Desa Sukajadi Gelar Rembuk Stunting 2025, Fokus Program Kesehatan dan Gizi 2026
Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan Desa Sukajadi, bidan desa, narasumber dari Puskesmas Tamansari, pendamping lokal desa, pendamping tingkat kecamatan, serta perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Tamansari.
Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan, menegaskan bahwa rembuk stunting menjadi forum penting untuk merumuskan strategi penanganan stunting sekaligus dasar dalam pra-Musrenbang desa. Program ini diarahkan untuk penganggaran program kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat Desa Sukajadi tahun 2026.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul untuk merembukkan bagaimana cara mengatasi stunting di Desa Sukajadi. Walaupun jumlahnya berapa pun, yang penting datanya harus real apa adanya, sehingga bisa kita anggarkan penanganannya tahun depan,” ujar Ade Gunawan.
Berdasarkan data awal dari Puskesmas Tamansari, terdapat dugaan lebih dari 50 anak di Desa Sukajadi mengalami stunting. Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi langsung oleh kader kesehatan bersama tim puskesmas.
Sejumlah faktor yang memicu kasus stunting di Sukajadi antara lain keterbatasan akses sanitasi layak, pola asuh yang kurang optimal, serta kondisi keluarga yang ditinggal orang tua karena perceraian, sehingga anak lebih banyak diasuh oleh nenek atau kerabat.
Sebagai bentuk intervensi awal, pemerintah desa menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil. Meski demikian, hasil pemeriksaan bidan desa menunjukkan bahwa tidak ada ibu hamil dengan kondisi stunting di Desa Sukajadi.
Kepala Desa Sukajadi berharap rembuk ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat.
“Harapan saya ke depan, melalui rembuk stunting ini kita bisa bersama-sama menekan angka stunting di Desa Sukajadi, sehingga generasi penerus kita tumbuh lebih sehat dan berkualitas,” pungkas Ade Gunawan.
(Ade Suhendar)
