Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Imbas dari kasus pembacokan dua warga desa talabiu hingga salah satunya meninggal dunia, berbuntut pada aksi pembakaran rumah milik pelaku pembacokan sampai melebar ke 25 rumah warga yang ikut terbakar termasuk kantor desa Padolo, pada sabtu tanggal (20/06) siang.

Aksi kebakaran tersebut merupakan bentuk luapan emosi dari keluarga korban yang Berawal dari Peristiwa kasus pembacokan dua orang warga Talabiu yang menjadi korban pembacokan atas nama Arif dan sukardin, pada hari Jumat (19/6) malam.

Korban atas nama Arif dinyatakan meninggal Dunia pada Sabtu (20/6) sedangkan Sukardin masih dirawat di RSUD Bima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua terduga pelaku berinisial, Uj, 51 Tahun dan By, 23 Tahun warga Padolo, Kecamatan Palibelo tersebut sudah diamankan Mapolres Bima setelah kejadian pembacokan tersebut. Dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, warga dua desa masih bersiaga. Aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan penjagaan di Desa Padolo untuk mengamankan massa Talabiu yang lagi sangat emosi hendak masuk ke Desa Padolo lantaran mendengar kabar salah satu korban pembacokan telah wafat.

Jurnalexpose - Kota Bima || Sebagaimana komitmen Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE untuk menegakkan kode etik dan menindaktegas ASN yang melakukan tindakan Amoral, sebanyak dua Orang Pejabat diberhentikan dari jabatannya. Kedua pejabat tersebut adalah seorang Lurah dan seorang Kepala sekolah.


Pemberhentian ini berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bima Nomor 862/906/BKPSDM/V/2020 dan 862/905/BKPSDM/V/2020.

Pemberhentian ini berdasarkan pelanggaran disiplin dan kode etik  dilakukan yang bersangkutan dan berdasarkan pemeriksaan keduanya telah melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dan sosial serta etika terhadap diri sendiri sebagai PNS.

Untuk menegakkan disiplin, perlu menjatuhkan hukuman disiplin yang setimpal dengan pelanggaran disiplin yang dilakukannya.

Dalam arahan Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi SE berpesan untuk menjaga moralitas agar tidak sampai melakukan tindakan amoral. Diinginkannya birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Bima memiliki keteladanan dan menjadi contoh yang baik dalam berinteraksi di tengah masyarakat.

"Persoalan seperti ini saya tidak akan pikir panjang, akan langsung saya copot karena kita tidak ingin birokrasi tercoreng, ASN saya harap jaga tingkah laku ditengah masyarakat", ujar Wali Kota.

Jurnal Expose, Kota Bima || Peristiwa pengancaman yang terjadi di depan SDN 55 beberapa hari lalu yang dilakukan oleh Sdr. SM terhadap Sdr. IJ berujung kesepakatan perdamaian di Polsek Rasanae Barat. (11/04/20)


Pengancaman yang berawal dari kesalah pahaman tersebut nyaris menjadi perhatian publik beberapa hari terakhir dengan munculnya beberapa spekulasi yang menyudutkan bahkan para netizen pun cenderung menghakimi sdr IJ

Kronologis kejadiannya berawal pada saat sdr. IJ sedang mengisi angin ban mobilnya tiba-tiba sdr. SM datang dengan mengacungkan sebilah parang sambil memukul kaca mobil sehingga menimbulkan kepanikan dan langsung menyelamatkan diri masuk ke polsek Rasanae Barat


"karena merasa keamanan diri terancam maka saya menyelamatkan diri dan langsung masuk ke Polsek Rasanae Barat dan melaporkan secara langsung atas pengancaman terhadap diri saya" demikian tutur IJ

Sementara SM pada media ini mengaku khilaf atas tindakannya "saya sangat menyesal atas tindakan dan kekeliruan saya pungkasnya"

"atas kesadaran dan memperhatikan hubungan baik yang selama ini sudah terjalin maka masing masing kekeliruan dan kekhilafan yang terjadi kami saling memaafkan" demikian tutur sdr. IJ yang diiyakan juga oleh sdr. SM

Dengan kesepakatan damai yang di mediasi secara langsung oleh penyidik di Polsek Rasanae Barat, polemik yang terjadi berakhir. Terlihat sejak awal pembukaan mediator dari Polsek Rasanae Barat sangat mewanti wanti untuk saling menjaga tutur kata serta kesantunan dalam bermusyawarah mufakat. @ry@

Kota Bima, jurnalexpose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH memimpin rapat terkait langkah atau pengamanan untuk perdamaian bentrok antara Kelurahan Penatoi dan Kelurahan Penaraga Minggu Malam (20/10).


Rapat dilaksanakan di Ruangan Kerja Wakil Walikota Bima, yang dihadiri anggota DPRD Kota Bima, Kasdim 1608/Bima, Camat dan Lurah wilayah terkait, Kepala Kesbangpol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Senin (21/10/19)

Wakil Walikota Bima pada kesempatan tersebut mendengarkan saran dan pendapat agar kita semua dapat mengambil langkah langkah untuk mendamaikan kedua keluarga besar ini yakni kelurahan penato'i dan kelurahan penaraga.

Jangan sampai kejadian ini diprovokasi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Seperti semalam beredar di media sosial ada foto salah satu warga yang terkena panah didadanya sehingga menimbulkan keresahan dan kecemasan dari pihak keluarga padahal berita itu adalah HOAX.


"Ada beberapa pihak yang tidak menginginkan adanya keamanan dan ketertiban di Kota Bima tercinta ini sehingga mereka selalu berupaya bagaimana mengkotak-kotakkan warga masyarakat yang ada di Kota Bima ini dengan cara mengadu domba, memprovokasi suasana sehingga memicunya keributan berkepanjangan", jelas Wawali.

Wakil Walikota Bima menghimbau kepada aparat keamanan dan pihak terkait untuk segera melakukan tindakan tegas pada oknum-oknum yang sangat meresahkan masyarakat ini, dipanggil dan dilakukan pengarahan agar kedepannya tidak memicu lagi terjadinya masalah masalah saling melempar ini.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Terkait diperolehnya informasi tentang 153 orang warga Bima yang tengah diimbas konflik di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Pemerintah Kabupaten Bima terus memantau dengan maksimal dan membantu proses evakuasi dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.


Bahkan, Bupati Bima menegaskan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bima agar bila dimungkinkan langsung berangkat ke Wamena sehingga koordinasi dan penanganan lebih efektif.

Bupati Bima merasa prihatin atas ujian yang kini dialami oleh keluarga besar kita di Wamena serta menghimbau kepada segenap masyarakat untuk ikut memberikan perhatian yang dapat meringankan kesulitan mereka.

Perkembangan terakhir hasil koordinasi menghantar Direktur Bencana Sosial Kemensos hari ini bertemu langsung dengan Ketua dan Anggota Paguyuban Bima di Jayapura, hari ini ada 10 Warga Bima di Wamena di Evakuasi ke Jayapura. (29/9/19)

Untuk masyarakat Bima selama di tempat pengungsian sudah disiapkan akomodasi dan konsumsi yang layak.

Perkembangan terkini Warga Bima Hari ini udah teravakuasi 20 org warga Bima dari Wamena ke Jayapura. Sisa 17 orang, akan di upayakan untuk di evakuasi besok pagi.

Setelah proses evakuasi selesai sepenuhnya dan telah terkonsentrasi di Jayapura, selanjutnya Pemkab. Bima yang didukung penuh dari pihak terkait akan berupaya maksimal memulangkan para korban kembali ke kampung halaman masing-masing.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE berharap proses ini dijauhkan dari halangan dan kendala hingga seluruh warga Bima di Papua dapat kembali bersama handai taulan dalam keadaan aman dan selamat.

Kota Bima, Jurnalexpose.com || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH di sela amanatnya pada apel gabungan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Bima yang berlangsung di Halaman Kantor Walikota Bima mengomentari terkait isu yang berkembang ditengah masyarakat akhir-akhir ini. (2/9/2019)


Isu yang membawa serta nama Walikota beserta istri tersebut merupakan Hoax dan pembunuhan karakter.

“Saya berani berjanji bahkan bersumpah, Bapak Walikota Bima dan saya pribadi, mengharamkan transaksi apapun dan sejenisnya meskipun itu hanya sebatang rokok. Jangan percaya jika ada siapapun yang meminta sesuatu mengatasnamakan kami," tegas Wakil Walikota.

Hal tersebut diakui sengaja disampaikan Wakil Walikota didepan seluruh ASN dengan tujuan untuk menyatukan persepsi bahwa pemerintahan di Kota Bima benar-benar harus clean dan jauh dari budaya sogok menyogok dan sejenisnya.

“Untuk membangun sebuah pemerintahan yang bersih, tidak mungkin kami menyuruh orang lainbersih tanpa kami membersihkan diri kami sendiri terlebih dahulu,” tutup Wakil Walikota Bima.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Rumah Tahanan (Rutan) Bima dalam melakukan pengawasan serta pengontrolan terhadap aktifitas dan kegiatan anak binaannya saat ini telah memakai sistem online dimana setiap jadwal kunjungan para tamu pun dipakai sistem pijat tombol dengan maksud untuk mendeteksi adanya indikasi lain dari maksud kedatangan para tamu kunjungan tersebut

Kalapas_bima
Foto : Kepala Rumah Tahanan Bima, Abdul Halik, S.Sos
"Apabila ada tamu kunjungan yang mengaku hendak mengunjungi anak binaan lalu tidak ada hirarki (trah) dengan nama dan identitas anak binaan dalam biodatanya maka pijat tombol yang dilakukan oleh tamu yang dimaksud akan muncul tanda X merah "ungkap Abdul Halik S. Sos selaku kepala Rutan Bima

Masih menurutnya "bahkan tidak ada perbedaan prilaku terhadap anak binaan baik dalam bentuk pelayanan maupun pembinaan, misalnya saat jadwal olah raga, pembersihan dan jadwal sholat maka semuanya wajib melaksanakan kegiatan yang dimaksud apabila waktunya tiba" jelasnya

rumah_tahanan_bima
Foto : Salah Satu Sisi Suasana Rumah Tahanan Bima
Potret buram kejadian rusuh yang sering  terjadi dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) seperti yang terjadi diman-mana, Saat ini telah diantisipasi sedemikian rupa oleh  Kepala Rutan Bima dengan pola perbaikan sistem yang ada termasuk,  diantaranya dengan pemasangan CCTV pada pojok-pojok tertentu bahkan diparalelkan dengan Handphone Kepala Lapas sendiri.

rumah_tahanan_bima
Foto : Anak Binaan Rutan saat melakukan kegiatan gotong royong

"Pada prinsipnya saya akan selalu lakukan yang terbaik buat semua keluarga yang saat ini kebetulan menjadi anak binaan dalan Rutan yang saya nakhodai, semoga pasca keluar dari sini mereka pun akan menjadi manusia yang insyaf nantinya" demikian tuturnya @ry@

Manggarai Barat, jurnalexpose.com || Komitmen pengawalan masyarakat Desa Golo Sepang Kecamatan Boleng Kab. Manggarai Barat (NTT) yang dimotori oleh BPD setempat terkait pelaksanaan proyek desa setempat terus digalakkan.

Foto :  Kepala BPD Desa Golo Sepang dan sekertarus BPD Abd. Ka'u bersama anggota  lainnya
Sejak tahun 2015 dugaan ketimpangan pelaksanaan proyek yang dilakukan oleh kepala Desa Golo bersama kroninya telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian setempat dan ditembuskan ke BPMDES serta pihak Kejaksaan, namun sejauh ini tidak mendapat tanggapan serius dari pihak-pihak setempat

Sekertaris BPD Golo, Abd. Ka'u pada media ini menuturkan bahwa "laporan kami terkait dugaan pelaksanaan proyek desa sebenarnya sudah kami layangkan secara resmi kepihak kepolisian yang ditembuskan ke pihak kejaksaan dan BPMDES, namun sejauh ini kamipun menduga kepala desa telah melakukan upaya pembungkaman terhadap pihak yang terkait dengan asumsi mereka tidak ingin boroknya diketahui oleh publik" demikian tuturnya

Masih menurutnya "sekiranya oknum kepala Desa Golo Sepang sudah mengakui dosanya maka kekurangan volume pekerjaan yang diakuinya tersebut idealnya tidak berlanjut lagi kesalahan yang sama pada pekerjaan berikutnya dalam paket tahun anggaran baru, tapi kesalahan yang samapun masih berlanjut dan kemana lagi kami harus mengadu" demikian tuturnya dengan geram.

Sementara pihak Kepala Desa saat dihubungi via handphone dalam posisi off bahkan sekretaris Desa Golo sama sekali tidak memberikan tanggapan saat dihubungi melalui SMS maupun via handphone. (JE01)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Sedikitnya tiga kali bentrok antara Polisi Pamong Praja dengan masa aksi yang terjadi di depan Kantor Camat Wera saat berlangsungnya aksi unjuk rasa dari puluhan anggota LSM Kesatria Muda Indonesia (KMI), (senin, 22/7/2019).

Aksi_Demo_Rusak_kantor_Camat_Wera
Foto : Aksi Pendemo Merusak Kantor Camat Wera
Aksi yang terjadi di depan Kantor Camat Wera menuntut kepada Camat Wera H. Ridwan H.A. Wahab, S.Sos untuk segera megeluarkan rekomendasi pemberhentian aktifitas pertambangan pasir besi di Wilayah Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB

Namun karena tidak mendapatkan tanggapan dari Camat Wera lantaran Camat Wera sedang melaksanakan tugas luar menjadi faktor pemicu terjadinya pelemparan kantor Camat.

Pantauan media Jurnal Expose saat di lokasi, situasi semakin memanas lantaran masa aksi ingin menerobos masuk namun selalu dihalau anggota Polisi Pamong Praja yang berjaga dan berdiri siaga di pintu gerbang, sehingga aksi saling dorongpun terjadi hingga pada akhirnya masa aksi menghujani kantor Camat Wera dengan lemparan batu

Akibat desakan massa yang terus menerus, massa berhasil masuk dan menduduki ruangan Aula Kantor Camat Wera hingga massa aksi marah dengan memecah seluruh kaca jendela bagian depan kantor camat.


Camat yang tiba dikantornya menjelang bubarnya aksi menjelaskan, "Sesuai tugas dan fungsi saya sekarang ini tidak bisa mengeluarkan rekomendasi penghentian operasional PT JMK karena jabatan camat bukan sebagai kepala wilayah tetapi hanya perpanjangan dari Satuan perangkat daerah, oleh karena itu saya akan kofirmasi dengan pemerintah yang lebih berkepentingan sesuai dengan tuntutan yang diinginkan". ungkapnya.

Sementara Kapolsek Wera Ipda Rejoice Benedicto Manalu, S.Tr.K  yang dikonfirmasi terkait dengan kerusakan kantor Camat menjelaskan bahwa insiden pengrusakan dan pelakunya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"kami akan menunggu laporan dari pemerintah kecamatan dan setiap terjadinya pengerusakan akan tetap di proses, kami akan menunggu laporan dari pak Camat", jelasnya.

Terkait dengan pengawalan, pihak kepolisian sudah melakukan pengawalan dari sebelum kejadian, namun karena desakan massa tidak mampu berbuat banyak.

"Jadi pengawalan polisi telah dilakukan secara tertutup dan terbuka dan saat ini kita sedang melakukan pengawalan terbuka, itu ada anggota saya sebagian yang berseragam", jelasnya. (JE05)

Janji kapolsek Wera Ipda Rejoice BEnedicto Manalu, S.Tr.K kepada masyarakat Desa Oi Tui untuk menangkap terduga pelaku pembacokan dua orang warga Desa oi Tui dalam waktu secepatnya akhirnya terwujud. (16/7/2019)

Pelaku_pembacokan_SMKN1_wera_diamankan

Siang sekitar pukul 13:05 Wita seorang pelaku yang belum diketahui identitasnya berhasil digelandang anggota gabungan Polisi sektor Wera dan Polres Bima kota, bertempat di Puskesmas Wera.
BACA JUGA :
"Saat Jam Belajar, Perkelahian Terjadi Di Halaman Sekolah SMKN 1 Wera, dua Pelajar Terluka Terkena Senjata Tajam"
Sempat terjadi kerusuhan saat pelaku digelandang aparat polisi, spontan terjadi aksi pelemparan menggunakan batu dilakukan ratusan masyarakat yang berada di depan puskesmas. Aksi spontan yang dilakukan masyarakat disebabkan kemarahan akan tindakan pelaku.

Namun dari aksi tersebut tidak ada korban luka ataupun kerusakan pada puskesmas karena pihak aparat kepolisian dengan sigap menghalau masa dengan melakukan tembakan peringatan di udara dan menggunakan tembakan gas air.

Meski reaksi polisi menghalau Masa mampu meredam aksi, tetapi masa sempat melakukan pengejaran sampai di ujung lapangan sejauh 100 meter dan dengan kesigapan aparat polisi akhirnya terduga pelaku dapat lolos dan  dibawa meninggalkan Puskemas menuju Kantor Polisi. (JE05)

Perkelahian_pelajar_SMKN_1_Wera
Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Dunia pendidikan di Kabupaten Bima kembali tercoreng. Kali ini Perkelahian antar pelajar dengan menggunakan senjata tajam yang menyebabkan beberapa pelajar terluka terjadi di lingkungan sekolah SMKN 1 Wera. (selasa, 16/7/2019)

Dalam perkelahian kali ini melibatkan pelajar asal desa Oi Tui dengan pelajar asal Desa Wora kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media Jurnal Expose, terduga pelaku pembacokan ada tiga orang, dua diantaranya diduga bukan pelajar sedangkan satu orang pelajar yang belum tahu jelas sekolahnya.

Sedangkan korban pembacokan dua orang berasal dari Desa Oi Tui yang diantaranya satu orang pelajar SMKN 1 Wera kelas tiga, EK (17 tahun) mengalami luka robek serius dilengan tangan kanan dan satu orang warga setempat, D (43 tahun) mengalami luka robek berat di bagian perut.


Salah satu guru SMKN1 wera inisial ADH yang dikonfirmasi di sekolahnya menjelaskan bahwa perkelahian pembacokan terjadi sekitar pukul 08.30 di halaman depan sekolah dengan kronologis kejadian, terduga pelaku memasuki halaman sekolah dan mencari korban ke lapangan olahraga hingga terjadi perkelahian dan pembacokan.

"Mereka masuk menuju tempat lapangan olah raga disaat siswa baru diberikan pengarahan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) dan setelah itu siswa pada berhamburan hingga terjadi perkelahian", jelasnya.

Ditambahkan untuk dua korban pembacokan mengalami luka yang cukup serius sehingga langsung dilarikan ke Puskesmas Wera. Dan informasi terbaru saat ini korban sudah dirujuk ke RSUD Bima.

Sementara kapolsek wera IPDA REJOICE BENEDICTO MANALU, S.Tr K memberikan penjelasan kepada masyarakat Desa Oi Tui untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi karena pelaku akan segera ditangani, Tim Buser Polres Bima Kota saat ini dalam perjalanan menuju Wera dan menjamin menangkap pelakunya secepat mungkin.

"Saya jamin 99% terduga pelaku akan segera ditangkap karena keberadannya telah diketahui, jadi saya berharap kepada masyarakat Oi Tui untuk tenang jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar hukum karna itu akan menjadi masalah yang lain lagi" Jelasnya.

Adapun penyebab perkelahian ini banyak yang menduga karena masalah lama yang sebelumnya antara pelajar asal desa oi tui dengan pelajar asal Desa wora seringkali terjadi perkelahian.

Menurut salah satu sumber yang tidak ingin namanya di ekspor mengatakan sebelum perkelahian di sekolah, lebih dulu perkelahian terjadi di lapangan, lalu dilerai masyarakat sehingga mereka bubar dan setelah itu mereka lanjutkan di sekolah. (JE05)

Mataram – jurnalexpose.com || Detasemen Khusus Densus 88 AT Mabes Polri dibantu Subden 4 Den Gegana Polda NTB menangkap enam terduga teroris Kelompok JAD Penatoi di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

polda_NTB_jumpa_pers_bahas_penangkapan_teroris

Kapolda NTB, Brigadir Jenderal Polisi Nana Sudjana, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar ada penangkapan enam orang terduga teroris di Bima dan Dompu dalam waktu hampir bersamaan. Sekarang masih dalam tahap pengembangan,” ungkapnya. Senin(20/5/2019)

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, (18/5). Dari keterangan polisi, keenam pelaku  berinisial MF alias IS ditangkap di depan Kantor UPT Kehutanan, Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Kemudian MF alias Reli asal Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, ditangkap di sebuah gudang kayu milik warga di Kota Bima.

Pelaku lainnya, KK asal Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, ditangkap saat mengisi bensin di kios warga di Kota Bima. Kemudian, K alias S bin Taufik alias Pian asal asal Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, ditangkap di sebuah gudang kayu milik warga di Kota Bima.

Kemudian AH warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, ditangkap di Kelurahan Melayu. Terakhir, AS warga Desa Mangge Nae, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, ditangkap di Kabupaten Dompu.

Dari penangkapan tersebut, diamankan tiga unit sepeda motor milik para pelaku. Polisi kemudian membawa mereka di Mako Brimob Bataliyon C Pelopor Kota Bima dalam penjagaan ketat, dan pada Minggu, 19 Mei 2019 diberangkatkan ke Polda NTB. Kini para pelaku dalam proses pemeriksaan.

Menurut Kapolda, terduga teroris memang telah lama terpantau. Selain itu, penangkapan dilakukan untuk mengantisipasi aksi people power pada 22 Mei 2019 bertepatan dengan penetapan hasil Pilpres 2019, karena sebelumnya beredar informasi akan ada serangan teroris saat aksi tersebut. (red)

Sumber : KoranNTB.com

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Pemblokiran jalan lintas Wera kembali dilakukan oleh ratusan masyarakat Des Tawali Kecamatan Wera Kabupaten Bima dikarenakan kecewa dan marah akan kinerja Polisi yang melepas pelaku pengeroyokan yang terjadi sehari sebelumnya. (18/3/2019).

Warga_wera_blokir_jalan
Aksi warga Desa Tawali blokir jalan
Rian, salah orang teman korban warga Desa Tawali mengatakan kasus pengeroyokan itu terjadi tadi malam (17/3/2019) di Desa Hidirasa, saat Didi dan kawan-kawan jalan-jalan menuju sangiang, Saat di jembatan mereka dihadang oleh sekelompok pemuda dari Desa Hidirasa yang lagi mabuk dan langsung memukul tanpa ada permasalahan diantara mereka sebelumnya.

BACA JUGA :
"Pemblokiran Jalan Oleh Warga Tawali Berakhir Setelah Kapolsek Berjanji Tindak Pelaku Pengeroyokan"

"Dua orang korban pemukulan yakni Didi dan Yoni, mereka berdua telah melakukan pelaporan dan visum di Puskesmas Wera", ujarnya

Saat dilakukan pelaporan di Polsek Wera, aparat kepolisian yang piket saat itu langsung mengamankan pelaku pemukulan dan pengeroyokan, namun anehnya paginya (18/3/2019) Pelaku pemukulan dan pengeroyokan tersebut telah dilepas. Sehingga memicu kemarahan masyarakat Desa Tawali.

Warga_wera_blokir_jalan
Warga Desa Tawali yang melakukan pemblokiran jalan
Atas kejadian dilepasnya pelaku pemukulan dan pengeroyokan ini, anggota Polisi Polsek Wera Jalil yang Piket saat kejadian dikonfirmasi melalui saluran telepon mengatakan dan mengarahkan untuk menanyakan langsung  ke Polsek Wera untuk informasi satu pintu dan pengembangan kasus, namun sampai berita ini turunkan, bagian informasi Polsek Wera belum bisa dihubungi. (JE05)

1
Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Hanya dipicu persoalan sepele yang diduga masalah cewek, Perkelahian antar pelajar kembali terjadi, kali ini puluhan siswa SMPN 1 Wera saling kejar kejaran di lapangan bola Tawali. (6/3).

Tawuran_pelajar_SMP_Wera
Polisi Pamong Praja melerai tawuran antar pelajar SMP (6/3)
Tawuran yang yang melibatkan pihak pelajar yang diduga siswa dari sekolah SMP lain yang ada di seputaran Wera bagian utara amatlah meresahkan masyarakat dan para guru.

Kejadian tawuran kali ini yang kedua setelah sebelumnya beberapa pelajar mendatangi sekolah dengan membawa senjata tajam lalu menodong siswa yang lagi belajar dalam ruangan kelas.

Mengatasi hal itu pihak sekolah SMPN 1 Wera telah berupaya membuat surat pernyataan bermaterai pada kejadian pertama agar melahirkan efek jera bagi pelaku.

Kepala Sekolah SMPN 1 Wera Syarifudin Idris, M.Pd yang dikonfirmasi dalam ruangannya menyesalkan tawuran yang terjadi kali ini.

Tawuran_pelajar_SMP_Wera_2
Pelaku tawuran pelajar saat diamankan oleh Polisi Pamong Praja
Kejadian ini meresahkan kita sebagai pendidik dan tentu saja sangat mengganggu proses kegiatan Belajar Mengajar yang sedang berjalan apalagi yang dilakukannya sudah diluar batas dengan membawa senjata tajam, ujarnya.

Beruntung Saat kejadian aparat polisi Pamong Praja dan pihak kepolisian segera bertindak setelah mendapat laporan dari pihak sekolah sehingga tidak terjadi korban. Para pelaku saat ini sudah diamankan kepolisian di Polsek Wera. (JE-05)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Musibah kebakaran kembali dialami warga masyarakat desa Sampunggu Kecamatan Soromandi, dimana dari kejadian tersebut sebanyak 2 rumah warga masyarakat hangus terbakar dan rata dengan tanah, Senin (18/02)

Bupati_Bima_bantu_kebakaran_Sampungu
Kedua rumah warga yang terbakar  Gufran dan A. Rafik keduanya mengalami kerugian yang cukup besar, diantaranya rumah 9 tiang, 3 unit motor Vixion, bibit bawang sebanyak 2 ton, mesin pompa air 5 PK, serta sejumah perabot lainnya. Pada saat musibah tersebut kedua warga masyarakat sedang tidak berada di rumah.   

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE usai mendengarkan langsung laporan dari camat Soromandi, langsung menuju ketempat lokasi kejadian, dimana di lokasi tersebut Bupati langsung menemui kedua warga masyarakat yang mengalami musibah.

Bupati menyampaikan prihatin yang sangat dalam atas musibah yang dialami kedua warga masyarakat tersebut, Oleh karenanya kedua warga masyarakat agar dapat tabah menerima cobaan ini, kejadian seperti ini semua warga masyarakat tidak menginginkannya.

Bupati_Bima_bantu_kebakaran_Sampungu
Pada kesempatan ini juga kepada Camat, Babhikamtibmas, Babinsa dan unsure terkait lainnya  agar dapat terus melakukan Patroli malam dalam rangka menjaga keamanan wilayah sehingga dengan patroli tersebut dalam rangka menjaga rasa kenyamanan dan keamanan wilayah.   

Khusus kepada Kepala Desa Sampungu agar dapat mendata jumlah total kerugian yang dialami kedua warga masyarakatnya, sehingga dari laporan yang disampaikan, Kedepanya Pemerintah Daerah akan memberikan bantuan bagi kedua warga masyarakat yang mengalami musibah tersebut. Ujarnya.

Sebagai bentuk dari keprihatinan terhadap warga masyarakat yang megalami musibah kebakaran ini, Bupati BIma menyerahkan bantuan secara pribadi berupa dana dan Sembilan Bahan Kebutuhan Pokok (Sembako) kepada kedua warga masyarakat tersebut dalam rangka memenuhi kehidupanya.(JE-02).

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Pasca kebakaran yang menimpa 40 Unit rumah warga Dusun Co'o Dompo Desa  Renda-Belo Senin (19/2) sejumlah bantuan baik dari pemerintah daerah organisasi sosial maupun elemen lainnya disalurkan baik melalui Posko Tanggap Bencana maupun penyaluran langsung ke lokasi kebakaran.

diskominfo_bantu_kebakaran_renda
Sejumlah pihak yang menyalurkan bantuan antara lain Kadis  Kominfostik H. Abdul Wahab, Usman, SH, M.Si dan ASN Dinas Kominfostik Kabupaten Bima berupa air mineral, mie instan dan pakaian layak pakai.

Hingga hari ketiga, pasca bencana Rabu (20/2) Dinas Sosial melalui Tagana dan TRC Penanggulangan Bencana BPBD mendirikan dapur umum di Posko Tanggap Bencana yang dipusatkan di kantor Desa Renda.

Baca Juga
"Kebakaran Puluhan Rumah di Renda diduga Dari Ledakan Gas Elpiji"

Berdasarkan  Data Posko Tanggap Bencana, sebanyak 37 Kepala Keluarga dan 138 warga menjadi korban kebakaran 31 rumah rusak berat dan 6 unit rumah mengalami kerusakan ringan.

Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Bima yang juga  Kepala Posko Tanggap Bencana  Rizal Mukhlis mengatakan, "sesuai instruksi Bupati Bima, kegiatan Dapur Umum dilaksanakan selama 7 hari mulai Selasa (19/2) sampai Senin (25/2) yang akan dilanjutkan dengan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

diskominfo_bantu_kebakaran_renda
Di lokasi bencana,  selain penyaluran bantuan dari berbagai instansi dan organisasi masyarakat, juga dilakukan pengobatan gratis oleh 6 orang Tim medis Puskesmas Belo. Tim sudah melakukan pengobatan gratis kepada 40 warga yang umumnya terluka berupa suntik anti tetanus, batuk dan trauma healing.

Pada pagi hari sebelumnya Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, SE juga mengunjungi warga korban kebakaran dan instruksikan agar Tim Tanggap bencana lebih intensif menyalurkan bantuan pangan dan sandang yang dibutuhkan warga di lokasi kebakaran.

Bagi organisasi maupun warga yang ingin menyalurkan bantuan dapat menyampaikan ke Posko Kantor Desa Renda atau dapat menghubungi Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinsos Rizal Mukhlis (HP.  085338875858 atau Sekretaris BPBD Kabupaten Bima Indra Nurjaya (HP 085337561884) (JE-002)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Puluhan rumah warga masyarakat desa renda Kecamatan Belo ludes terbakar dan rata dengan tanah dan puluh unit rumah lainnya mengalami rusak ringan yang berlokasi di RT. 12 dan RT 13 Dusun Co'o Dompo Desa Renda.

kebakaran_di_Renda
Menurut Kapolres Bima melalui Kasubag Humas IPTU. Hanafi di lokasi kejadian mengatakan bahwa kejadian ini terjadi pada hari Senin tanggal 18 Februari 2019 pukul 22.00 wita, kejadian tersebut banyak harta benda warga masyarakat yang tidak dapat terselamatkan dan tidak ada korban jiwa.

Kronologis kejadian kebakaran rumah warga tersebut terjadi berawal dari dugaan sementara akibat ledakan gas elpiji subsidi  ukuran 3 KG yang bersumber dari rumah milik Agus (38) Rt 13, kemudian menjalar kerumah - rumah warga lainya.

Untuk membantu pemadaman di terjunkan mobil pemadam milik Pemda Kabupateb Bima dan mobil tangki milik Polres Bima serta mobil pemadam Pemkot Bims dengan dibantu oleh personil Sat Pol.PP dan Aparat TNI/POLRI melakukan upaya pemadaman api sehingga kobaran api berhasil dipadamkan.

Dilokasi kejadian kebakaran tersebut, Waka Polres Bima Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, Kapolsek Belo, anggota Polsek dan gabungan fungsi anggota Polres Bima turut hadir di TKP guna membantu warga yang mengalami musibah, dan anggota tagana, Dinas Sosial melakukan evakuasi dan membantu warga Desa Renda korban kebakaran.

kebakaran_di_Renda_02
Akibat kebakaran tersebut Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp. 1 M. Adapun data korban pemilik rumah yang mengalami kebakaran sebagai berikut, Rumah rusak berat H. Hamdiah, H. Abbas, H. Adam, Ketua RT 13 H. Arsy Tubi, Agus, Sunardin, H. Ismail, Salamah, Ahmad Abu Sita, H. Hasan, Sukardin, Sarjan, 2 motor kawasaki Ninja, Fatahullah, dan uang sekitar 10 juta, Amrin, dan 1 motor kawasaki Ninja, Abdul Gani, 16. H. Yunus, H. Ayub, H. Sarbini, Sawitra, Amrin, 1 motor kawasaki, 1 motor mio soul dan uang sekitar 15 juta. H. Kaseb, H. Yanu dan Mukrin, Kacu.

Sementara Rumah Rusak Ringan, A. Madjid, H. Burhan, H. Hasan, M. Ali, Jakariah, Muliadin, Ikman, Saharudin,  Umi dula, H. Ba'it, 11. H. Yanu, H. Ma'ani, Haniah, Sawi, Marsina, H. Ibrahim, Sioman, Ahmad B. H. M. Noer dan satu unit motor honda Vario tecno, Suherman, Hendra.

Untuk memastikan sebab akibat dari kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian .

Wakil Bupati Bima Drs. H.Dahlan M.Noer dalam arahan mengatakan bahwa dengan adanya kejadian ini, kami selaku pribadi dan pemerintah daerah menyampaikan rasa keprihatinan terhadap warga masyarakat yang mengalami musibah kebakaran ini, sehingga saya mengharapkan kepada kepala desa renda agar dapat memberikan laporan supaya pemerintah daerah akan menyerahkan bantuan kepada warga masyarakat yang mengalami musibah ini.

Pada kesempatan ini pula Wakil Bupati Bma memberikan semangat kepada warga masyarakat yang mengalami korban kebakaran agar selalu tabah dan kuat dalam menghadapi musibah serta tak lupa mengingatkan untuk selalu berhati – hati.

“Ini adalah pembelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati–hati agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Ucapnya. (JE-002)

Kotabima - jurnalexpose || Setelah menjalani 15 kali proses persidangan yang cukup melelahkan akhirnya masyarakat dara bisa bernafas lega pasca dikabulkan oleh PTUN Mataram terkait usulan untuk meninjau langsung obyek yang dipersoalkan dilokasi timbunan Amahami.

Rencana peninjauan langsung akan dilaksanakan pada hari senin (21/01) pukul 10. 00 WITA. dengan agenda untuk memeriksa lokasi penimbunan yang disinyalir tidak melalui mekanisme dan prosedural seperti pengisian spok/formulir sebagai langkah awal untuk mendapatkan SPPT

Indikasi kecurangan yang dilakukan oleh para tergugat yang diduga bekerja sama dengan pihak PBB maupun pihak pertanahan terlihat dengan jelas ketika para tergugat tidak mampu menunjukkan peta lokasi obyek tanah dan batas-batas dari obyek tanah yang dimaksudkan.

Syahbuddin, S. Ag pada media ini menuturkan "Sejak awal kami sudah menduga bahwa penimbunan yang dilakukan oleh oknum perampok dan pencuri kekayaan negara dilaut Amahami sarat dengan indikasi kecurangan dan kongkalikong antara oknum yang mengaku sebagai pemilik sertifikat dengan pihak PBB maupun pihak pertanahan" demikian jelasnya

Suherman M. Pd selaku penggugat pada media inipun menegaskan bahwa peninjauan langsung oleh PTUN hendaknya menjadi pembuka tabir dari konspirasi terselubung yang dilakukan selama ini "selaku warga kami sangat percaya kepada PTUN dapat secara profesional untuk melihat serta mengkaji lebih jauh terkait kondisi riil yang ada dilokasi penimbunan tersebut, kami tetap konsisten untuk membuka tabir yang selama ini tertutup rapat tentang siapa perampok dan siapa dalang dibalik mulusnya penerbitan sertifikat haram tersebut" demikian harapnya dengan tegas. (JE.Arya)

Kota Bima - Jurnal Expose, Team Opsnal kembali berhasil mengamankan 2 orang laki-laki yang diduga memiliki dan mengedarkan Narkotika Jenis Sabu. Kamis (22/11) di lingkungan RT.04 RW.02 Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat, sekitar Pukul 18.30 Wita

Adapun dua orang terduga pemilik dan pengedar narkotika jenis sabu, yakni, berinisial SH, 25 Tahun warga RT.10 RW.04 Dusun Rasanggaro Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Kemudian IM 21 Tahun warga RT.07 Dusun Rasanggaro Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima

Barang Bukti, 1 lintingan plastik klip berisi sabu, 1 buah Dompet warna coklat, 3 buah HP dan Uang Tunai Rp. 114.000,-

Kronologis penangkapan, Berawal dari informasi masyrakat bahwa ada kurir dari salah satu bandar yang berada di Kabupaten Bima yang membawa sabu. Setelah mendapat ciri-ciri kurir yg disebutkan oleh informen, Kemudian Team yang dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Bripka Abdul Hafid langsung melakukan penhgerebekan di sekitar TKP.

Setelah sekitar 20 menit melakukan penggerebekan, Team melihat ada 2 orang dengan menggunakan sepeda motor dengan ciri-ciri sama dengan yang disebutkan oleh informen. Kemudian Team langsung melakukan penghadangan dan langsung melakukan pengamanan.

Sebelum dilakukan penggeledahan, Team memanggil Ketua RT setempat untuk menyaksikan proses penggeledahan. Setelah dilakukan penggeledahan, dan benar Team menemukan barang bukti yang diduga sabu.

Selanjutnya, terduga dan barang bukti dibawa untuk diamankan di kantor Sat Resnarkoba Polres Bima Kota guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.(JE.Arya).

Ilustrasi
Kota Bima – Jurnal Expose || Team Opsnal berhasil mengamankan 5 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang diduga memiliki, menguasai dan mengedarkan Narkotika Jenis Sabu.
Kapolres Bima Kota, AKBP Erwin Ardinsyah, SIK, MH melalui press Rillisnya menyampaikan, bahwa ada 5 orang laki-laki dan 1 perempuan yang di duga pengedar sabu-sabu diamankan, Senin siang (19/11) di Lingkunga Sadia II RT.06 RW.02 Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima
Terduga pengedar sabu tersebut diantaranya, berinisial SF 25 tahun warga melayu, QB warga BTN Tolotongga, MH warga Sadia, DS warga Manggemaci, RQ warga Rabangodu Utara, VT, warga Dusun Parado
Adapun Barang Bukti yang diamankan yakni, 9 Bungkus Plastik Klip berisi Shabu seberat 11,55 gram, 1 buah Bong, 2 buah Timbangan, 2 bungkus plastik Klip, 4 buah isolasi, 1 buah gunting, 4 buah sendok plastik 3 buah dompet, 1 buah kotak bertuliskan Pagoda, 2 buah HP, 1 buah Piring, 5 buah korek api gas dan
Uang Tunai Rp. 1.504.000,-
Terduga SF merupakan Target Operasi yang telah dilakukan pengintaian selama kurang lebih 1 bulan. Setelah Team menguasai semua data dan informasi, kemudian Team yang dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Bripka Abdul Hafid langsung bergerak mengintai disekitar TKP.
Saat di TKP, Team melihat 1 orang laki-laki yg mengaku DS dan 1 orang perempuan yang mengaku VT diduga sebagai pembeli berada di luar pagar rumah TKP yang akan meninggalkan rumah TKP tersebut.
Kemudian Team langsung mengamankan 2 orang dan melakukan introgasi awal dan Team mendapat pengakuan dari 2 orang bahwa benar mereka membeli barang bukti tersebut dari saudara SF (Target) yang pada saat itu berada didalam rumah TKP.
Selanjutnya Team langsung melakukan upaya paksa masuk ke rumah TKP dan ditemukan 2 orang laki-laki berada didalam rumh yang salah satunya adalah Target saudara SF bersama rekannya QB.
1 orang berada di pekarangan rumah yang diduga sebagai kurir saudara MH dan 1 orang berada di dalam WC belakang rumah TKP saudara RQ, akhirnya Team mengamankan keenam terduga tersebut.
Sebelum melakukan penggeledahan, Team memanggil RT dan RW setempat untuk menyaksikan penggeledahan. Setelah dilakukan penggeledahan, Team menemukan barang bukti berupa beberapa plastik klip yg diduga berisi Shabu.
Selanjutnya, terduga bersama barang bukti dibawa untuk diamankan di kantor Sat Resnarkoba Polres Bima Kota guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Diberdayakan oleh Blogger.