Tampilkan postingan dengan label Kota Bima. Tampilkan semua postingan

Kota Bima, jurnalexpose.com || Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE melaksanakan Safari Ramadhan pertama di tahun 1442 H/2021 M di Kelurahan Ule tepatnya di Masjid Al-Aqsha Tolotongga, pada Kamis 15 April 2021. Pada kesempatan tersebut Wali Kota Bima didampingi jajaran pemerintah Kota Bima.

Mengawali safari ramadhan ini Wali Kota Bima memberikan bantuan sebesar Rp.200 Juta bagi pembangunan Masjid Al-Aqsha Tolotongga yang akan direalisasikan pada tahun 2022 mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bima mengajak masyarakat untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyyah dan rasa persatuan antar umat. Baginya, safari ramadhan ini juga merupakan media untuk bersilaturahmi
antara pemimpin dengan masyarakat atau jamaah. Diajaknya pula agar pada bulan Ramadhan ini, kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, sehingga apa yang menjadi tujuan daridatangnya bulan Ramadhan ini dapat dicapai.

"Ramadhan merupakan bulan yang dikenal sebagai bulan ibadah, di bulan Ramadhan ada satu ibadah yang tak ada di bulan lainnya
yaitu tarawih. Oleh karena itu pada bulan ramadhan ini kita isi dengan berbagai ibadah sunnah," ajaknya.


Kota Bima - Jurnal Expose || Saat ini kita tengah dihadapkan dengan kondisi Pandemi covid 19 sehingga menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat terpuruk. 

Akibat dari kondisi tersebut, Amiruddin, SH selaku Duta Hanura sekaligus Sekertaris DPC Partai Hanura Kota Bima, membuka peluang lapanga kerja untuk para pemuda dengan memanfaatkan lahan kosong untuk menanam dan berternak. 

Kata Amir, Sapaan Efen Combat ini, mengaku, sudah sebanyak 98 Kelompok yang sudah kami pemberdayakan, yakni dari sektor pertanian dengan menanam pohon Pepaya California, Cabe, Buah Naga, Jahe, Pepaya dan klengkeng, kelompok tanaman ini di So Ndano Feli lingkungan Sambinae. 

Kemudian Kelompok Ternak kami pemberdayaan dengan berternak, bebek, Sapi, Ayam super dan Kambing. Ini kami pemberdayakan pemuda disejumlah Kelurahan. 

"Alhamdullilah dari hasil ini para petani sudah menikmati hasilnya dan sudah dipasarkan, prosesnya pun berjalan lancar". Ujar Amir.

Menurut Amir, Pemberdayaan ini di lakukan secara pribadi yang dilakukan oleh saya sendiri, namun belum ada sentuhan dari pemerintah. Oleh berharap pada Pemerintah Kota Bima atau OPD terkait dapat memperhatikannya dengan sentuhan, berupa bantuan atau bentuk pemberdayaan lainnya, salah satunya dengan memberikan pelatihan pada kelompok yang ada. Terangnya.

Menurut Amir, mengingat tanaman jagung hanya 1 kali dalam setahun Dan menerima hasil hanya sekali saja.  sedangkan tanaman ini merupakan tanaman tahunan dan juga dapat mengurangi dampak bencana banjir. 

InsyAllah petani sekitarnya sudah mulai ingin ikut menanam buah-buahan, karena sudah melihat hasil yang sudah di tanam kelompok tani lainnya. Siapkan lahan 1 hektar kita akan mencoba pemberdayaan dengan menanam wortel dan lainnya, Pungkasnya. 

Salah satu petani cabe Abdurahman, yang dulunya tidak memiliki pekerjaan tetap sekarang sudah kami pekerjakan dengan memanfaatkan lahan kosong pinggir sungai belakang irigasi dan belakang SMAN 2. 

Petani lain, Ramli yang sebelumnya lahannya sebagai lahan untuk menanam jagung seluas 2 hektar sekarang sudah dialih fungsikan dengan tanam cabe, kelengkeng, pepaya dan jahe. Selanjutnya petani lain seorang pemuda Riki, menanam singkong dan pisang.

"Allhamdullilah kami sudah menikmati hasilnya, untuk menjual cabe saja kita hanya menunggu ditempat karena sudah ada yang datang ambil. Selain di Lewirato ada juga petani di Kelurahan lainnya, seperti Sadia, Tanjung dan Kedo".

Sementara pedagang lainnya yang jual depan taman ria dan zig-zag food di taman ria dan penjual depan Paruga Na,e saat ini mereka mengambil hasil ternak dari kami seperti ayam dan bebek dengan sistim kerja sama dan berantai. Pungkas Amir.

Ibu Dahlia selaku penjual Pepaya California, mengucapkan terima kasih karena dari menjual hasil pepaya california bisa untuk menambah biaya hidup saat ini. ini berkat bantuan yang berikan anggota Dewan Bapak Amiruddin Duta Hanura untuk peluang kami berdagang. Akuinya. (JE.003).


Kota Bima - Jurnal Expose || DPC. Organda Kota yang di Ketua oleh Muchsin Hamed, kembali membagikan nasi kotak kepada jamaah sholat Jum'at di Dua Masjid. 

Jum'at Berkah Kali ini, pembagian Nasi kotak Untuk Minggu Kedua ini di pusatkan di Masjid Masjid Al - Huriyah lingkungan Santi dan Masjid Al - Huda dilingkungan Karara. Jum'at (26/03/21).

Pantauan Media ini, sebelum pelaksanaan sholat Jumat sekitar pukul 11.30, menyerahkan langsung nasi Kota pada pengurus Masjid untuk dibagikan kepada jamaah sholat jum'at. Pada penyerahan tersebut diberikan oleh Sekertaris DPC. Organda M. Irfan beserta anggota.

“Alhamdulillah, kehadiran kami di masjid ini untuk sekadar berbagi rezeki, Upaya ini semata-mata karena Allah SWT. Semoga kita semua diberikan kesehatan, umur panjang dan kebahagian,” ungkap M. Irfan mewakili Ketua DPC. Organda

Lanjut kata M. Irfan sapaan Dae Met,  Berbagi terhadap sesama memang dianjurkan dalam agama. Karena itu, semangat peduli pun terus tumbuh yang dapat diaplikasikan dalam kegiatan nyata. Tuturnya. (JE.003).


Kota Bima - Jurnal Expose || DPRD Kota Bima kembali menggelar Rapat Paripurna Ke - 8 DPRD Kota Bima Masa Sidang II Tahun Dinas 2021 dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Reses Anggota DPRD Kota Bima Masa Sidang II Tahun Dinas 2021, Penyampaian Penjelasan Walikota Bima Terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020. Dan Pembentukan panitia Khusus DPRD yang membahas LKPJ akhir Tahun Anggaran 2020. Kamis, (25/3/21)

Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Bima. Dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S. Adm dan di dampingi, Wakil Ketua DPRD Kota Bima Hj, Anggriani, SE.

Hadir dalam Agenda tersebut Unsur Pimpinan dan Segenap Anggota DPRD Kota Bima, Walikota Bima, Forkopimpda Kota Bima, Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kota Bima, serta Camat dan Lurah Lingkup Pemerintah Kota Bima dan undangan terkait. 

Agenda Rapat Pertama yaitu Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Reses Anggota DPRD Kota Bima Masa Sidang II Tahun Dinas 2021.

Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S. Adm, memberikan penjelasan mengenai resses yang dilakukan Anggota DPRD Kota Bima yang berlakukan ketentuan yang baru dan dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid 19. Dan dalam menjaring aspirasi Anggota DPRD Kota Bima yang melakukan reses menggunakan metode dor to dor atau dari rumah kerumah, dan reses kali ini tidak seperti kegiatan reses sebelumnya yang dimana Anggota DPRD Kota Bima yang melaksanakan reses mengundang dan berkumpul di suatu tempat dengan menggunakan atap terop dan sound syistem dalam pelaksanaannya.

Reses kali ini juga berbeda pada sistim pelaporannya, Ketua DPRD Kota Bima. Penjaringan hasil aspirasinya dimana pelaporan aspirasinya dilakukan di masing – masing Anggota DPRD Kota Bima dan menjadi laporan perseorangan bagi Anggota DPRD Kota Bima yang melakukan reses.

Hal ini Dikarenakan banyaknya aspirasi yang diserap oleh masing – masing Anggota DPRD Kota Bima yang melakukan reses dan dikarenakan begitu banyaknya aspirasi yang terjaring dari masing – masing Anggota DPRD Kota Bima yang melakukan reses.

Dari kegiatan reses adapun Nama dan Peta Lokasi Anggota DPRD Kota Bima yang melakukan reses perdapilnya masing – masing diantaranya : Daerah Pemilihan I Kecamatan Raba dan Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima dibacakan anggota Dewan Muhammad Amin, S.I

Selanjutnya, Daerah Pemilihan II Kecamatan Mpunda dan Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima dibacakan oleh Anggota dewan Rahmat Saputr

Kemudian Daerah Pemilihan III Kecamatan Asakota Kota Bima dibacakan oleh Anggota Dewan Gina Adriani

Usai pembacaan dari perwakilan masing – masing dapil untuk laporan resesnya. Kegiatan dilanjutkan oleh Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S. Adm, dengan agenda rapat paripurna kedua yaitu mendengarkan Penyampaian Penjelasan Walikota Bima Terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020.

Laporan Penyampaian Penjelasan Walikota Bima Terhadap Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 ini di bacakan oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE.

Setelah di bacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020, Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE. Menyerahkan secara simbolis Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) kepada Pimpinan DPRD Kota Bima yang di terima langsung oleh Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S. Adm dan di dampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bima HJ, ANGGRIANI, SE. Untuk dibahas dan ditinjak lanjuti oleh DPRD Kota Bima.

Dengan telah diterimanya bahan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S. Adm. Melanjutkan dengan agenda terakhir rapat paripurna dengan agenda terakhir yaitu Pembentukan Panitia Khusus DPRD Kota Bima yang membahas LKPJ akhir Tahun Anggaran 2020.

Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan, S. Adm sebelumnya mengsekors rapat selama 15 menit untuk diberikan waktu masing – masing fraksi agar melakukan rapat internal fraksi untuk mengutus nama anggota fraksinya yang akan masuk dalam tim Panitia Khusus DPRD Kota Bima yang membahas LKPJ akhir Tahun Anggaran 2020. (JE. 03).

Kota Bima, Jurnal Expose || Ketua TP PKK Kota Bima Hj. Ellya H. Muhammad Lutfi hadiri Acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 49, dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK Tahun 2021 berlangsung selama 2 hari 25 - 26 Maret 2021 dan dibuka langsung oleh Gubernur NTB. Dihelat di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur Mataram. Kamis 25 Maret 2021.

Pada Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK kali ini mengangkat tema "Keluarga Pelopor Pembangunan Menuju Indonesia Maju".

Acara yang buka langsung oleh Gubernur NTB ini, dihadiri oleh Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, juga seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB dalam sambuatannya menyampaikan agar tetap terbangun sinergisitas antara program pemerintah dengan TP PKK serta menjalin kemitraan dengan OPD yang ada, serta efisiensi anggaran pada setiap pelaksanaan program TP PKK.(DM.Red).
Share To:

Kota Bima Jurnal Expose || 
LSM LPKPK NTB kembali menggempur Bank BNI 46 Cabang Bima menuntut tranparasi penerapan administrasi atas adanya dugaan praktek pungli internal yang dilakukan secara terselubung dan dinilai merugikan rakyat

Aksi itu sendiri terhitung yang kesekian kalinya dilakukan namun sejauh ini pihak BNI 46 Cab. Bima masih enggan untuk menemui massa aksi sehingga memicu reaksi bakar keranda mayat yang sebelumnya dibawa dari sekretariat massa aksi sehingga memacetkan arus lalu lintas beberapa saat

Atas sikap bungkam dari pihak Bank BNI tersebut praktis memicu amarah dari Direktur LSM LPKPK NTB (Akbar) sehingga berjanji akan kembali lagi dengan menyertakan massa aksi yang jauh lebih banyak dari massa aksi saat ini 

"Kami tidak akan berhenti sebelum Manager BNI 46 Cab. Bima dengan gentelmen hadir menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan adanya penarikan upeti yang mencekik rakyat saat ini" tandasnya

Sementara pihak BNI 46 Cabang Bima sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi terkait beberapa dugaan adanya penarikan upeti yang dilakukan dan sinyalir merugikan rakyat senilai milyaran rupiah @ry@

Kabupaten Bima, Jurnal Expose || Dalam upaya memenuhi pelayanan dasar air minum, Pemerintah Kabupaten Bima akan mengoptimalkan PDAM untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik di Kota maupun  Kabupaten Bima. Menindaklanjuti surat Walikota Bima nomor 489/105/III/2001 tertanggal 15 Maret 2021 tentang Rapat Koordinasi (RAKOR) Pembahasan Pembentukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Regional, Rabu (17/03) digelar rapat  di ruang rapat Walikota Bima.

 Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Bima Hariman SE, M.Si mengatakan bahwa pertemuan pembentukan PDAM regional tersebut turut dihadiri Walikota Bima H. M. Lutfi SE, Wakil Bupati Bima Drs. H. Dahlan M. Noer, Ketua DPRD Kota Bima dan Sekretaris Daerah serta pejabat terkait lainnya. Rakor dilakukan bersama Balai Prasarana Permukiman dan Wilayah (PPW) NTB yang sekaligus dirangkaikan dengan serah terima aset padat karya tahun 2019-2020.

Hariman menjelaskan, mengingat air minum merupakan masalah utama di Kota Bima, maka Walikota Bima mengundang Bupati Bima untuk membahas masalah tersebut dalam forum RAKOR. Langkah ini menurut Hariman, sesuai hasil kajian BPKP Perwakilan NTB dan kebijakan pemerintah yang merekomendasikan pembentukan PDAM Regional.        

Rencananya, pembentukan PDAM Regional Bima dalam bentuk Persero daerah (Perseroda) dan dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti dengan penandatanganan kerjasama antara Bupati  dan Walikota Bima

 “Diharapkan dengan pembentukan PDAM Regional akan terlayani kebutuhan air minum bagi masyarakat kota dan kabupaten  Bima secara optimal. Disamping itu, dari aspek manajerial, PDAM menjadi lebih sehat dan menyumbang PAD bagi daerah”. terangnya.

Dengan adanya PDAM Regional Bima, maka dalam jangka panjang Pemerintah Pusat akan mendukung pendanaannya secara optimal melalui pembiayaan oleh Kementerian PUPR yang menangani air minum”. Tutupnya.

Kota Bima Jurnal Expose
Desas desus adanya penolakan atas kehadiran Alfamart di Wilayah Kota Bima akhirnya hanya pepesan kosong, terbukti dibuka perdana di Wilayah Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda 

Alfamart ramai dikunjungin oleh pembeli pasca dibukanya hari ini Selasa (17-3-2021) sehingga Jln Gatot Subroto yang selama ini landai landai saja namun setelah dibuka terlihat ramai bahkan nyaris memacetkan keadaan

Pengakuan salah seorang pengunjung mengaku sangat senang dengan dibukanya Alfamart karena dapat berbelanja murah sesuai dengan kemampuan dan kesanggupan

Suharti pada media ini mengaku "Kami sangat merasa senang dengan keberadaan Alfamart ini sehingga kami dapat berbelanja langsung ditempat ini kapan dan waktu sesuai dengan keinginan kami" ujarnya

Begitu pula pengakuan salah seorang pegawai Alfamart yang enggan disebut namanya mengaku sangat berterima ksih dengan dibukanya Alfamart ini karena membuka kesempatan bagi dirinya untuk dapat bekerja

"Terima kasih kepada manager Alfamart yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menjadi pegawai ditempat ini ketimbang kami duduk menganggur dirumah saja" ujarnya

Dalam era perdagangan bebas seperti saat ini sangat dibutuhkan keterbukaan kita untuk menyambut kehadiran investasi semacam Alfamart yang mampu memberikan ruang kepada masyarakat luas untuk berbelanja dan bekerja secara aman dan nyaman @ry@

Kota Bima Jurnal Expose || 
Meskipun sempat tertunda sekian lama akhirnya Zulhaidin, SE secara resmi dilantik menjadi Direktur PERUMDA Kota Bima diaula Pemkot Bima Senin (16/3/2021)

Pelantikan yang dihadiri langsung oleh H. Muhammad Lutfi, SE (Walikota Bima Red) juga dihadiri oleh Sekda Kota Bima (Drs. H. Muhtar Landa) bersama pejabat eselon II lainnya

Dalam amar sambutannya Walikota Bima (H. Muhammad Lutfi, SE) menyampaikan harapannya dengan dilantiknya PERUMDA dapat merangsang tumbuhnya sektor ekonomi sebagai basis geliatnya ekonomi rakyat

"Dengan diresmikanya PERUMDA sebagai leading sector perusahan daerah tentunya diharapkan dapat menjadi aset yang memicu tumbuh dan berkembangnya sektor ekonomi, terutama UKM yang ada ditengah-tengah masyarakat" harapnya

Sementara Zulhaidin, SE (Rangga Babuju) selaku Direktur PERUMDA berjanji akan bekerja maksimal sesuai harapan dari pucuk pimpinan daerah terutama dengan merangsang tumbuhnya sektor ekonomi rakyat

"Terima kasih yang sangat mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada kami semoga kedepannya kami akan termotivasi untuk secara profesional atas kepercayaan ini, Insya Allah kami berdedikasi untuk hal itu" ungkap Rangga Babuju

Pelantikan PERUMDA dirangkaikan juga dengan pelantikan H. Ahmad Rimawan selaku Dewan Pengawas Perusahaan Milik Daerah @ry@

Kabupaten Bima, Jurnal Expose || Pemerintah Daerah Kabupaten bima menggelar kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) dari Plh Bupati, H.Taufik kepada Bupati Terpilih Periode 2021- 2026 Hj. Indah Dhamayanti Putri,SE di aula kantor Bupati Bima (jum’at, 05/03/2021).

Acara dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati bima terpilih 2021 h 2026 bersama istri, Plh Bupati bima bersama, Gubernur NTB di wakili oleh Asisten 1,kajari bima,Kapolres bima Dandim 1608, staf ahli, Para Asisten setda Kabupaten bima, Pimpinan BUMN dan BUMD Kabupaten bima.

Dalam sambutannya,Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti putri,SE. mengucapkan syukur sehingga kegiatan serah terima jabatan Bupati bima dapat berlangsung sesuai dengan rencana.

Ia mengatakan,kegiatan ini merupakan hasil dari kerja keras yang sudah dilakukan pada Pilkada 2020.Pihaknya menyampaikan aspirasi atas terlaksananya Pilkada 2020 dengan aman.

Selaku Bupati bima yang dipercaya oleh masyarakat, umidinda juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat,baik penyelenggara, pengawas dan kontestan yang telah bersama-sama berjuang.

” Hari ini merupakan titik awal untuk melaksanakan tugas kedepan.Berbagai rancangan program telah disusun untuk mengembangkan SDA dan SDM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu,umidinda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten bima,agar lebih baik lagi.

“Saatnya kita hilangkan semua silang pendapat yang telah kita lalui,kiranya kepercayaan yg telah diberikan kepada kami dapat membawa kesejahtraan dalam pembangunan dan kesejahtraan di Kabupaten bima,” tuturnya.

Kota Bima, Jurnal Expose ||  Kecelakaan tunggal yg dialami oleh M. Rafli Fachresa (Abang) pada hari sabtu pukul 11.00 WIB dilokasi Kelurahan Dara tepatnya ditikungan menuju Lawata mengakibatkan dirinya dilarikan ke PKM Paruga (6/2/2021)

Setelah mendapatkan pertolongan medis awal dengan sejumlah luka jahitan dikepalanya kemudian si Abang dirujuk ke BLUD Bima. Namun betapa kagetnya si Sudirman Dj selaku sang ayah karena menerima surat rujukan sang anak dengan status sebagai pasien reaktif

Spontan Om Deje (sapaan akrabnya) mempersoalkan dan mempertantanyakan status reaktif tersebut "atas dasar apa anak saya dirujuk dengan status sebagai pasien reaktif padahal anak saya mengalami kecelakaan yang mestinya mendapatkan pelayanan maksimal dengan luka berat yang dialaminya" gumannya

Bahkan ditengah sang abang mengalami pendarahan lewat mulut maupun hidungnya serta semburan muntah darah yang mendadak menimbulkan kepanikan, dengan entengnya dokter jaga menjawab bahwa hasil diagnosa sementara si pasien reaktif dan keterangan itu pula yang dituangkan dalam surat keterangan rujukan ke BLUD Bima

Awal kecurigaan pun mulai dirasakan karena berdasarkan hasil komunikasi langsung dokter jaga PKM Paruga dengan pihak IGD BLUD Bima yang sempat didengar dengan jelas menolak rujukan pasien reaktif dengan alasan ruang IGD sudah penuh

Setelah sekian jam menunggu kepastiannya maka muncullah usul saran agar bisa menghubungi siapapun yang dapat mempermudah akses menuju pelayanan IGD dan akhirnya atas bantuan dari H. LUTFI (Walikota Bima red) sehingga pasien dapat diterima diruang IGD BLUD Bima

Ruang IGD yang awalnya disinyalir penuh sehingga membuat sekian jam terkatung katungnya si abang, ternyata hanya terisi oleh satu orang pasien lainnya. Lalu sejauh mana kebenaran dari komunikasi sebelumnya yang mengatakan bahwa ruang IGD yang dimaksud sudah penuh

Penangan pun berjalan meski kejanggalan demi kejanggalan mulai terkuak dengan sikap penanganan yang lebih menitip beratkan pada penangan pasien reaktif covid. Hal itulah yang menyebabkan Sudirman Dj kerap kali mengamuk karena tidak tega menatap anaknya yang mengerang kesakitan yang segera akan ditempatkan pada ruang isolasi 

Penanganan lanjutan pada pagi hari jam 8. 00 WIT lah terjadinya perdebatan sengit antara Sudirman Dj dengan salah seorang dokter yang ingin memaksakan si abang untuk dilakukan penanganan diruangan isolasi khusus penderita covid dengan alasan status reaktif berdasarkan surat rujukan sebelumnya

"Tidak ada masalah anak saya dilakukan penanganan berdasar protap covid yang sebenarnya, tapi tolong tunjukan hasil rapid tesnya agar kami pun pasrah dengan keadaan anak kami" jelas Deje dengan geram

Atas dasar permasalahan tersebut akhirnya Deje memutuskan untuk memindahkan penanganan anaknya ke salah satu Rumah Sakit  Swasta dan langsung pertanyakan berapa biaya penangan selama satu malam di BLUD Bima dan mendapatkan jawaban bahwa tidak ada biaya sama sekali karena anaknya dikategorikan pasien reaktif covid

Begitu tiba di IGD Rumah Sakit Swasta tersebut hal pertama yang dilakukan adalah rapid antigen dan menghasilkan negatif pada diri abang. Penanganan pun berjalan sesuai dengan harapan sehingga si abng dapat tidur dengan nyaman

Sikap pihak BLUD Bima yang sangat ngotot dengan modus meng covid kan pasien kecelakaan praktis menimbulkan berbagai spekulasi asumsi minor dari publik saat ini apalagi dengan banyaknya kasus kasus serupa lainnya @ry@

Kota Bima, Jurnal Expose ||
Hujan deras selama satu jam yang menguyur Kota Bima (2/1/21) menyebabkan banjir gunung dilingkungan Dara mengalir cukup deras mengakibatkan seorang balita 2, 5 tahun (rizki) tewas tergiring masuk got sepanjang 70 meter

Berawal dari kebiasaan anak anak yang senang mandi hujan bareng teman temannya sehingga tanpa disadari arus deras banjir gunung yang tiba tiba menyeret sang bocah yang lepas dari pertolongan karena keburu masuk parit yang tertutup rapat

Kejadian memilukan yang menimpa pasangan M. Hatta dan St. Sumarni tersebut spontan mengundang warga lainnya untuk berusaha menolong sang bocah namun naas akibat kesulitan membuka tutupan parit yang terbuat dari beton sehingga sang bocah baru bisa diselamatkan persis didepan PKM Paruga/Dara

Upaya pertolongan yang dilakukan dengan bantuan dokter dan perawat dari PKM Paruga tak membuahkan hasil disebabkan sang bocah sudah meregang nyawa karena paru parunya sudah dipenuhi air

"Kami berusaha memberikan pertolongan dgn membuka setiap beton yang mampu kami angkat namun korban baru bisa kami temukan dibawah beton yang berada didepan PKM Paruga ini" jelas Jufrin Ketua RW 3 Kelurahan Dara

Begitu pula dengan penjelasan dari Ibrahim Umar bahwa begitu mendengar teriakan dari teman teman korban spontan kami berlari menuju parit tersebut dan berusaha memberikan pertolongan 

"kami berusaha membuka setiap beton yang ada tapi nihil dan akhirnya kamipun terus berupaya maksimal sehingga akhirnya korban dapat kami temukan dibawah beton yang ada didepan PKM Paruga" pungkasnya 

Musibah yang terjadi hendaknya dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi kita semua untuk berhati hati menjaga anak anak agar tidak sembarangan membiarkan sang anak bermain tanpa diawasi @rya

Kota Bima, Jurnal Expose || Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan SH, usai menerima vaksin Covid-19 Perdana di Pelataran Kantor Wali Kota Bima menyampaikan kesan dan pesan setelah divaksin. Hal ini untuk lebih memastikan bahwa vaksin ini aman dan halal sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan takut untuk menvaksin diri agar terlindungi dari Covid-19.

Vaksin perdana dilakukan bersama anggota Forkompinda Kota Bima, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta perwakilan  organisasi profesi di Pelataran kantor Walikota Bima, pada Selasa 2 Februari 2021.

Menjadi orang pertama yang disuntik Wakil Walikota Bima berharap masyarakat bisa percaya dan yakin akan keamanan dan kehalalan vaksin corona.Disampaikannya pelaksanaan vaksin berjalan dengan lancar, aman dan tanpa kendala.

 "Kegiatan pelaksanaan vaksinasi ini tidak seperti yang diberitakan baik melalui media sosial maupun dikalangan masyarakat.
Selama ini kita dirasuki perasaan takut, perasaan cemas dan was-was akan dampak atau ekses daripada pelaksanaan vaksin corona ini. Setelah dilaksanakan vaksin ini biasa saja. Rasanya aman, nyaman dan tidak menimbulkan dampak atau reaksi apa-apa", jelas Wakil Walikota.

Diajak dan dihimbaunya seluruh masyarakat Kota Bima untuk menyambut pelaksanaan vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah Kota Bima dengan riang gembira.Vaksin ini sangat penting dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kota Bima. 

“Pelaksanaan vaksin ini sudah dipastikan aman, halal karena sudah mendapatkan sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia sehingga tidak ada lagi keraguan di hati kita, apalagi pelaksaan vaksin ini dilakukan gratis tanpa biaya sedikit pun semua ditanggung Pemerintah,” ujar Wakil Walikota.

Kegiatan diawali dengan pemberian informasi tentang alur pelayanan vaksin covid-19 dan setelah vaksin awal ini akan dilanjutkan dengan vaksin kedua asetelah 14 hari. Hadir pula menyaksikan Asisten bidang pemerintahan dan kesos, Asisten administrasi umum dan Kepala BPJS Kesehatan Kota Bima.***

Kota Bima, Jurnal Expose || Vaksinasi perdana sinovac di Kota Bima berlangsung aman, lancar dan khidmat, pada Selasa pagi 2 Februari 2021 di Pelataran Kantor Walikota Bima. Vaksinasi perdana ini dimulai sejak pukul 09.30 Wita dengan peserta pertama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan SH.

Sehari sebelumnya dilakukan screening kesehatan terhadap 14 orang dan 7 (tujuh) diantaranya dinyatakan memenuhi syarat. Sementara untuk  7 (tujuh) orang lainnya dinyatakan tidak lolos screening dan vaksinasi ditangguhkan sampai kondisi kesehatan dinyatakan memenuhi syarat untuk divaksin.

Adapun ketujuh orang tersebut yaitu Wakil Wali Kota Biima, Ketua DPRD Kota Bima, Kajari Bima, Dandim 1608/Bima, ketua PPNI, ketua IBI dan anggota MUI Kota Bima. Sedangkan 7 orang yang tidak memenuhi syarat antara lain Ketua PN Raba Bima, Kapolres Bima Kota, Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH yang kembali melakukan screening kesehatan untuk kedua kalinya dan kondisinya dinyatakan sehat, serta menjadi peserta yang juga divaksin. Selain itu ada pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesos Drs H  A Gawis dan Kabag Prokopim Kota Bima H Abdul Malik SP MAP yang setelah di-screening kesehatan dinyatakan sehat, menjadi peserta vaksinasi perdana.

Setelah Wakil Wali Kota, kemudian Kejari Bima Suroto, sebagai pejabat kedua yang divaksin. Ketua PPNI selanjutnya dan pejabat lainnya.

Alur pelaksanaan vaksin yang dilewati Wakil Walikota dan pejabat lainnya, mulai dari meja 1 pendaftar, meja 2 screening, meja 3 vaksinasi dan meja 4 observasi. Di meja 4 observasi pejabat yang divaksin menunggu 30 menit sampai vaksin bereaksi apakah terdapat efek samping atau tidak. ***

Kota Bima, Jurnal Expose || Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE melantik dan mengambil sumpah jabatan 1 (satu) orang pejabat pimpinan tinggi Pratama dan 20 orang kepala sekolah lingkup pemerintah Kota Bima. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Bima. (Senin, 1/2/21)

Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah Ir. Syamsudin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan diangkat menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bima. Pelantikan ini berdasarkan keputusan Walikota Bima Nomor: 821.2/201/BKPSDM/1/2021, tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan Walikota Bima Nomor: 821.2/202/BKPSDM/1/2021, tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bima, melantik dan mengambil sumpah 20 orang kepala sekolah diantaranya H Abd Rahim S.Pd dari Kepala SD Negeri 52 Busu Kota menjadi Kepala SD Negeri 70 Tolotongga, Sri Wahyuni S.Pd dari
Kepala SD Negeri 19 Rabangodu menjadi Kepala SD Negeri 42 Manggemaci Kota Bima,
Hely Refliani S.Pd.SD dari Kepala SD Negeri 36 Nggarolo menjadi Kepala SD Negeri 19 Rabangodu, Hafsah S.Pd dari Kepala SD Negeri 42 Manggemaci menjadi Kepala SD Negeri 55 Dara, Gufran SPdI dari Kepala SD Negeri 35 Nungga menjadi Kepala SD Negeri 40 Lewirato Kota Bima.

Kota Bima, Jurnal Expose || Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE melantik dan mengambil sumpah jabatan 1 (satu) orang pejabat pimpinan tinggi Pratama dan 20 orang kepala sekolah lingkup pemerintah Kota Bima. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Bima. (Senin, 1/2/21)

Adapun pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah Ir. Syamsudin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan diangkat menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bima. Pelantikan ini berdasarkan keputusan Walikota Bima Nomor: 821.2/201/BKPSDM/1/2021, tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kota Bima.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan Walikota Bima Nomor: 821.2/202/BKPSDM/1/2021, tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan fungsional Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Bima, melantik dan mengambil sumpah 20 orang kepala sekolah diantaranya H Abd Rahim S.Pd dari Kepala SD Negeri 52 Busu Kota menjadi Kepala SD Negeri 70 Tolotongga, Sri Wahyuni S.Pd dari
Kepala SD Negeri 19 Rabangodu menjadi Kepala SD Negeri 42 Manggemaci Kota Bima,
Hely Refliani S.Pd.SD dari Kepala SD Negeri 36 Nggarolo menjadi Kepala SD Negeri 19 Rabangodu, Hafsah S.Pd dari Kepala SD Negeri 42 Manggemaci menjadi Kepala SD Negeri 55 Dara, Gufran SPdI dari Kepala SD Negeri 35 Nungga menjadi Kepala SD Negeri 40 Lewirato Kota Bima.

Kota Bima, Jurnal Expose || Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kesehatan (Dikes) melakukan screening atau pemeriksaan kesehatan kepada 15 orang pejabat (1/2/21). Screening yang dilakukan hari ini guna pemberian vaksin perdana besok (2/2/21) di Halaman Kantor Wali Kota Bima.

Berdasarkan hasil screening yang dilaksanakan di pelataran Kantor Walikota Bima ada 13 orang pejabat dan perwakilan masyarakat yang siap divaksinasi Covid-19 perdana. Sesuai surat yang ditandatangani Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE dengan Nomor : 005/33/I/2021 perihal Pelaksanaan skrining Vaksin Covid-19 Kota Bima. Sebanyak 15 orang yang akan screening di Kota Bima.

Adapun daftar penerima vaksin perdana di Kota Bima dan melakukan screening antara lain Wali Kota Bima, Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Ketua Pengadilan, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Wakil Ketua I DPRD Kota Bima, Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua MUI (Perwakilan), Ketua PPNI dan Ketua IBI.

Para penerima vaksin perdana melakukan screening yang dipandu oleh tim dari dinas Kesehatan Kota Bima, seperti melakukan pendaftaran, kemudian melakukan screening yang mana pada saat screening ini penerima vaksin memeriksa suhu tubuh, tekanan darah dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Tim kesehatan.

Screening yang dilakukan kepada 15 orang pejabat sebagai penerima vaksin perdana ini dilakukan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan boleh divaksin atau tidak. Bagi yang berumur 60 tahun ke atas, maka tidak akan divaksinasi Covid-19.

‘’Maksimal 59 tahun seperti yang disampaikan oleh Kemenkes. Tidak boleh lewat dari 59 tahun, seperti Ketua MUI ada perwakilannya", ujar salah satu petugas pemeriksa kesehatan.

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin Covid-19 yakni pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun.
Kemudian penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hiperteroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit tuberkulosis.***

Kota Bima, Jurnal Expose || Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE memimpin kegiatan Jum'at bersih sekaligus peninjauan lokasi penanganan kawasan kumuh di kelurahan Rontu tepatnya pada bantaran sungai Padolo-Rontu, Jum'at 29 Januari 2021.Jum'at Bersih di Bantaran Sungai Padolo-Rontu
Wali Kota Bima didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH, Plt Kadis DLH, TNI/Polri, Kadis Perkim, Satpol PP, unsur dari KOTAKU, anggota TSBK, Lurah Rontu, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan Jum'at bersih ini dilaksanakan dalam rangka penanganan pembukaan jalan sepanjang bantaran sungai rontu. Pada pagi itu pula, dilakukan gotong royong dalam membantu warga yang belum menggeser bangunannya karena kurangnya tenaga dan diperlukan bantuan alat berat. Terlihat masyarakat saling bahu membahu membantu agar kegiatan pembukaan jalan bisa terlaksana dengan baik.

Wali Kota Bima H Muhamnad Lutfi SE dalam arahannya sesaat sebelum dimulainya kegiatan gotong royong menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk  penertiban bangunan-bangunan sepanjang sungai. Sebagaimana aturan tentang bangunan yang ada di sepanjang sungai yang diatur dalam Permen PUPR Nomor 28 Tahun 2015 pasal 5 yang mengatur tentang Kriteria Penetapan Garis Sempadan paling sedikit berjarak 10 (sepuluh) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai, dalam hal kedalaman sungai kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) meter. 

Namun berdasarkan kesepakatan, Pemerintah Kota Bima mengambil keputusan hanya mengambil 5 meter saja. Jalan inspeksi yang nantinya akan dibuat sepanjang 800 meter ini dibangun dengan dana pelaksanaan dari Bank Dunia melalui program KOTAKU "Raturaga Mantika". 

Wali Kota Bima berharap agar program ini benar-benar didukung oleh masyarakat sekitar agar pelaksanaannya berjalan lancar dan  benar-benar tertib. Sehingga kegiatan pembangunan bisa selesai tepat pada waktunya dan sesuai dengan hasil yang diharapkan, karena ini menyangkut citra warga Kota Bima dan bisa kembali dipercaya mendapatkan program yang sama untuk penanganan kekumuhan di wilayah lainnya.

"Nah, warga harus mendukung, tidak menghambat oleh karenanya bersama TNI, Polri, Satpol PP melakukan penertiban dan diharapkan tidak ada hambatan lagi ke depannya, karena apapun tujuan dari Pemerintah adalah memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya", ujar Wali Kota. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan gotong royong dan peninjauan di sepanjang bantaran sungai Padolo-Rontu. Terlihat Wali Kota Bima  berkomunikasi dengan hangat bersama warga sembari menyerap beberapa aspirasi masyarakat di Kelurahan Rontu. ***

Kota Bima Jurnal Expose || 
Polemik utang piutang yang melibatkan LD yang menggiring opini publik telah terjadi kebobrokan managemen Pemkot Bima saat ini, akhirnya sedikit demi sedikit mulai terkuak bahwa persoalan tersebut adalah warisan dari pemerintahan sebelumnya 

Pasalnya, melalui RDP diruangan tertutup DPRD Kota Bima yang menghadirkan LD sebagai oknum yang tengah viral saat ini menjelaskan bahwa detail dan asal muasal utang piutang yang dimaksud telah terjadi sejak tahun 2016 silam dan diketahui oleh dua orang mantan Kabag Umum

Hal tersebut diakui oleh Ketua DPRD Alvian Indrawirawan yang membenarkan telah terjadi utang piutang  yang dilakukan oleh LD sejak tahun 2016 "benar bahwa utang piutang tersebut telah terjadi sejak tahun 2016 atas persetujuan dua orang mantan Kabag Umum Pemkot Bima" jelasnya

Bahkan yang mengemuka dalam RDP tersebut adanya aliran dana yang bersumber dari utang piutang tersebut yang mengalir hingga sampai pada beberapa oknum baik dari orang dalam Pemkot hingga sampai pada beberapa nama dari luar Pemkot itu sendiri

RDP yang awalnya akan dilakukan secara terbuka mendadak dilakukan dalam ruang tertutup sehingga menimbulkan praduga dari berbagai pihak terutama dari kalangan pers yang sejak awal telah menunggu lama untuk meliput langsung proses RDP yang dimaksud

Terjadinya proses RDP tertutup akhirnya dibantah oleh Alvian Indrawirawan bahwa tidak ada unsur lain kecuali adanya persoalan tehnik maupun non tehnis "langkah terjadinya RDP secara tertutup tidak ada unsur lain kecuali kami mengacuh pada tatip dewan sendiri dengan mengacuh pada unsur tehnis maupun non tehnis" jelasnya

Polemik utang piutang yang cukup menyita publik Kota Bima saat ini paling tidak telah mencerahkan publik bahwa persoalan tersebut telah melahirkan asumsi yang berragam terutama asumsi minor bahwa Pemerintahan LUTFER telah digiring tidak becus dalam hal menempatkan posisi jabatan sehingga berujung pada kebobrokan dalam hal pengelolaan keuangan

Padahal persoalan tersebut telah terjadi jauh sebelum LUTFER dilantik sebagai Walikota/Wakil Walikota. Kita tunggu kelanjutan dari RDP tersebut karena menurut keterangan dari Ketua DPRD akan mengurai secara tuntas dari hasil keterangan LD tadinya @ry@

Kota Bima, jurnalexpose.com || Usai melantik sejumlah pejabat struktural di lingkup Pemkot Bima, Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE menghadiri tasyakuran perumahan relokasi Kadole dan Oi Fo'o pada Senin 4 Januari 2021. Tasyakuran ini berlangsung di kawasan Huntap Kadole kelurahan Oi Fo'o. 

Wali Kota Bima hadir didampingi Dandim 1608/Bima Kapten (Inf) Teuku Mustafa Kamal. Hadir pula lurah setempat, para pokmas dan warga masyarakat yang bermukim di Huntap Kadole. Acara tasyakuran diawali dengan laporan oleh Ketua Panitia  Kelompok Masyarakat (Pokmas) "Karawi Sama". Dalam laporannya Ketua Panitia kegiatan Jauhar Mahbub menyampaikan segenap rasa syukur kepada Allah SWT, dan juga kepada Pemerintah Kota Bima yang telah merealisasikan bantuan Rumah Relokasi Banjir  untuk masyarakat yang terdampak banjir pada tahun 2016 lalu.

Sementara itu, Dandim 1608/Bima dalam arahan singkatnya menyampaikan agar bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah ini agar bisa ditempati, dirawat dan dijaga, agar hunian benar-benar dapat dirasakan manfaatnya dengan maksimal.

Senada yang disampaikan Dandim 1608/Bima, Wali Kota Bima dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemukiman yang dibangun ini merupakan bantuan dana yang diberikan oleh BNPB bagi masyarakat yang terdampak banjir pada 2016 lalu, dimana rumah Relokasi ini dibangun di tiga titik yakni di lingkungan Kadole, Oi Fo'o, dan Jatibaru.

"Alhamdulillah anggaran ini bisa dimaksimalkan, walaupun ada sebagian yang kita kembalikan ke pemerintah pusat", jelas Wali Kota.

Pembangunan ini dilakukan secara cepat sejak 2018 lalu, agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang terdampak banjir 2016 lalu. "Alhamdulillah kita bekerjasama dengan TNI, coba tidak kerjasama dengan TNI, dan saat ini kita bisa dimanfaatkan oleh masyarakat kita", ungkap Wali Kota.

Diyakinkannya pula kepada masyarakat bahwa hunian yang ada nantikan akan dibangun beberapa fasilitas tambahan seperti PAUD, TPQ dan sarana prasarana lainnya secara bertahap. 

"Insyaallah daerah ini akan terbangun dengan luar biasa. Sarana prasarana akan dibuat d sini, ada PAUD, TPQ, ini yg akan kita buat ke depannya", ujar Wali Kota. 

Disamping itu, diharapkannya beberapa kendala yang terjadi segera dilaporkan kepada pihak penyedia agar segera diselesaikan baik itu air maupun listrik, sehingga kendala-kendala terkait air, bisa di atasi dan masyarakat bisa menikmati hunian yang nyaman bebas dari banjir. Dijelaskannya pula mengenai betapa pentingnya masyarakat harus secara sadar untuk segera menempati hunian ini karena di tahun 2021 ini akan dilaksanakan normalisasi sungai dengan anggaran 230 miliar oleh JICA (Jepang) untuk dua sungai yakni sungai Melayu dan Padolo.

"Kemajuan daerah ini ditentukan oleh warganya. Disamping fasilitas yang dibuat, jika. ada masyarakat yang belum memiliki BPJS, silahkan urus di dinas sosial, Itu gratis dan Pemkot sudah menyiapkan anggarannya," jelas Wali Kota menutup sambutannya.

Diakhir acara Wali Kota Bima bersama seluruh masyarakat dengan penuh keakraban berdiskusi dan membuka sesi tanya jawab guna mengetahui secara langsung berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi juga kesan selama berada di Huntap Kadole. ***
Diberdayakan oleh Blogger.