Kota Bima || jurnalexpose.com - Menindaklanjuti kasus-kasus kekerasan atas perempuan dan anak Akhir-akhir ini marak terjadi dan rencana dasar regulasi peraturan terkait pencegahan dan penindakannya, Dinas Pemberdayaan  Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota  Bima menggelar Pertemuan koordinasi dan kerjasama lintas sektoral pencegahan terhadap anak/tindak pidana perdagangan orang (TPPO)  di Aula pertemuan SKB (Sanggar  Kegiatan Belajar)  Kota Bima.  (Selasa,  28/9/21). 


Kegiatan dihadiri OPD terkait, Kepolisian.  Kejaksaan, PPA, praktisi dan akademisi serta LSM pemerhati anak dan perlindungan perempuan. Dan dibuka langsung  oleh Plt. Kepala DP3A Kota Bima,  Lalu Sukarsana, S.IP.   Narasumber  dan pemateri disampaikan praktisi Hukum dan akademisi H.  Adnan,  SH.MH

Dalam pengantar yang dipaparkan narasumber, disampaikan upaya yang telah dilakukan dan akan ditingkatkan, diantaranya memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait, Pembuatan pusat pendidikan keluarga (Puspaga),  sosialisasi pencegahan kasus kekerasan pada perempuan dan anak,  monitoring dan evaluasi serta memaksimalkan peran UPTD DP3A. 

Pada sesion diskusi,  beberapa masukan diutarakan beberapa peserta, diantaranya terkait dengan penanganan visum, perkelahian massal remaja antar sekolah, dan lainnya yang terkait dengan kekerasan anak dan perempuan. Sehingga dibahas untuk mencari solusi pencegahan dan tindakan yang akan dilakukan ke depannya sehingga menjadi acuan dan payung hukumnya.


Setelah melalui pembahasan, akhirnya disimpulkan beberapa point yang akan mencari catatan ke depan yang akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Bima sehingga nantinya akan menjadi payung hukum penindakan dan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak. (Riz)

 Bima || Bumikita.net - Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE menerima secara langsung penghargaan sebagai Juara II  Kabupaten/Kota Terbaik Tingkat Nasional Kelompok Target Pelayanan KB 500-1.500 Akseptor pelayanan KB serentak pada Pencanangan Kegiatan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Bersama Mitra Kerja Tahun 2021 dan berkesempatan memberikan sambutan mewakili Provinsi dan kabupaten/Kota penerima penghargaan di auditorium Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Jakarta. Senin (27/9)


Bupati IDP  dalam sambutannya dihadapan para pejabat pimpinan tinggi madya, pratama Kementerian, Gubernur, Bupati/walikota Penerima penghargaan, Kepala BKKBN Provinsi,  Kabupaten/kota  serta Kepala BKKBN RI Kepala BKKBN RI : dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG.(K) yang hadir secara virtual mengungkapkan apresiasi atas capaian tersebut.

"Suatu kebanggaan dan kehormatan, khususnya bagi Pemerintah Kabupaten Bima  yang pada hari ini menerima penghargaan  akseptor KB pada tahun 2021" ungkapnya.  

Apresiasi dan rasa bangga  khususnya kepada BKKBN Pusat tentunya karena keluarga berencana adalah salah satu program yang sukses di Indonesia dan pernah menjadi contoh bagi negara-negara lain khususnya di Asia. 

 Keberhasilan yang diraih oleh provinsi, kabupaten/kota  hari ini tidak terlepas dari dukungan dan pendanaan yang diberikan oleh BKKBN. Tetapi tentunya, seiring  berjalannya waktu,  masing-masing daerah memiliki hambatan dan kendala. 


Bupati juga memberikan motivasi kepada seluruh daerah dan ucapan terima kasih pada seluruh staf holder yang telah bekerja untuk memenuhi capaian akseptor KB. 

 "Kami lebih memacu kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia untuk terus mengejar target capaian akseptor di masing-masing daerah dan Pada kesempatan kali ini  kami apresiasi dan ucapan terima kasih untuk para pejuang kami yang sudah bekerja menjadi ujung tombak suksesnya program KB di Kabupaten Bima", Ungkap Bupati yang disambut tepuk tangan undangan.

Sebelumnya Deputy Keluarga Berencana  dan Kesehatan Reproduksi BKKBN RI dr.Eni Gustina MPH dalam pengantarnya mengatakan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi bersama Mitra tahun 2021 ini memiliki tema "Kegiatan Pencanangan ini Momentum Kita Optimalkan Peran Mitra Kerja dalam Mendukung Program Bangga kencana untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Pelayanan KB".

 Dikatakan Eni Gustina, pembangunan kependudukan dan keluarga berencana sangat penting maknanya ketika didukung dengan keberhasilan pelayanan keluarga berencana dalam penggunaan kontrasepsi. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan terhadap peserta aktif KB agar tidak putus pakai.

Terkait pencanangan, rangkaian kegiatan ini bertujuan  untuk meningkatkan kepesertaan KB khususnya Metode Kontrasepsi jangka panjang (MKJP), meningkatkan pengetahuan dan wawasan stakeholder dan mitra kerja dalam meningkatkan kemitraan dan kepesertaan pasangan usia subur dan program KB. Dengan demikian, upaya ini dapat  meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah dalam meningkatkan realisasi pencapaian akseptor  KB.  

Keberhasilan kabupaten Bima meraih juara II  tingkat nasional ini berdasarkan Keputusan Kepala BKKBN  RI nomor 102/KEP/E1/2021 tentang Pemenang Pelayanan KB Serentak Satu Juta Akseptor dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021 pada kategori Target Pelayanan 500 hingga 1.500 akseptor. 

Sementara Juara I  diraih Kabupaten Balongan Kalimantan Selatan dan Juara III  disabet Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri  SE melihat dari dekat pembukaan tes online penerimaan CPNS lingkup Pemerintah Kabupaten Bima tahun 2021 yang dipusatkan di kampus Vokasi  Unram PPD Bima di Sondosia. Jumat (24/9) 

Tes Online Penerimaan CPNS tersebut berlangsung  mulai tanggal 24 September 2021 sampai dengan 2 Oktober 2021.

Bupati  didampingi Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar Drs. Paulus Dwi Laksono, Kepala BKD Drs. Agussalim,M.Si, Sekretaris BKD Laily Ramdani S.STP, M.M dan Kepala Bagian TU Fuardin, SE. M.Si dalam arahannya mengatakan bahwa tes CPNS merupakan langkah awal menuju keberhasilan. 

"Terima kasih telah memilih Kabupaten Bima sebagai lokasi ujian dan melatih kompetensi, pikiran dan mental semoga bisa fokus mengisi semua lembar jawaban. Saya juga perlu mengingatkan para peserta tes CPNS untuk tidak mudah mempercayai janji pihak-pihak yang ingin membantu. Yang terpenting adalah yakini kemampuan diri", ungkapnya. 

Menutup arahannya, Bupati mengingatkan agar peserta ujian mematuhi Protokol kesehatan dan membatasi interaksi selama ujian berlangsung. 

Sementara itu Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar Drs. Paulus  dalam pengantarnya dihadapan para peserta mengungkapkan bahwa kelulusan bergantung dari diri peserta sendiri, bukan orang lain karena hal tersebut sudah diatur oleh sistem secara transparan.

Silahkan berkompetisi secara sehat dan tes ini merupakan wahana untuk menjaring aparatur sipil negara yang memiliki kompetensi. 

"Siapapun yang lolos tes murni karena kemampuannya, bukan karena campur tangan siapapun", Tandasnya.

Diberdayakan oleh Blogger.