Panitia mencatat peserta berasal dari 47 kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mengirimkan dua perwakilan dari sekolah yang memiliki perpustakaan aktif.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan pustakawan serta pengelola perpustakaan dalam menghadapi proses sertifikasi. Selain itu, Bimtek ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Ketua panitia kegiatan, Deni Ramdani, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mendorong profesionalisme pengelolaan perpustakaan.
“Kami ingin memberikan bekal awal kepada para pengelola perpustakaan agar lebih siap dan percaya diri saat mengikuti sertifikasi pustakawan nantinya,” ujarnya.
Panitia menghadirkan materi yang mencakup:
Standar Kompetensi dan Sertifikasi Pustakawan,
Tata Kelola Perpustakaan yang Efektif,
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pelayanan,
Teknik Penyusunan Portofolio Sertifikasi.
BAZNAS Kabupaten Sukabumi turut mendukung penuh kegiatan ini dengan menyediakan tempat pelaksanaan. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perpustakaan desa, sekolah, hingga instansi pemerintah.
Dengan adanya pelatihan ini, penyelenggara berharap para peserta tidak hanya memperoleh sertifikasi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pengembangan literasi di satuan pendidikan dan masyarakat.
( Evi )