Tampilkan postingan dengan label Propinsi NTB. Tampilkan semua postingan

Mataram, Jurnal Expose || Menyikapi dan bentuk keseriusan Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota Se - NTB untuk mengambil langkah-langkah kongkrit guna melindungi masyarakat dari penyebaran Virus Corona (penyebaran Covid-19) yang saat ini merebak secara nasional dan global.


Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua DPRD NTB dan Sekda menggelar rapat dengan para bupati/walikota se-NTB Termasuk dengan anggota Forkopimda dan Kepala OPD tingkat Provinsi NTB di Kantor Gubernur. (Minggu, 15/3/2020)

Dan setelah melalui pembahasan, maka diambil sejumlah keputusan yang disetujui oleh para bupati/walikota dan seluruh peserta rapat. Yaitu:

1. Meliburkan seluruh siswa semua tingkatan selama 14 hari. Kecuali bagi siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional

2. Menutup sementara akses pintu masuk wisatawan di Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara selama 14 hari. Yaitu Gili Trawangan, Gili air dan Gili Meno. Termasuk sejumlah Gili yang dijadikan akses wisatawan luar negeri.

3. Pemerintah akan makin memperkuat dan memperketat pemeriksaan di Bandara dan Pelabuhan

4. Menyiapkan fasilitas seperti cairan disinfektan atau handsanitaiser, di fasilitasi umum, termasuk tempat ibadah.

5. Menghimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan di tempat keramaian.

6. Melarang seluruh pejabat dan ASN di lingkungan pemerintah provinsi NTB untuk tidak melakukan perjalanan dinas keluar daerah dan luar negeri.

7. Semua kabupaten/kota se-NTB sudah siap melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Sumber : Humas NTB

Mataram, jurnalexpose,com || Dalam rangka menciptakan keamanan, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB menggelar Rapat Koordinasi Forkopimda, bertempat di Kantor Badan Intelijen Daerah Provinsi NTB. (3/9/19)

Rakor_Forkopimda_NTB
Foto : Bupati Bima, Hj. Dinda Dhamanyanti Putri, SE saat memaparkan kendala di Bima

Rapat koordinasi dimaksud juga menjadi media membangun komitment bersama dalam penertiban pertambangan mineral logam dan bahan kimia berbahaya tanpa ijin.

Rakor dipimpin oleh Gubernur NTB, dihadiri oleh Ketua DPRD NTB, Kapolda, Kajati, Danrem, Kabinda, Danlanal, Danlanud, Bupati dan Walikota se NTB.

Bupati dan Walikota satu per satu memaparkan situasi dan kondisi daerah dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi terutama terkait dengan Kamtibmas dan Illegal Minning.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri di hadapan forum menyampaikan kondisi terkini situasi dan kondisi Kamtibmas Kabupaten Bima yang tengah menggelar tahapan-tahapan pesta demokrasi rakyat yakni Pilkades Serentak Gelombang Kedua Tahun 2019 bagi sebanyak 82 (delapan puluh dua) Desa serta pengisian keanggotaan BPD untuk 191 Desa, Masalah stabilisasi harga Garam, Masalah Sanggar Agro serta permasalahan tambang dan pertanahan.

Rakor_Forkopimda_NTB
Foto : Suasana Rapat Koordinasi FORKOPIMDA Prop. NTB

Terkait dengan masalah – masalah mendasar yang dikemukakan, Bupati berharap adanya dukungan dari semua pihak terutama Pemerintah Provinsi dalam penanganan stabilisasi harga Garam dan permasalahan tambang dan pertanahan.

Rakor. Forkopimda diakhiri dengan penandatanganan MOU tentang illegal minning oleh Forkopimda NTB dan Bupati Walikota se NTB.

Mataram – jurnalexpose.com || Detasemen Khusus Densus 88 AT Mabes Polri dibantu Subden 4 Den Gegana Polda NTB menangkap enam terduga teroris Kelompok JAD Penatoi di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

polda_NTB_jumpa_pers_bahas_penangkapan_teroris

Kapolda NTB, Brigadir Jenderal Polisi Nana Sudjana, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar ada penangkapan enam orang terduga teroris di Bima dan Dompu dalam waktu hampir bersamaan. Sekarang masih dalam tahap pengembangan,” ungkapnya. Senin(20/5/2019)

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, (18/5). Dari keterangan polisi, keenam pelaku  berinisial MF alias IS ditangkap di depan Kantor UPT Kehutanan, Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Kemudian MF alias Reli asal Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, ditangkap di sebuah gudang kayu milik warga di Kota Bima.

Pelaku lainnya, KK asal Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, ditangkap saat mengisi bensin di kios warga di Kota Bima. Kemudian, K alias S bin Taufik alias Pian asal asal Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, ditangkap di sebuah gudang kayu milik warga di Kota Bima.

Kemudian AH warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, ditangkap di Kelurahan Melayu. Terakhir, AS warga Desa Mangge Nae, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, ditangkap di Kabupaten Dompu.

Dari penangkapan tersebut, diamankan tiga unit sepeda motor milik para pelaku. Polisi kemudian membawa mereka di Mako Brimob Bataliyon C Pelopor Kota Bima dalam penjagaan ketat, dan pada Minggu, 19 Mei 2019 diberangkatkan ke Polda NTB. Kini para pelaku dalam proses pemeriksaan.

Menurut Kapolda, terduga teroris memang telah lama terpantau. Selain itu, penangkapan dilakukan untuk mengantisipasi aksi people power pada 22 Mei 2019 bertepatan dengan penetapan hasil Pilpres 2019, karena sebelumnya beredar informasi akan ada serangan teroris saat aksi tersebut. (red)

Sumber : KoranNTB.com

Mataram - Jurnal Expose || Pada kegiatan Rapat Pimpinan Daerah dalam rangka persiapan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi NTB tahun 2020, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, memaparkan pokok pikiran dan rencana pembangunan Kota Bima tahun 2020.

RKPD_NTB_2020
Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, memaparkan rencana pembangunan Kota Bima
Rapat dibuka oleh Gubernur NTB Dr. Zulkifliemansyah, dihadiri oleh Kepala Daerah Kota dan Kabupaten se-NTB. Diskusi dan pemaparan dipandu oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB didampingi Kepala Bappeda Provinsi NTB. (1/4/2019)

Ada beberapa isu strategis yang terkait pembangunan Kota Bima yang disampaikan oleh Wakil Walikota, yakni (1) Kualitas dan daya saing masyarakat yang perlu ditingkatkan; (2) Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi; (3) Peningkatan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik; (4) Pembangunan infrastruktur perkotaan dan penataan ruang yang terintegrasi dengan pengurangan resiko bencana; (5) Eksistensi masyarakat yang berkarakter dan agamais; serta (6) Pengarusutamaan gender dan perlindungan anak.

Tema dan prioritas pembangunan dalam RKPD Kota Bima tahun 2020 yakni “Membangun Sumberdaya Manusia untuk Pertumbuhan Kota yang Berkualitas dan Berdaya Saing”.

Pada akhir pemaparan, Wakil Walikota menyampaikan beberapa program usulan untuk menjadi prioritas RKPD Provinsi NTB tahun 2020.

Dari aspek pembangunan/peningkatan infrastruktur antara lain: (1) Peningkatan jalan Gajah Mada; (2) Rekonstruksi jembatan Provinsi (jembatan Rabasalo dan jembatan Sadia); (3) Penetapan jalan lingkar utara Pulau Sumbawa di Kota Bima (Kawasan Teluk Bima/kawasan strategis provinsi) menjadi jalan provinsi (jalan Lingkar Amahami – Pelabuhan, jalan Kepiting, jalan Melayu – Kolo, jalan Kolo – Nangaraba); (4) Pembangunan pagar pengaman jalan/guard rail jalan Melayu-Kolo; (5) Pembangunan jogging track di Teluk Bima (Amahami – Lawata); (6) Pembangunan/pemeliharaan sumber daya air, yaitu pembangunan dam/embung Jatibaru dan Ntobo beserta jaringan irigasinya dalam rangka optimalisasi KP2B dan pengendalian banjir tahunan; serta (7) Pembangunan pemecah gelombang di Kolo.

RKPD_NTB_2020_2
Sementara dari sisi percepatan penurunan angka kemiskinan, diusulkan intervensi program pada bidang: (1) penyediaan infrastruktur pelayanan dasar air minum, sanitasi, kesehatan dan pendidikan; (2) penanganan rumah tidak layak huni; (3) koperasi, perindustrian dan perdagangan; (4) ketahanan pangan, pertanian, kelautan dan perikanan; (5) peternakan, bantuan pengembangan kelompok ternak ayam (bibit ternak dan mesin penetas); (6) Mitigasi bencana dan penanganan pasca bencana banjir yang program dan kegiatannya telah disepakati bersama pada tahun 2017 antara Pemerintah Kota Bima dan Provinsi NTB dalam dokumen rehab rekon penanganan pasca banjir bandang Kota Bima; serta (7) Pengembangan destinasi wisata.

Usulan program dan kegiatan rinci dari Pemerintah Kota Bima selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang RKPD Provinsi NTB. (JE02)

Sumber : Humaspro Kota Bima

Kota Bima - Jurnal Expose || Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH, secara resmi melepas grup marching band dari SDN 19 Kota Bima, SDN 21 Kota Bima, dan SMPN 2 Kota Bima yang akan mewakili Kota Bima pada ajang Lomba Marching Band Pelajar se-Provinsi NTB yang di selenggarakan oleh Dinas Dikbud Provinsi NTB dan Universitas Mataram.

Menurut penjelasan Kepala SMPN 2 Kota Bima M. Yusuf Ahmad, S.Pd, perlombaan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Dikbud Provinsi NTB dalam rangka pembinaan dan memacu kreativitas penggiat marching band di sekolah-sekolah se-NTB.

Tahun ini Kota Bima diwakili 3 regu, yakni Marching Band Halilintar dari SMPN 2 Kota Bima, Marching Band Gita Nada 21 dari SDN 21 Kota Bima, dan Marching Band Cipta Pesona Nada dari SDN 19 Kota Bima. Masing-masing regu beranggotakan 65 hingga 70 pelajar.

Rombongan akan berangkat menuju Mataram pada Rabu, 19 Desember 2018, dan akan menjalani berbagai rangkaian kegiatan mulai dari pengarahan teknis hingga pelaksanaan lomba selama 2 hari. Rombongan diagendakan kembali ke Kota Bima tanggal 24 Desember 2018.

Kepala SMPN 2 Kota Bima menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan Pemerintah Kota Bima, baik berupa dana maupun dukungan moril.

Sekda menyampaikan ucapan selamat atas prestasi ketiga sekolah ini yang telah mendapat pengakuan pada tingkat Provinsi.

"Kita doakan bersama ketiga grup marching band ini meraih prestasi terbaik", kata Sekda.

Dirinya juga berpesan agar para pendamping atau guru pembimbing memperhatikan kebutuhan para anggota regu serta memberikan semangat tanding.

"Jaga nama baik daerah, karena rombongan ini berangkat membawa nama Kota Bima", pesan Sekda.(JE.001).

Mataram - Jurnal Expose || Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, menghadiri kegiatan Temu Inovasi 2018 di Hotel Lombok Raya. Selasa, 18 Desember 2018.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh INOVASI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dengan tujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan lembaga Pemerintah, untuk berbagi praktek baik, kisah inspiratif serta upaya untuk mengatasi tantangan pembelajaran di kelas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Pemerintah Provinsi NTB diwakili langsung oleh Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc , dan Sekda. Sementara Walikota Bima didampingi oleh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima.

Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) merupakan program kemitraan antara pemerintah Australia dengan Pemerintah Indonesia.

Bekerja langsung dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), INOVASI berupaya memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di sekolah-sekolah yang ada di berbagai Kabupaten/Kota di Indonesia, terutama dalam hal kemampuan literasi dan numerasi.

Program INOVASI diimplementasikan di beberapa daerah di Indonesia dan menggunakan pendekatan khas yang berfokus pada solusi lokal dalam mengembangkan berbagai macam program rintisan (pilot) dan dalam menemukan cara-cara yang terbukti berhasil dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Hadir pada acara tersebut, perwakilan Kedubes Australia di Jakarta Farah Tayba. Atas nama Pemerintah Australia, ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta acara Temu INOVASI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dijelaskannya, Indonesia dan Australia telah bekerjasama selama bertahun-tahun dalam memperkuat sistem pendidikan di Indonesia. Pemerintah Australia percaya, bahwa pendidikan yang berkualitas sangat penting bagi Indonesia, karena hal ini berkontribusi langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia, serta angkatan kerja yang sehat dan produktif.

Sejak penandatanganan MoU dengan Pemerintah Provinsi NTB pada bulan Juni 2016, kegiatam program semakin banyak dan semakin intensif dilaksanakan di Kabupaten/Kota mitra INOVASI. Kini, ada lebih dari 10 pilot atau program rintisan INOVASI yang sedang berlangsung.

Berbagai program rintisan tersebut berupaya mengatasi isu-isu pembelajaran yang menurut para pemangku kepentingan setempat, merupakan prioritas di masing-masing Kabupaten/Kota.

Isu-isu tersebut termasuk: Pembelajaran yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), pembelajaran literasi dan numerasi dasar, transisi dari bahasa Ibu ke Bahasa Indonesia, serta keterlibatan masyarakat demi untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

“Dari pelaksanaan program rintisan yang dilakukan INOVASI tersebut, kini kita telah mulai melihat bukti-bukti nyata tentang praktik dan kebijakan seperti apa yang efektif meningkatkan hasil belajar siswa”, kata Farah Tayba.

INOVASI menggunakan pendekatan program yang membangun kapasitas SDM lokal dan mencari solusi lokal untuk tantangan pembelajaran yang dihadapi di daerah tersebut. Berkolaborasi langsung dengan para pemangku kepentingan di daerah – termasuk guru, masyarakat dan pemerintah setempat, INOVASI telah bekerja dengan mengeksplorasi dan memahami konteks di suatu daerah, kemudian merancang dan menguji ide solusi dalam bentuk program rintisan.

Gubernur mengapresiasi kehadiran Program INOVASI, salah satunya terkait kondisi pascabencana gempa bumi.

Untuk wilayah Lombok yang mengalami kerusakan parah setelah gempa bulan Agustus lalu, INOVASI telah bekerja erat dengan pemangku kepentingan setempat untuk merancang ulang program rintisannya, demi memastikan aktivitas sekolah pasca gempa bisa berjalan seefektif mungkin.

Prioritas kami adalah memastikan bahwa kegiatan pengajaran dan pembelajaran di kelas dapat tetap berlanjut.

Disampaikannya, acara Temu INOVASI ini merupakan cerminan dari kemitraan yang produktif dengan para pemangku kepentingan, demi untuk mengembangkan inovasi dan solusi lokal dalam meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah NTB.

Walikota pun menyampaikan dirinya merasa senang karena berkesempatan mendengar langsung dari para praktisi dan pembuat kebijakan dari berbagai wilayah di NTB, termasuk para pemenang lomba yang diselenggarakan INOVASI bersama Pemerintah Provinsi NTB yaitu “Lomba Inovasi Pembelajaran Literasi, Numerasi dan Inklusi” .

Acara Temu INOVASI ini memberikan kesempatan yang sangat baik bagi berbagai pemangku kepentingan sektor pendidikan untuk berkumpul dan mendiskusikan pentingnya inovasi pendidikan yang didorong secara lokal, serta rencana untuk berbagi praktik-praktik yang terbukti baik ini secara lebih luas.(Jurnal.001).

Bima - Jurnal Expose || Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan NTB, Rabu (12/12), bertempat di Ruang Auditorium Kantor BPK NTB, menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu PDTT) atas belanja modal atau belanja infrastruktur Tahun Anggaran 2018.

Khusus untuk Kabupaten Bima, Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) sebagaimana dimaksud hanya terkait dengan Belanja Modal saja.

Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu atas Belanja Modal Kabupaten Bima diterima secara langsung oleh Ketua DPRD Kab. Murni Suciyanti yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kepala BPPKAD Kab. Bima, Plt. Inspektur Inspektorat Kab. Bima, Kabag. Humaspro Setda.

Hasil pemeriksaan ini disampaikan atas hasil dari proses audit yang selesai pada bulan November 2018 yang berbentuk Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas belanja modal tahun anggaran 2018.

Sehubungan dengan adanya catatan temuan Hasil Pemeriksaan, Pemkab. Bima akan menindaklanjutinya secara cermat, proporsional dan normatif.

Bagi Kabupaten lainnya yang mencover Pemeriksaan terkait pengelolaan Keuangan Desa Tahun Anggaran 2017 sampai dengan Semester I Tahun Anggaran 2018, serta efektivitas dan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa TA 2015 sampai dengan Semester I TA 2018.

Secara umum Kepala BPK Perwakilan NTB Hery Purwanto, SE., MM., AK.,CA. memberikan warning agar diperhatikan dengan seksama mengingat besarnya anggaran dana desa yang dikelola pihak desa berpotensi disalah gunakan jika tidak ada pengawasan yang ketat.(JE.002)

Bima - Jurnal Expose || Sebanyak 40 peserta yang terdiri dari para kasubag program dan pelaporan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 10 Kecamatan Se- Kabupaten Bima mengikuti Diklat Penyusunan Laporan Kinerja instansi Pemerintah (LKJiP) lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.

Diklat ini merupakan kerjasama BKD dan Diklat Kabupaten Bima dengan Badan Pengembangan Sumber  Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat  tanggal 10 - 15 Desember 2018 di hotel Lila graha Kota Bima.            

Kepala Bagian Organisasi dan Pendayagunaan Aparatur (OPA) Setda, Syamsul Bahrain, S.Ip, M.Si Diklat ini menghadirkan "Paket Komplit" yaitu narasumber dari Kedeputian RB di KeMenPAN RB RI, Widiaswara, Kepala Bagian OPA, BAPPEDA dan Inspektorat.

Paket komplit ini dihadirkan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM penyusun dokumen SAKIP (perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi kinerja) guna capaian target nilai SAKIP Kabupaten Bima yang lebih tinggi lagi". Urainya.

SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.

Karena itu terang Syamsul Bahrain setiap OPD harus mencatat dan melaporkan secara sistematis dokumen Pelaporan serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku". Jelasnya.

Selama 5 hari,  peserta dibekali materi yang mencakup good governance, penyusunan Renstra (OPD), Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah, Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Kabupaten Bima dan Perencanaan daerah yang berkualitas.

Materi lain yang dipaparkan kepada peserta yaitu Penyusunan Perjanjian Kinerja, Cascading dan Rencana Aksi, Konsep Keselarasan dokumen SAKIP dan tata cara pengumpulan data SAKIP serta Kinerja, indikator, target dan penyusunan laporan SAKIP.

Salah seorang Narasumber, Andi Haris Nasution, S.Ip yang memaparkan materi evaluasi LAKIP Kamis (13/12) mengatakan bahwa Inspektorat bertugas untuk melakukan evaluasi dan review terhadap laporan kinerja instansi pemerintah. Papar Andi Haris.

SAKIP merupakan sebuah siklus dan LKJiP merupakan muara akhir dari rangkaian SAKIP tersebut. "Karena itu masing-masing Kasubag Program dan Pelaporan harus melakukan menilai diri sendiri (self assesment) kualitas SAKIP yang dibuat". Ungkap Inspektur Pembantu Wilayah IV ini

Sebelumnya, Narasumber dari Bappeda dan Litbang Kabupaten Bima Raani Wahyuni, ST, MT, M.Sc memaparkan materi dua materi Teknik penyusunan Rencana stratejik (Renstra) OPD dan Perencanaan yang berkualitas. (JE.002)

Mataram - Jurnal Expose || Malam Anugerah Kampung Media, Duta Informasi Provinsi NTB dan Jambore Kampung Media yang diikuti sejumlah pengelola Kampung Media, para pejabat terkait lingkup Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat, Komisi Penyiaran Indonesia, dan Balai Monitoring Komunikasi berlangsung Jumat (7/12) di Hotel Lombok Astoria Mataram.

Ketua Panitia Pelaksana Fairuz Abadi mengatakan keberadaan Kampung media telah melewati sejarah panjang sejak dicanangkan oleh Gubernur NTB Dr. TGH. Zainul Majdi 17 Desember 2009.

"Rintisan Kampung Media bergerak dari Sape ke Ampenan, mendidik dari budaya tutur ke budaya tulis. Sehingga pada tahun lahir 50 komunitas pada 2011.

Dalam perjalanannya lanjut Fairuz, "pada tahun 2014 dibuat portal bersama Kampung Media yang ada dan berkembang di seluruh NTB". Ungkapnya.

Secara bertahap pada penghujung 2019, jumlah  Kampung Media (KM) yang ada akan jadi KM Mandiri dan pada fase II akan menjadi pasar kampung online yang memfasilitasi warga KM untuk bersaing di pentas dunia"

Dari sisi prestasi kata Fairuz, "kehadiran Kampung Media pada tahun 2009 menjadi Top 9 inovasi dari Kementerian PAN & RB  dan akan mewakili Indonesia pada Public Service Award 2019 mendatang". Timpal Fairuz.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur NTB  yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Tribudi Prayitno dalamnya sambutannya mengatakan, "dalam 10 tahun terakhir, perjalanan kampung media cukup luar biasa sebagai sebuah program yang terencana, terprogram dan sistematis.

Tribudi menambahkan, Kampung media telah menjadi rujukan inovasi di NTB dan harus terus berkembang serta jangan lelah mengabarkan berita baik". Kata Kadis.

Pada malam penganugerahan tersebut diserahkan sejumlah penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba menulis, fotografi dan video. (JE.AryA)

Kota Bima - Jurnal Expose, Api Pekan Olahraga Provinsi NTB X Tahun 2018 tiba di Kota Bima dan diterima oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, pada Jumat malam, 7 Desember 2018, di halaman kantor Walikota Bima.

Wakil Walikota didampingi Sekda, Asisten II dan Asisten III Setda, Staf Ahli Walikota, serta pimpinan OPD terkait dan pengurus KONI Kota Bima.

Rombongan pengarak api Porprov dipimpin oleh Kabid Iptek Olahraga Dinas Pariwisata Provinsi NTB Drs. H. Hari Gunawan, MM.

Ia menyebutkan, peserta kirab atau pengarak api berjumlah 60 pesepeda yang berasal dari berbagai klub sepeda se-NTB. Dari Bima ada 7 pesepeda yang ikut serta yaitu dari Bima Cycling Club (BCC).

Api obor berasal dari gunungapi Sangiang. Malam ini api akan ditempatkan di halaman kantor Walikota Bima untuk melanjutkan kirab ke Kabupaten Dompu keesokan hari.

Wakil Walikota menyampaikan ucapan selamat kepada peserta kirab pengarak api Porprov yang telah tiba di Kota Bima dengan selamat.

Dijelaskannya, malam inipun merupakan pemberangkatan tahap pertama kontingen Kota Bima peserta Porprov NTB X Tahun 2018. Cabor yang diberangkatkan malam ini adalah bulutangkis.

Wakil Walikota berpesan agar seluruh atlet menjaga kondisi serta nama baik daerah. "Para atlet ini mewakili seluruh masyarakat Kota Bima. Kita doakan semoga mereka bisa mencetak prestasi yang mengharumkan nama daerah", harap Wakil Walikota.

Acara kemudian dilanjutkan dengan jabat salam dengan para atlet dan jamuan makan malam.(JE.AryA).

Bima - Jurnal Expose || Sebanyak 438 orang kontingen Kabupaten Bima pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat  Ke–X di lepas secara resmi oleh Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Kamis (6/12).

Porprov NTB tahun 2108 ini, Kontingen Kabupaten Bima menurunkan 438  atlet. Terdiri dari, 296 atlet dan 142 Official atau pelatih.

Kontingen Porprov Kabupaten Bima ini akan mengikuti sebanyak 23 Cabang Olahraga yang diperlombakan yaitu cabang olahraga Atletik tediri dari 13 atlet dan 9 official, cabor Balap Motor diikuti 6 atlet dan 12 official, cabor Balap Sepeda diikuti 6 atlet dan 6 official, cabor Bola Basket diikuti 24 atlet dan 5 official, cabor Bola Volly Indoor diikuti 24 atlet dan 5 official.

Cabor Bola Volly Pasir diikuti 6 atlet dan 2 official, cabor Biliar diikuti 2 atlet dan 5 Official, cabor Bulu Tangkis diikuti 10 atlet dan 5 official, Cabor Catur diikuti 18 atlet dan 5 Official, Cabor Karate diikuti 14 atlet dan 6 Official, Cabor Kempo diikuti 17 atlet dan 5 Official.

Cabor Menembak  dikuti 13 Atlet dan 3 Official, Cabor Muaythai diikuti14 Atelt dan 7 Official, Cabor Panjat Tebing diikuti 17 atlet dan 4 Official, Cabor Pencak Silat diikuti 20 atlet dan 7 Official, Cabor Senam diikuti 3 atlet dan 5 Official, Cabor Sepak Bola diikuti 20 atlet dan 13 Official, Cabor Futsal diikuti 12 atlet dan 4 Official.

Cabor Sepak Takraw diikuti 12 atlet dan 5 Official, Cabor Tae Kwondo diikuti 11 atlet dan 5 Official, Cabor Tarung Derajat  diikuti 9 atlet dan 5 Official, Cabor Tenis Lapangan diikuti 8 atlet dan 6 Official, Cabor Tenis Meja diikuti 8 atlet dan 6 Official, Cabor Tinju  diikuti 7 atlet dan 6 Official.

Porprov akan dilaksanakan mulai dari tanggal 7 sampai dengan 18 Desember tahun 2018, akan dibuka langsung oleh Gubernur Provinsi NTB Dr. Zulkieflimansyah.

Bupati Bima yang juga sebagai ketua KONI Kabupaten Bima mengatakan bahwa PORPROV Ke–X tingkat Provinsi NTB ini, merupakan momentum untuk menorehkan prestasi bagi Kabupaten Bima dibidang olah raga sekaligus sarana untuk membuktikan kemampuan para atlet lewat ajang kompetisi Porprov NTB Ke – X.

Sudah menjadi keteguhan kita bersama, bahwa olah raga perlu ditingkatkan kualitasnya karena merupakan sarana pembinaan karakter bangsa, yang tidak terbatas pada segi fisik saja, akan tetapi juga mental.

Olahraga dapat menjadikan seseorang sebagai insan yang berprestasi, kreatif, berbudaya, menghargai cipta, karsa dan rasa. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kepala Daerah  yaitu membentuk manusia yang berkarakter, beriman, bertakwa, cerdas, terampil dan pantang menyerah.

Dijabarkan pula bahwa dalam kompetisi, kemenangan tentulah menjadi harapan yang ingin diraih, namun saya berpesan, tekad untuk meraih juara juga harus dilakukan dengan nilai-nilai sportifitas, karena rekan - rekan atlet sekalian merupakan duta dari Kabupaten Bima.  Untuk itu tunjukkanlah citra positif selama mengikuti pertandingan, jaga nama baik diri serta institusi.

Apapun hasil yang diperoleh dalam Porprov ini patut disyukuri dan jadikan sebagai kesempatan dalam menambah pengalaman bertanding.

Begitupuan kepada para official dan pelatih, agar selalu memberikan motivasi kepada atlet saat bertanding dengan harapan mereka bisa bertanding maksimal dan selalu memberikan motivasi kepada seluruh peserta (atlet) Sekaligus dapat menjalin hubungan harmonis dilandasi saling pengertian, dengan mengedepankan pola asah, asih, dan asuh sehingga tercipta kekompakan dan semangat berjuang untuk tampil maksimal.

Kepada para atlit yang meraih Prestasi pada ajang Porprov ke–X NTB ini pemerintah daerah dan KONI Kabupaten Bima akan memberikan Bonus bagi para atlet yang meraih prestasi, sehingga dari pemberian bonus ini dalam rangka memberikan semangat bagi para atlet Kabupaten Bima.

Bupati Berharap kepada seluruh atlet Kabupaten Bima dapat memperlihatkan kemampuan dan keahliannya secara maksmimal dalam kegiatan PORPROV NTB Ke– X ini dan dapat bertanding dengan sungguh-sungguh untuk mencapai prestasi yang terbaik.(JE.AryA)

Kota Bima - Jurnal Expose, ASN Lingkup Pemerintah Kota Bima mengikuti apel gabungan yang dirangkaikan dengan Hari Nusantara ke-18 dan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-73. Senin, 3 Desember 2018, bertempat di halaman kantor Walikota Bima.

Apel Gabungan ini dipimpin oleh Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, yang sekaligus melepas kontingen Kota Bima peserta Porprov X NTB.

Hadir Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH, Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih, SH, Kajari Bima, Dandim 1608/Bima, anggota DPRD Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima beserta jajaran dan para pelatih serta official.

Apel diawali laporan Sekretaris Daerah Kota Bima selaku Ketua Panitia Porprov X NTB Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH. Disampaikan bahwa kontingen Kota Bima mengikuti 26 cabang olah raga yang dipertandingkan pada event Porprov X NTB dengan rincian jumlah atlet sebanyak 342 orang yang terdiri atas 227 atlet putra dan 115 atlet putri. Sedangkan official yang mendampingi sebanyak 137 official.

Disamping atlet dan official, kontingen kota Bima juga didampingi oleh Panitia Porprov X NTB Kota Bima berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bima Nomor 648 Tahun 2018 dengan jumlah 55 orang. Kontingen Kota Bima akan diberangkatkan ke Mataram secara bertahap mulai tanggal 7 Desember 2018.

Dalam arahannya, Walikota menyampaikan kebanggaan terhadap para atlet terbaik Kota Bima ini, disertai doa semoga mereka dapat menampilkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama daerah.

Ia berpesan agar para atlet menjunjung tinggi semangat sportivitas dan memanfaatkan momen ini untuk menimba pengalaman sebanyak-banyaknya serta mengasah kemampuan.

Para atlet juga diharapkan dapat menjaga kondisi agar mampu menyelesaikan jadwal pertandingan sesuai yang diagendakan.

Secara umum Walikota pun mengajak seluruh OPD untuk berbenah dan mempertajam output.

Dimintanya kepada masing-masing OPD agar mempunyai keunggulan komparatif dan melakukan terobosan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Harapan lain adalah menciptakan inovasi dalam upaya peningkatan PAD.

"Bekerjalah dengan sepenuh hati dengan rasa memiliki yang tinggi terhadap negeri ini. Milikilah semangat petinggi dan pendiri negeri ini, hal inilah yang perlu kita maknai pada peringatan Hari Nusantara ke-18 serta Bakti PU ke-73 tahun 2018 ini", ajak Walikota.

Apel gabungan diakhiri pemberian ucapan selamat dari Walikota didampingi Wakil Walikota dan anggota FKPD kepada seluruh kontingen Kota Bima peserta Porprov X NTB. (JE.Arya).

Bima - Jurnal Expose || Tahun ini, Kabupaten Bima berhasil meraih peringkat II pemeringkatan  Informasi Publik pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Provinsi  Nusa Tenggara Barat  tahun 2018 yang digelar oleh Komisi Informasi NTB Rabu (28/11) di Hotel Lombok Raya Mataram.

Keberhasilan tersebut diraih setelah Tim Komisi Informasi NTB melakukan serangkaian tahapan penilaian kinerja pelayanan informasi publik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Badan Publik Provinsi/Kabupaten/Kota/Partai Politik Se-NTB sepanjang bulan September - Oktober  2018.

Kabupaten Bima  dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Tim,  baik dalam penyiapan sarana dan prasarana PPID, pengelolaan Informasi Publik dan website serta pemaparan hasil monitoring dan evaluasi yang dilangsungkan tanggal 25 Oktober lalu di Kantor Komisi Informasi NTB.

Pada penganugerahan yang juga dihadiri oleh Gubermur NTB,  Ketua Komisi Informasi Hendriadi SE, ME. Tim mengukuhkan  Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram sebagai Perangkat I Kategori "Badan Publik Cukup Informatif",  disusul Kabupaten Bima pada Peringkat II dan Kota Bima pada peringkat III.

Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer yang didampingi Kadis Kominfostik Kabupaten Bima H. Abdul Wahab Usman, SH, M.Si dalam pernyataannya pada saat penganugerahan tersebut menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi tolak ukur kinerja Dinda Dahlan khususnya di bidang pelayanan informasi publik.

"Prestasi ini hendaknya menjadikan Pemerintah Kabupaten Bima tetap terpacu untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya dalam tata kelola dan pelayanan informasi publik". Ungkap Wabup.

Catatan prestasi Kabupaten Bima pengelolaan informasi publik ini dengan menjadi Peringkat I tahun 2015, Peringkat III tahun 2016 dan Peringkat II Tahun 2018. (JE.Arya).

Kota Bima - Jurnal Expose, Kota Bima berhasil meraih juara umum pada ajang Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-25 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2018.

Kafilah Kota Bima mendapatkan 5 medali emas untuk gelar juara pertama dan 1 medali perak untuk gelar juara kedua.

Medali emas diraih pada golongan 1 juz tilawah putra atas nama Eka Sofyan, 5 juz tilawah putra atas nama M. Ainul Fath, 5 juz tilawah putri atas nama Arfah Wulandari, 10 juz tilawah putri atas nama Emi Azwarima, dan tafsir bahasa Arab putra atas nama Tufail Lutfi Sabila.
Sementara medali perak diraih untuk golongan dewasa putra atas nama Budiman Hasan.

Predikat juara diumumkan pada malam penutupan pada Minggu malam, 25 November 2018 di Mataram. Penetapan juara diputuskan melalui rapat paripurna Dewan Hakam.

Sebagai juara umum, Kota Bima meraih total nilai 28, disusul Kabupaten Lombok Barat dengan nilai 23, dan Kabupaten Bima sebagai juara ketiga dengan nilai 20.

Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH, yang juga merupakan Ketua LPTQ Kota Bima menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh anggota kafilah Kota Bima yang telah menampilkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama daerah.

Sementara Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bima akan terus mendukung LPTQ agar pembinaan dan dukungan kepada qori dan qoriah dapat terus ditingkatkan.(JE.Arya)

Diberdayakan oleh Blogger.