Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Kota Bima - Jurnal Expose, Dalam rangka peringatan HUT Purna Paskibraka Indonesia (PPI) ke-29, PPI Kota Bima menggelar kegiatan Senam Bersama dan Donor Darah di halaman Kantor Walikota Bima pada Jumat, 21 Desember 2018.

Ketua PPI Kota Bima Wendy Mainormansyah, SE, MM, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan arahan dari PPI pusat dan digelar secara serentak se-Indonesia bertepatan dengan HUT PPI ke-29 hari ini yang mengangkat tema "Bekerja dan Berprestasi Untuk Indonesia".

Pada tingkat Kota Bima, kegiatan ini diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari ASN linglingkup Pemerintah Kota Bima, Pokdarwis, TNI, Polri, pegawai lembaga perbankan, dan anggota PPI Kota Bima.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Bima memberikan dukungan berupa perlengkapan kegiatan. Pihak lain yang menjadi sponsor diantaranya BNI Cabang Bima, Oppo, PMI Kota Bima dan Forum Karang Taruna Kota Bima.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH. Hadir Sekda Kota Bima, Staf Ahli Walikota, Asisten Setda, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, pimpinan BNI Cabang Bima, dan unsur PMI Kota Bima.

Wakil Walikota menyampaikan apresiasi kepada PPI Kota Bima atas penyelenggaraan aksi sosial ini.
"Selain bermakna pengabdian sosial, kegiatan ini juga menjadi media silaturahim", kata Wakil Walikota.

Terkait aksi donor darah, Wakil Walikota mengapresiasi karena kegiatan ini menjawab kebutuhan masyarakat.

Dikatakannya, kondisi yang umum dihadapi di rumah sakit maupun klinik adalah kurangnya ketersediaan darah. "Kebetulan saya menjadi ketua PMI selama beberapa tahun dan telah merintis pembangunan bank darah untuk Kota Bima.

Namun fasilitas penyimpanan darah ini jarang terisi karena kurangnya pasokan darah atau karena besarnya kebutuhan darah oleh para pasien.

Oleh karena itu, semakin banyak elemen masyarakat yang melaksanakan aksi donor darah maka semakin baik", kata Wakil Walikota.

Wakil Walikota juga menyampaikan penghargaan kepada para anggota PPI Kota Bima sebagai putra-putri terbaik daerah.

Diharapkannya PPI Kota Bima bisa menjadi agen perubahan yang mengkampanyekan gerakan hidup positif bagi rekan-rekan di lingkungannya, khususnya dalam kampanye pencegahan peredaran dan penggunaan narkoba, obat-obatan keras, minuman keras, tawuran, dan tindak kekerasan pada kalangan pemuda.

Wakil Walikota selanjutnya meninjau pelaksanaan donor darah didampingi Sekda dan jajaran.(JE.001).

Kota Bima - Jurnal Expose ||  Peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi NTB yang ke-60 tahun 2018 sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sesuai arahan Pemerintah Provinsi NTB, tahun ini Pemerintah Provinsi maupun Kota/Kabupaten se-NTB diarahkan untuk mengganti pelaksanaan upacara bendera dengan kegiatan bakti sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan atau aktivitas masyarakat.

Menindaklanjuti arahan ini, Pemerintah Kota Bima mengajak seluruh ASN untuk melaksanakan gotong royong membersihkan pasar Ama Hami pada Minggu sore, 16 Desember 2018. Kegiatan dikoordinir oleh Sekda Kota Bima Drs. H. Mukhtar, MH, didampingi Asisten I dan III Setda.

Peserta kegiatan berasal dari kalangan ASN lingkup Pemerintah Kota Bima dan masyarakat umum. Sebanyak 3 unit truk sampah dikerahkan untuk pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan oleh peserta gotong royong.

Harapan Sekda, kegiatan ini dapat menggugah kesadaran pengguna pasar baik pedagang maupun pembeli untuk menjaga kebersihan.

Selain untuk memperingati HUT NTB ke-60 tahun 2018 yang mengangkat tema "Bangkit Bersama Menuju NTB Gemilang", gotong royong ini juga bertujuan untuk persiapan Pasar Ama Hami menuju Pasar dengan standar Sertifikat Nasional Indonesia (SNI).(JE.001).

Bima - Jurnal Expose || Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan senilai Rp. 2,15 miliar kepada masyarakat di Dusun Tanggani Desa Sarae Ruma Kecamatan Langgudu melalui program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT).

Kepala Dinas komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bima H. Abdul Wahab Usman, SH, M.Si yang turut mendampingi Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Noer saat peresmian program tersebut Kamis (13/12) mengatakan Peresmian program pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) tersebut  dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI H. Nanang Samodra dan Adi Putra Darmawan Taher, juga  Anggota Komisi I H. Muhamad Syafruddin, ST, M.T.

Sementara dari Kementerian Sosial dihadiri Direktur KAT Harapan L Gaol, La Ode Taufik, Dinas Sosial Provinsi NTB Sirajul Muttaqin, Tim TP4D dari OPD, Camat dan Muspika Langgudu, Kades, tokoh agama dan tokoh masyarakat Se- Kecamatan Langgudu.

Dikatakan Wahab, pada kesempatan tersebut wabup menyerahkan 51 rumah type 36 kepada warga penerima manfaat dengan total dana Rp. 2,15 lebih.

Untuk menunjang kelangsungan program tersebut pada tahun 2018, warga penerima manfaat juga diberikan jaminan hidup selama 6 bulan, peralatan pertanian, peralatan rumah tangga dan bibit pohon  dan sudah direalisasikan 100 persen.

Sedangkan untuk tahun kedua pada 2019 mendatang, 51 orang penerima manfaat mendapatkan jaminan hidup.(JE.002).

Kota Bima – Bima Expose, Dalam rangka Hari Besar Islam Tahun Baru 1440 Hijriah, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima menggelar Operasi Pasar Murah Sembako Bersubsidi di Pasar Penaraga, Kamis, (04/10).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan, SH. Turut hadir sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, Kapolsek dan Danramil Rasanae Timur.
Menurut laporan Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Nurjanah, S. Sos, pasar murah digelar untuk membantu masyarakat Kota Bima mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas dan pengendalian harga, khususnya sembilan bahan pokok, sehingga terpenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bima yang berpenghasilan rendah.
Selain itu, kegiatan ini sebagai wujud program 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Bima mewujudkan masyarakat sejahtera berbasiskan peningkatan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 725 paket sembako disediakan untuk masyarakat Kota Bima yang berpenghasilan rendah di 11 Kelurahan se-Kecamatan Raba.
Paket sembako tersebut berisikan 3 komoditi kebutuhan pokok yang dijual murah terdiri atas 5 kg beras dengan harga Rp. 6.000/kg sedangkan di pasaran harga jualnya Rp.11.000/kg, 1 kg gula pasir harga Rp.7000 sedangkan harga jual di pasaran Rp.12.000/kg, dan 1 liter minyak goreng Bimoli Refill harga Rp.10.000 sedangkan harga jual di pasaran Rp.15.000/ltr.
Selisih harga pasar dan harga subsidi adalah Rp. 35.000,- per paket. Sembako bersubsidi ini bisa didapatkan dengan harga Rp. 47.000,- per paket atau separuh dari harga pasar senilai Rp 82.000,-per paket.
Sementara itu, Wakil Walikota Bima mengapresiasi Dinas Koperindag yang menggelar kegiatan operasi pasar murah ini untuk membantu kebutuhan sembako masyarakat yang kurang mampu.
Operasi pasar ini diharapkan dapat membantu keluarga yang membutuhkan. “Paket sembako ini sifatnya sementara, tidak permanen, tapi kami yakin bisa membantu mengatasi kebutuhan keluarga yang membutuhkan”, kata Wakil Walikota.
Selain itu, ke depan diharapkannya ada tambahan paket sembako subsidi yang disediakan Dinas Koperindag untuk membantu lebih banyak keluarga yang berpenghasilan rendah di Kota Bima.
Diingatkannya, kupon sembako yang dibagikan agar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan tepat sasaran.
“Satu harapan, kupon ini jangan pernah dibagikan kepada kolega atau keluarga, tetapi dibagikan secara adil kepada keluarga kita yang membutuhkan.
Itu menjadi prinsip dasar, percuma kita mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat yang membutuhkan kalau penerima manfaatnya tidak tepat sasaran”, ujarnya tegas.
Menutup sambutannya, Wakil Walikota mengharapkan kritik dan saran dari masyarakat untuk kemajuan Kota Bima. “Pemerintah berkeinginan untuk dapat terus bergandengan tangan dengan rakyat.
Apapun keluhan rakyat, silakan sampaikan kepada kami. Asalkan usulan yang membangun, insya Allah kami akan layani, karena itu merupakan tanggungjawab kami sebagai pemimpin”, pungkas Wakil Walikota.(MD.Hum)
Diberdayakan oleh Blogger.