Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Komunitas Mahasiswa dan Pemuda Pai Kreatif (KOMPAK) Bima melakukan aksi di depan Kantor Desa Pai Kecamatan Wera Kabupaten Bima, untuk menindak lanjuti hasil audiensi yang di lakukan pada bulan Januari (20/1/20) yang lalu.

Aksi tuntutan yang dilakukan oleh mahasiswa berujung pada penyegelan kantor Desa Pai. 

Hal tersebut karena diduga Kepala Desa dan jajarannya Pemerintah Desa tidak memberikan kejelasan terkait tuntutan tersebut.

"Apabila tuntutan dan permintaan kami tidak di indahkan oleh pemerintah Desa Pai, maka kami akan menyegel kantor Desa," teriak Herman selaku Koordinator lapangan (Senin,  22/06/2020).

Setelah mendapat Instruksi yang di nyatakan oleh Korlap, masa aksi langsung menyiapkan alat-alat untuk menyegel kantor Desa.

"Ini kami lakukan, karena Pemerintah Desa selalu beralibi dan tidak berani memberikan apa yang menjadi tuntutan kami," katanya.

Kata dia, ada tiga Dusun yang diduga di Fiktifkan oleh Oknum Kades yakni uang BUMDESnya, karena sudah di amankan oleh kepala Pai, dan masalah lain yang harus segera di indahkan oleh Bapak Hidayat selaku Kepala Desa Pai.

"Kami melakukan ini, karena kami melihat bahwa ada indikasi penyalah gunaan wewenang dan jabatan oleh Pemerintah Desa Pai, karena mereka tak berani memberikan apa yang masyarakat inginkan," terangnya.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Imbas dari kasus pembacokan dua warga desa talabiu hingga salah satunya meninggal dunia, berbuntut pada aksi pembakaran rumah milik pelaku pembacokan sampai melebar ke 25 rumah warga yang ikut terbakar termasuk kantor desa Padolo, pada sabtu tanggal (20/06) siang.

Aksi kebakaran tersebut merupakan bentuk luapan emosi dari keluarga korban yang Berawal dari Peristiwa kasus pembacokan dua orang warga Talabiu yang menjadi korban pembacokan atas nama Arif dan sukardin, pada hari Jumat (19/6) malam.

Korban atas nama Arif dinyatakan meninggal Dunia pada Sabtu (20/6) sedangkan Sukardin masih dirawat di RSUD Bima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua terduga pelaku berinisial, Uj, 51 Tahun dan By, 23 Tahun warga Padolo, Kecamatan Palibelo tersebut sudah diamankan Mapolres Bima setelah kejadian pembacokan tersebut. Dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, warga dua desa masih bersiaga. Aparat kepolisian dibantu TNI masih melakukan penjagaan di Desa Padolo untuk mengamankan massa Talabiu yang lagi sangat emosi hendak masuk ke Desa Padolo lantaran mendengar kabar salah satu korban pembacokan telah wafat.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Komisi II DPRD Kota Bima menerima kedatangan warga masyarakat dari perwakilan Asosiasi Pedagang Pasar Amahami di ruang Komisi II Kantor DPRD Kota Bima. Kamis (11/06/2020).

Kedatangan para pedagang tersebut mengadu dan mengeluhkan tentang adanya rencana pemerintah memindahkan lokasi para pedagang di los A pasar Amahami Kota Bima. Menurut penyampaian perwakilan pedagang, bahwa mereka mengeluhkan adanya rencana pemerintah melakukan pembongkaran sepihak tanpa pemberitahuan informasi lebih awal kepada kami selaku pedagang. 

"Kami mendukung pemerintah menata pasar, tetapi kami ingin hal ini dibicarakan dan diinformasikan terlebih dahulu kepada kami para pedagang, "ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Bima dalam hal ini Komisi II yang diwakili oleh Hj. Gina Adriani, Sahbuddin, Syukri Dahlan, S,Sos dan iAsnah Madilau, SH berjanji akan segera berkordinasi dengan pihak eksekutif, dalam hal ini dinas Koperindag dan kepala UPT pasar yang menangani hal ini

"Kami berharap pemindahan tersebut ditunda sampai adanya lokasi baru yang disiapkan untuk para pedagang," katanya.

Kata mereka, DPRD Kota Bima mendukung upaya pemerintah menertibkan pasar tersebut, tetapi dengan cara-cara yang sama-sama menguntungkan baik itu pemerintah maupun para pedagang. katanya.

Kabupaten Dompu, jurnalexpose.com || Pemerintah Daerah dan Bupati Dompu, Bambang M Yasin serta masyarakat bersukacita menyambut new normal dengan menggelar Senam Bersama di depan Paruga Parenta Kabupaten Dompu. (Jumat,5/6/20).


Hal ini digelar sehari setelah kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah dan rombongan (Kamis, 4/6/20) yang mengatakan Kabupaten Dompu dianggap siap memasuki era normal baru atau new normal.

Namun di hari yang sama juga terjadi penambahan 5 pasien positif COVID-19, salah satunya hadir dalam kegiatan senam bersama tersebut.

"Kemarin kita sempat 38 positif, kemudian menjadi nol. Lalu sekarang 5 orang lagi. Jadi sudah tugas kita semua untuk mengobati dan menyembuhkan sekaligus menjaga agar kasusnya tidak bertambah,” terang Jufri, Sekretaris gugus tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Dompu (5/6).


Spanduk kegiatan senam menyambut new normal di Dompu
Disinggung soal penerapan new normal, ia menjelaskan meskipun ada kasus baru tetapi kebijakan new normal tetap dilaksanakan.

"Masyarakat tetap menjalani aktivitas seperti biasa tetapi diimbau untuk tetap harus mematuhi protap kesehatan yaitu memakai masker, physical distancing atau menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir," tandasnya.

Lebih lanjut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu ini menuturkan, dengan adanya kesembuhan 100% dari 38 pasien yang dikarantina di RS Pratama Manggelewa. Maka itu adalah sebuah keberhasilan dari usaha sungguh-sungguh Tim medis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Dompu.


"Yang 5 orang ini merupakan kasus baru dan semuanya dalam kondisi baik. Semoga segera sembuh dan semoga tidak ada lagi kasus baru di Kabupaten Dompu," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman menyatakan, ke-5 orang pasien baru ini telah dikarantina di Gedung Terpijar (Sanggilo) Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

“Malam ini juga akan dikarantina di Gedung Terpijar,” ungkapnya (5/6). Sementara untuk 1 pasien anak dari ke-5 orang tersebut, kata Maman, rencananya akan ikut ditemani juga oleh orang tuanya (ibu, red).

“Pasien anak nanti akan didampingi oleh orang tuanya, kasian kalau jauh dari orang tuanya. Nanti kamarnya berbeda dan akan diatur sebaik-baiknya sesuai dengan protokol COVID-19,” terangnya.

Adapun ke-5 pasien positif baru COVID-19 tersebut antara lain Perempuan Inisial K (9) asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial A (23) asal Desa Lepadi, Kecamatan Pajo. Perempuan berinisal FS (28), tenaga kesehatan asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial FS (37), ASN Pemda Dompu, asal Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja. Dan, Perempuan berinisial AT (52) asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo.

Sumber : Kumparan.com

Kota Bima, jurnalexpose.com ||
Kasus demi kasus yang menyelimuti penanggulangan covid 19 Di Kota Bima masih terus membias, kali ini reaksi kemarahan warga Sambinae akibat ketertutupan atau tidak transparant penggunaan anggaran tersebut diakumulasikan dengan penyegelan Kantor Kelurahan setempat (Kamis, 3/6/20).


Reaksi kemarahan warga Kelurahan Sambina'e lebih dipicu dengan sikap arogansi oknum Lurah yang mengabaikan kesepakatan awal dengan warga (Kamis, 29/5/20) dikantor setempat.

Nampak Kantor Lurah Sambina'e telah disegel oleh warga dengan ditempelkan pernyataan untuk segera dihadirkan Inspektorat, DPPKAD, BAPPEDA dan Bendahara Kasi Kelurahan

Dari hasil pantauan langsung media ini bahwa penyegelan tersebut terpaksa dilakukan karena oknum lurah dinilai lebih mengedepankan finasial ketimbang memberdayakan UKM dan pemberdayaan masyarakat setempat

Syaiful S. Pd Ketua RW 02 sangat menyayangkan sikap arogansi oknum lurah dengan memaksa diri memesan beberapa pos jaga ditempat lain padahal warga setempat justeru menerima pesanan dari kelurahan lain untuk membuat pos jaga yang dimaksud

"Apa maksudnya pak lurah memesan pos jaga ditempat lain sementara ada warganya sendiri yang bisa membuat pos jaga, padahal kenyataannya kelurahan lain justeru datang memesan pos jaga yang bisa dikarya kan oleh warganya sendiri, apa hal tersebut tidak menjadi persoalan yang bisa menjadi tanda tanya besar bagi kami semua ?" cetusnya

Hingga kejadian penyegelan ini terjadi ketiga pos jaga yang sudah dipesan dari tujuh pos jaga yang dibutuhkan masih belum nampak fisiknya sehingga atas dasar tersebut sepakat untuk melakukan penyegelan kantor kelurahan yang berujung pada lumpuhnya pelayanan publik saat ini


Abdul Hamid Ketua RW 04 mengaku sangat tidak menerima perlakuan oknum lurah yang tidak profesional mengelola anggaran covid 19 dengan semena mena membagi honor kepada RT maupun RW atas selera dan kebijakannya sendiri tanpa mengacuh kepada aturan yang telah disepakati bersama

"apa dasarnya pak lurah memberikan honor melalui bendahara kepada para RT dan RW, LPM, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, berdasarkan selera dan kehendaknya sendiri seperti memilah milahnya, ada yg dikasih dua ratus, ada yang dikasih 7 tujuh ratus, ada yang dikasih satu juta bahkan pada saat penyerahan uang tersebut hanya disodorkan kwitansi kosong untuk ditanda tangani ?" urainya penuh tanya

Hingga berita ini ditayangkan, oknum Lurah Sambinaee belum dapat dikonfirmasi karena HP Selulernya masih dalam posisi off. @ry@

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Pemerinah Kabupaten Bima, menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu yang menjadi korban bencana angin puting beliung, (Jumat 22/5/2020), 

Bantuan diserahkan Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima dan langsung diterima para korban

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, langsung memerintahkan Kalak BPBD beserta tim untuk membantu. Karena dengan keadaan yang serba sulit dikepung Pandemi seperti ini, Pemerintah diminta untuk segera hadir.

‘’BPBD Kabupaten Bima, pagi ini saya intruksikan untuk memberikan bantuan tanggap darurat pada warga korban angin puting beliung yang terjadi pada (Kamis 21/5/2020) kemarin" ujarnya.

Hasil laporan ada sedikitnya empat  rumah yang rusak berat dan rusak sedang.

Kalak BPBD Aries munandar ST.MT, melaporkan bahwa, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari tupoksi satuan kerja BPBD, meringankan beban masyarakat terdampak bencana di tengah Pandemi Covid-19.

Kedepan, lanjut Kabag Protokol BPBD akan menyiapkan langkah-langkah strategis, mengatasi kemungkinan dampak kekeringan yang akan segera melanda daerah-daerah di Indonesia dan juga Kabupaten Bima. 

Tentu, dalam menghadapi bencana tersebut yang perlu dikedepankan adalah sikap mawas diri, membangun dan meningkatkan kapasitas demi penguatan kelembagaan dan mitigasi kebencanaan.
Korban Puting Beliung Di Rompo Terima Bantuan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Pemerinah Kabupaten Bima, menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada warga Desa Rompo, Kecamatan Langgudu yang menjadi korban bencana angin puting beliung, (Jumat 22/5/2020), 

Bantuan diserahkan Pemerintah, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima dan langsung diterima para korban

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, langsung memerintahkan Kalak BPBD beserta tim untuk membantu. Karena dengan keadaan yang serba sulit dikepung Pandemi seperti ini, Pemerintah diminta untuk segera hadir.

‘’BPBD Kabupaten Bima, pagi ini saya intruksikan untuk memberikan bantuan tanggap darurat pada warga korban angin puting beliung yang terjadi pada (Kamis 21/5/2020) kemarin" ujarnya.

Hasil laporan ada sedikitnya empat  rumah yang rusak berat dan rusak sedang.

Kalak BPBD Aries munandar ST.MT, melaporkan bahwa, bantuan yang diberikan merupakan bagian dari tupoksi satuan kerja BPBD, meringankan beban masyarakat terdampak bencana di tengah Pandemi Covid-19.

Kedepan, lanjut Kabag Protokol BPBD akan menyiapkan langkah-langkah strategis, mengatasi kemungkinan dampak kekeringan yang akan segera melanda daerah-daerah di Indonesia dan juga Kabupaten Bima. 

Tentu, dalam menghadapi bencana tersebut yang perlu dikedepankan adalah sikap mawas diri, membangun dan meningkatkan kapasitas demi penguatan kelembagaan dan mitigasi kebencanaan.

Kota Bima, Jurnalexpose.com || Ditengah himpitan dan ancaman wabah Pandemi (covid 19) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) cabang Kota Bima  menggelar acara pembagian paket sembako kepada sejumlah atlet dan pelatih (16/05/2020)


Acara pembagian paket sembako tersebut difokuskan pada Kantor Sekretariat KONI Cabang Kota Bima dengan melibatkan komponen kepengurusan dan dijadwalkan selama empat hari kedepannya

Langkah cerdas yang dilakukan oleh KONI Cabang Kota Bima mendapatkan apresiasi dari sejumlah pemerhati olah raga karena dinilai sangat tepat sasaran ditengah terhimpitnya situasi dan kondisi masyarakat saat ini

Lukman yang lebih tenar disapa Luncky pada media ini menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh KONI Cabang Kota Bima saat ini patut diacungi jempol dengan membagi paket sembako kepada atlet maupun pelatih

"Kami acungi jempol kepada jajaran pengurus KONI yang telah membagi kasih dengan seluruh atlet dan pelatih, semoga sembako yang dibagikan ini akan melecut semangat serta motivasi dari semua atlet dan pelatih sehingga akan mampu membawa harum nama daerah ini" cetusnya


Pengakuan yang sama juga diakui oleh salah seorang atlet sepak bola "kami sangat berterima kasih kepada KONI yang sudah sempat membagikan paket sembako kepada kami semua dan insyaallah akan semakin memotivasi kami kedepannya" cetus Arya Satriawan

Sementara Sekertaris KONI Cabang Kota Bima Drs H. Alwi Yasin M. Ap mengaku tergerak untuk membagi kasih berupa paket sembako dengan para atlet dan pelatih ditengah wabah global Covid 19 adalah semata mata sebagai bentuk perhatian KONI kepada para atlet maupun pelatih


"Tentunya saat ini kita semua mengalami kesulitan ditengah wabah covid 19 sehingga kami mengambil kebijakan untuk membagi paket sembako meskipun seala kadarnya yang penting kita semua merasa terhibur" ungkapnya

Ditengah kesulitan yang mendera dan dirasakan oleh masyarakat saat ini, bantuan apapun jenisnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga tidak lagi diukur dengan jenis maupun bentuk bantuan tersebut @ry@

Jurnalexpose.com - Kabupaten Bima || Bantuan beragam elemen masyarakat untuk menangani  wabah COVID-19 di Kabupaten Bima terus mengalir, diantaranya dari Yasmin dan Bank BNI 46 Cabang Bima dan pemilik SPBU PT. Mitra Sehati Abadi Talabiu  Amsal Solaiman. Selasa (12/5)

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE di Ruang Kerja Bupati menerima sumbangan Alat Pelindung Diri (APD)  dalam bentuk baju hazmat, pelindung wajah (face shield), masker bedah, masker N95 dan masker kain senilai Rp 75 juta dari dr.  Yasmin Dermawan,  Sp. OG. alumni SMPN 1 Sape (1985).
 
Yasmin yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Spesialis Kebidanan dan Kandungan UGM Jogjakarta dan Pemilik RSIA Cahaya Bunda Cirebon tersebut menyumbangkan 400 unit baju hazmat, 150 pelindung wajah, 30 dos masker bedah, 3 dos masker N95 dan 1.200 masker kain untuk masyarakat.

Yasmin yang diwakili Kabag SDA Setda Muh. Akbar, SP mengatakan, sejumlah APD tersebut akan didistribusikan di RSUD Bima, RS Sondosia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Puskesmas Sape dan Puskesmas Lambu.

Bupati Bima yang pada kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Ganis Kriatanto dan Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan MPH menyampaikan  apresiasi atas bantuan yang diberikan. 

"Atas nama masyarakat Kabupaten Bima, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan APD sebagai wujud perhatian dan kepedulian dalam upaya bersama mengantisipasi wabah COVID di Kabupaten Bima", ujarnya.

Selain dari dr. Yasmin, Bupati juga menerima bantuan 200 paket sembako yang diserahkan Pimpinan Cabang BNI Muhammad Amir. Paket sembako tersebut masing-masing akan disalurkan 100 paket di Kecamatan Sape dan 100 paket di kecamatan Bolo.

Bantuan lainnya pada kesempatan tersebut berupa 50 unit APD yang disumbangkan oleh pemilik SPBU PT. Mitra Sehati Abadi Talabiu  Amsal Solaiman.

Jurnal Expose.com - Kota Bima || Kisruh dan terjadi keributan saat ratusan Warga dengan emosi mendatangi Kantor Kelurahan Sadia Kecamatan Mpunda Kota Bima. Kehadiran warga tersebut mempersoalkan Bantuan Langsung Tunai atau BLT dari Pusat yang diduga tidak tepat sasaran. Selasa, (12/5/20)


Menurut Ilham, salah seorang warga Kelurahan Sadia, BLT di Kelurahan Sadia Cacat hukum. Karena banyak warga yang berhak menerima, justru di coret. Dan dari jumlah penerima BLT sebanyak 119 orang di Kelurahan Sadia Dominan dugaannya berdasarkan selera pihak Lurah, tenaga pendamping serta adanya hubungan kedekatan.

Akibatnya, ratusan warga dominan dari kalangan ibu ibu melakukan penyegelan kantor bahkan kaca jendela kantor lurah setempat pecah akibat dilempar. Hal ini terjadi akibat dari luapan emosi warga yang tidak dapat dibendung.

Amirudin Ketua LPM Sadia, menyampaikan keterangannya, bahwa kehadiran warga Sadia dalam rangka mempertanyakan bantua BLT. dari yang diajukan sebanyak 200 lebih orang, justru hanya 119 orang saja yang mendapatkan, itupun dalam satu rumah ada dua sampai tiga orang. Bahkan, diketahui yang keluar masih ada hubungan kedekatan dengan oknum tertentu.

Amir menuding Lurah bersama Pendata dari Dissos sama sekali tidak melibatkan RT, RW dan LPM dalam menentukan penerima BLT di Kelurahan Sadia. Semua di lakukan dalam keadaan tertutup.

Sehingga, wajar bila warga marah dan menyegel kantor, karena dinilai tidak terbuka dan transparan.

Senada dengan Furqan, warga yang juga Perangkat RT/RW, menyesalkan sikap pihak Lurah Sadia yang tidak membangun komunikasi dalam pendataan warga dengan RT/RW.

"Saya bersama ratusan warga lain menginginkan Bantuan BLT Pusat untuk dipending dulu. Tapi karena lurah dan pendata tidak mau, ya wajar terjadi reaksi". Ungkapnya.


Pantauan langsung di lokasi, nampak ratusan warga memadati halaman kantor kelurahan Sadia. Dan berteriak dan mengejar meminta pihak lurah dan tenaga pendata bertanggungjawab atas dicoretnya sejumlah warga yang sudah diusulkan mendapat bantuan, tapi tidak terkaget dalam bantuan BLT. Padahal syaratnya sendiri sangat terpenuhi.

Kehadiran ratusan warga, ikut ditenangkan oleh pihak Babinsa dan Babinkantibmas yang juga cepat berada di lokasi kejadian. Sedangkan Lurah yang hadir di kantor diamankan oleh pihak aparat, setelah ratusan warga menyegel dan melempar kaca kantor.

Jurnal Expose, Kota Bima || GP Anshor Kota Bima bersama PC. PMII Kota Bima serta Babinkabtibmas kembali melakukan penyemprotan desinfektan sebagai langkah pencegahan penularan covid-19 di Kelurahan Dara setelah sebelumnya melakukan hal yang sama di beberapa kelurahan lainnya


Komitmen GP Anshor Kota Bima dibawah kendali Rafi'in M. Rum, SE adalah merupakan langkah kongkrit dalam kegiatan kemanusiaan dengan melibatkan satgas cegah Covid-19 internal anggota GP Anshor dan melibatkan seluruh instrumen seperti halnya  anggota TSBK yang dibantu juga oleh beberapa warga lainnya serta dari PC. PMII Kota Bima serta Babinkabtibmas.

"Kami tergerak untuk melakukan penyemprotan desinfektan ini semata mata untuk membantu masyarakat sebagai langkah/upaya untuk mengantisipasi dini munculnya wabah corona yang menulari masyarakat" jelasnya


Kegiatan penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh GP Anshor Kota Bima mendapat apresiasi dari masyarakat, Ibrahim Umar (53 Thn) misalnya pada media ini mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya kegiatan penyemprotan tersebut

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada GP Anshor yang telah membantu kami untuk melakukan penyemprotan wabah corona ini semoga kegiatan yang sama akan tetap terus dilakukan kedepannya sehingga kekhawatiran munculnya penyakir corona dapat diantisipasi dini" harapnya

Adapun yang menjadi sasaran penyemprotan tersebut adalah lokasi lokasi umum seperti terminal, masjid, musholla, serta fasilitas umum lainnya yang menjadi tongkroman masyarakat pada umumnya termasuk rumah rumah pribadi @ry@

Jurnal Expose, Kota Bima || Penanggulangan dan pencegahan penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19) hingga saat ini masih terus dilakukan. Pandemik wabah virus corona (COVID-19) yang kian hari penderitanya makin bertambah dan sedang melanda dunia ini mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan di masyarakat. Serta menuntut agar masyarakat lebih respect akan mengantisipasi bahayanya virus ini.


Untuk membantu dan peduli pada pemerintah dan relawan yang saat ini bekerja untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus ini, Manejemen dari Tataya Café bekerjasama dengan Barisan Muda Umi Dinda (BUMI) membagikan 200 nasi kotak untuk petugas gugus tugas penanggulangan Covid -19 Kabupaten Bima yang berada di Jembatan Timbang Madawau Kecamatan Madapangga dan Batas Kota Bima Kamis malam, (10/4/20).

Manejemen Tataya Café Diah Citra Pravitasari menjelaskan,  pemberian Nasi kotak ini bertujuan untuk membangun kepedulian, empati dan ikatan sosial antar sesama umat manusia terutama pada saat-saat seperti ini di mana pandemik wabah virus corona sedang melanda dunia.

"Saya mengapresiasi semangat Tim dan relawan petugas gugus tugas penanggulangan Covid -19 Kabupaten Bima dan Kota Bima yang tidak kenal lelah menjadi garda terdepan. Mudah-mudahan nasi kotak yang kami berikan ini bermanfaat, apalagi mereka sedang bertugas,” ungkap Dae Dita sapaanya.

Di sisi lain, dia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona dengan membatasi interaksi sosial, seperti tidak bepergian, tidak berkumpul-kumpul, tidak berjabat tangan, menerapkan etika bersin dan batuk, membersihkan barang-barang yang sering disentuh dan sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih.


“Upaya-upaya tersebut diharapkan bisa menghentikan atau setidaknya memperlambat laju penularan virus corona. Mari bersama kita lawan COVID-19 ini, jangan sampai kita, keluarga kita, dan orang-orang yang kita sayangi menjadi korban. Tetap lakukan ibadah walau hanya di rumah dan jangan lupa untuk saling peduli dan berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan,” tandasnya.

Petugas gugus tugas Perbatasan Kabupaten dan Kota Bima Doni serta Wulandari kepada media ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada Majenemen Tataya Café bekerjasama dengan BUMI yang sudah hadir dan berbagi nasi kotak untuk kami yang sedang bertugas.

“Kami yang mewakili petugas gugus tugas mengucapkan terimakasih kepada Dae Dita berserta rombongan, yang langsung hadir guna menengok langsung kegiatan tim pemantau (Covid-19),” pungkasnya.

Kabupaten Bima, Jurnal Expose || Program bantuan sosial untuk Kabupaten Bima hasil lobi Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer ke Kementrian Sosial (Kemensos) terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.


Program bantuan yang meningkat tersebut antara lain penambahan kartu BPJS bagi warga yang tidak mampu dibiayai APBN. Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Drs. Sirajuddin MM, mengatakan upaya maksimal Pemerintah Kabupaten Bima dibawah kepemimpinan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE dan Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan M. Noer, melobi anggaran atau program Pemerintah pusat membuahkan hasil.

Misalnya anggaran atau program dalam meringankan beban masyarakat Kabupaten Bima yang tergolong tidak mampu yang belum memiliki kartu BPJS miskin terus meningkat.


Meningkat bantuan BPJS miskin dalam 8 bukan terakhir sebanyak 64.000 dari APBN dan dari APBD 1 lebih 2.700,” katanya, Selasa (03/03).

Bahkan perwakilan BPJS Kesehatan Kabupaten Bima telah menyerahkan sebanyak 31.646 kartu BPJS tahap 8,9 dan 10, belum lama ini. Selanjutnya kartu itu akan distribusikan ke desa-desa mulai awal bulan maret 2020. “Bantuan yang meningkat setelah Bupati Bima bersurat Kemensos,” katanya.

Tidak hanya itu lanjutnya, bantuan KUBE juga terus mengalami peningkatakan. Dari sebanyaK 30 kelompok pada tahun 2019 lalu, kini naik menjadi sebanyak 150 kelompok tahun 2020.

“Satu kelompok mendapatkan anggaran sebanyak Rp20 juta. Selain itu program RTLH yang didapat 12 kelompok, satu kelompok mendapat Rp150 juta,” pungkasnya.

Setelah usai digelarnya Musrenbang tingkat kelurahan di semua kelurahan yang ada di kecamatan Asakota, Musrenbang tingkat kecamatan Asakota digelar hari ini, Selasa (4/3/20) di Aula Kantor Camat Asakota.


Musrenbang dihadiri Bappeda, Anggota DPRD, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Lurah, Tokoh pemuda dan tokoh masyarakat sekecamatan Asakota.

Dalam sambutannya, Camat Asakota, Suryadin, SH mengharapkan agar Musrenbang ini berjalan lancar dan dapat menampung semua aspirasi yang telah dibahas sebelumnya di Musrenbang tingkat kelurahan.

"Semua aspirasi yang telah diputuskan di Musrenbang tingkat Kelurahan akan dibahas, ditampung dan diajukan ke Musrenbang tingkat Kota dengan skala prioritas"ujarnya.

Di Musrenbang Tingkat Kelurahan hampir seluruh kelurahan yang ada di Asakota mengusulkan pembebasan lahan untuk perkuburan, permintaan Countainer Sampah dan kendaraan Roda tiga pengangkut sampah.

Selain itu Camat menginginkan agar kantor camat dapat direhab mengingat kondisinya sangat memprihatinkan. Selanjutnya, meminta untuk penganggaran kendaraan dinas untuk kelurahan dan Kecamatan serta meminta pembebasan lahan depan kantor camat yang masih milik masyarakat, juga meminta agar kantor Kecamatan dapat ditempatkan personil Pol PP untuk Untuk mengantisipasi pengamanan.

”Mudah – mudahan proses perencanaan kecamatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dan berharap pada LPM, Karang Taruna dan Tokoh masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan skala prioritas agar dapat diakomodir ditahun 2021 nantinya", ungkapnya

Sementara Kasubid Bappeda dan Litbang Kota Bima, Edi Bakhtiar, mengatakan apa yang menjadi usulan masyarakat dari tingkat Kelurahan dan Kecamatan sudah masuk dalam rancangan 4 skala prioritas, diantaranya, penuntasan Kemiskinan, peningkatan kesehatan, Penuntasan kekumuhan, Reformasi Birokrasi dan pelayanan smart city.

Anggota DPRD Dapil I Asakota utusan Partai Amanat Nasional (PAN) Syamsuddin menyampaikan Perencanaan tahun 2020 ini. “Insya allah akan direalasikan pada tahun 2021”. Hasil musrenbang tingkat Kelurahan dan kecamatan akan terkoneksi dengan pokok pikiran DPRD.


Kota Bima, Jurnal Expose || Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE  meminta Dinas Perhubungan Kota Bima untuk intens menertibkan para pengguna jalan yang melanggar jalan satu arah. Hal ini disampaikannya dalam arahannya saat memimpin apel gabungan Senin 2 Maret 2020 di halaman kantor Walikota Bima.


Diungkapkannya masih banyak masyarakat kita yang belum menyadari pentingnya mentaati aturan pemberlakuan jalan satu arah karena ditemukan masih banyak kendaraan yang melawan arus baik di Jalan Gajah Mada maupun Jalan Soekarno Hatta.

"Dinas perhubungan saya minta bisa menertibkan ini untuk perbaikan lalu lintas dan disiplin berkendara, ini sudah berkali-kali saya ingatkan dan harus segera dilaksanakan", tegas Walikota.


Ini bagian dari pembenahan, tambah Walikota. Disampaikannya, agar tidak melakukan pembiaran seperti ini, sistem satu arah ini harus terus dipantau dan diiringi dengan perbaikan-perbaikan dan  dimintanya Dinas Perhubungan selaku leading sektor harus lebih proaktif.

Kota Bima, Jurnal Expose || Pemerintah Kelurahan Tanjung Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima menggelar Musrenbang Tingkat Kelurahan Tahun 2020 Kamis, 27 Febuari 2020 di aula setempat.

Foto : (Dari kiri) Sekretaris Bappeda,  Lurah Kelurahan Tanjung, Camat Rasanae Barat, dan Kabag APP

Hadir dalam acara Musrenbang tersebut, Sekretaris Bappeda Litbang Kota Bima, Camat Rasbar, Kabag APP Setda Kota Bima, Lurah Tanjung, RT, RW, LPM, Karang Taruna, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan warga setempat.

Dalam sambutanya, Kepala Kelurahan Tanjung Faisal S.Pd mengajak seluruh RT,RW, LPM, Karang Taruna dan warga setempat agar dapat mengusulkan sejumlah aspirasinya yang berskala prioritas, baik fisik maupun pemberdayaan masyarakat.

Beberapa aspirasi yang dibahas dalam penggunaan dana kelurahan 2020. Diantaranya penerangan lampu jalan, renovasi areal pemakaman, pembersihan kali romo, pembersihan drainase, dan berbagai hal lainnya.

Camat Rasanae Barat, Hj. Suharni dalam arahan menyampaikan bahwa penggunaan dana kelurahan 2020 ini dapat digunakan sebaik-baiknya.”Jangan sampai muncul persoalan terhadap pengginaan dana kelurahan. Gunakan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin,”ujarnya

"Intinya usulan harus berskala perioritas ditingkat RT dan RW supaya bisa kita masukan dalam tingkat Kecamatan dan tingkat Kota Bima, agar bisa di tuangkan dalam APBD tahun 2021 nanti," terang Faisal sapaanya.

Camat Rasbar Hj.Suharni SE dalam sambutanya mengatakan, bahwa Musrenbang ini merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan oleh kita semua sekaligus untuk mempatukan visi-misi Walikota Bima yakni Perubahan.

"Aspirasi masyarakat sangat penting untuk mengakomodir dalam setiap program pembangunan di tingkat Kelurahan Tanjung sesuai dengan kemampuan anggaran daerah," pungkasnya.

Umi Suharni sapaanya berjanji, akan mengakomidir semua aspirasi warga. Namun harus berskala prioritas supaya bisa diakomodir pada tahun 2021 nanti.

Ia pun menambahkan, bahwa pada tahun 2020 ini Pemerintah Kota Bima telah mengucurkan anggaran untuk sebesar Rp. 1 M. "Dana Kelurahan ini agar bisa dimanfaatkan oleh Lurah sebaik-baiknya, karena 40 porsen Fisik dan 60 porsen untuk pemberdayaan," bebernya.

Lewat kesempatan ini, sambungnya, mengelola dana Kelurahan tersebut dengan sebaik-baiknya. "Saya tidak mau di Kelurahan Tanjung terjadi keributan masalah dana Kelurahan akibat dana kelurahan. Mari kita musyawarahkan dengan sebaik-baiknya tanpa ada perbedaan pendapat, sehingga terjadi miskomunikasi antara RT, RW masyarakat dan Lurah," tegasnya.

Kota Bima, Jurnal Expose|| Validitas data sensus penduduk miskin akan sangat ditentukan oleh akurasi data yang dihimpun oleh para fasilitator yang melakukan pendataan secara langsung ditingkat lapangan

Foto : Kepala Dinas Sosial Kota Bima, H. Muhiddin

Selain mendatangi langsung masyarakan untuk melakukan pendataan, fasilitator berkoordinasi dengan Kasi Ekonomi Kelurahan setempat juga membuka posko pengaduan untuk menampung serta menindak lanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat

"Fasilitator merupakan tenaga terdidik yang sudah melewati tahapan bimtek sehingga mampu mengolah data yang diserverkan dalam operator yang disiapkan bahkan Kota Bima saat ini mampu menempati urutan keempat dalam mengentaskan angka kemiskinan diwilayah NTB ini" ungkap H. Muhiddin Kadis Sosial Kota Bima

Masih menurutnya "Kami akan terus bekerja keras untuk melayani masyarakat dengan pendekatan pelayanan prima sehingga masyarakat tidak lagi dipersulit untuk mendapatkan haknya seperti pembuatan kartu miskin yang selama ini dilakukan ditingkat keurahan. silahkan masyarakat mendatangi kantor kami insyaallah komputer dibuka dan data ybs sudah terkoneksi dengan nik KK yang ada dalam data kami" demikian jelasnya

Sementara Drs. H. Iksan (Kabid Penanganan Fakir Miskin Dan Potensi Kesejahteraan Sosial) mengaku sangat konsen bekerja karena menurutnya menangani masyarakat miskin merasa sangat tertantang karena disamping merupakan tuntutan tugas juga merupakan ibadah yang sewaktu-waktu dapat membantu masyarakat
Foto : Drs. H. Iksan

"Potensi angka kemiskinan secara Nasional 9, 22 %, NTB 14, 56 % dan Kota Bima 8, 60 %. Dari potensi angka kemiskinan tersebut kedepannya Kota Bima sangat berpeluang untuk dapat diciutkan melalui penanganan dan pendataan yang tepat sasaran dan disitulah peran fasilitator sangat diandalkan" demikian menurutnya @ry@

Kota Bima, Jurnal Expose || Pada Tahun 2020, Indonesia akan melakukan sensus penduduk. Sensus penduduk akan dilaksanakan secara online mulai tanggal 15 Februari 2020. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Cabang Bima dalam pertemuannya bersama Walikota Bima H Muhammad Lutfi SE kemarin Kamis 20 Februari 2020 di ruang kerja Walikota Bima.

Foto : Walikota Bima saat melakukan sensus penduduk secara online
Dikesempatan tersebut Walikota Bima melakukan pengisian sensus penduduk secara online. Baginya ini menjadi kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia yang baik. Dimintanya BPS agar terus mensosialisasikan tata cara pengisian online kepada masyarakat.

"Sebagai masyarakat kita wajib untuk mengisi sensus penduduk, dan saya baru saja selesai melakukan pengisian tersebut", ujarnya.

Diajaknya seluruh masyarakat Kota Bima untuk berpartisipasi dalam sensus penduduk 2020 dengan mengisi secara mandiri melalui sensus online dengan mengakses website sensus.bps.go.id. atau dengan menyambut petugas pada sensus penduduk wawancara yang akan dilaksanakan pada 1 Juli hingga 31 Juli 2020.

"Data penduduk yang berkualitas berada ditangan kita semua, Mari mencatat Indonesia", ajak Walikota.

Sumber : Humaspro Kota Bima

Kota Bima, Jurnal Expose || Walikota Bima H Muhammad Lutfi, SE dalam Surat Edaran Nomor 007/54/II/2020 tentang Perayaan Hari Kasih Sayang/Valentine Day memghimbau agar  para generasi dan para pelajar untuk tidak latah merayakan hari kasih sayang atau Valentine Day. Budaya ini dinilai tidak sesuai dengan adat istiadat masyarakat Bima yang menjunjung nilai-nilai islami.


Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah perilaku Generasi Muda, Mahasiswa dan para pelajar Kota Bima terhadap hal-hal yang melanggar nilai-nilai moral dan akhlak yang sering dijumpai dalam perayaan Hari Kasih Sayang/Valentine day yang jatuh pada Tanggal 14 Februari setiap tahun, dimana tahun ini 14 Februari 2020 jatuh tepat pada Hari Jum'at. Dalam himbauan tersebut disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah/Madrasah di wilayah Kota Bima wajib melarang kegiatan Mahasiswa/ siswa baik di lingkungan Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah atau di luar dengan tujuan untuk merayakan Hari Kasih sayang (Valentine Day) guna menghindari adanya kegiatan yang bertentangan dengan nilai Moral Religius dan Kultur Budaya masyarakat Kota Bima;

2. Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah/Madrasah membuat surat pemberitahuan kepada seluruh orang tua atau Wali Murid untuk dapat mengawasi Putra-Putrinya agar tidak terjebak dan melakukan hal- hal yang melanggar nilai-nilai moral dan akhlak para Mahasiswa dan Pelajar di Kota Bima;


3. Kepada Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah/Madrasah dan Pimpinan Pondok Pesantren untuk memberikan penguatan moral dan yang diintegrasikan dalam bahan landasan pekerti yang luhur Budi ajar/kurikulum pelajaran sebagai mahasiswa, mata siswa/siswi dan santriwan/santriwati agar tidak mudah tergoda dengan perayaan Hari Kasih Sayang/Valentine Day yang diselenggarakan oleh pihak luar;

4. Memberi pengertian kepada seluruh mahasiswa dan siswa bahwa Kasih Sayang akan lebih berbudi luhur dan bermakna jika peruntukkan bagi orang tua/keluarga, para Dosen/Guru, serta orang lain yang berjasa di sekitar kita (petugas kebersihan di dalam maupun di luar sekolah, pemadam kebakaran, petugas makam, Polisi, Tentara dan lain-lain) dalam bentuk mentaati, menghargai dan menghormati serta peduli terhadap sesama;

5. Kepada Ormas Islam se Kota Bima agar senantiasa ikut menjaga ketertiban sosial dengan menegakkan Dakwah Amar Makruf Nahi Mungkar, dengan menjunjung tinggi aturan Hukum yang berlaku dan tetap melakukan koordinasi dengan aparat dan Dinas terkait pada setiap aksi yang dilakukan;

6. Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima, Dinas Kesehatan Kota Bima, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bima untuk mengawasi Penjualan alat kontrasepsi (kondom)pada semua apotik dan toko obat di Kota Bima agar selektif dan hati-hati sebagai upaya untuk mencegah perilaku Sex bebas (Free Love dan Free Sex) dikalangan anak muda di wilayah Kota Bima;

7. Kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bima untuk melakukan Razia mulai tanggal 13-15 Februari 2020 seluruh Kos-kosan, di Hotel/Penginapan, Cafe dan tempat-tempat hiburan lainnya.

Walikota berpesan hal ini menjadi perhatian bersama dan diminta kepada semua elemen masyarakat Kota Bima untuk dapat mengawasi pelaksanaan perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day demi terwujudnya pendidikan yang berkarakter dan sebagai perisai moral dan ahlak Generasi Muda, Mahasiswa dan Pelajar di Kota Bima. ***

Kota Bima, Jurnal Expose || Tak mengenal lelah dan demi penuhi janjinya H. Muhammad Lutfi terus menyisir setiap Kelurahan yang ada


Hari ini (Jum'at 7/02/2020) giliran Kelurahan Manggemaci yang disambanginya, warga setempat sangat antusias menyambut kehadiran Walikota Bima yang ditemani oleh Ketua Tim PKK (Hj. Elly Alwainy)

Taufik SH, Anggota DPRD Kota Bima selaku representatif masyarakat Kelurahan Manggemaci sangat apresiasi terkait komitmen Walikota Bima yang merealisasikan janjinya

"Selaku anggota DPRD saya sangat salut dengan Bapak Walikota Bima yang mampu merealisasikan komitmen dari janjinya selama ini semoga bantuan kursi yang ada dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan kita bersama" tandasnya


Bahkan kemuliaan hati Bapak Walikota dengan membagi gaji serta tunjangannya patut diacungi jempol mengingat langkah tersebut sangat mulia "semestinya Walikota tidak perlu menggunakan hak pribadinya yang dibagikan kepada masyarakat karena banyaknya kegiatan sosial yang diselipkan pada OPD" jelasnya

Sementara H. Muhammad Lutfi sendiri mengaku bahwa "untuk menunaikan janji butuh waktu yang tepat dan serius untuk menepatinya mengingat banyak pekerjaan lainnya yang membutuhkan perhatian.. urainya

Bekerja keras memang membutuhkan ruang dan ketepatan waktu untuk menunaikannya ditengah kesibukan yang luar biasa. Teruslah bekerja untuk membantu rakyatmu meskipun tidak sedikit juga yang mencelamu @ry@
Diberdayakan oleh Blogger.