Tampilkan postingan dengan label Wakil Walikota. Tampilkan semua postingan

Kota Bima - Jurnal Expose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, menghadiri upacara pembukaan latihan kader pengamanan pemilu legislatif dan Presiden di Wilayah Korem 162/Wira Bhakti yang dilaksanakan di Lapangan Manggemaci pada Rabu, 6 Februari 2019.

Upacara latihan melibatkan pasukan dari Kodim 1628/ KSB, Kodim 1607/Sumbawa Besar, Kodim 1614/Dompu, Kodim 1608/Bima, Batalyon Infantri 742/SWY, Brimob, Anggota Polres Bima Kota dan Satpol PP Kota dan Kabupaten Bima.

Turut hadir Dandim 1608/Bima, Perwakilan Polres Bima Kota, Sekda Kota Bima, Pimpinan DPRD Kabupaten Bima, Asisten I Kabupaten Bima, Ketua KPU Kota Bima, Ketua Panwaslu Kota dan Kabupaten Bima beserta anggota, sejumlah Pimpinan OPD Kota dan Kabupaten Bima serta Camat dan Lurah lingkup Pemerintah Kota Bima. Bertindak sebagai komandan upacara Letkol Infantri Endarwan Yansori.

Upacara Pembukaan latihan ditandai secara simbolis dengan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan.

Komadan Korem 162/Wira Bhakti Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos.,SH.,M.Han, dalam amanat tertulis yang dibacakan Komandan upacara menyampaikan, latihan kader pengamanan pemilu digelar bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan personil satuan jajaran Korem 162/WB dalam melaksanakan tugas perbantuan TNI kepada Pemda dan Polri  dalam pengamanan pemilu legislatif dan Presiden tahun 2019 mendatang.

Sesuai Undang-undang Nomor 34 tahun 2004, tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap Bangsa Indonesia.

Salah satu tugas tersebut adalah melaksanakan tugas perbantuan TNI kepada Pemda dan Polri dalam menangani kerusuhan sosial yang terjadi, menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman disintegrasi bangsa, dan ancaman lainnya, yang dapat mengganggu pelaksanaan pileg dan pilpres 2019.

Mengusung tema “Korem 162/WB melaksanakan latihan pengamanan pemilihan umum legislatif dan presiden di wilayahnya dalam rangka mendukung tugas pokok TNI”, diharapkan dapat terwujud sinergisitas antara TNI, Polri, dan Pemda serta instansi terkait lainnya.

“Untuk itu, Korem 162/WB berserta satuan jajaranya dituntut agar senantiasa memiliki kesiapan dan kecepatan bergerak serta profesional, andal, dan mampu dalam melaksanakan tugas perbantuan”, ujar Letkol Infantri Endarwan Yansori.

Pada akhir sambutannya, Letkol Infantri Endarwan Yansori mengingatkan prajurit jajaran Korem 162/WB untuk senantiasa menegakkan netralitas TNI. Selain itu diharapkannya untuk melaksanakan kegiatan latihan dengan semangat, “Laksanakan kegiatan latihan ini dengan penuh semangat, disiplin dan tanggungjawab untuk menjadi prajurit profesional dan dicintai rakyat di manapun kalian berada dan bertugas demi kejayaan satuan, bangsa dan negara ”, pungkasnya.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Rapat Pleno Semester dan Rapat Pokja Teknis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima. Rapat dibuka oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH. Kamis (24/01), di aula kantor Walikota Bima.

Hadir Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB Farid Faletehan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Drs. H. Alwi Yasin, MAP, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan pimpinan industri jasa keuangan yang ada di Kota Bima.

Kepala OJK Provinsi NTB menyampaikan, rapat pleno diselenggarakan untuk menyatukan persepsi mengenai upaya selanjutnya dalam rangka percepatan akses keuangan kepada masyarakat sehingga tujuan terbentuknya TPKAD untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah dapat tercapai.

Pertemuan ini juga diharapkan dapat menghasilkan terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di Kota Bima.

"Setelah pertemuan ini nantinya akan dibentuk kelompok-kelompok dengan harapan TPKAD Kota Bima dapat menjadi percontohan bagi Kota dan Kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat", harap Kepala OJK Provinsi NTB.

Sementara itu, Wakil Walikota menyampaikan bahwa pembentukan TPAKD juga mendorong lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi di daerah, serta menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.

“Hadirnya TPKAD diharapkan mendorong optimalisasi potensi sumber daya di Kota Bima dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM”, tuturnya.

Diapresiasinya semangat OJK dan TPAKD dalam rangka percepatan akses keuangan daerah. Hal ini memiliki makna yang strategis dengan output berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disisipkannya pula harapan besar kepada lembaga keuangan dan perbankan yang ada di Kota Bima agar bisa menyatukan persepsi karena tujuan pertemuan ini adalah membuka saluran untuk masyarakat Kota Bima khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah agar dapat memperoleh akses keuangan dalam rangka peningkatan kesejahteraan, terutama bantuan usaha kepada para UKM kecil yang ada di Kota Bima.

"Tentunya, upaya kita tidak berhenti hingga pemberian akses keuangan yang mudah kepada masyarakat tetapi juga dibarengi dengan pelatihan dan pengawasan, dengan demikian lembaga keuangan juga tidak ragu memberikan bantuan usaha.

Hal ini juga bisa menghindarkan masyarakat agar tidak meminjam kepada rentenir", ujar Wakil Walikota.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, menggugah ASN Lingkungan Pemerintah Kota Bima untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2 dan S3 di luar negeri. Hal ini disampaikannya saat membuka Sosialisasi Program Australia Awards Scholarships 2019 pada Jumat pagi, 18 Januari 2019 di aula Kantor Walikota Bima. Acara tersebut diselenggarakan oleh Tim Australia Awards Scholarships Wilayah NTB yang dipimpin oleh Ida Ayu Sutrisni, MHID, sebagai salah satu alumni program beasiswa tersebut. Sosialisasi dihadiri Staf Ahli Walikota Bima, Asisten III Setda Kota Bima, para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima serta Kepala Sekolah. Wakil Walikota menyebutkan, selama ini banyak ASN maupun masyarakat umum di Bima yang berminat dan bercita-cita melanjutkan pendidikan di luar negeri, namun terkendala biaya. "Hal ini bisa disiasati dengan usaha mengikuti seleksi berbagai program beasiswa yang kini banyak ditawarkan. Salah satunya adalah program Australia Awards Scholarships", kata Wawali Lanjutnya, banyak manfaat yang bisa diraih para peserta program Australia Awards. Dengan bersekolah di luar negeri, semakin membuka peluang kita untuk membangun networking yang lebih luas. Ia berharapan banyak ASN Kota Bima yang tertarik mengajukan aplikasi program beasiswa ini. Dirinya pun menyatakan komitmen Walikota dan Wakil Walikota akan mempermudah prosedur izin belajar bagi ASN yang telah lolos seleksi. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ida Ayu Sutrisni, MHID, serta tanya jawab dengan para peserta.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, secara resmi mengukuhkan pengurus Majelis Taklim Uswatun Hasanah Kota Bima Periode 2019-2023. Selasa, 15 Januari 2018, bertempat di Paruga Nae Convention Hall Kota Bima, Hadir unsur FKPD Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima beserta jajaran, Ketua MUI Kota Bima, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bima, Camat dan Lurah se-Kota Bima, perwakilan BUMN/BUMD, Ketua GOW Kota Bima, Ketua Iswara Kota Bima, Ketua DWP Kota Bima, ketua IWAPI Kota Bima serta perwakilan organisasi wanita yang ada di Kota Bima.  

Pengukuhan ini berdasarkan Surat Keputusan Walikota Bima Nomor 665 Tahun 2018 tentang Pembentukan Pengurus Majelis Taklim Uswatun Hasanah Kota Bima Periode 2019-2023. Berdasarkan Surat Keputusan tersebut, Hj. Ellya Alwaini H. Muhammad Lutfi, SE, dipercaya menjadi Ketua Umum Majelis Uswatun Hasanah Kota Bima.   

Pengurus Majelis Taklim Uswatun Hasanah mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan kajian pendalaman keilmuan Islam secara instensif, terjadwal dan sistematis dalam mewujudkan Kota Bima yang religi dan bermartabat.

Selain itu, diharapkan dapat mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama melaksanakan bimbingan rohani dan kajian pendalaman keilmuan Islam secara intensif.   Ketua Majelis Taklim Uswatun Hasanah Hj. Ellya Alwaini H. M. Lutfi menitipkan empat pesan serta harapan khususnya kepada anggota majelis taklim Uswatun Hasanah.  

Pertama, agar melandasi tugas mulia ini sebagai pengabdian suci kita kepada Allah SWT dengan mengedepankan sikap ikhlas, dengan kata lain bahwa tugas mulia ini adalah ladang amal untuk akhirat kita kelak.  

Kedua, dimintanya agar Pengurus yang telah dikukuhkan dapat melaksanakan tugas yang diamanahkan oleh pemerintah Kota Bima ini dengan penuh kesungguhan hati, kedisiplinan dan keuletan dalam rangka membantu mewujudkan visi misi pemerintah Kota Bima dengan gerakan program membumikan Al-Qur'an dan gerakan dakwah, serta gerakan memakmurkan masjid menuju Kota Bima yang religi, qurani dan bermartabat.  

Ketiga, diharapkannya agar Pengurus mampu menampilkan sikap kolaboratif dengan membentukteamwork yang solid, bekerjasama yang baik antara sesama anggota Majelis Taklim.

Dan pesan keempatnya adalah menjadikan sikap Uswatun Hasanah menjadi ikon kaum muslimah yang menampilkan akhlak terbaiknya.  

"Kedepankan sikap saling menghargai antara satu dengan yang lain, saling asah, asih dan asuh, saling melengkapi antara sesama, sehingga terwujud suasana hubungan yang ramah dan harmonis", pesan Ketua Majelis Taklim Uswatun Hasanah.  

Sementara itu, Wakil Walikota Bima dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus majelis taklim Uswatun Hasanah Kota Bima yang telah dikukuhkan.

Dijelaskannya, keberadaan majelis taklim masih menjadi pilihan para pegiat dakwah sebagai sarana paling efektif dalam melanjutkan tradisi penyampaian pesan-pesan agama ke tengah-tengah umat.

Disampaikannya pula bahwa Pemerintah Daerah juga akan terus memberikan dukungan, baik moril maupun materiil, guna mempertajam fungsi majelis taklim sebagai agen kontrol sosial melalui berbagai peranan dan fungsi yang dijalankannya.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan SH menerima 259 peserta Kuliah Kerja Nyata Mandiri Terpadu (KKN-MT) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Bima yang dilepas Ketua STKIP Bima Dr. Amran. Acara penerimaan berlangsung di halaman Kantor Walikota Bima pada Senin, 14 Januari 2018. Hadir Staf Ahli Walikota Bima, para Kabag lingkup Setda Kota Bima, Ketua STKIP Bima dan dosen pembimbing serta pendamping KKN STKIP Bima. Dalam sambutannya, Wakil Walikota mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika STKIP Bima yang selama ini telah berpartisipasi positif sebagai salah satu lembaga perguruan tinggi yang ada di Kota Bima terhadap pembangunan dan program Pemerintah Kota Bima. "Secara resmi kami menerima peserta KKN. Saya berharap, ilmu yang sudah diberikan bisa diamalkan sesuai dengan program studi sehingga bisa menjadi lebih baik”, kata Wakil Walikota. Wakil Walikota meyakinkan para peserta KKN agar melaksanakan KKN dengan penuh tanggung jawab dan menunjukkan perilaku yang mencerminkan masyarakat intelektual. Diharapkannya para peserta KKN mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di kampus ke tengah masyarakat dengan berbagai terobosan kegiatan yang inovatif sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni. Dijelaskannya pula bahwa pelaksanaan KKN ini merupakan pengaplikasian teori yang didapat selama perkuliahan. Diharapkan para peserta KKN bisa menjadi motivator serta menjadi inspirator bagi masyarakat. Total peserta KKN Mandiri Terpadu STKIP Bima angkatan XXX berjumlah 259 orang yang akan tersebar di sebelas posko yang ada di 5 Kecamatan  yang ada di Kota Bima.  Melalui KKN Mandiri Terpadu ini, Ketua STKIP Bima berharap agar mahasiswa peserta KKN dapat mendukung program pemerintah Kota Bima. "Kami sangat berharap mahasiswa kami dapat menyerap pengalaman dan ilmu di lokasi KKN masing-masing", ujar Dr. Amran. Acara penerimaan diakhiri dengan foto bersama Wakil Walikota Bima beserta jajaran dan civitas Akademika STKIP Bima bersama para peserta KKN.(JE.001).


Kota Bima - Jurnal Expose || Rapat Paripurna ke-4 DPRD Kota Bima Masa Sidang I Tahun Dinas 2019 berlangsung pada Jumat, (11/01) di Ruang Sidang DPRD Kota Bima.

Rapat paripurna ini beragendakan,  Penyampaian Jawaban Walikota Bima atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Bima terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Bima serta Pembentukan Panitia Khusus Dewan yang membahas Raperda Kota Bima.

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Syamsurih, SH, didampingi Wakil Ketua Sudirman DJ, SH, dan Alfian Indra Wirawan, S.Adm. Jawaban Walikota Bima disampaikan oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH. Hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bima, Sekretaris Daerah serta para pimpinan OPD lingkungan Pemerintah Kota Bima. Pada Rapat Paripurna hari Kamis (10/1), ketujuh fraksi DPRD Kota Bima telah menyampaikan pemandangan umum yang diterima oleh Sekda Kota Bima.

Ketujuh fraksi tersebut yakni Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Persatuan Kebangkitan Nasional, Fraksi Demokrasi Berkeadilan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Fraksi Golkar, Fraksi Partai Gerindra, dan Fraksi Partai Amanat Nasional.

Ketujuh fraksi menyatakan menerima dan menyetujui ketiga buah Rancangan Perda Kota Bima untuk dibahas pada tingkat pembahasan yang lebih tinggi, dengan beberapa masukan.

Terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bima tahun 2018-2019, frkasi golkar DPRD Kota Bima meminta kepada Pemerintah Kota Bima agar dalam tahapan implementasi nantinya tetap mengedepankan asas dan prinsip perencanaan dan pengendalian yang tepat dan terarah.

Begitupun pada tahap evaluasi, sehingga rencana pembangunan Kota Bima pada tataran pemanfaatannya berdaya guna dan berhasil guna bagi kehidupan masyarakat Kota Bima secara menyeluruh.

Sementara Fraksi Demokrasi Berkeadilan berhaharp agar setelah diundangkan, ketiga Perda ini harus disosialisasikan secara intensif kepada para pemangku kepentingan.

Terhadap berbagai masukan ini, Wakil Walikota menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi.

Wakil Walikota menjelaskan, Pemerintah Daerah akan mengupayakan optimalisasi pelaksanaan berbagai Peraturan Daerah.

Dikatakannya, langkah awal Pemerintah Daerah adalah memastikan bahwa rumusan Perda yang ada dapat diterima dan menjadi tujuan bersama masyarakat.

Setelah Raperda ditetapkan sebagai Perda, Pemerintah Kota Bima melalui perangkat daerah terkait akan melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Video Converence (Vicon) penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tentang bantuan pengamanan dan penegakan hukum pada pelaksanaan penyaluran bantuan sosial berlangsung di Polres Bima Kota, Jumat (11/01).

Vicon dihadiri Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, Kapolres Bima Kota AKPB Erwin Ardiansyah, S.IK, MH, Wakapolres Bima Kota Kompol Yusuf Tauziri, S.IK, Anggota DPRD Kota Bima Komisi 1, Kepala Dinas Sosial Kota Bima dan Kabid PFM Kota Bima serta Korkot PKH Wilayah Bima.

Pada vicon tersebut, Wawali beserta pejabat lainnya menyaksikan proses penandatanganan MoU antara Mensos RI dan Kapolri yang berlangsung di Mabes Polri, Jakarta.

Acara diawali dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Menteri Sosial dan Kapolri yang disaksikan langsung oleh Ketua Komisi VIII DPR RI selaku mitra Kementerian Sosial di DPR RI. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata antara Polri dan Kemensos.

Menteri Sosial dalam sambutannya menyampaikan, Kepolisian sebagai aparat penegak hukum merupakan mitra yang strategis dalam pengawasan penyaluran bantuan sosial, dengan jaringan yang luas sampai ke pelosok dan kewenangan penegakan hukum yang ada pada kepolisan.

Sinergi antara Kemensos dan Polri dalam Nota Kesepahaman ini akan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, serta Nepotisme.

Selain itu, Polri juga memiliki Profesionalitas dan mumpuni dalam melakukan pengawalan penyaluran bantuan sosial yang tersebar diseluruh Indonesia.

Sedangkan Kapolri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Presiden memiliki perhatian yang besar terhadap kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia dengan peningkatan anggaran bantuan sosial yang mengalami peningkatan 38% dari tahun sebelumnya.

Tentunya penyaluran bantuan sosial ini menjadi atensi dari Bapak Presiden RI. Dengan adanya Nota Kesepahaman ini, Polri berharap agar Kemensos dapat menjalankan amanat dan tanggung jawab menyalurkan bantuan sosial dengan tepat sasaran, tepat waktu dan tidak bocor.

Oleh karena itu, akan dibentuk Satgas Pengamanan Penyaluran Bantuan Sosial di Mabes Polri yang akan dipimpin oleh Polisi Bintang 2. Tugas dari Satgas Pengamanan Penyaluran Bantuan Sosial ini diantaranya, yaitu membantu verifikasi bantuan sosial, membantu pengawalan distribusi bantuan sosial, memberikan bantuan non Fisik terkait Bantuan Sosial, membantu mencegah adanya masalah hukum dan membantu menyampaikan program di media massa.

Kapolri berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan. “Terimakasih atas kepercayaan kepada Polri. Kami siap membantu Kemensos dalam pengamanan pemberian bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu”, pungkasnya.(JE.001).


Kota Bima- Jurnal Expose || Puluhan Warga Kelurahan Sambinae yang diduga mengkonsumsi jamur mengalami keracunan dan dilarikan ke PKM Paruga, Rabu (09/01). Data yang dihimpun media Jurnal Expose berdasarkan hasil laporan petugas PKM Paruga, bahwa jumlah jumlah pasien yang keracunan untuk sementara sebanyak 10 orang. Yang terdiri dari 5 orang dewasa, 1 orang remaja dan 4 orang anak-anak Semuanya keracunan akibat konsumsi jamur. Pantauan media jurnal expose, terlihat Wakil Walikota Bima, Feri Sofyan,SH datang menjenguk para pasien.(JE.AryA)

Kota Bima - Jurnal Expose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, menghadiri acara wisuda mahasiswa Akademi Kebidanan Harapan Bunda Angkatan X sekaligus Sumpah Profesi, di Paruga Nae Kota Bima.Rabu, 9 Januari 2019. Hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota dan Kabupaten Bima, pimpinan Akademi Kebidanan Harapan Bunda beserta seluruh dosen serta para orang tua dan wisudawan. Mahasiswa Akbid Harapan Bunda Angkatan IX yang diwisuda dan mengikrarkan sumpah profesi sebanyak 39 orang. Direktur Akbid Harapan Bunda Maya Febriyanti, S.ST, M.Kes, menyebutkan, Visi Akbid Harapan Bunda adalah “menjadi Perguruan Tinggi terpercaya dan berkualitas dalam penyelenggaraan pendidikan tenaga kesehatan”. Tujuan yang ingin dicapai lembaganya yakni Membantu masyarakat untuk mendapat pendidikan yang berkualitas, Menjadi istitusi unggulan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Tercapainya suasana akademik yang kondusif bagi terselenggaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta Tercapainya pengelolaan institusi yang akuntabel dengan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam sambutannya, Wakil Walikota menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan Akademi Kebidanan Harapan Bunda yang diwisuda. Baginya, gelar yang disandang dan diraih ini menjadi bentuk tanggung jawab untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat. Setelah lulus, sebagai bidan harus siap mengabdi menjadi tenaga kesehatan di manapun tenaganya diperlukan. “Sumpah profesi yang hari ini dilaksanakan menjadi pegangan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat”, pesan Wakil Walikota. Pada kesempatan tersebut dijelaskannya pula bahwa Pemerintah Kota Bima dalam APBD telah mengalokasikan dana lebih dari 20% untuk sektor kesehatan, melebihi ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional. Hal ini dalam rangka melakukan berbagai terobosan yakni menyediakan sarana dan prasana kesehatan yang layak bagi masyarakat Kota Bima diantaranya membangun beberapa fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas plus, Pustu, Polindes, hingga Rumah Sakit. Semua ini diharapkan bermuara pada peningkatan pelayanan dan kualitas hidup masyarakat. “Tugas Bidan bukanlah tugas yang ringan, nantinya para bidan akan menghadapi banyak tantangan. Oleh karenanya siapkan kekuatan fisik dan mental, serta kebesaran jiwa dalam mengemban amanah yang mulia ini”, pesan Wakil Walikota pada akhir arahannya.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose|| Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kota Bima yang diwakili oleh Inspektur Daerah Kota Bima Dr. Ir. H. Samsuddin, MS, dan Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima Hj. Mariamah, SH, menandatangani Pakta Integritas. Proses penandatanganan berlangsung di halaman kantor Walikota Bima usai Apel Gabungan, Senin, 7 Januari 2019 di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH. Pakta Integritas yang ditandatangani berisi pernyataan atau janji terhadap diri sendiri tentang komitmen melaksanakan tugas, fungsi, tanggungjawab, wewenang dan peran sesuai perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme. Wakil Walikota berharap dengan adanya Pakta Integritas, dapat memperkuat komitmen bersama masing-masing OPD dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, menumbuhkembangkan keterbukaan, dan kejujuran, memperlancar pelaksanaan tugas yang berkualitas, efektif, efisien dan akuntabel, sehingga terwujud pemerintahan yang bersih. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan 4 unit mobil ambulans untuk melayani masyarakat kelurahan. Penyerahan dilakukan oleh Wakil Walikota  kepada masing-masing Kepala Puskesmas, yaitu Kepala Puskesmas Mpunda, Kepala Puskesmas Jatibaru, Kepala Puskesmas Kumbe, dan Kepala Puskesmas Rasanae Timur. Mobil ambulans di Puskesmas Mpunda untuk melayani masyarakat di Kelurahan Sambinae dan Panggi. Puskesmas Jatibaru untuk melayani masyarakat Kelurahan Melayu dan Ule, Puskesmas Kumbe untuk melayani masyarakat Kelurahan Oi Fo’o, dan Puskesmas Rasanae Timur untuk melayani masyarakat di Kelurahan Lelamase dan Kabanta. Selain itu, dilakukan penyerahan 32 unit bantuan gerobak sampah kepada masing-masing 8 lurah yang ada di Kota Bima, yaitu Lurah Dara, Paruga, Melayu, Jatiwangi, Jatibaru, Sarae, Tanjung, dan Ule. Penyerahan gerobak sampah ini diharapkan dapat memaksimalkan penanganan sampah di Kota Bima khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau mobil sampah. Wakil Walikota berharap dengan adanya fasilitas pendukung kesehatan mobil ambulans dapat membantu mobilisasi masyarakat yang sakit ke Rumah Sakit terdekat.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Senin (07/01), Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, menyambut tim Marching Band dari SDN 21, SMP 2 dan SDN 19 Kota Bima yang telah mewakili Kota Bima pada ajang Lomba Marching BandPelajar Tingkat Provinsi NTB Tahun 2018. Perlombaan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Dikbud Provinsi NTB bekerjasama dengan Universitas Mataram dalam rangka pembinaan dan memacu kreativitas penggiat marching band di sekolah-sekolah se-NTB. Tahun ini Kota Bima diwakili 3 regu, yakni Marching Band Halilintar dari SMPN 2 Kota Bima, Marching Band Gita Nada 21 dari SDN 21 Kota Bima, dan Marching Band Citra Pesona Nada dari SDN 19 Kota Bima. Masing-masing regu beranggotakan 65 hingga 70 pelajar. Hasil perlombaan yang berlangsung di Mataram tanggal 22-23 Desember 2018, SDN 21 Kota Bima meraih gelar juara umum dan membawa pulang piala bergilir Rektor Unram “Genderang Merah Putih”. Selain itu, tim Marching Band Gita Nada 21 juga meraih gelar juara favorit. Dari berbagai kategori yang dilombakan, SDN 21 Kota Bima meraih gelar juara I pada 6 kategori, yakni display marching band, general effect, analisis musik, color guard, mayor/mayoret, dan ensemble analisis terbaik. Tim Marching Band Citra Pesona Nada dari SDN 19 Kota Bima meraih juara I pada 2 kategori yakni analisis equipment dan kostum. Wakil Walikota menyampaikan apresiasi dan penghargaan, serta harapan semoga prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Usai apel gabungan, Marching Band Gita Nada 21 menampilkan atraksi dengan 2 persembahan yaitu “Mimpi Buruk” dan “Battle”.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-73 Tingkat Kota Bima yang berlangsung di halaman MAN 2 Kota Bima, Kamis (3/01). Upacara dihadiri Kepala Kemenag Kota Bima Drs. H. A. Munir bersama jajaran, Asisten I Setda Kota Bima Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Drs. H. M. Farid, M.Si, serta pegawai, guru dan siswa madrasah. HAB Kemenag ditetapkan 73 tahun silam pada 3 Januari 1946, bertepatan dengan terbentuknya Kementerian Agama sebagai bagian dari perangkat kehidupan bernegara dan berpemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdirinya Kementerian Agama adalah untuk menjaga dan memelihara, sekaligus mengembangkan kualitas pendidikan keagamaan masyarakat, agar tetap dan terus terjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang kian rekat. Serta pada akhirnya agar kualitas kehidupan keagamaan segenap bangsa makin meningkat. Wakil walikota membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Menag mengingatkan, kendati negara kita secara formal tidak berdasar pada agama tertentu, tidak menetapkan suatu agama sebagai agama resmi negara, akan tetapi keterlibatan negara dan pemerintah menyangkut kehidupan keagamaan merupakan hal nyata dan niscaya, sesuai konstitusi negara. Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama, kita diingatkan kembali arti pentingnya jaminan hak beragama dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Tema HAB Kemenag tahun ini yaitu “Jaga Kebersamaan Umat”. Seluruh jajaran Kementerian Agama diajak untuk menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan. “Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, saling menyuburkan penyakit hati, dan saling melukai hati antar sesama anak negeri”, pesan Menag yang dibacakan oleh Wakil Walikota. Disebutkan bahwa memasuki tahun 2019, ada 6 sasaran strategis program Kementerian Agama yang telah digariskan, yakni, meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan; serta peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama. Kemenag mengingatkan agar 6 sasaran tersebut tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Disamping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar umat beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Kemenag pun menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, serta kepada semua instansi terkait, atas dukungan dan kerjasama lintas sektoral dalam pembangunan kehidupan beragama selama ini. Dengan harapan, semoga kerjasama dan kebersamaan itu dapat semakin ditingkatkan di masa-masa mendatang. Penghargaan dan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Kementerian Agama di pusat dan daerah, atas sumbangsih dan kontribusinya selama ini dalam upaya membangun birokrasi modern, bersih dan profesional melayani umat. Kegiatan upacara HAB Kemenag ke-73 tingkat Kota Bima juga disertai penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para murid maupun guru madrasah pemenang berbagai rangkaian lomba yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kota Bima.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Bima menggelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023 di Gedung Seni dan Budaya Kota Bima pada Kamis, 20 Desember 2018.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH. Hadir anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bima, perwakilan Bappeda Provinsi NTB, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Staf Ahli Walikota Bima, Asisten Setda, Kepala instansi vertikal, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Lurah, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Kota Bima.

Kepala Bappeda Litbang Kota Bima Ir. Darwis menyampaikan Musrenbang RPJMD merupakan rangkaian proses penyusunan arah, kebijakan dan strategi dalam rangka penyempurnaan program daerah dan menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan Kota Bima lima tahun kedepan.

Selain mempertajam tujuan, sasaran, strategi dan arah pembangunan daerah, Musrenbang juga berfungsi memperkuat koordinasi pemerintah dan peningkatan partisipasi masyarakat.

“Kita sesuaikan dengan visi misi Walikota untuk mewujudkan Kota Bima yang berkualitas dan setara menuju masyarakat yang maju dan mandiri", jelas Ir. Darwis.

Perwakilan Bappeda Provinsi NTB Muhammad Riadi, SP, M.Ec Dev, menyampaikan sambutan tertulis Kepala Bappeda Provinsi NTB. Ia mengharapkan agar seluruh peserta Musrenbang dapat memberikan kritik, saran dan masukan guna penyempurnaan rancangan RPJMD Kota Bima 2018-2023.

Diapresiasinya pula para Walikota dan Wakil Walikota terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kota Bima sehingga apa yang kita lihat dan rasakan saat ini, wajah Kota Bima dari mulai terbentuknya sampai dengan saat ini telah mengalami kemajuan yang cukup pesat dari waktu ke waktu.

"Sudah banyak kemajuan dan prestasi membanggakan yang ditorehkan Kota Bima. Untuk itu dalam RPJMD Kota Bima 2018-2023 agar melanjutkan best practice yang pernah dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya serta mempedomani arah kebijakan pembangunan Provinsi NTB 2018 - 2023", jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bima menyampaikan, Musrenbang RPJMD adalah forum yang sangat penting karena menyangkut arah pembangunan 5 tahun kedepan.

Selain itu, tujuan Musrenbang RPJMD adalah untuk mendapatkan masukan agar penyusunan RPJMD dapat terintegrasi dan bersinergi, baik antar wilayah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi kelembagaan maupun antar Pemerintah Pusat, Provinsi NTB dan Kota Bima.

Program pembangunan yang akan dilaksanakan selama lima tahun kedepan harus menekankan pada peningkatan kualitas infrastruktur publik, seperti peningkatan kondisi jalan yang harus 100 persen mantap, perbaikan kondisi fasilitas kesehatan yang memadai seperti pembangunan RSUD, perbaikan infrastruktur pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pertanian, dan berbagai program lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Lebih lanjut Wakil Walikota mengarahkan Bappeda Litbang untuk mensinkronisasikan antara RPJMN, RPJMD Provinsi dan Daerah sehingga ada keterkaitan dan harmonisasi program antara satu sama lainnya agar keberhasilan dapat tercapai mulai dari tingkat terendah hingga nasional.

"Jika ada catatan dari hasil evaluasi pada tingkat Provinsi maka harus menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan Musrenbang RPJMD Kota Bima yang dilaksanakan saat ini", ujar Wakil Walikota.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Sebanyak 11.038 KTP rusak/invalid dimusnahkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bima, Rabu sore (19/12), di kantor setempat.

Berita acara pemusnahan ditandatangani oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, Ketua DPRD Kota Bima, Ketua Pengadilan Negeri Raba-Bima, Kasat Intel Polres Bima Kota, Sekda Kota Bima, Inspektur Daerah Kota Bima, serta Kepala Badan Kesbangpol Kota Bima. Turut hadir jajaran Dinas Dukcapil Kota Bima

Kepala Dinas Dukcapil Kota Bima Hj. Mariamah, SH, MH, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Mendagri Nomor 470/13/11176/SJ.

Berdasarkan arahan Mendagri, metode pemusnahan KTP invalid yang tadinya digunting atau dipotong, kini diarahkan untuk dimusnahkan dengan dibakar.

Sebelumnya pada hari Jumat (14/12), telah dimusnahkan sebanyak 3.100 KTP. Hari ini merupakan pemusnahan tahap kedua untuk KTP invalid sebanyak 11.038 keping, terdiri atas 10.038 KTP elektronik dan 1.000 KTP non elektronik.

Lebih lanjut Kadis Dukcapil melaporkan, selama tahun 2018 ini pihaknya sudah memberikan layanan kependudukan. Mulai  tanggal 2 Januari sampai dengan 18 Desember 2018, telah dilaksanakan pencetakan KTP elektronik sebanyak 29.962 keping.

Selain itu, perekaman baru sebanyak 8.090 orang; pencetakan KK sebanyak 17.541 lembar; mutasi keluar dan masuk masing-masing 3.137 dan 3.327 orang; pembentukan NIK baru 3.857 orang; Surat Keterangan tempat tinggal bagi warga asing sebanyak 10 orang; akte kelahiran sebanyak 9.428 orang; dan akte kematian sebanyak 770 orang.

Wakil Walikota dalam sambutannya menyampaikan apreasi dan harapan agar seluruh petugas kependudukan tetap menekankan asas kehati-hatian dalam bekerja.

"Perihal KTP harus dikerjakan dengan kehati-hatian dan akurasi karena ini menyangkut identitas warga negara", kata Wawali.

Dirinya pun menyebutkan bahwa pemusnahan KTP mendapat sorotan khalayak apalagi tahun depan merupakan tahun politik, sehingga dikhawatirkan ada KTP invalid yang disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Cabor catur mempersembahkan 3 medali emas untuk Kota Bima, oleh pecatur nomor cepat veteran atas nama Syaifullah, serta nomor beregu putra  dan beregu putri. Pengalungan medali dilakukan oleh Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH.

Cabor sepak takraw menyumbang 1 medali emas pada nomor beregu, atas nama Ita Hilmiaty, Nana Dwi Yati, dan Rahmawati. Kemenangan langsung diraih dalam 2 set pertandingan. Pada set pertama tim Kota Bima meraih skor 21-15 dan pada set kedua meraih skor 21-19.

Cabor atletik menyumbang 1 medali emas untuk nomor lari 400 meter atas nama Arif Rahman. Pengalungan medali dilakukan oleh Wakil Walikota Feri Sofiyan, SH.

Cabor kempo mempersembahkan 4 medali emas pada nomor embu beregu putra atas nama Fauzi Saputra, Sofian Anas, M. Yaumul Akhyar, dan Alif Akira.

Walikota Bima tetap mendampingi dan memberikan dukungan bagi para atlet dengan mengunjungi berbagai venue pertandingan serta menyempatkan diri berdialog dengan para atlet.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose || Sebanyak 40 siswa dari berbagai sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang ada di Kota Bima menerima sertifikat Beasiswa Pemerintah Amerika Program Regional English Language Office (RELO), Sabtu (08/12), di aula Kantor Walikota Bima.

Penyerahan sertifikat ini dilakukan oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, bersama Direktur RELO Kedutaan Besar Amerika Jakarta Mr. Bradley Horn.

Keduanya didampingi Plt Kepala Dinas Dikbud Kota Bima Drs. A. Azis dan Direktur Foreign Language Institut (FLI) Kota Bima Syahruna. Hadir pula para guru pembimbing dari berbagai sekolah dan para orang tua murid.

Direktur RELO Kedutaan Besar Amerika - Jakarta menjelaskan bahwa  program Access RELO telah dimulai sejak tahun 2003 dan pertama kali dimulai di Maroko. Awalnya kelas yang dibuka baru diikuti 15 sampai 30 siswa. Dalam perkembangannya sejak tahun 2003 hingga saat ini program RELO sudah ada di 80 negara dan diikuti oleh 150.000 siswa.

Disampaikannya apresiasi atas sambutan dan dukungan dari Pemerintah Kota Bima dalam mengembangkan program RELO di Kota Bima. Ucapan selamat juga disampaikannya kepada 40 siswa dari Kota Bima yang telah berhasil mengikuti program Access ini.

"Melihat antusias dari siswa di sini terhadap program Access, kami akan hadir bersama perwakilan dari Dubes Amerika - Jakarta untuk mengunjungi kelas Access yang ada di Kota Bima", janji Mr. Bradley Horn.

Sementara itu, Wakil Walikota Bima mengharapkan agar para siswa yang berhasil dalam program Access dari RELO ini memanfaatkan program dengan sebaik-baiknya. Penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris sekarang sifatnya sangat penting.

"Orang yang menguasai bahasa Inggris  memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang. Kalianlah yang dipersiapkan oleh pemerintah dan negara untuk bersaing di masyarakat dunia nantinya", ujar Wakil Walikota.

Diharapkannya kepada seluruh siswa yang mengikuti program ini dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapat dengan sebaik-baiknya dan menularkan manfaat program ini kepada teman-teman yang lainnya, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi siswa lainnya.

Pada akhir sambutannya Wakil Walikota mengucapkan terima kasih kepada RELO Kedutaan Besar Amerika - Jakarta yang telah berbuat banyak untuk membantu pelaksanaan program pendidikan bahasa asing di Kota Bima.

Diucapkannya pula terima kasih kepada wali murid yang juga memberikan dukungan penuh kepada anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan ini.(JE.AryA).

Kota Bima - Jurnal Expose, Api Pekan Olahraga Provinsi NTB X Tahun 2018 tiba di Kota Bima dan diterima oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, pada Jumat malam, 7 Desember 2018, di halaman kantor Walikota Bima.

Wakil Walikota didampingi Sekda, Asisten II dan Asisten III Setda, Staf Ahli Walikota, serta pimpinan OPD terkait dan pengurus KONI Kota Bima.

Rombongan pengarak api Porprov dipimpin oleh Kabid Iptek Olahraga Dinas Pariwisata Provinsi NTB Drs. H. Hari Gunawan, MM.

Ia menyebutkan, peserta kirab atau pengarak api berjumlah 60 pesepeda yang berasal dari berbagai klub sepeda se-NTB. Dari Bima ada 7 pesepeda yang ikut serta yaitu dari Bima Cycling Club (BCC).

Api obor berasal dari gunungapi Sangiang. Malam ini api akan ditempatkan di halaman kantor Walikota Bima untuk melanjutkan kirab ke Kabupaten Dompu keesokan hari.

Wakil Walikota menyampaikan ucapan selamat kepada peserta kirab pengarak api Porprov yang telah tiba di Kota Bima dengan selamat.

Dijelaskannya, malam inipun merupakan pemberangkatan tahap pertama kontingen Kota Bima peserta Porprov NTB X Tahun 2018. Cabor yang diberangkatkan malam ini adalah bulutangkis.

Wakil Walikota berpesan agar seluruh atlet menjaga kondisi serta nama baik daerah. "Para atlet ini mewakili seluruh masyarakat Kota Bima. Kita doakan semoga mereka bisa mencetak prestasi yang mengharumkan nama daerah", harap Wakil Walikota.

Acara kemudian dilanjutkan dengan jabat salam dengan para atlet dan jamuan makan malam.(JE.AryA).

| Kota Bima - Jurnal Expose | Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE meninjau dan melakukan kunjungan mendadak di lokasi proyek pembangunan taman kota Ama Hami yang saat ini berjalan dan berdialog dengan para penjual (PKL) yang ada di Taman Pantai Ama Hami. (1/12/18).

Hal ini mengundang perhatian publik, dimana beliau dengan gaya kesederhanan duduk seadanya dengan warga penjual kaki lima

Dalam pertemuan yg tidak direncanakan tersebut, beliau dengan santai bercengkrama dengan para penjual sambil mengarahkan  untuk tetap melaksanakan kegiatan jualan dengan tidak menghalangi dan merusak pekerjaan taman disekitarnya

"Silahkan kegiatan jualannya tetap dilakukan, tapi jangan sekali-kali menghalangi dan merusak pekerjaan taman yang saat ini tengah dikerjakan, jaga kebersihan dan ingat ! Semua gerobak maupun peralatan jualannya ditertibkan kembali sehingga pada pagi sampai siang hari seolah-olah tidak ada kegiatan" pesan beliau

Mengenai keberadaan para penjual akan dipikirkan lebih lanjut tentang penertibannya, beliau juga mengisyaratkan bahwa bagi para penjual yg terdata dan benar-benar menjalankan aktifitas jualannya, akan diberikan bantuan berupa gerobak/rombong

"Yang akan mendapatkan bantuan gerobak/rombong, hanya yang benar-benar ada kegiatan dan aktifitas jualan, sekali lagi saya berharap kebersihan harus dijaga dan jangan sekali-sekali berjualan diatas taman yg ditanamin bunga, kecuali didepan dan diatur rapi secara berjejer" tegas beliau

Nampak kegembiraan dari warga masyarakat yg melakukan aktifitas berjualan diarea taman Ama Hami "terima kasih banyak Pak Wali Kota, kami akan selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan ditaman ini" demikian ungkap Om Jek salah seorang penjual. (JE.Arya)

Kota Bima - Jurnal Expose, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH, membuka Workshop Pengelolaan Keuangan dan Pembukuan Sederhana bagi Komunitas Nelayan Kota Bima yang dilaksanakan di aula SMKN 4 Kota Bima Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, Rabu (28/11).

Acara yang digelar oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bima ini dihadiri pula oleh Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota  Bima Dr. Ir. H. Syamsuddin, MS, pimpinan BUMN/BUMD yang ada di Kota Bima dan Lurah Kolo.

Workshop dilaksanakan dalam rangka meningkatkan akses nelayan dan pengolah hasil perikanan terhadap produk dan layanan jasa keuangan serta untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan rumah tangga nelayan dan pengolah hasil perikanan.

Kegiatan diikuti oleh 200 peserta dari komunitas nelayan yang ada di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota. Acara diawali pengarahan yang disampaikan oleh  Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan kepada peserta.

Diharapkannya kemudahan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan untuk masyarakat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Wakil Walikota menyampaikan apresiasinya kepada TPAKD Kota Bima yang langsung bergerak cepat melaksanakan berbagai program kegiatan sesuai dengan fungsi keberadaannya, yaitu mempercepat akses keuangan bagi elemen penggerak perekonomian daerah.

Baginya, nelayan menjadi salah satu elemen penting perekonomian kerakyatan baik di daerah maupun secara nasional.

"Saya mengapresiasi kegiatan TPAKD Kota Bima hari ini karena menyentuh sasaran masyarakat pesisir atau nelayan yang InsyaAllah sangat membutuhkan bantuan dan dukungan kita bersama untuk memudahkan mereka mengakses layanan keuangan", puji Wakil Walikota.

Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan output sesuai yang direncanakan, dimana masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan yang bermuara pada pengurangan tingkat kemiskinan.(JE.Hum).

Kota Bima - Jurnal Expose, Dalam rangka memperkuat sinergi dan saling mendukung percepatan akses keuangan daerah, Bagian Ekonomi Setda Kota Bima menggelar Rapat Pleno Pembahasan Usulan Program Kerja Tim Pembentukan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Teknis TPAKD Kota Bima di aula kantor Walikota Bima pada Selasa, 27 November 2018.

Acara dibuka oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH. Hadir pula Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima Dr. Ir. H. Syamsuddin, MS, dan Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan.

Rapat Pleno diikuti oleh 70 peserta dari berbagai unsur diantaranya Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Kepala Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTB, Kepala Kantor Perbendaharaan Negara Bima, Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Kota Bima, Akademisi/unsur Perguruan Tinggi, Pimpinan BUMN/BUMN yang ada di Kota Bima, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bima, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pembantu Bima, Perusahaan Finance yang ada di Kota Bima, Kepala PT Pegadaian Cabang Bima, Kepala PT Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera, Kepala PT Sun Life Financial Indonesia Bima, Kepala PT Jasa Raharja Putera dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait.

Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Barat Farid Faletehan dalam arahannya menjelaskan bahwa TPAKD Provinsi NTB telah terbentuk sejak tahun 2017 lalu. Sementara itu untuk Kabupaten/Kota saat ini Kota Bima menjadi yang pertama di provinsi NTB yang telah membentuk Tim TPAKD.

Wakil Walikota Bima dalam kesempatan membuka rapat koordinasi tersebut memberikan arahan bahwa penyusunan program kerja kedepan perlu memperhatikan kebutuhan daerah yang berkarakteristik serta mampu meningkatkan akes keuangan yang luas kepada masyarakat, guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta menggali potensi ekonomi daerah, sehingga produk dan layanan jasa industri keuangan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

"Saya berharap bahwa TPAKD tidak hanya dibentuk karena tuntutan aturan namun betul-betul esensinya untuk meningkatkan serta mempermudah akses masyarakat terhadap lembaga keuangan sehingga dapat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat", harapnya.

Diajaknya pula seluruh unsur TPAKD serta OPD terkait untuk berkomitmen bersama agar selalu bersinergi dalam mengimplementasikan program-program kerja yang telah disusun, sebagai kunci keberhasilan tim dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Bima yang berkeadilan.

"Program kerja yang dihasilkan perlu diwujudkan dalam berbagai aksi nyata sehingga hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Perkuat pula koordinasi dengan semua pihak, agar program kerjanya lebih fokus dan tepat sasaran", ujar Wakil Walikota.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno, sesi diskusi dan tanya jawab yang diarahkan oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima.(JE.Hum).

Diberdayakan oleh Blogger.