HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026 di Sukabumi Tembus 325 Ribu, Dispar Catat Kunjungan Didominasi Wilayah Selatan

SukabumiDinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mencatat lonjakan signifikan jumlah wisatawan selama libur Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 21 hingga 26 Maret 2026, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 325.545 orang yang tersebar di berbagai destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa kawasan wisata selatan bagian timur menjadi tujuan favorit wisatawan dengan jumlah kunjungan tertinggi.

“Wilayah selatan timur mencatat sekitar 165.133 pengunjung. Sementara selatan barat mencapai 131.045 orang, dan kawasan utara sekitar 29.367 wisatawan,” ujar Ali, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, data tersebut diperoleh dari hasil rekapitulasi sementara yang dihimpun dari sejumlah objek wisata di wilayah Sukabumi.

Meski demikian, Ali mengakui bahwa angka tersebut masih bersifat estimasi. Hal ini disebabkan sebagian besar destinasi wisata masih menggunakan metode pencatatan manual.

“Data yang benar-benar akurat baru berasal dari beberapa objek wisata yang sudah menggunakan sistem tiket. Saat ini, sekitar enam lokasi yang datanya relatif presisi,” jelasnya.

Untuk melengkapi data, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan para pengelola wisata berbasis masyarakat. Sedikitnya 13 destinasi, termasuk kawasan Palabuhanratu dan sejumlah pantai di sekitarnya, turut dilibatkan dalam proses pendataan.

Secara keseluruhan, Dinas Pariwisata memantau sekitar 52 objek daya tarik wisata (ODTW) selama periode libur Lebaran. Namun, jumlah tersebut belum mencakup seluruh destinasi karena masih banyak akses terbuka yang sulit terpantau secara maksimal.

Ali menambahkan, pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam proses penghitungan jumlah wisatawan. Di antaranya masih digunakannya sistem pencatatan konvensional, tingginya kepadatan kendaraan di sejumlah titik, hingga adanya aktivitas usaha tidak resmi seperti parkir liar dan pengelolaan wisata tanpa izin.

Pemerintah daerah pun berupaya meningkatkan sistem pendataan serta pengawasan guna memastikan pengelolaan pariwisata yang lebih tertib, akurat, dan berkelanjutan ke depan.