Tampilkan postingan dengan label Kelurahan. Tampilkan semua postingan

Kota Bima - Jurnal Expose || Reses hari ke kedua 11 Anggota DPRD Kota Bima Daerah Pemilihan (Dapil) II di lingkungan Ni'u Kelurahan Dara dan Paruga banyak aspirasi masyarakat yang di catat oleh anggota dewan, pada Kamis (07/02).

Anggota Dewan yang juga sebagai ketua komisi I, Taufik H. A. Karim saat membuka reses menyampaikan, bahwa kehadiran 11 anggota Dewan ini dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat Kelurahan Dara dan Paruga, sekaligus untuk mengetahui skala prioritas apa yang perlu dipejuangkan.

Kepala Kelurahan Dara Bukhari, S.Sos, mengucapan terimakasih kepada 11 anggota dewan atas telah dilaksanakannya kegiatan reses di Kelurahan Dara, semoga Aspirasi masyarakat yang menjadi prioritas dapat direspon.

Terkait persoalan reses seperti ini, Lurah mengharapkan pada 11 anggota dewan dapil II agar kiranya kalau ada kegiatan reses selanjutnya kalau bisa di fokuskan di wilayah Dara, atau Bina Baru, mengingat di dua wilayah yang dimaksud jumlah penduduknya lebih banyak dan diyakini aspirasi masyarakat akan banyak di sampaikan. Harapnya.

Selanjutnya, Ketua RW 06 Kelurahan Dara Sugiono menyampaikan, bahwa warga di Kelurahan Dara masih banyak rumah tidak layak huni paska banjir tahun lalu yang sampai dengan hari ini belum juga diperbaiki oleh pemerintah.

Kemudian meminta pada 11 anggota dewan agar mengerjakan Drainase yang ada di depan Koramil Dara, mengingat sekarang musim hujan, maka air yang turun dari gunung genangin ruas jalan tersebut. Agar tidak digenangi air meminta agar dibuatkan drainase. harapnya

Sementara itu, Jaidun meminta agar Kelurahan Dara ini dimekarkan menjadi Kelurahan Wadombolo, mengingat masyarakat yang ingin mengurus sesuatu di kantor Kelurahan jaraknya sangat jauh untuk wilayah wadumbolo dan Ni'u. Apa yang menjadi Aspirasi masyarakat tersebut,

Wakil Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan S.Adm langsung menanggapi dan berjanji akan memperjuangkan  aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat bersama 11 anggota DPRD lainya.

Terkait permintaan pemekaran Kelurahan Dara, Pawan meminta persetujuan masyarakat melalui surat kesepakatan bersama melalui pemerintah maupun surat tembusan pada DPRD untuk dibahas lebih lanjut. "Kalau dilihat dari jumlah penduduk antara Wadumbolo dan Ni,u sangat layak untuk dimekarkan".

Lanjut kata Pawan, semakin banyak Kelurahan yang dimekarkan maka semakin banyak pula anggaran yang akan diberikan oleh pemerintah Pusat untuk daerah ini. Terangnya.

Dimana baru - baru ini Legislatif bersama Eksekutif sudah menetapkan 3 kelurahan baru yang sudah dimekarkan, yakni Kelurahan Ule, Kelurahan Oi Mbo dan Kelurahan Jatibaru Barat.

Selanjutnya, terkait masih banyaknya rumah warga yang tidak layak huni akibat diterjang banjir tahun lalu, pemerintah tetap melakukan upaya melakukab relokasi, namun sejauh ini masih terkendala adanya, lebih kurang 500 warga dibantaran sungai belum menyetujui untuk direlokasi. Jelasnya.

Pawan menambahkan, terkait rencana gaji RT RW, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar 5 M.

Nantinya penerimaan Insentif RT RW akan diberikan setiap Triwulan. Terangnya (JE.001).
Diberdayakan oleh Blogger.