. Jadi, tabungan nasabah ditabung di pegadaian dengan tabungan emas.

Lalu seperti apa dampak sosial dan ekologisnya? Dampaknya sangat luar biasa. Kalau dulu banyak sampah yang berserakan di setiap lorong, jalan dan halaman rumah, kini dipastikan tidak ada lagi. Selain itu, kata Anhar,  jumlah sampah yang diangkut oleh mobil sampah sudah berkurang.

“Alhamdulillah lingkungan sudah bersih dan sehat dibanding sebelum adanya bank Sampah. Secara ekonomi, sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebelumnya mereka bingung mau diapakan sampah yang berserakan, tapi setelah hadirnya bank sampah, mereka sudah paham kalau ternyata sampah bernilai uang,” kisah Anhar.

Dukungan dari pelbagai pihak pun mengalir deras. Semua orang mulai sadar dan melihat plastik itu uang. Anak-anak muda juga terlihat antusias. Pengalaman warga yang berdaya berkat sampah menular kemana-mana. “Semua optimis wadah ini tetap eksis. Atensi dari pemerintah juga sangat diperlukan untuk motivasi kami,” katanya.

Selain mengelola pengepulan sampah, Diaul Anhar dan komunitasnya juga mulai menciptakan kreasi dari daur ulang sampah. Mereka pun sering menyelenggarakan pelatihan bersama nasabah.

Mereka bertekad menciptakan banyak inovasi dan membantu perekonomian masyarakat. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, bank sampah The Gade akan terus maju dan solid.

The-Gade-Temba-Nggela-Dompu
Antusias dan keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Menggerakkan komunitas bank sampah tidaklah mudah. Banyak suka dukanya, kata Anhar.

“Bersentuhan dengan sampah-sampah selalu dipandang sebelah mata. Apalagi karakter masyarakat yang pragmatis menganggap wadah ini hanya sebuah hal yang bodoh. Tidak punya prospek yang jelas dan beragam pesimisme lainnya,” jelas Alumni UNM Makassar ini.

Alhasil, setelah semuanya berjalan, pola pikir masyarakat mulai bisa ditepis. Warga telah melihat aksi nyata dan perubahan langsung setelah adanya bank sampah The Gade. Dukungan terus mengalir.

“Kami optimis, apa yang kami lakukan akan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Diaul Anhar.(JE-002)

Dompu - Jurnal Expose || Jumlah korban meninggal dunia akibat gigitan anjing di Kabupaten Dompu  terus bertambah. Hingga Senin (11/2/2019), total warga yang meninggal berjumlah 6 orang. Adapun 619 orang lainnya digigit.

suntik_rabies_pada_anjing
Warga Dompu membawa anjing peliharaanya untuk untuk di vaksin

"Korban gigitan hingga kini sudah 619 orang, angka kematian jadi 6 orang, 5 orang di Kecamatan Kempo dan 1 orang Banggo Menggelewa. Korban itu semuanya kasus gigitan lama," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu Zaenal Arifin
Kasus gigitan sudah merebak hingga wilayah perkotaan, seperti di Matua, seorang kusir benhur diserang anjing. Sementara di dua desa lainnya, kejadiannya bersamaan dengan 5 orang sekaligus.

Baca juga:
Kendalikan KLB Rabies di Dompu, Anjing Warga Divaksin Ramai-ramai

"Upaya untuk memutus rantai ini langkah jangka pendeknya satu-satunya kita eliminasi. Untuk jangka panjangnya tetap kita lakukan vaksinasi," ujarnya.

Atas hal itu, pemda dan warga mengambil langkah serius, yaitu membunuh ribuan anjing liar, baik dengan ditembak maupun diberi racun.

"Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kita duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Jadi masyarakat juga mengeliminasi anjing liar," ujarnya. (JE-002)

Sumber : news.detik.com

Kabupaten Dompu - Jurnal Expose || Pemerintah Kabupaten Dompu mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB) rabies pada 27 Januari lalu. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu Zainal Arifin mengatakan sepanjang tahun 2018 hingga Februari 2019 tercatat ada 544 gigitan hewan penular rabies dengan 5 di antaranya meninggal dunia.

Untuk menghadapi penyebaran rabies Kementerian Pertanian sudah bergerak dengan melakukan vaksinasi massal pada anjing-anjing peliharaan. Warga Dompu diketahui memang banyak menggunakan anjing untuk berburu atau menjaga properti.

"Selain vaksinasi dan eliminasi tertarget untuk hewan liar, kami juga mengupayakan agar tidak terjadi lalu lintas hewan penular rabies keluar dari wilayah Dompu ke wilayah lain," kata Zainal dikutip dari siaran persnya.

Sementara untuk Warga Dompu diimbau agar segera melapor ke puskesmas bila mereka digigit anjing. Alasannya karena penyakit rabies hanya bisa ditangani bila pasien segera diberi vaksin antirabies sebelum gejala muncul.

"Setelah kunjungan ke puskesmas, pasien mendapat kartu kontrol tidak bisa ditawar. Pasien harus kembali sesuai dengan tanggal yang ditentukan. Kalau tidak dampaknya akan sangat berbahaya. Pasien bisa meninggal dalam kurun waktu dua minggu sampai dua tahun," pungkas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu Iris Juita Kastianti.

Rabies sendiri adalah penyakit akut berbahaya yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus. Jika sudah tertular ke manusia, masa inkubasi seseorang bisa mencapai 2 minggu sampai 2 tahun setelah gigitan dengan risiko kematian kalau sudah memunculkan gejala mencapai 100 persen.

Seseorang yang kena rabies dari gigitan hewan terinfeksi dapat menunjukkan gejala mulai dari takut cahaya, sensitif terhadap air, demam, hingga nyeri kepala akibat virus menyerang susunan pusat saraf otak. (JE-02)

Sumber : https://health.detik.com

Kota Bima - Jurnal Expose || Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, M.Ap, menghadiri sekaligus membuka kegiatan lomba Palang Merah Remaja yang cermat, edukatif, ramah, intelektual dan atraktif (Pamer Ceria II) tingkat Wira se-Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu yang dilaksanakan di Kantor KLK Bima. Selasa (18/12).

Kegiatan lomba Pamer Ceria ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) yang ke-73. Jumlah peserta kegiatan sebanyak 11 peserta dengan rincian 8 peserta berasal dari Sekolah Menengah Atas dan 3 peserta berasal dari Sekolah Menengah Pertama yang ada di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Dalam sambutannya, Asisten II menyampaikan bahwa PMI adalah salah satu organisasi kemanusiaan yang ada di Indonesia yang menjadi rujukan pertama untuk mencari stok darah yang dibutuhkan.

Selain itu PMI juga bergerak melakukan aksi sosial seperti membantu masyarakat yang terkena bencana, membantu melakukan pertolongan pertama, memberikan pelayanan kesehatan dan lain-lain.

Hal ini sesuai dengan moto pergerakannya yakni “anywhere to anyone” atau "dimanapun untuk siapapun", karena PMI selalu siaga dimanapun untuk membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan.

Lebih lanjut dijelaskannya bahwa didalam PMI ada pula wadah promosi dan pengembangan anggota muda dari PMI yakni PMR yang bergerak di sekolah-sekolah.

Kegiatan perlombaan yang dilaksanakan ini merupakan bagian pembinaan terhadap anggota PMR yang ada di sekolah-sekolah.

"Saya harap kegiatan ini dapat memotivasi anggota PMR untuk menampilkan kemampuan terbaik, juga menambah pengalaman dan memperluas jaringan pertemanan khususnya untuk PMR tingkat Wira yang berfungsi sebagai Peer Educator, yaitu rekan pendidik keterampilan hidup sehat bagi generasinya", harap Asisten II.(JE.001).

Diberdayakan oleh Blogger.