Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Kota Bima, jurnalexpose.com || Usai melakukan Doa Dana bersama puluhan petani, Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE bersama para petani didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Bank BNI Cabang Bima melakukan penanaman pertama yang dalam bahasa Bima disebut "Mura Dana" di So Kumbe. (Kamis, 12/12/2019).


Dalam kegiatan penanaman pertama padi tersebut Walikota Bima berpesan kepada para petani membangun Empat komponen pokok pertanian, guna mewujudkan kesejahteraan petani.

Baca juga : Syukur dan Doa Keberkahan Musim Tanam, Walikota bersama Petani Gelar "Doa Dana"

“Dan untuk menuju petani itu ada beberapa hal yang tidak bisa dipisahkan, yaitu ilmu, air, bibit, dan pupuk. Empat komponen ini tidak boleh pincang. Maka saya mengajak kita semua untuk membangun Empat komponen ini jangan sampai putus. Kepada Dinas pertanian melalui para penyuluh diharapkan memberikan pemahaman kepada para petani agar para petani dapat meningkat produksinya,” ujarnya.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE bersama puluhan petani melakukan Doa Dana dalam rangka Musim Tanam Tahun 2019/2020 di So Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. (Kamis, 12/12/2019)


"Kambali Mantoi" inilah yang menjadi dasar pertimbangan dilaksanakan kegiatan Doa Dana ini. Do'a Dana merupakan tradisi yang dilakukan menjelang panen padi juga mulai musim tanam tiba, hingga saat ini tetap di lestarikan oleh masyarakat Bima.

Tradisi tersebut sebagai ungkapan syukur kepada Yang Maha Kuasa, di tandai dengan makan bersama yang di gelar di tengah jalan, biasanya makanan yang di sajikan berupa bubur atau yang disebut oha karedo atau makananoha santa dengan ayam bakar. Tradisi ini sudah hampir punah, dan makin sedikit petani atau orang yang menyelenggarakan tradisi sebagai bentuk rasa syukur itu.

Hadir dalam kegiatan doa dana ini Kepala BNI Cabang Bima Bapak Amir, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Ir Hj Rini Indriati, Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Lurah Kumbe, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat serta puluhan petani di So Kumbe.

Acara diawali dengan penjelasan Kepala BNI Cabang Bima tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani dan peternak. Ini dimaksudkan untuk membantu para petani dan peternak mengembangkan usaha tani dan peternakannya.


Sementara itu, Walikota Bima menyampaikan bahwa ke depannya Kota Bima harus memiliki daerah unggulan di masing-masing kecamatan dengan ciri kekhasan masing-masing wilayah.
Perubahan mindset akan membawa kita pada kemajuan.

"Saya ingin para petani mampu memanfaatkan lahan dengan sebaik-baiknya dengan menanami lahan perkebunan dengan tanaman palawija," ajaknya.

Baca juga : "H. Lutfi Gelar Penanaman Padi Pertama "Mura Dana" di So Kumbe"

Baginya pemanfaatan lahan perkebunan dengan pohon-pohon peneduh yang diselingi dengan cabe, tomat dan terong akan jauh lebih menguntungkan para petani.

"Jangan sia-siakan hamparan luas yang Allah berikan kepada kita", ujar Walikota Bima.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Gerakan Mahasiswa Tani (GMT) melakukan audensi dengan KUPT Pertanian dan distributor juga pengecer pupuk bersubsidi, bertempat di Kantor UPT Pertanian Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB  (27/8/19)

Foto : Suasana Audensi GMT dan UPT Pertanian Kecamatan Wera
Pertemuan ini bertujuan untuk mempertanyakan terkait dengan melonjaknya harga pupuk bersubsidi yang terjadi diseputaran kecamatan Wera hingga para petani mengeluh atas kondisi tersebut

Erman, ketua GMT Wera dalam paparannya merasa keberatan dengan kejahatan terstruktur oleh UPT Pertanian Kecamatan Wera anggota KP3 kecamatan Wera beserta pengecer dengan tidak mengindahkan Surat Edaran Bupati Nomor 660/001/06.13/2018 Tentang penyaluran pupuk bersubsidi

"Kami telah melakukan audensi sebanyak 3 kali dan untuk yang 3 kalinya kami bisa bertemu langsung dengan distributor KP3 ,UPT Pertanian Kecamatan Wera  beserta pengecer Kecamatan Wera sehingga melahirkan sebuah keputusan untuk harga pupuk bersubsidi kembali normal sesuai dalam surat edaran yg dikeluarkan oleh bupati bima yaitu :

  • UREA :1.800 /kg atau 90.000 per sak. dari harga sebelumnya 120.000 per sak dengan selisih keuntungan 30.000 per sak.
  • NPK  :2.300/kg atau 115.000 per sak dari harga sebelumnya 135.000 per sak selisih keuntungan 20.000 per sak

"Kalkulator saya tidak bisa menghitung berapa keuntungan yang telah diraup pelaku yang telah  berpuluh-puluhan tahun lamanya" ujarnya.

Erman menambahkan, dari hasil keputusan di atas mereka membenarkan kesalahan yang mereka lakukan selama berpuluh-puluh tahun dan kami dari Gerakan Mahasiswa Tani (GMT)  akan melaporkan secara resmi atas tindak pidana pungli di TIPIKOR polres bima kota dan meminta pencopotan terhadap kepala UPT pertanian Kecamatan Wera.

Sementara KUPT Pertanian H. Idris yang dikonfirmasi melalui seluler (senin 27/8) menjelaskan sejauh ini tidak ada kenaikan harga pupuk bersubsidi yang terjadi baik didistributor maupun pengecer

"Kami dari UPT pertanian telah melakukan pemantauan dibeberapa tempat pengecer di bererapa desa, contohnya di desa bala kami turun lapangan untuk mengkonfirmasi terkait harga namun pengecer menjual pupuk masih berdasarkan harga het yang di tetapkan pemerintah

"Dan sejauh ini tahun 2019 tidak ada keluhan masyarakat adanya kenaikan harga pupuk, saya juga belum ada laporan dari tim pemantau harga pupuk tingkat kecamatan" ujarnya.


Kabupaten Bima - jurnalexpose.com || Dinas pertanian Kabupaten Bima melalui Bidang Penyuluhan pertanian melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) pada kelompok Tani So Sarae, bertempat di persawahan So Sarae Desa Tawali Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB (Rabu, 31/7/19)

Dalam kegiatan sekolah lapang (SL) ini selain dihadiri puluhan anggota kelompok tani, juga dihadiri Kepala Desa Tawali,  Babinsa Desa Tawali dan tenaga pendamping masyarakat Petani

Selain kegiatan Sekolah Lapang, Dinas Pertanian juga menyerahkan tiga unit hand player yang diserahkan langsung Kepala Desa Tawali kepada kelompok Tani So Sarae melalui tiga orang anggota kelompok Tani, yakni Imran, Habiba dan Jaidun.

Kepala Desa Tawali Abdul Muis HAM yang dimintai tanggapanya mengharapkan agar setiap sarana yang didapatkan kelompok Tani harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan dipergunakan secara bersama sama.

"Saya berpesan secara khusus kepada anggota kelompok yang menerima hand player agar menjaga dan menggunakanya secara baik dan apabila ada anggota lain membutuhkannya maka harus diberikan karna sarana ini diberikan untuk dipergunakan secara bersama sama" ungkapnya.

Nanti kedepannya lanjut kades mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada sarana lain yang diberikan Dinas Pertanian untuk memenuhi kebutuhan kelompok tani. Hal ini jika diukur dari banyaknya sarana yang sudah didapatkan kelompok tani lain yang ada di kecamatan Wera ini

"Di desa juga ada anggaran untuk bantuan program pemberdayaan bagi petani dalam bentuk pemberian barang seperti bantuan bibit padi, kacang tanah dan juga barang lain" ucapnya. (JE05)

Dompu, jurnalexpose.com || Ratusan hektare tanaman padi di Dompu mengalami kerusakan sebagai dampak kekeringan. Selain kekeringan, tanaman padi ini juga diserang hama tungro batang dan diperparah oleh tidak adanya pasokan air.

tanaman_padi_rusak_disabit_jadi_pakan
Foto : Tanaman padi petani yang rusak di belakang SMP 4  disabit untuk pakan ternak
Akibat kerusakan, tanaman padi warga pun dijadikan pakan ternak dan disabit para pemilik ternak. “Padi di belakang SMPN 4 Dompu kita sabit untuk pakan ternak. Padinya sudah merah – merah akibat tidak ada pasokan air. (Kondisi) ini merata di sekitar area belakang SMP 4,” kata Nahroni, petani ternak.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Armansyah, S.Pd yang dihubungi, mengaku belum mendapatkan data terbaru dampak kekeringan. Kamis (25/7/2019) 

Data yang dimilikinya yang dilapor 10 Juli 2019 lalu, yaitu 344 ha dari 3.095 ha tanaman padi dalam kondisi waspada. Begitu juga dengan tanaman jagung seluas 699 ha dari 3.529 ha dalam kondisi waspada. “Kami punya data lama itu saja. Saya belum dapat data laporan terbaru,” katanya.

Terkait kondisi tanaman padi di beberapa titik yang mengalami kerusakan sehingga diberi untuk pakan ternak, Armansyah mengaku, akan koordinasikan dengan jajaran di bawahnya. Karena ada masing – masing koordinator terkait hama maupun kekeringan. “Nanti saya koordinasikan dulu,” terangnya. (JE02)

Sumber : suarantb.com

petani_bawang_wera_bersyukur
Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Petani bawang merah seputaran Kecamatan Wera merasa bersyukur atas kondisi cuaca yang terjadi saat ini, cuaca yang bersahabat menyebabkan berlimpahnya hasil panen.

Padahal dalam Perbandingan dengan tahun lalu pada musim tanam yang sama antara bulan juli agustus petani banyak yang mengalami kerugian,

Penyebabnya petani mengalami kerugian akibat dari adanya serangan hama dan cuaca buruk, diantaranya so oi tui, plasma Desa Oi Tui. So tolokanda, so wawo kanda dan so wadu na,e Desa Tawali. So tolo mboda, so Dewa sambi Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB

Sementara saat ini untuk semua so yang ada di beberapa Desa tersebut tergolong aman dan terkendali dari serangan hama dan cuaca buruk.

Petani bawang Merah so Dewa Sambi Hendri Ongki (38 thn) merasa senang dengan hasil panenya yang memuaskan "bawang saya tahun ini hasilnya menggembirakan apalagi dengan harga yang cukup stabil kisaran 16 ribu perkilogram kategori gross, dan hampir semua bawang merah yang ada di seluruh so di kecamatan Wera standar bijinya hampir sama, dengan kondisi ini harga bawang diperkirakan akan stabil" harapnya (15/7/2019)

Hal senada disampaikan H. Fandir abu hadi petani bawang so oi tui, "luar biasa hasil panen tahun ini, mulai dari so kalo sampai di so oi tui dan plasma semuanya sama mulai dari tanam sampai panen tidak ada kendala cuaca buruk dan hama sehingga masyarakat tidak perlu buang uang banyak untuk beli obat obatan seperti tahun lalu" ujarnya.

Menurutnya tahun lalu biaya operasional lebih banyak dihabiskan untuk beli obat pembasmi ulat dan itupun jarang para petani mendapatkan hasil yang maksimal, kalau tahun ini semuanya aman tak ada yang mengeluh mengalami kerugian. (JE05)

Kabupaten Sumbawa Besar - Jurnal Expose || Sejumlah kelompok tani P3A yang ada di kecamatan wera Kabupaten Bima NTB mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat melalui kementerian PU dan pengairan RI, Direktorat Balai Wilayah sungai untuk tahun anggaran 2019 (kamis, 11/7/19)

Kelompok_tani_Wera_tandatangani_MOU
Diantaranya Kelompok Tani Makapahu Desa Tawali, kelompok tani tolo moti Desa Tadewa, kelompok tani nggeru Desa Nunggi dan kelompok tani sori rasa Desa Mandala.

Keempat kelompok tani tersebut masing masing mendapatkan anggaran 95 juta untuk pengerjaan irigasi pada wilayah kelompoknya.

Saat ini keempat kelompok tani berada di kabupaten sumbawa besar untuk menandatangani kontrak kerja dengan pihak kementerian.

Kelompok_tani_Wera_tandatangani_MOU_2
Bijrin H. Arsyad, Ketua kelompok tani Makapahu Desa Tawali  yang dikonfirmasi melalui seluler menjelaskan empat kelompok tani yang mendapatkan anggaran kementerian PU dan Pengairan RI saat ini berada di Kabupaten Sumbawa Barat untuk melakukan penandatanganan MOU dengan direktorat.

"kelompok tani makapahu Desa Tawali salah satu dari empat kelompok tani yang saat ini menandatangani kontrak kerja dengan kementerian" ungkapnya (kamis, 11/7/19)

Bijrin menyampaikan Anggaran ini nantinya akan dipergunakan sesuai denngan juknis, yaitu pembuatan saluran irigasi untuk wilayah persawahan Sarae dan sekitarnya yang memang selama ini terjadi kerusakan akibat banyak yang retak pada sisi kiri kanan saluran sehingga air yang dialirkan petani mengalami kendala untuk sampai ke sawah.

Dijelasnya juga untuk mendapatkan anggaran ini tak lepas juga dari usaha Kepala Desa yang melakukan upaya pendekatan dan kordinasi dengan berbagai pihak.

"Peran pak Kades sangat menentukan atas kesuksesan mendatangkan anggaran ini" ujarnya dengan bangga. (JE05)

Kabupaten Bima - Jurnal Expose || Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima bersama Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian RI dan Dolog Subdivre Bima mengunjungi sejumlah Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan Kelompok Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), Senin (11/3).

DKP_Bima_ajak_jual_beras_ke_Bulog
Tim melihat dari dekat dan mengecek kesiapan panen padi petani dan kelompok tani guna keperluan serap gabah petani (SERGAP) Tampoli Desa Lewintana Kecamatan Soromandi dan LDPM Karya Maju Desa Belo Kecamatan Palibelo.

Selain itu, meminta LDPM dan PUPM binaan DKP untuk menjual gabah atau beras kepada Perum Bulog Sub-Divre Bima untuk memenuhi target serapan sebanyak 25.898 ton.

Kepala Bidang Distribusi DKP Kabupaten Bima, Ir. Jaharuddin mengatakan Kementerian Pertanian dan Bulog bekerjasama untuk saling mendukung upaya pemerintah dalam memenuhi target serap gabah petani masa panen januari hingga maret tahun 2019.

"Untuk itu, kami juga diminta mengajak kelompok binaan kami agar menjual hasil panen dalam bentuk gabah maupun beras untuk dijual kepada Bulog sesuai Harga Pembelian Pemerintah". Jelasnya.

DKP_Bima_ajak_jual_beras_ke_Bulog
Ia berharap ketua dan anggota LDPM serta PUPM binaan DKP untuk mengajak petani di sekitarnya agar menjual hasil panen mereka kepada Bulog. Karena harga beli sesuai HPP. Tandasnya. (JE-02)
Diberdayakan oleh Blogger.