Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

 Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Intensitas ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir yang makin meningkat di Kabupaten Bima memerlukan upaya penanganan secara sistematis dan berkelanjutan. 

Salah satu langkah yang dilakukan di Kabupaten Bima adalah menyusun dokumen rencana kontigensi bencana banjir yang melibatkan melibatkan fasilitator nasional yang bekerja untuk BNPB Bersama dengan tim penyusun rencana kontigensi (Renkon) sebagai acuan penanganan bencana. 

Demikian salah satu poin penting pada workshop Konsultasi Publik Rencana Kontigensi Bencana Alam Banjir Kerjasama BPBD Kabupaten Bima dengan Yayasan Adventist Development and Relief Agency (ADRA)  Indonesia Rabu (29/9) di Aula  Kantor Bupati Bima.

Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Noer yang membuka workshop mengemukakan, dukungan ADRA bagi peningkatan kapasitas stakeholder kebencanaan telah memberikan  kontribusi nyata bagi upaya bersama dalam penanggulangan bencana di kabupaten Bima.

Workshop  merupakan salah satu tahapan  untuk mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pihak bagi peningkatan kualitas dokumen kontingensi dan penyempurnaan dokumen yang telah disusun. 

"Oleh karena itu para peserta diharapkan dapat bertukar pandangan dan wawasan agar dokumen rencana kontigensi ini benar-benar mencerminkan kebutuhan daerah dan pada saat yang sama menjadi dokumen yang legal  dan dapat di implementasikan menjadi rencana operasi saat menghadapi darurat bencana banjir bandang'. Terang Wabup. 

Pada kesempatan tersebut,  DRM Manager ADRA Indonesia Aminuddin Magatani yang menghadiri secara tatapmuka (offline) lokakarya yang dilaksanakan secara hybrid dan mengundang 100 peserta tersebut menyampaikan terima kasih  kepada jajaran Pemerintah dan stakeholder kebencanaan di Kabupaten Bima yang selama hampir satu tahun terakhir mendukung penuh kegiatan ADRA.

Saya seperti berada di rumah sendiri karena dukungan yang sangat luar biasa bagi kegiatan di Kabupaten Bima.  Untuk ini ADRA menyampaikan terima kasih,  mudah-mudahan workshop hari ini di dapat dikolaborasikan dengan kebijakan penanganan bencana di kabupaten Bima". Kata Aminuddin. 


Ditambahkan Aminuddin, kegiatan ini penting untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana karena dari waktu ke waktu angka kejadian bencana hidrometeorologi terus mengalami peningkatan. 

Sebelumnya,  PLT. Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Bima M.Chandra Kusuma AP dalam pengantarnya mengungkapkan, BPBD bekerjasama dengan ADRA melalui program Locally Led Disaster Preparedness and Protection (LLDPP) Project (Kepemimpinan Lokal Dalam Kesiapsiagaan dan Perlindungan Bencana),  telah melaksanakan serangkaian dukungan peningkatan kapasitas.

Fasilitasi tersebut  terlaksana secara konsorsium dengan  Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), Redr Indonesia, Pujiono Centre, Plan International Indonesia yang didukung penuh oleh European Commission  Humanitarian AId (ECHO).


"Rencana kontigensi memuat mekanisme penanganan, merumuskan kebijakan, dan memahamami peran dan tanggung jawab masing masing aktor sehingga menjadi acuan dalam pelaksanaan penangananan kedaruratan bencana.

Workshop/Konsultasi publik ini mengundang 100 peserta, yang terdiri dari unsur Perangkat Daerah, TNI, POLRI, Instansi vertikal, Camat se Kabupaten Bima, BUMN dan BUMD, Organisasi Profesi, Organisasi Sosial Kemasyarakat, Organisasi Perempuan dan disabilitas.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima yang dipimpin langsung oleh Ketua Hj. Rostiati Dahlan S.Pd  bermitra dengan Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Bima   dan Majelis Taklim An Nisa Kabupaten Bima Selasa (28/9)  melakukan pembinaan 10 Program pokok PKK dari POKJA I sampai POKJA IV dirangkaikan dengan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sadar Stunting (GEMASIN) kepada sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) yaitu ibu hamil dan ibu balita serta Pembinaan Majelis Taklim Kecamatan oleh Majelis Taklim An Nisaa Kabupaten Bima.  


Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan yaitu Pelayanan kesehatan dalam bentuk  Pelayanan Posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil kekurangan energi kronik (KEK) dengan melibatkan  Puskesmas setempat  serta  pembinaan  rohani yang dilanjutkan dengan shalat Dhuhur berjamaah di masjid desa Sai Kecamatan Soromandi.

Pada kegatan pembinaan yang  juga turut dihadiri Camat Soromandi Julkifli SH, M.Hum, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan kades dan jajaran Pengurus TP PKK Desa Sai tersebut  Hj. Rostiati mengatakan, pembinaan  10 Program Pokok PKK  secara khusus menekankan pada pembentukan program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). 

Dikatakan Rostiati UP2K-PKK  pada prinsipnya merupakan segala kegiatan ekonomi oleh oleh keluarga, baik, secara perorangan maupun kelompok, yang modalnya bersumber dari swadaya masyarakat maupun bantuan pemerintah serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat. Upaya ini dalam jangka panjang ditujukan   untuk meningkatkan pendapatan keluarga dalam rangka mewujudkan kesejahteraan keluarga.


“Dari aspek ekonomi, Desa Sai memiliki potensi sektor pertanian yang luar biasa, khususnya sebagai penghasil komoditi bawang merah, namun masih mengandalkan produksi sayuran dari luar desa karena lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Masyarakat setempat dapat secara mandiri mengelola lahan pertanian yang ada untuk memenuhi kebutuhan”.  Kata Rostiati 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Tita Masitha M.Si menjelaskan,  pada kegiatan ini selain dilakukan sosialisasi stunting juga dilakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA)LILA pada ibu hamil dan balita yang menjadi sasaran untuk screening status gizi sehingga sasaran dengan LILA mendekati ambang batas minimal dapat segera ditangani dengan intensif agar status gizinya membaik. ‘Pelaksanaan kegiatan ini tentu tak lepas dari peran aktif dari Tim Puskesmas Soromandi juga Kader posyandu yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa”. Terang Tita 

Di akhir kegiatan, seluruh sasaran 1.000 HPK yang hadir diberikan Makanan Tambahan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bima Hj. Rostiati Dahlan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan  pembinaan rohani oleh Majelis ta'alim An Nisa yang menghadirkan Ustad Islamudin yang memaparkan topik bagaimana menjadi istri yang baik. (rilis)

Kabupaten Bima, Jurnal Expose ||Bupati Bima meresmikan Puskesmas di Kecamatan Tambora dengan Bangunan megah berlantai dua yang dibangun diatas lahan seluas 1 ha tersebut menyerap total anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun anggaran 2020 senilai Rp. 15,1 Milyar. (18/3/2021)

Selain bangunan Puskesmas sarana dan prasarana lainnya yang dibangun pada lahan tersebut adalah rumah dinas, pengadaan mobil Ambulance, mobil Puskesmas Keliling double gardan, pengadaan empat unit kendaraan roda 2, instalasi pengolahan limbah, penyediaan alat kesehatan (Alkes) dan pengadaan Genset.

Tarian “Wura Bongi Monca” yang ditampilkan para siswi yang tergabung dalam Sanggar Harapan Kecamatan Tambora menyambut Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri SE, Wakil Bupati Drs. H. Dahlan M. Noer bersama rombongan yang terdiri dari para Asisten, Kepala Perangkat daerah dan Camat lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, Kepala Taman Nasional Gunung Tambora, Kepala Balai POM Bima serta MUSPIKA Kamis (18/03) saat melakukan kerja dalam rangka Peresmian Puskesmas Kecamatan Tambora yang berlokasi di desa Rasabou.

Hari ini kita hadir untuk melihat berbagai hasil pembagunan dan patut bangga dengan berbagai berbagai kemajuan, termasuk sektor kesehatan dan sampai akhir masa jabatan periode I IDP-Dahlan sudah dibangun 15 Puskesmas megah. Fasilitas ini harus terawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena merupakan sarana penyembuhan masyarakat. Ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati Bima, “komitmen Pemerintah daerah telah dibuktikan dengan menghadirkan tiga orang tenaga dokter yang dibantu sejumlah tenaga perawat. Oleh karena itu saya menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Tambora agar membantu kelancaran tugas dan memberikan kenyamanan para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan”.

Pada kesempatan ini Bupati secara khusus mengundang 17 Camat lainnya untuk melihat bahwa Kecamatan Tambora saja yang secara geogragfis jauh dari pusat pemerintahan mampu membangun wilayahnya, apalagi kecamatan lainnya yang relatif dekat. Artinya, Bima RAMAH II bukan hanya slogan, tetapi semua pihak harus bekerja keras mewujudkannya”. Tandas Bupati

Camat Tambora Drs. Isyrah dalam pengantarnya mengatakan, “atas nama masyarakat Kecamatan Tambora menyampaikan terima kasih  atas komitmen Pemerintah Daerah yang sangat memperhatikan pembangunan berbagai bidang di wilayah yang dipimpinnya khususnya sektor kesehatan”. 

Pada kesempatan tersebut Camat juga mengharapkan kepada Bupati untuk lebih mendorong bangkitnya jajaran pendidikan di kecamatan Tambora.

Peresmian pengoperasian Puskesmas ditandai dengan pengguntingan pita pada pintu masuk utama yang dilanjutkan dengan peninjauan seluruh ruangan dan fasilitas serta penyerahan kunci mobil ambulance kepada kepala Puskesmas.

Pada kesempatan tersebut, Camat Tambora bersama tujuh orang kepala desa membacakan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan  dihadapan Bupati dan para undangan. 

Kota Bima, Jurnal Expose ||  Kecelakaan tunggal yg dialami oleh M. Rafli Fachresa (Abang) pada hari sabtu pukul 11.00 WIB dilokasi Kelurahan Dara tepatnya ditikungan menuju Lawata mengakibatkan dirinya dilarikan ke PKM Paruga (6/2/2021)

Setelah mendapatkan pertolongan medis awal dengan sejumlah luka jahitan dikepalanya kemudian si Abang dirujuk ke BLUD Bima. Namun betapa kagetnya si Sudirman Dj selaku sang ayah karena menerima surat rujukan sang anak dengan status sebagai pasien reaktif

Spontan Om Deje (sapaan akrabnya) mempersoalkan dan mempertantanyakan status reaktif tersebut "atas dasar apa anak saya dirujuk dengan status sebagai pasien reaktif padahal anak saya mengalami kecelakaan yang mestinya mendapatkan pelayanan maksimal dengan luka berat yang dialaminya" gumannya

Bahkan ditengah sang abang mengalami pendarahan lewat mulut maupun hidungnya serta semburan muntah darah yang mendadak menimbulkan kepanikan, dengan entengnya dokter jaga menjawab bahwa hasil diagnosa sementara si pasien reaktif dan keterangan itu pula yang dituangkan dalam surat keterangan rujukan ke BLUD Bima

Awal kecurigaan pun mulai dirasakan karena berdasarkan hasil komunikasi langsung dokter jaga PKM Paruga dengan pihak IGD BLUD Bima yang sempat didengar dengan jelas menolak rujukan pasien reaktif dengan alasan ruang IGD sudah penuh

Setelah sekian jam menunggu kepastiannya maka muncullah usul saran agar bisa menghubungi siapapun yang dapat mempermudah akses menuju pelayanan IGD dan akhirnya atas bantuan dari H. LUTFI (Walikota Bima red) sehingga pasien dapat diterima diruang IGD BLUD Bima

Ruang IGD yang awalnya disinyalir penuh sehingga membuat sekian jam terkatung katungnya si abang, ternyata hanya terisi oleh satu orang pasien lainnya. Lalu sejauh mana kebenaran dari komunikasi sebelumnya yang mengatakan bahwa ruang IGD yang dimaksud sudah penuh

Penangan pun berjalan meski kejanggalan demi kejanggalan mulai terkuak dengan sikap penanganan yang lebih menitip beratkan pada penangan pasien reaktif covid. Hal itulah yang menyebabkan Sudirman Dj kerap kali mengamuk karena tidak tega menatap anaknya yang mengerang kesakitan yang segera akan ditempatkan pada ruang isolasi 

Penanganan lanjutan pada pagi hari jam 8. 00 WIT lah terjadinya perdebatan sengit antara Sudirman Dj dengan salah seorang dokter yang ingin memaksakan si abang untuk dilakukan penanganan diruangan isolasi khusus penderita covid dengan alasan status reaktif berdasarkan surat rujukan sebelumnya

"Tidak ada masalah anak saya dilakukan penanganan berdasar protap covid yang sebenarnya, tapi tolong tunjukan hasil rapid tesnya agar kami pun pasrah dengan keadaan anak kami" jelas Deje dengan geram

Atas dasar permasalahan tersebut akhirnya Deje memutuskan untuk memindahkan penanganan anaknya ke salah satu Rumah Sakit  Swasta dan langsung pertanyakan berapa biaya penangan selama satu malam di BLUD Bima dan mendapatkan jawaban bahwa tidak ada biaya sama sekali karena anaknya dikategorikan pasien reaktif covid

Begitu tiba di IGD Rumah Sakit Swasta tersebut hal pertama yang dilakukan adalah rapid antigen dan menghasilkan negatif pada diri abang. Penanganan pun berjalan sesuai dengan harapan sehingga si abng dapat tidur dengan nyaman

Sikap pihak BLUD Bima yang sangat ngotot dengan modus meng covid kan pasien kecelakaan praktis menimbulkan berbagai spekulasi asumsi minor dari publik saat ini apalagi dengan banyaknya kasus kasus serupa lainnya @ry@

Kota Bima, Jurnal Expose || Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan SH, usai menerima vaksin Covid-19 Perdana di Pelataran Kantor Wali Kota Bima menyampaikan kesan dan pesan setelah divaksin. Hal ini untuk lebih memastikan bahwa vaksin ini aman dan halal sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan takut untuk menvaksin diri agar terlindungi dari Covid-19.

Vaksin perdana dilakukan bersama anggota Forkompinda Kota Bima, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta perwakilan  organisasi profesi di Pelataran kantor Walikota Bima, pada Selasa 2 Februari 2021.

Menjadi orang pertama yang disuntik Wakil Walikota Bima berharap masyarakat bisa percaya dan yakin akan keamanan dan kehalalan vaksin corona.Disampaikannya pelaksanaan vaksin berjalan dengan lancar, aman dan tanpa kendala.

 "Kegiatan pelaksanaan vaksinasi ini tidak seperti yang diberitakan baik melalui media sosial maupun dikalangan masyarakat.
Selama ini kita dirasuki perasaan takut, perasaan cemas dan was-was akan dampak atau ekses daripada pelaksanaan vaksin corona ini. Setelah dilaksanakan vaksin ini biasa saja. Rasanya aman, nyaman dan tidak menimbulkan dampak atau reaksi apa-apa", jelas Wakil Walikota.

Diajak dan dihimbaunya seluruh masyarakat Kota Bima untuk menyambut pelaksanaan vaksinasi yang dicanangkan oleh pemerintah Kota Bima dengan riang gembira.Vaksin ini sangat penting dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona di Kota Bima. 

“Pelaksanaan vaksin ini sudah dipastikan aman, halal karena sudah mendapatkan sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia sehingga tidak ada lagi keraguan di hati kita, apalagi pelaksaan vaksin ini dilakukan gratis tanpa biaya sedikit pun semua ditanggung Pemerintah,” ujar Wakil Walikota.

Kegiatan diawali dengan pemberian informasi tentang alur pelayanan vaksin covid-19 dan setelah vaksin awal ini akan dilanjutkan dengan vaksin kedua asetelah 14 hari. Hadir pula menyaksikan Asisten bidang pemerintahan dan kesos, Asisten administrasi umum dan Kepala BPJS Kesehatan Kota Bima.***

Kabupaten Bima, Jurnal Expose || Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Pencanangan Vaksinasi Covid-19, tingkat Kabupaten di Aula Rapat Utama Kantor Bupati Bima. Selasa (2/2/21).

Untuk tahap awal diprioritaskan bagi tiga ribu Tenaga Kesehatan (Nakes) se Kabupaten Bima yang dilakukan secara bertahap. 

Pelaksana Tugas (Plt) Sekdis Kesehatan Kabupaten Bima, H. Rifa’i, M.Ap menyatakan, hari ini mulai pencanangan. Artinya, Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bima mulai dilaksanakan.

Untuk tahap awal diprioritaskan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 3000 orang dan nantinya bisa ditambah.

‘’Hari ini kita serentak melakukan vaksin Covid-19. Dalam prosesnya nanti dilakukan secara bertahap. Kita anjurkan 10 orang atau lebih setiap instansi. Selain Nakes, tahap awal ini juga akan divaksin pimpinan daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama serta Kementerian Agama,’’ujar Rifaid.

Menurut Sekdis Rifaid, pelaksanaan Vaksin tahap kedua akan dilakukan pada 16 Februari 2021 bertempat di aula Kantor Bupati. Kemudian bagi masyarakat akan dilakukan di masing-masing Puskesmas atau di Rumah Sakit (RS).

Tata cara pelaksanaan, sebelum divaksin terlebih dahulu melakukan registrasi pada ruangan Meja satu. Kemudian dicek-up lengkap mulai dari suhu tubuh,  berat badan,  tekanan darah,  gula darah dan asam urat, di meja dua. Kemudian discrening lengkap di meja ketiga. Mulai dari riwayat penyakit sampai apakah pernah dirawat atau tidak.

‘’Setelah dinyatakan sehat, baru disuntik vaksin di meja keempat. Jadi,  yang divaksin adalah yang benar-benar dinyatakan sehat. Baik dari pengakuan sendiri maupun atas hasil pemeriksaan medis,’’tambah Rifaid. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima, Drs. H. Taufik HAK, M.Si, menyatakan, hari ini merupakan tahapan yang ditunggu-tunggu. Dan itu menunjukan bahwa Covid-19 mempunyai obat, Vaksinlah solusinya.

Pemberian Vaksinasi ini telah disepakati oleh Pemerintah dengan para Dokter dan Medis Vaksin demi kebaikan masyarakat.

‘’Oleh karena itu,  tidak mungkin merusak ataupun membunuh rakyat. Lebih baik vaksin, jika terjadi apa-apa akan mudah ditangani,’’ujar Taufik.

Turut hadir pada Pencanangan tersebut sejumlah Kabag lingkup Setda Bima, BPBD, Dinas Kesehatan, TNI, POLRI, Kepala Rumah Sakit Sondosia serta Dirut RSUD Kota Bima.

Kota Bima, Jurnal Expose || Vaksinasi perdana sinovac di Kota Bima berlangsung aman, lancar dan khidmat, pada Selasa pagi 2 Februari 2021 di Pelataran Kantor Walikota Bima. Vaksinasi perdana ini dimulai sejak pukul 09.30 Wita dengan peserta pertama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan SH.

Sehari sebelumnya dilakukan screening kesehatan terhadap 14 orang dan 7 (tujuh) diantaranya dinyatakan memenuhi syarat. Sementara untuk  7 (tujuh) orang lainnya dinyatakan tidak lolos screening dan vaksinasi ditangguhkan sampai kondisi kesehatan dinyatakan memenuhi syarat untuk divaksin.

Adapun ketujuh orang tersebut yaitu Wakil Wali Kota Biima, Ketua DPRD Kota Bima, Kajari Bima, Dandim 1608/Bima, ketua PPNI, ketua IBI dan anggota MUI Kota Bima. Sedangkan 7 orang yang tidak memenuhi syarat antara lain Ketua PN Raba Bima, Kapolres Bima Kota, Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Ketua TP PKK Kota Bima dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH yang kembali melakukan screening kesehatan untuk kedua kalinya dan kondisinya dinyatakan sehat, serta menjadi peserta yang juga divaksin. Selain itu ada pula Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesos Drs H  A Gawis dan Kabag Prokopim Kota Bima H Abdul Malik SP MAP yang setelah di-screening kesehatan dinyatakan sehat, menjadi peserta vaksinasi perdana.

Setelah Wakil Wali Kota, kemudian Kejari Bima Suroto, sebagai pejabat kedua yang divaksin. Ketua PPNI selanjutnya dan pejabat lainnya.

Alur pelaksanaan vaksin yang dilewati Wakil Walikota dan pejabat lainnya, mulai dari meja 1 pendaftar, meja 2 screening, meja 3 vaksinasi dan meja 4 observasi. Di meja 4 observasi pejabat yang divaksin menunggu 30 menit sampai vaksin bereaksi apakah terdapat efek samping atau tidak. ***

Kota Bima, Jurnal Expose || Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kesehatan (Dikes) melakukan screening atau pemeriksaan kesehatan kepada 15 orang pejabat (1/2/21). Screening yang dilakukan hari ini guna pemberian vaksin perdana besok (2/2/21) di Halaman Kantor Wali Kota Bima.

Berdasarkan hasil screening yang dilaksanakan di pelataran Kantor Walikota Bima ada 13 orang pejabat dan perwakilan masyarakat yang siap divaksinasi Covid-19 perdana. Sesuai surat yang ditandatangani Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE dengan Nomor : 005/33/I/2021 perihal Pelaksanaan skrining Vaksin Covid-19 Kota Bima. Sebanyak 15 orang yang akan screening di Kota Bima.

Adapun daftar penerima vaksin perdana di Kota Bima dan melakukan screening antara lain Wali Kota Bima, Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Ketua Pengadilan, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Wakil Ketua I DPRD Kota Bima, Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua MUI (Perwakilan), Ketua PPNI dan Ketua IBI.

Para penerima vaksin perdana melakukan screening yang dipandu oleh tim dari dinas Kesehatan Kota Bima, seperti melakukan pendaftaran, kemudian melakukan screening yang mana pada saat screening ini penerima vaksin memeriksa suhu tubuh, tekanan darah dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Tim kesehatan.

Screening yang dilakukan kepada 15 orang pejabat sebagai penerima vaksin perdana ini dilakukan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan boleh divaksin atau tidak. Bagi yang berumur 60 tahun ke atas, maka tidak akan divaksinasi Covid-19.

‘’Maksimal 59 tahun seperti yang disampaikan oleh Kemenkes. Tidak boleh lewat dari 59 tahun, seperti Ketua MUI ada perwakilannya", ujar salah satu petugas pemeriksa kesehatan.

Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin Covid-19 yakni pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun.
Kemudian penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hiperteroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit tuberkulosis.***

Kabupaten Bima, Jurnal Expose || Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, dr. H Ganis, menyatakan bahwa jumlah penerima Vaksin di Kabupaten Bima sebanyak 294.181 orang. Terdiri dari Tenaga Kesehatan (Nakes) 3000 orang. TNI Polri, pelayanan Publik, Tokoh masyarakat, Guru dan kelompok usia produktif sebanyak 291.181 orang.

Penyebaran Covid-19, kata Ganis, tidak hanya terjadi di daerah khusus Ibukota Jakarta dan kota padat penduduk lainnya.

''Namun telah menyebar hingga ke pedesaan dan daerah-daerah terpencil. Oleh karena itu pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai bencana non alam,''ujar Kadis Kesehatan, pada acara Sosialisasi Pemberian Vaksin, di Aula Rapat Utama, Kantor Bupati Bima, Kamis 21 Januari 2021.

Menurut Kadis dr. Ganis, Pandemi Covid 19 memberikan tantangan besar bagi kita semua, dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama di daerah tercinta. 

Juga telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan seperti sektor sosial, pariwisata dan pendidikan.

Mencermati persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan tersebut, maka pemerintah memandang perlu untuk segera mengambil tindakan dan intervensi. 

Tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif melalui upaya pemberian VAKSINASI.

Dasar hukum pemberian vaksinasi ini, lanjut Kadiskes, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2020. Tentang Pengadaan Vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid 19.

Pemberian Vaksinasi bertujuan menurunkan kesakitan dan kematian akibat Covid-19.

Melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, menjaga produktivitas dan meminimalisir dampak sosial ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap. Dimulai bulan Februari 2021 oleh para dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi, yang tersebar di 21 Puskesmas se-Kabupaten Bima.

"Selama proses vaksinasi ini, saya berharap tidak mengganggu pelayanan imunisasi rutin dan pelayanan kesehatan lainnya. Tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena itu merupakan upaya akselerasi kita dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19,"beber Ganis.

Setelah divaksin dianjurkan untuk duduk sekitar 30 menit. Tidak boleh kemana-mana  untuk menunggu reaksi vaksin.

Selama proses vaksin, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga bisa berjalan dengan baik dan aman. 

Kabupaten Bima, jurnal Expose || Pemerintah Kabupaten Bima menggelar Sosialisasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tingkat Kabupaten, di Aula Rapat Utama Kantor Bupati Bima, Kamis 21 Januari 2021, pagi.

Mewakili Bupati Bima, dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. H Taufik HAK, M.Si, menyatakan Pemerintah sangat apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Vaksin tersebut.

Mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik, aman dan kita segera keluar dari Pandemi Covid-19.

Sekda mengajak, semua pihak yang sudah masuk kategori akan divaksin, dapat melakukan vaksin untuk memutuskan mata rantai Covid-19.

''Sehingga kita semua bisa melakukan aktifitas seperti biasanya,''ujar Taufik.

Dijelaskan Sekda, kepada Tenaga Kesehatan (Nakes), sebelum melakukan vaksin terlebih dahulu dapat memberikan arahan dan menjelaskan manfaat vaksin, kepada masyarakat, agar masyarakat tidak ragu. Karena petugas kesehatan merupakan sumber informasi yang terpercaya.

Turut hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut yakni  Wakil Bupati Bima Drs. H.Dahlan HM Noer, Bawaslu, Kejaksaan, PKK Kabupaten Bima, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Bima, Asisten, Staf ahli, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, para Kabag Lingkup Setda Bima, Polri dan TNI.

Kota Bima, jurnalexpose.com ||
Keheningan Kampung Dara tiba tiba terusik oleh munculnya keberingasan anjing rabies yang secara babi buta menyerang anak anak yang sedang asyik bermain

Korban pertama yang menjadi keganasannya adalah seorang anak perempuan yang sedang asyik bermain. Korban sempat digigit lengan kanannya dan berhasil dihalau oleh masyarakat lainnya

Anjing tersebut terusir dan lari lurus dari arah utara menuju keselatan dengan melewati ujung gang tembus keperkuburan Ncuhi Dara namun masih sempat menerkan seorang anak laki laki yang sedang bermain

Menurut beberapa orang yang sempat dari jauh melihat pergerakan anjing tersebut sempat menerkam dan mencakar muka si Rayyam (korban red) "dari kejauhan terlihat jelas anjing itu menyerang anak itu sehingga spontan kami mengejar dan berhasil membunuhnya" ujar Ryan

Menurut keterangan Hadirman salah seorang warga yang tinggal persis besebelahan dengan gunung bahwa ada sekitar empat ekor anjing yang setiap harinya berkeliaran "kami sangat khawatir karena masih ada empat ekor anjing liar yang sehari hari berkeliaran disini" tuturnya

Untuk memastikan anjing tersebut terinfeksi rabies setelah dilakukan outopsi oleh petugas dari Dinas Peternakan Kota Bima dan akan dikirim ke laboraturium Dempasar maka akan ditunggu waktu tiga hari berikutnya, tapi berdasarkan pengalaman selama ini para korban tetap diperlakukan sebagai korban rabies

"merujuk dari penjelasan warga tentang ciri ciri anjing tersebut walaupun kami belum sempat mengirimkan sampel darah/otak anjing ini maka kami pada prinsipnya tetap mrmperlakukan para korban sebagai korban rabies yang perlu diantisipasi "jelasnya

Mengingat kekhawatiran warga serta bahaya penularan rabies maka sebaiknya Dinas Peternakan segera lakukan pencegahan yang maksimal dalam bentuk pembasmian secara langsung anjing anjing pembawa petaka tersebut @ry@

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Prestasi terbaik kembali ditorehkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dengan kembali mempertahankan sekaligus tiga prestasi sektor kesehatan di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Rifai S.Sos. M.AP  Selasa (11/11) mengatakan prestasi diraih merupakan capaian kinerja tahun 2019 lalu sebelum Pandemi COVID-19  dalam Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit  Kusta, Program Malaria dan Program Surveilans penyakit.

Rifai memaparkan, piagam penghargaan diserahkan oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH   pada Rakontek Evaluasi Program bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang diselenggarakan oleh Dikes Propinsi NTB tanggal 26 -   29 Oktober 2020 di Hotel Lombok Astoria.

 Sejumlah indikator yang dicapai yaitu malaria target 1 orang yang positif malaria per 1.000 penduduk. Demikian halnya capaian program  Kusta dengan capaian 1, 78 per 10.000 penduduk dan indikator lain yaitu 0 persen penderita kusta cacat tingkat II  serta Kabupaten Bima aktif mencari  kasus kusta di lapangan. 

Demikian halnya pada program surveilans epidemiologi dengan  target penemuan kasus kurang 24 jam. "Kami capai 100 persen sedangkan  indikator lain penanganan  kasus 100 persen  dan capaian kabupaten Bima mencapai 100 persen. Demikian halnya indikator ketepatan waktu laporan mingguan 1 kali seminggu pada setiap  hari senin pukul 12. 00.Wita kami capai 100 persen dalam Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon ( SKDR)". Tandas  Rifai.

Inshaallah pada tahun 2020 kami berupaya meningkatkan prestasi yang sudah diraih". Tandasnya.
 

TP PKK Kota Bima bersama Dinas Kesehatan Kota Bima menggelar acara Penyerahan Paket Sembako untuk tenaga kesehatan (Nakes) Sukarela se-Kota Bima di Gedung Seni Budaya Raba. (Kamis, 3/9/20).

Dalam Kegiatan tersebut diserahkan 468 bungkus Sembako dan diberikan lansung oleh Walikota Bima, H. Muh. Lutfi, SE, Ketua TP. PKK Kota Bima Hj. Ellia dan pejabat Dinas Kesehatan serta stake holder yang terkait.

walikota bima, H. Muh. Lutfi, SE dalam sambutannya berterima ksih kepada para Tenaga Kesehatan (nakes) Sukarela yg sudah bekerja secara maksimal dlm menghadapi pandemi covid 19 dan diharapkan dengan bantuan sembako tersebut jangan hanya dilihat dari nilai atau besar bungkusannya.

Sementara Ketua TP. PKK, Hj. Ellia berharap agar para Tenaga Kesehatan (nakes) dalam keterbatasan dan masa-masa pandemi Covid-19 dapat semakin meningkatkan pelayanannya dan selalu menjaga keselamatan serta menjalankan protokol kerja yang ditentukan.

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Setelah keberhasilan Sentuh Perempuan dengan SIMAWAR, kembali Kabupaten Bima berhasil menempatkan  wakilnya yaitu Inovasi Gerakan Bersama Kabupaten Bima Anti Stunting, Kekurangan  Gizi dan Anemia (GEBRAK BIMANTIKA) dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.


Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE Senin (27/7) mengungkapkan, mengacu pada hasil evaluasi, selama ini penanganan masalah kesehatan masih bersifat sektoral dan umum sesuai kebutuhan masing-masing program/sektor tersebut. Sehingga belum optimal menurunkan angka stunting.

"Karena itu, keberhasilan Gebrak BIMANTIKA masuk ke posisi 45 nasional menjadi motivasi tersendiri bagi kegiatan pencegahan  dan penanggulangan masalah kesehatan termasuk stunting di Kabupaten Bima". Ungkap Bupati IDP.

Dikatakan Bupati, Inovasi Gebrak Bimantika menjadi alternatif baru dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting  dengan melibatkan semua stakeholder baik Perangkat Daerah, organisasi orofesi, Ormas, kecamatan, desa dan masyarakat itu sendiri.

Dengan demikian, penanganan masalah kesehatan menjadi  lebih spesifik dan terarah dengan menyasar kelompok bermasalah gizi, yaitu balita stunting dan Ibu Hamil  dan Anemia". Urai Bupati.

Sebelumnya, Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Bima Syamsul Bahrain S.IP M.Si mengatakan, berdasarkan surat pengumuman Kementerian PAN RB RI nomor B/190/PP.00.05/2020 perihal TOP 45 inovasi pelayanan publik tahun 2020 dan 5 pemenang outstanding achievement of Public Service innovation  KIPP di lingkungan Kementerian/lembaga, Pemda, BUMN BUMD Tahun 2020 menetapkan inovasi pelayanan publik yaitu Gebrak BIMANTIKA sebagai salah satu inovasi yang masuk sebagai TOP 45 KIPP Tahun 2020 Kementerian PAN RB RI.

Kota Bima, jurnalexpose.com || Dalam rangka menunjang dan meningkatkan kualitas pelayanan KB bagi masyarakat Pemerintah Kota Bima melalui Dinas PP dan KB menyerahkan sarana kesehatan keluarga berencana kepada Bidan dan PKB se-kota bima, yang dilaksanakan di Halaman kantor dinas PP dan KB kota bima, Kamis (24 Juli 2020).

Penyerahan secara simbolis sarana kesehatan dilakukan oleh Walikota bima H. Muhammad Lutfi, SE dan didampingi oleh Asisten bidang pemerintahan dan kesra setda kota bima Drs. H. Supratman M.AP, Kepala dinas PP dan KB beserta jajarannya, hadir pula Dr. H. M. Natsir (Kepala RSUD Kota Bima), Bidan Praktek Mandiri, dan Penyuluh KB.

Laporan kepala dinas PP dan KB kota bima Nurjanah S.Sos menyampaikan menyampaikan sarana kesehatan pelayanan KB yang diserahkan kepada Bidan dan PKB merupakan visi misi Walikota dan Wakil walikota bima yaitu pencapaian standar pelayanan minimal dalam pelayanan kesehatan, jelasnya.

Adapun beberapa bantuan yang diberikan yaitu : Lemari obat sebanyak 11 Unit ( Tempat penyimpanan alat dan obat Kontrasepsi/ALOKON ), obgin Bed sebanyak 11 unit (Tempat tidur pasien), IUD KIT sebanyak 11 set (Alat yang digunakan untuk memasang atau melepas IUD/Spiral), dan PLKB KIT sebanyak 24 paket (Sarana kerja bagi petugas lapangan KB), untuk KIE KIT (alat peraga penyuluh KB). Tambah Kadis PP dan KB.

Dalam sambutan Walikota bima H. Muhammad Lutfi, SE menyampaikan keluarga berencana sangat penting mengingat keluarga berencana sebagai kunci dalam mencegah ledakan penduduk, disamping itu juga bagaimana keluarga ini menjadi keluarga sejahtera. Sudah pasti dengan memiliki 2 anak bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, saya menginginkan tidak hanya sekedar diberikan alat kontrasepsi tapi juga mampu meningkatkan taraf hidup.

Walikota bima berharap kepada dinas PP dan KB kota bima agar terus berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya untuk terus membimbing, mengedukasi, dan memberikan arahan kepada masyarakat yang selama ini kurang pengetahuan akan pelayanan KB. Harapnya.

“masih banyak masyarakat kota bima di daerah-daerah pinggiran memiliki anak lebih dari 2 orang padahal umurnya masih belia, bagaimana dengan taraf ekonomi keluarga kedepannya.?” Ungkap H. Lutfi.

Diharapkan juga untuk penyuluh KB yang ada di kota bima agar tidak menyerah dan tetap semangat untuk terus bersosialisasi tentang pentingnya jaga jarak kehamilan dan penggunaan alat kontrasepsi bagi masyarakat. Harapnya.

Memang ada persoalan di dinas pendidikan tentang adanya program KB seperti berkurangnya murid-murid tapi ini juga menjadi alasan untuk memarger beberapa sekolah.

“Jangan sampai dengan banyaknya bangunan sekolah masyarakat juga harus mencetak banyak anak.” Ada salah satu yang harus di korbankan seperti di margernya sekolah-sekolah yang ada. Jelas walikota.

H. Lutfi juga berharap kepada anak-anak nantinya agar bisa menciptakan sumber daya manusia yang bermanfaat dan berguna nantinya.***

Kota Bima, jurnalexpose.com || Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai bencana nasional, pemerintah Kota Bima telah melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Bima. Berbagai kegiatan yang harus dilakukan seperti edukasi dan penanganan secara bertahap dan terarah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kabag Humas Setda Kota Bima, HA. Malik, SP, M.AP

Untuk mendukung percepatan penanganan tersebut Pemkot melakukan melakukan rasionalisasi anggaran dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019. 

Dengan tujuan bahwa pelayanan masyarakat harus maksimal, oleh karenanya membutuhkan dana yang tidak sedikit dan perubahan anggaran memang perlu dilakukan.

Dari hasil rasionalisasi pemerintah Kota Bima menganggarkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Bima dengan total anggaran sebesar Rp. 28.856.575.975,-. melalui Biaya Tak Terduga (BTT) terhitung sejak April 2020 sampai dengan Agustus 2020. 

Adapun rincian penggunaan anggaran tersebut diantaranya untuk item-item sebagai berikut : 

(1) Belanja Alat Komunikasi dengan pagu dana sebesar Rp. 18.200.000,-
(2) Kebutuhan administrasi/ pelaporan dengan pagu dana sebesar Rp. 33.500.000,- ; 
(3) Dokumentasi dan Publikasi dengan pagu dana sebesar Rp. 200.725.000,- ; 
(4) Peningkatan Layanan Kesehatan dengan pagu dana sebesar Rp. 9.872.083.475,- ; 
(5) Belanja Jasa Tenaga Medis dan Operasional Kesehatan dengan pagu dana sebesar Rp. 4.245.120.000,- ; 
(6) Penyemprotan, Sosialisasi dan Pemantauan Lingkungan dengan pagu dana sebesar Rp. 2.770.072.500,- ; 
(7) Tim Gugus Tugas dengan pagu dana sebesar Rp. 1.146.250.000,- ; 
(8) Kebutuhan Pos dengan pagu dana sebesar Rp. 2.612.625.000,- ; 
(9) Jaring Pengaman Sosial dengan pagu dana sebesar Rp. 5.358.000.000,- ; 
(10) Pemulihan Ekonomi dengan pagu dana sebesar Rp. 1.000.000.000,- ; 
(11) Dukungan industri dan UMKM dengan pagu dana sebesar Rp. 1.000.000.000,- ; dan 
(12) Pengamanan dan Patroli dengan pagu dana sebesar Rp. 600.000.000,-.

Kemudian, dalam jaring pengaman sosial ini terdapat item kegiatan yakni penyediaan bahan pangan senilai Rp 200.000,- per Rumah Tangga/KPM selama 3 bulan. 

Adapun bahan pokok yang diberikan yakni berupa beras 10 kg, telur, minyak goreng dan produk olahan. Adapula bantuan bagu upaya pemulihan ekonomi dan paket bantuan bagi UMKM dan IKM terdampak.

Mekanisme pendataan keluarga penerima JPS  tersebut melalui Dinas Sosial Kota Bima dan basis pendataan RT dan RW, diluar penerima bantuan lain baik dari pusat maupun provinsi NTB. 

Sementara realisasi anggaran covid-19 sampai dengan bulan Mei sebesar Rp. 4.460.555.500,- dengan rincian untuk bulan April sebesar Rp. 517.030.000,- dan bulan Mei Rp. 3.943.525.500,-. ***

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari PT PLN Persero UP3 Bima, di Pandopo Bupati, Selasa, 9 Juni 2020 pagi.

Ratusan APD itu diserahkan langsung oleh Manager, Maman Sulaiman, sebagai wujud kepedulian PT PLN Persero terhadap tenaga medis yang telah banyak berjuang, mengorbankan jiwa dan raga meraka dalam menangani pasien Covid-19 di daerah ini.

Bupati Umi Dinda, menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT PLN Persero UP3 Bima, terhadap tenaga para medis. Bupati mengakui dari data yang diterima, pasien Covid-19 yang ditangani khusus di Kabupaten Bima, berangsur-angsur menunjukan trend menurun.

Itu semua, lanjut Bupati, karena adanya perhatian dan keseriusan kita bersama–sama, melawan dan memutus mata rantai Pandemi yang membahayakan tersebut.

Sementara itu, Manager Maman mengakui, bantuan yang diberikan adalah sebagai bentuk kepedulian PT PLN Persero UP3 Bima, untuk tenaga medis.

‘’Karena kita melihat banyak tenaga medis, kadang terinfeksi virus. Sehingga bantuan ini sebagai bentuk kepedulian PLN Bima,’’ujar Maman, sembari menambahkan beberapa hari kedepan, pihaknya akan turun ke masyarakat untuk melakukan pembagian masker.

Ratusan APD yang diserahkan dalam bentuk PLN Peduli tersebut berupa Masker N95 30 Pcs, Hazmat 30 Pcs, Face Shield 30 Pcs dan Sarung Tangan Medis 50 pcs.

Sumber : ProKom Setda Bima

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H Rifa’id mengungkapkan, belum ada tenaga kesehatan di Bima yang terpapar Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil swab sebanyak dua kali dan semuanya dinyatakan negatif corona.


“Sejauh ini belum ada satupun tenaga kesehatan Kabupaten Bima yang terpapar Covid-19,” ujar H Rifaid saat dihubungi via seluler, Jumat (5/6).

Kata dia, tenaga kesehatan diuji swab tersebut yakni mereka yang menangani langsung pasien terpapar Covid-19. Baik tenaga kesehatan yang ada di RSU Sondosia maupun RSUD Bima. “Semoga tenaga kesehatan di Kabupaten Bima dalam keadaan baik dan tetap dalam kondisi negatif,” pintanya.

Diakuinya, selama virus ini menyebar di belahan dunia khusus di Kabupaten Bima ada 21 pasien atau warga yang terpapar Covid-19. Namun dari jumlah tersebut tinggal empat pasien yang masih di karantina. Sedangkan 18 pasien lainnya sudah dipulangkan dan dinyatakan negatif Covid-19.

“Mereka yang dipulangkan tersebut sudah dilakukan uji swab dua kali dan hasilnya negatif. Sedangkan tiga pasien lainnya masih menunggu hasil uji swab kedua,” terangnya.

Dia berharap semoga tiga pasien yang dikarantina tersebut hasilnya juga negatif. Sekaligus tak ada lagi pasien lainnya di Kabupaten Bima terpapar Covid-19. “Selama ini pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Bima merupakan mereka klaster Gowa,” pungkasnya. (rif)


Sumber : www.kicknews.today

Kabupaten Dompu, jurnalexpose.com || Pemerintah Daerah dan Bupati Dompu, Bambang M Yasin serta masyarakat bersukacita menyambut new normal dengan menggelar Senam Bersama di depan Paruga Parenta Kabupaten Dompu. (Jumat,5/6/20).


Hal ini digelar sehari setelah kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah dan rombongan (Kamis, 4/6/20) yang mengatakan Kabupaten Dompu dianggap siap memasuki era normal baru atau new normal.

Namun di hari yang sama juga terjadi penambahan 5 pasien positif COVID-19, salah satunya hadir dalam kegiatan senam bersama tersebut.

"Kemarin kita sempat 38 positif, kemudian menjadi nol. Lalu sekarang 5 orang lagi. Jadi sudah tugas kita semua untuk mengobati dan menyembuhkan sekaligus menjaga agar kasusnya tidak bertambah,” terang Jufri, Sekretaris gugus tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Dompu (5/6).


Spanduk kegiatan senam menyambut new normal di Dompu
Disinggung soal penerapan new normal, ia menjelaskan meskipun ada kasus baru tetapi kebijakan new normal tetap dilaksanakan.

"Masyarakat tetap menjalani aktivitas seperti biasa tetapi diimbau untuk tetap harus mematuhi protap kesehatan yaitu memakai masker, physical distancing atau menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir," tandasnya.

Lebih lanjut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu ini menuturkan, dengan adanya kesembuhan 100% dari 38 pasien yang dikarantina di RS Pratama Manggelewa. Maka itu adalah sebuah keberhasilan dari usaha sungguh-sungguh Tim medis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Dompu.


"Yang 5 orang ini merupakan kasus baru dan semuanya dalam kondisi baik. Semoga segera sembuh dan semoga tidak ada lagi kasus baru di Kabupaten Dompu," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman menyatakan, ke-5 orang pasien baru ini telah dikarantina di Gedung Terpijar (Sanggilo) Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

“Malam ini juga akan dikarantina di Gedung Terpijar,” ungkapnya (5/6). Sementara untuk 1 pasien anak dari ke-5 orang tersebut, kata Maman, rencananya akan ikut ditemani juga oleh orang tuanya (ibu, red).

“Pasien anak nanti akan didampingi oleh orang tuanya, kasian kalau jauh dari orang tuanya. Nanti kamarnya berbeda dan akan diatur sebaik-baiknya sesuai dengan protokol COVID-19,” terangnya.

Adapun ke-5 pasien positif baru COVID-19 tersebut antara lain Perempuan Inisial K (9) asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial A (23) asal Desa Lepadi, Kecamatan Pajo. Perempuan berinisal FS (28), tenaga kesehatan asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial FS (37), ASN Pemda Dompu, asal Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja. Dan, Perempuan berinisial AT (52) asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo.

Sumber : Kumparan.com

Kota Bima, Jurnalexpose.com || Ditengah himpitan dan ancaman wabah Pandemi (covid 19) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) cabang Kota Bima  menggelar acara pembagian paket sembako kepada sejumlah atlet dan pelatih (16/05/2020)


Acara pembagian paket sembako tersebut difokuskan pada Kantor Sekretariat KONI Cabang Kota Bima dengan melibatkan komponen kepengurusan dan dijadwalkan selama empat hari kedepannya

Langkah cerdas yang dilakukan oleh KONI Cabang Kota Bima mendapatkan apresiasi dari sejumlah pemerhati olah raga karena dinilai sangat tepat sasaran ditengah terhimpitnya situasi dan kondisi masyarakat saat ini

Lukman yang lebih tenar disapa Luncky pada media ini menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh KONI Cabang Kota Bima saat ini patut diacungi jempol dengan membagi paket sembako kepada atlet maupun pelatih

"Kami acungi jempol kepada jajaran pengurus KONI yang telah membagi kasih dengan seluruh atlet dan pelatih, semoga sembako yang dibagikan ini akan melecut semangat serta motivasi dari semua atlet dan pelatih sehingga akan mampu membawa harum nama daerah ini" cetusnya


Pengakuan yang sama juga diakui oleh salah seorang atlet sepak bola "kami sangat berterima kasih kepada KONI yang sudah sempat membagikan paket sembako kepada kami semua dan insyaallah akan semakin memotivasi kami kedepannya" cetus Arya Satriawan

Sementara Sekertaris KONI Cabang Kota Bima Drs H. Alwi Yasin M. Ap mengaku tergerak untuk membagi kasih berupa paket sembako dengan para atlet dan pelatih ditengah wabah global Covid 19 adalah semata mata sebagai bentuk perhatian KONI kepada para atlet maupun pelatih


"Tentunya saat ini kita semua mengalami kesulitan ditengah wabah covid 19 sehingga kami mengambil kebijakan untuk membagi paket sembako meskipun seala kadarnya yang penting kita semua merasa terhibur" ungkapnya

Ditengah kesulitan yang mendera dan dirasakan oleh masyarakat saat ini, bantuan apapun jenisnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga tidak lagi diukur dengan jenis maupun bentuk bantuan tersebut @ry@
Diberdayakan oleh Blogger.