Tampilkan postingan dengan label Pemuda. Tampilkan semua postingan

Jurnal Expose, Kota Bima || GP Anshor Kota Bima bersama PC. PMII Kota Bima serta Babinkabtibmas kembali melakukan penyemprotan desinfektan sebagai langkah pencegahan penularan covid-19 di Kelurahan Dara setelah sebelumnya melakukan hal yang sama di beberapa kelurahan lainnya


Komitmen GP Anshor Kota Bima dibawah kendali Rafi'in M. Rum, SE adalah merupakan langkah kongkrit dalam kegiatan kemanusiaan dengan melibatkan satgas cegah Covid-19 internal anggota GP Anshor dan melibatkan seluruh instrumen seperti halnya  anggota TSBK yang dibantu juga oleh beberapa warga lainnya serta dari PC. PMII Kota Bima serta Babinkabtibmas.

"Kami tergerak untuk melakukan penyemprotan desinfektan ini semata mata untuk membantu masyarakat sebagai langkah/upaya untuk mengantisipasi dini munculnya wabah corona yang menulari masyarakat" jelasnya


Kegiatan penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh GP Anshor Kota Bima mendapat apresiasi dari masyarakat, Ibrahim Umar (53 Thn) misalnya pada media ini mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya kegiatan penyemprotan tersebut

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada GP Anshor yang telah membantu kami untuk melakukan penyemprotan wabah corona ini semoga kegiatan yang sama akan tetap terus dilakukan kedepannya sehingga kekhawatiran munculnya penyakir corona dapat diantisipasi dini" harapnya

Adapun yang menjadi sasaran penyemprotan tersebut adalah lokasi lokasi umum seperti terminal, masjid, musholla, serta fasilitas umum lainnya yang menjadi tongkroman masyarakat pada umumnya termasuk rumah rumah pribadi @ry@

Kota Bima, Jurnal Expose || Walikota Bima H Muhammad Lutfi, SE dalam Surat Edaran Nomor 007/54/II/2020 tentang Perayaan Hari Kasih Sayang/Valentine Day memghimbau agar  para generasi dan para pelajar untuk tidak latah merayakan hari kasih sayang atau Valentine Day. Budaya ini dinilai tidak sesuai dengan adat istiadat masyarakat Bima yang menjunjung nilai-nilai islami.


Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah perilaku Generasi Muda, Mahasiswa dan para pelajar Kota Bima terhadap hal-hal yang melanggar nilai-nilai moral dan akhlak yang sering dijumpai dalam perayaan Hari Kasih Sayang/Valentine day yang jatuh pada Tanggal 14 Februari setiap tahun, dimana tahun ini 14 Februari 2020 jatuh tepat pada Hari Jum'at. Dalam himbauan tersebut disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah/Madrasah di wilayah Kota Bima wajib melarang kegiatan Mahasiswa/ siswa baik di lingkungan Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah atau di luar dengan tujuan untuk merayakan Hari Kasih sayang (Valentine Day) guna menghindari adanya kegiatan yang bertentangan dengan nilai Moral Religius dan Kultur Budaya masyarakat Kota Bima;

2. Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah/Madrasah membuat surat pemberitahuan kepada seluruh orang tua atau Wali Murid untuk dapat mengawasi Putra-Putrinya agar tidak terjebak dan melakukan hal- hal yang melanggar nilai-nilai moral dan akhlak para Mahasiswa dan Pelajar di Kota Bima;


3. Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah/Madrasah dan Pimpinan Pondok Pesantren untuk memberikan penguatan moral dan yang diintegrasikan dalam bahan landasan pekerti yang luhur Budi ajar/kurikulum pelajaran sebagai mahasiswa, mata siswa/siswi dan santriwan/santriwati agar tidak mudah tergoda dengan perayaan Hari Kasih Sayang/Valentine Day yang diselenggarakan oleh pihak luar;

4. Memberi pengertian kepada seluruh mahasiswa dan siswa bahwa Kasih Sayang akan lebih berbudi luhur dan bermakna jika peruntukkan bagi orang tua/keluarga, para Dosen/Guru, serta orang lain yang berjasa di sekitar kita (petugas kebersihan di dalam maupun di luar sekolah, pemadam kebakaran, petugas makam, Polisi, Tentara dan lain-lain) dalam bentuk mentaati, menghargai dan menghormati serta peduli terhadap sesama;

5. Kepada Ormas Islam se Kota Bima agar senantiasa ikut menjaga ketertiban sosial dengan menegakkan Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar, dengan menjunjung tinggi aturan Hukum yang berlaku dan tetap melakukan koordinasi dengan aparat dan Dinas terkait pada setiap aksi yang dilakukan;

6. Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, Dinas Kesehatan Kota Bima, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bima untuk mengawasi Penjualan alat kontrasepsi (kondom)pada semua apotik dan toko obat di Kota Bima agar selektif dan hati-hati sebagai upaya untuk mencegah perilaku Sex bebas (Free Love dan Free Sex) dikalangan anak muda di wilayah Kota Bima;

7. Kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bima untuk melakukan Razia mulai tanggal 13-15 Februari 2020 seluruh Kos-kosan, di Hotel/Penginapan, Cafe dan tempat-tempat hiburan lainnya.

Walikota berpesan hal ini menjadi perhatian bersama dan diminta kepada semua elemen masyarakat Kota Bima untuk dapat mengawasi pelaksanaan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day demi terwujudnya pendidikan yang berkarakter dan sebagai perisai moral dan ahlak Generasi Muda, Mahasiswa dan Pelajar di Kota Bima. ***

Kota Bima, jurnalexpose.com || Dukungan yang mengalir dari para anak milenial, adalah bukti nyata pergerakan dari pemuda-pemudi yang peduli dengan perkembangan situasi politik saat ini, menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, yang akan digelar pada September tahun 2020 nantinya.


Anak milenial atau pemuda-pemudi masa kini yang menamai dirinya sebagai Barisan Muda Umi Dindah (BUMI), siap mendukung Hj.Indah Dhamayanti Puteri SE, untuk menjadi Bupati Bima kedua kalinya, periode 2020-2025, menggelar silaturahmi Kamis, (09/1) di Surf Kafe kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima

Kegiatan silatrurahmi BUMI di tingkat Kecamatan ini di hadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putera Feriyandi S.IP, angota DPRD Kabupaten Bima dari Golkar Muhammad Ramdin SH, Dafulah S.Pd dan Diah Citra Pravitasari sebagai Penasehat BUMI serta puluhan pengurus Kecamatan.

Kepada awak media ini, Penasehat BUMI, Muhammad Putera Feriyandi S.IP mengatakan, bahwa pemuda jangan hanya berpangku tangan dan menjadi penonton dalam perkembangan perpolitikan di masa kini, hal itu dikarenakan anak milenial juga memiliki kesempatan yang sama dengan para senior dalam hal politik, untuk kemajuan daerah Kabupaten Bima.

"Sejatinya Pemuda BUMI, bukan sekedar penonton tapi menjadi pelaku dan siap berkontribusi, demi menyongsong Pilkada Kabupaten Bima dalam rangka memenangkan kembali IDP," ujar Dae Yandi sapaanya.

Tidak hanya soal politik, Dae Yandi menuturkan, para pemuda-pemudi yang saat ini disebut sebagai anak milenial atau generasi setelah Gen-X, hendaknya mau turut ambil andil dalam hal pemikiran-pemikiran yang dapat memajukan Kabupaten Bima kearah yang lebih baik lagi, terlebih, istilah anak milenial dikenal sebagai generasi yang kaya akan ide kreatif.

"Anak muda juga sebaiknya tidak hanya  menjadi penyalur ide saja, tapi juga harus bisa menjadi eksekutornya, karna kreativitas dapat diibaratkannya seperti mata uang  yang tidak diukur nilai atau nominalnya," tuturnya.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE memimpin Upacara Bendera peringatan Hari Sumpah Ke-91 Tingkat Kota Bima Tahun 2019 di Halaman Kantor Walikota Bima, Senin (28/10).


Turut hadir Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH, Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan S. Adm beserta Seluruh Anggota DPRD Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bima, Staf Ahli Walikota Bima, Asisten Setda Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya H Muhammad Lutfi SE, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bima Hj Salmah H Mukhtar MH, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Bima, Pimpinan Instansi Vertikal, Organisasi Masyarakat/Pemuda/Wanita Kota Bima, Pimpinan BUMN/BUMD, Para Pejabat Lingkup Pemerintah Kota Bima dari berbagai tingkatan dan undangan lainnya.

Sedangkan peserta upacara terdiri dari ASN (Aparatur Sipil Negara) lingkup Pemerintah Kota Bima, Organisasi Masyarakat dan Pemuda, Anggota Paskibraka Kota Bima Tahun 2019, Mahasiswa dan Pelajar.

Upacara Peringatan Hari sumpah Pemuda Ke-91 mengusung tema "Bersatu Kita Maju" yang merupakan bentuk penegasan kembali komitmen yang telah dibangun dan diikrarkan oleh para pemuda pada tahun 1928 melalui sumpah pemuda.


Menteri Pemuda dan Olahraga DR H Zainudin Amali, SE, M.Si melalui amanat yang dibacakan oleh Walikota Bima mengajak kepada seluruh komponen pemuda agar semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mengangkat bangsa dan tanah air tercinta dikancah dunia.

"Wahai Pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia",  tegas Walikota menutup amanatnya

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Serangkaian kegiatan digelar Pemerintah Kabupaten Bima di halaman Kantor Bupati Bima. Dimulai dengan Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 yang dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGR) ke – 16 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke – 47 tingkat Kabupaten Bima. Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.(Senin, 28/10/19).


Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya unsur FKPD Bima, Anggota DPR Kabupaten Bima, Wakil Bupati Bima, Sekretaris Daerah Kab. Bima, Para Staf Ahli, Asisten, Kabag, Kasubag Lingkup Setda Bima, Kepala OPD lingkup Pemkab Bima, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Bima dan Anggota, para Camat kades Se- Kabupaten bima, Ketua Tim penggerak PKK kecamatan dan Desa Se-Kabupaten Bima beserta anggota, para Organisasi kemasyarakatan Organisasi Pemuda, KNPI, LSM, Pemuka Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Masyarakat.

Bupati Bima dalam arahannya bahwa tema peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 91 tingkat Kabupaten Bima “Bersatu Kita Maju”. Tema ini dimaksud bahwa para pemuda yang telah diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk  meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing, namun disisi lain memiliki perkembangan ini mempunyai dampak negatif, informasi yang bersifat destruktif mulai dari narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme.

Pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja berintegrasi kerja cerdas, kerja ikhlas dan tuntas. Selain itu,  pemuda juga harus memiliki kapastitas intelektual dan skil kepemimpinan, kepelaporan yang murni, serta memiliki inovasi agar dapat bersaing dalam kancah Internasional. Disinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang positif. Dengan harapan kedepan akan banyak muncul tokoh pemuda Bima yang mendunia.


Sumber : Kabag Humas dan Protokol Sekda Kabupaten Bima

Kota Bima, jurnalexpose.com || Rumah Cita dan Bima Bagus menyelenggarakan kegiatan diskusi publik refleksi hari sumpah pemuda dengan tema “Pemuda, Radikalisme, Aktor Perdamaian dan Motor Pembangunan”, Senin 21 oktober 2019 bertempat di Aula SMKN 3 Kota Bima.


Kegiatan dihadiri sekaligus dibuka oleh Asisten bidang Pemerintahan dan Kesos Setda Kota Bima Drs. H.Supratman M.AP, kegiatan diskusi diisi oleh Ketua KNPI Kota Bima Solikhin SH, Ketua mum majelis pemuda islam Mustafa Umar, M.Ag, Direktur Puskab NTB Muhammad Tahir, S.Ag, MPd, Direktur Ruma Cita Muhammad Yunus.

Dalam sambutan walikota yang disampaikan oleh asisten bidang pemerintahan dan kesos setda kota bima Drs. H. Supratman M.AP menyampaikan apresiasi kepada tim penyelenggara kegiatan, semoga kegiatan ini bisa merefleksikan kembali rangkaian peristiwa dari Sumpah Pemuda hingga perjuangan revolusi Indonesia yang merupakan pertautan mimpi besar dan perjuangan besar selama 91 tahun ini.

"Sumpah pemuda merupakan peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai salah satu tonggak bersatunya bangsa indonesia, para pemuda dari berbagai daerah di seluruh indonesia berkumpul bersama di kongres pemuda. Pada saat itulah dihasilkan tiga hal penting yaitu bertumpah darah satu, tanah air indonesia; berbangsa satu, bangsa indonesia; dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia", tambah Asisten.


Asisten juga menambahkan, dalam sejarah bangsa pemuda selalu menjadi penggerak kebangkitan bangsa seperti sumpah pemuda 28 oktober 1928 contoh nyata yang ada sekarang ini. Yang kita nikmati saat ini adalah hasil dari perjuangan para pahlawan pendahulu.

“Sebagai bagian dari pengisi kemerdekaan pemuda harus bergerak didepan menjadi pioner perubahan, mengisi pembangunan dengan hal-hal yang positif,” terangnya.

Diakhir sambutannya Asisten menyampaikan rasa kekecewaan atas kejadian perkelahian warga kelurahan penatoi dan kelurahan penaraga yang seharusnya tidak terjadi dan bisa diselesaikan dengan duduk bersama tanpa adu otot. Mari kita hilangkan perbedaan dan kedepankan musyawarah dalam kebersamaan, jangan ada saling silang sengketa.

Kota Bima jurnalexpose.com || Sebagai ucapan terima kasih karena dinilai sukses mengharumkan nama daerah pada kancah nasional, Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE di Pendopo kediamannya mengundang seluruh tim Paskibraka untuk diberikan jamuan makan malam serta pemberian hadiah. (28/8/2019).
Walikota_Bima_bersama_paskibraka
Foto : Walikota Bima beserta istri dan unsur Ketua DPRD Kota bima serta Tim Paskibraka

Selain tim Paskibraka yang didampingi oleh orang tuanya masing-masing, juga dihadiri oleh Purna Paskib Propinsi serta pembinanya dan para guru MAN 1, SMA1 dan SMA 2 Kota bima.

Dalam suasana jamuan makan malam yang sangat sederhana tersebut H. Muhammad Lutfi secara pribadi menyempatkan diri untuk memberikan hadiah berupa uang tunai 10 juta kepada Paskib yang berhasil ke Istana Negara dan uang senilai masing-masing 3 juta kepada Paskib Propinsi NTB.
Walikota_Bima_bersama_paskibraka
Foto : Walikota dan istri bersama dengan para undangan

"Hendaknya jangan dinilai dari seberapa banyak nilai uang yang saya berikan ini, tapi secara pribadi saya sangat bangga dan salut atas prestasi yang begitu luar biasa sehingga mampu menembus sampai ketingkat nasional, semoga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi lainnya dimasa yang akan datang" harapnya

Vira, salah seorang Paskib Propinsi yang berhasil media ini wawancarai menuturkan "terima kasih yang sangat mendalam kami khaturkan kepada Bapak Walikota karena beliau sempat mengundang kami pada jamuan makan malam ini, semoga hadiah berupa uang yang beliau berikan tidak menjadikan kami berjumawa diri tapi sebaliknya mampu membuat kami termotivasi selanjutnya" ungkapnya
Walikota_Bima_bersama_paskibraka
Foto : Vira didampingi orang tuanya bersama Walikota Bima dan istri

Pada acara jamuan tersebut turut dihadiri juga oleh Sekda Kota Bima, Drs. Muhtar Landa dan beberapa unsur Ketua DPRD Kota Bima, Syamsuri SH dan Sudirman Dj SH. @ry@


Perayaan17 Agustusan merupakan tradisi tahunan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk menyambut hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia, namun kegiatan tersebut nyaris tiada tahun 2019 ini, akibatnya banyak pihak menyoroti kinerja Camat Wera atas kefakuman pemerintah kecamatan Wera dalam memaknai hari kemerdekaan

Ketua KNPI Kecamatan Wera Fahri S.Pd dalam paparanya pada media ini rabu, 14/8/19 menjelaskan meski ragam lomba atau pertandingan yang diadakan dari tahun ke tahun cenderung sama akan tetapi pada tahun 2019 ini partisipasi seluruh pihak terutama pemerintah harusnya menjadi garda terdepan

Namun menurutnya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tidak perlu diragukan lagi oleh Pak Camat Wera mulai dari anak-anak hingga orang tua semuanya tidak melewatkan momen seru yang memang menjadi Budaya tiap bulan Agustus dalam satu kali setahun.
"Beragam hadiah unik dan menarik, mulai peralatan dapur hingga barang-barang elektronik seperti TV dan kulkas, ini semua menjadi penyemangat yang memang harus di bangkitkan oleh pucuk pimpinan Kecamatan wera yang juga memiliki kewenangan Dalam menentukan kebijakan" jelasnya

Akan tetapi lanjutnya semua Ini merupakan satu catatan penting bagi kita semua untuk di ketahui apabila Pelestarian Budaya Dan tradisi tradisi dalam menyambut 17 Agustus Ini tidak diperindah sedemikian mungkin oleh pucuk pimpinan Kecamatan Wera, dan Ini harapan saya selaku Ketua KNPI Kec Wera mewakili semua pengurus KNPI maupun masyarakat Wera Pada Umumnya,

"Sisi lain Saya Dengar bahwa kegiatan lomba panjat pinang, tari Tambang, balap karung Dll Ini semua tidak diadakan atau tidak dilestarikan oleh pucuk pimpinan Kecamatan Wera dalam menyambut hari 17 Agustus dan ini adalah bagian dari agenda agenda yang harus dibangun dalam memeriakan Hari Kemerdekaan Indonesia Sebagai satu kesatuan kebahagian Masyarakat Indonesia dalam mendapatkan Kemerdekaan Indonesia mulai dari awal Kemerdekaan Sampai Sekarang
Oleh sebab itu pucuk pimpinan Kecamatan Wera harus segerah buka cakrawala berpikirnya dalam rangka menyumbangkan ide dan gagasannya agar Kecamatan Wera memikiki daya kreatif dalam menyambut HUT RI ditahun 2019 ini. Ucap Fahrir, S.Pd

Lanjut fahri, sekali lagi saya selaku Ketua KNPI Kecamatan Wera tegaskan bahwa sebagai ungkapan kegembiraan atas Kemerdekaan yang diraih oleh para pejuang Pejuang pendahulu di waktu Itu

Maka beragam lomba kegiatan dalam menyambut hari Kemerdekaan 17 Agustus harus kemudian dilakukan oleh pucuk pimpinan Kecamatan Wera Saat Ini, seperti panjat pinang, tarik tambang sampai balap karung Ini semua harus dilestarikan disetiap momentum 17 Agustus tapi apa faktanya, ternyata yang ada hanya kegiatan, kernafal, gerak jalan cepat, gerjalan indah dan pawai budaya

Kemudian upacara kenaikan maupun penurunan benderah Mera Putih pagi dan sore dari hal semua Ini merupakan bagian dari bentuk yang mengecewakan kami terhadap pucuk pimpinan Kecamatan Wera yang tidak mampu menuangkan ide dan gagasannya sehingga perayaan dalam Menyambut Hari 17 Agustus 2019 Ini bagi Saya 0,0% dan hal ini menjadi catatan penting bagi pucuk pimpinan Kecamatan Wera kedepan, entah siapapun itu. kata Fahrir, S.Pd
Meski ramai dilombakan dalam rangka memperingati kemerdekaan RI, tetapi lomba itu sebenarnya telah ada jauh sebelum Indonesia mereka Dan Lomba-lomba tersebut merupakan sambungan dari masa Ke Masa sebelum kemerdekaan

Juga kemudian diperkaya dengan jenis-jenis lomba lainnya yang seiring dengan berkembangnya waktu sehingga hal ituu juga tidak dianggap sebagai lomba atau agenda agenda penting nntuk dibangun disetiap momentum penyambutan 17 Agustus

hal ini juga yang membuat saya bingung dengan cara berpikir nya pucuk pimpinan Kecamatan Wera dan saya berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima untuk segerah melakukan pembinaan terhadap pucuk pimpinan Kecamata agar agenda agenda penting dalam memeriakan penyambutan 17 Agustus disetiap tahun tidak diabaikan atau dihilangkan

karna memang itu adalah merupakan budaya keindinesiaan kita yang memang lahir pada waktu kemerdekaan indonesia yang dicetuskan oleh para tokoh tokoh pejuang waktu itu

oleh Sebab Itu kami minta ketegasan Ibu Bupati Bima dalam menyampaikan Hal tersebut terhadap pucuk pimpinan Kecamatan Wera agar masyarakat nya tetap ingat terhadap budaya budaya lama yg sekarang mau ditenggelamkan oleh orang orang yg tdk bertanggung jawab.Tegas Fahrir, S.Pd
Sebenarnya bagi saya diera kecanggian teknologi di jaman Naow Ini bahwa eksistensi perlombaan tradisonal tersebut harus dijumpai disetiap tahun dalam momentum 17 Agustus karna lomba-lomba itu tidak bebas nilai tapi mempunyai makna sejarahnya.

Meski sekedar hiburan, tapi merekam memori kolektif Ini yang mesti menjadi catatan penting untuk kita semuanya, apalagi realitanya perlombaan ini tidak hanya ditemukan di wilayah pedesaan, tetapi juga di daerah perkotaan.

"Selain ketangkasan, lomba itu juga menandakan adanya semangat gotong royong dan juga strategi para pelomba berbagai jenis tersebut tapi yang paling utama dan penting adalah adanya permainan tanpa ada permusuhan

dengan hilangnya budaya dan tradisi perlombaan Itu maka sangat diharap Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bima untuk menghimbau dan melakukan pembinaan kepada Pemerintah Kecamatan Wera bahwa mengembalikan budaya dan tradisi tradisi tersebut terhadap penyambutan Hari Kemerdekaan Indonesia tepatnya pada momentum 17 Agustus salah satunya pada Tahun 2019 Ini merupakan hal penting untuk dilestarikan dan kalau ini tidak di indahkan disetiap momentum maka disetiap Itu pulahlah kritikan akan muncul. Tutupnya Fahrir

Sementara camat Wera H. Ridwan H. Awab, S.Sos yang di konfirmasi melalui seluler, rabu 14/8/19 megatakan bahwa kegiatan itu membutuhkan dana, pemerintah kecamata hanya bentuknya partisipasi

"Volly ball kayaknya ada, cuma ngga tau panitianya apa bisa dilaksanakan atau tidak karna ini membutuhkan dana, sementara untuk dana kegiatan kegiatan itu ngga ada" jelasnya singkat.

Denpasar - jurnalexpose.com || Suatu prestasi luar biasa kembali ditorehkan putra daerah Bima. kali ini Riski Apriansya, siswa SMPN 2 Belo, lahir di Desa Renda 05 Juni 2000 ini telah mengalahkan negara tetangga Malaysia dalam perebutan menjadi orang nomor satu dalam turnamen pencak silat tingkat Internasional di Kota Denpasar Propinsi Bali.

Foto : Riski Apriansya (kanan) saat menerima medali Emas Turnamen Silat Internasional
“Pada pertarungan hari kedua turnamen silat internasional yang mempertemukan atlit silat Indonesia menghadapi negara tetangganya negeri Jiran Malaysia di babak final tanding, dalam pertarungan final ternyata Riski dapat mengalahkan negara tetangga walaupun lawannya kuat,”ungkap keluarga Riski, Yusuf Malik (Minggu, 28/7/2019)

“Hal ini pun mendapatkan banyak respon positif dari masyarakat Renda, sebagaimana yang mencuat di media sosial facebook diberbagai beranda pemuda Desa Renda bahwa ini merupakan suatu sejarah dan cambuk bantu loncatan berfikir generasi muda dalam mengembangkan skil yang dimiliki,”terang Pemuda Renda ini

“Dengan kemenangan Riski menyumbang mendali emas, menambah catatan kemenangan mendali emas untuk bintang timur Bima Indonesia dalam kejuaraan silat internasional cup 2019,”pungkasnya. (JE02)

Kota Bima - Jurnal Expose || Pengurus Karang Taruna "Gemini" dan LPM Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat dikukuhkan, oleh Camat Rasanae Barat di Aula Kantor Kecamatan Rasanae Barat Rabu, 24 Juli 2019.


Pengukuhan pengurus Karang Taruna dan LPM disaksikan oleh Camat Rasanae Barat, Lurah Pane, Ketua FPKT Kota Bima, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat dan pengurus Karang Taruna Kecamatan dan Kelurahan

Camat Rasanae Barat Hj.Suharni SE, mengatakan, dengan dilantiknya pengurus baru,ia berharap Karang Taruna dan LPM dapat memberikan karya nyata andil dalam membangun Kelurahan Pane terutama bidang kesejahteraan sosial.

"Saya berharap karang taruna dan dapat bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan dan Kota Bima untuk menjadikan Kelurahan Pane ke depan lebih maju dalam segala bidang, baik dalam olah raga, budaya, sosial kemasyarakatan dan pendidikan karakter mental pemuda untuk peningkatan kesejahteraan sosial," katanya.

Ketua Forum Pengurus Karang Taruna Kota Bima Diah Citra Pravitasari menambahkan, Karang Taruna Kelurahan harus bisa menunjukan aktivitasnya.

Tetapi, kata dia, selama ini Karang Taruna Pane selalu aktif ditengah-tengah masyarakat dalam kegiatan sosial

"Lewat kesempatan ini saya minta pengurus Karang Taruna "Gemini" kelurahan Pane saling menguatkan dan menjaga kekompakan untuk bersama-sama membentuk jati diri karang taruna membangun Kelurahan

Dae Dita sapaanya menambahkan, Karang Taruna didirikan agar terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda, dan Karang Taruna sebagai tenaga penggerak pembangunan kesejahteraan sosial

"Moment pengukuhan ini merupakan momentum untuk menguatkan komitmen kita bersinergi dengan Pemerintah Kelurahan, Kecamatan lebih-lebih tingkat Kota Bima untuk membangun negeri ini," kata adik kandung Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Puteri SE
Diberdayakan oleh Blogger.