Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Usaha Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima Tahun 2020 Ruslan H Ismail-Syarimin Puasa untuk berkompetisi pada kontes demokrasi harus terhenti. 

Syarat dukungan perbaikan paket dari jalur perseorangan ini dinyatakan tidak memenuhi syarat atau ditolak KPU Kabupaten Bima, Rabu (28/7) subuh.

Tiba pada Selasa, (27/7) sekitar Pukul 23.45 Wita Ruslan H Ismail-Syarimin hadir di Kantor KPU Kabupaten Bima pada hari terakhir dan menit-menit akhir tahapan untuk menyerahkan dukungan perbaikan. Bersama tim penghubung, keduanya tiba sekitar Pukul 23.45 Wita membawa berkas dukungan.

Kemudian diterima Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bima disaksikan Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Bima. Sesuai ketentuan, jumlah dukungan perbaikan yang diserahkan yakni dua kali lipat dari jumlah kekurangan hasil verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sebelumnya.

“Jumlah dukungan perbaikan yang harus dilengkapi yaitu sebanyak 28.194. Sementara dalam aplikasi sistem pencalonan (Silon), jumlah terakhir yang diinput perseorangan baru 23.072 dukungan,” ungkap Ketua Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin.

Terhadap dukungan yang diinput dalam Silon, Tim Helpdesk KPU Kabupaten Bima kemudian memastikan kesesuaian dengan jumlah dan sebaran dari berkas fisik yang dibawa.

Hasil pengecekan yang berlangsung hingga Rabu (28/7) sekitar Pukul 04.47 Wita. Jumlah dukungan asli berupa formulir Model B.1-KWK yang diserahkan hanya 17.593, dan lengkap 17.591. Jumlah ini jauh di bawah syarat dukungan perbaikan yang harus dipenuhi.

“Begitu pula kelengkapan dokumen Formulir Model B.1.1-KWK dan Formulir Model B.2-KWK juga tidak memenuhi syarat,” jelas Ady.

Untuk itu, berdasarkan hasil pleno Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Bima memutuskan dukungan perbaikan Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima Tahun 2020 Ruslan H Ismail-Syarimin Puasa dinyatakan ditolak serta tidak bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

“Rangkapan berita acara hasil pengecekan pemenuhan jumlah tersebut kita serahkan juga ke Bakal Pasangan Calon dan Bawaslu Kabupaten Bima,” ujarnya.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Setelah keberhasilan Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR, kembali Kabupaten Bima berhasil menempatkan  wakilnya yaitu Inovasi Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan  Gizi dan Anemia (GEBRAK BIMANTIKA) dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.


Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE Senin (27/7) mengungkapkan, mengacu pada hasil evaluasi, selama ini penanganan masalah kesehatan masih bersifat sektoral dan umum sesuai kebutuhan masing-masing program/sektor tersebut. Sehingga belum optimal menurunkan angka stunting.

"Karena itu, keberhasilan Gebrak BIMANTIKA masuk ke posisi 45 nasional menjadi motivasi tersendiri bagi kegiatan pencegahan  dan penanggulangan masalah kesehatan termasuk stunting di Kabupaten Bima". Ungkap Bupati IDP.

Dikatakan Bupati, Inovasi Gebrak Bimantika menjadi alternatif baru dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting  dengan melibatkan semua stakeholder baik Perangkat Daerah, organisasi orofesi, Ormas, kecamatan, desa dan masyarakat itu sendiri.

Dengan demikian, penanganan masalah kesehatan menjadi  lebih spesifik dan terarah dengan menyasar kelompok bermasalah gizi, yaitu balita stunting dan Ibu Hamil  dan Anemia". Urai Bupati.

Sebelumnya, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain S.IP M.Si mengatakan, berdasarkan surat pengumuman Kementerian PAN RB RI nomor B/190/PP.00.05/2020 perihal TOP 45 inovasi pelayanan publik tahun 2020 dan 5 pemenang outstanding achievement of Public Service innovation  KIPP di lingkungan Kementerian/lembaga, Pemda, BUMN BUMD Tahun 2020 menetapkan inovasi pelayanan publik yaitu Gebrak BIMANTIKA sebagai salah satu inovasi yang masuk sebagai TOP 45 KIPP Tahun 2020 Kementerian PAN RB RI.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bima mengelar Musyawarah Kota (Muskot) IPSI Kota Bima Tahun 2020 untuk masa bakti Tahun 2020 – 2024. Musyawarah dipimpin langsung oleh Ketua IPSI Kota Bima Periode 2016 - 2020 yaitu H. Jubair, SKM, M.Kes. di di Kampus Akademik Kebidanan (Akbid) Surya Mandiri Bima. Minggu (26/07/2020)

Pemilihan diikuti oleh dua orang kandidat yaitu Khalid Bin Walid dan H Muhammad Amir.


Namun, dari dua kandidat itu, hanya satu yang hadir yaitu Khalid Bin Walid. Sementara H Muhammad Amir tak hadir tanpa ada alasan. Sehingga Khalid Bin Walid terpilih secara aklamasi.

Ketua demisioner IPSI Kota Bima H Jubair, S.KM, M.Kes., mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan muskot berlangsung aman dan lancar. Meski diakuinya diundur beberapa jam karena menunggu salah satu kandidat dan undangan lainnya.

Diakui Jubair, pelaksanaan muskot hanya hadir satu kandidat saja yaitu Khalid Bin Walid. Kendati demikian, pelaksanaan muskot dianggap sesuai prosedur karena sudah kuorum yaitu diikuti oleh 8 cabor yang ada di Kota Bima. Bahkan dihadiri oleh IPSI NTB yang diwakili oleh ketua lembaga wasit dan juri,

Jubair mengungkap, sebelumnya telah dilaksanakan muskot. Namun surat yang disampaikan oleh panitia muskot dinilai cacat hukum karena tidak ada kelengkapan dari IPSI Kota Bima. Sehingga syarat regulasinya tidak terpenuhi,

Ia pun menegaskan, bahwa surat yang diajukan oleh panitia muskot sebelumnya sudah dibatalkan. Dasarnya pun jelas yaitu instruksi dari ketua IPSI karena tidak melibatkan IPSI yang kepengurusannya masih syah.

"Sebab dalam anggaran dasar IPSI, itu harus ada laporan pertanggungjawaban dari pengurus lama, setelah itu baru didemisionerkan lalu dilaksanakan muskot," tegasnya.

Ditempat yang sama, ketua lembaga wasit dan juri IPSI NTB Syahrudin, mengaku pelaksanaan muskot tersebut sudah sesuai aturan yang ada. Disamping ada rekomendasi dari Pemprov, dihadiri oleh KONI dan ketua IPSI yang masih menjabat.

"Kalau muskot yang lalu tidak ada rekomendasi dari Pemprov. Juga tidak dihadiri oleh pengurus pemprov. Padahal syaratnya harus ada rekomendasi itu dan dihadiri oleh pengurus pemprov," terangnya.

Sementara itu, ketua terpilih IPSI Kota Bima Khalid Bin Walid menyampaikan penghormatan karena terpilih sebagai ketua IPSI Kota Bima.

"Kepercayaan ini akan saya jaga demi kemajuan pencak silat," ungkapnya.

Pria yang juga anggota DPRD Kota Bima ini berjanji akan menjalankan amanah tersebut. Bahkan ia berkomitmen memajukan cabor pencak silat Kota Bima, baik di kancah daerah, provinsi maupun nasional.


Diberdayakan oleh Blogger.