Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kota Bima, jurnalexpose.com || Sejak ditetapkannya Covid-19 sebagai bencana nasional, pemerintah Kota Bima telah melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kota Bima. Berbagai kegiatan yang harus dilakukan seperti edukasi dan penanganan secara bertahap dan terarah melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kabag Humas Setda Kota Bima, HA. Malik, SP, M.AP

Untuk mendukung percepatan penanganan tersebut Pemkot melakukan melakukan rasionalisasi anggaran dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019. 

Dengan tujuan bahwa pelayanan masyarakat harus maksimal, oleh karenanya membutuhkan dana yang tidak sedikit dan perubahan anggaran memang perlu dilakukan.

Dari hasil rasionalisasi pemerintah Kota Bima menganggarkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Bima dengan total anggaran sebesar Rp. 28.856.575.975,-. melalui Biaya Tak Terduga (BTT) terhitung sejak April 2020 sampai dengan Agustus 2020. 

Adapun rincian penggunaan anggaran tersebut diantaranya untuk item-item sebagai berikut : 

(1) Belanja Alat Komunikasi dengan pagu dana sebesar Rp. 18.200.000,-
(2) Kebutuhan administrasi/ pelaporan dengan pagu dana sebesar Rp. 33.500.000,- ; 
(3) Dokumentasi dan Publikasi dengan pagu dana sebesar Rp. 200.725.000,- ; 
(4) Peningkatan Layanan Kesehatan dengan pagu dana sebesar Rp. 9.872.083.475,- ; 
(5) Belanja Jasa Tenaga Medis dan Operasional Kesehatan dengan pagu dana sebesar Rp. 4.245.120.000,- ; 
(6) Penyemprotan, Sosialisasi dan Pemantauan Lingkungan dengan pagu dana sebesar Rp. 2.770.072.500,- ; 
(7) Tim Gugus Tugas dengan pagu dana sebesar Rp. 1.146.250.000,- ; 
(8) Kebutuhan Pos dengan pagu dana sebesar Rp. 2.612.625.000,- ; 
(9) Jaring Pengaman Sosial dengan pagu dana sebesar Rp. 5.358.000.000,- ; 
(10) Pemulihan Ekonomi dengan pagu dana sebesar Rp. 1.000.000.000,- ; 
(11) Dukungan industri dan UMKM dengan pagu dana sebesar Rp. 1.000.000.000,- ; dan 
(12) Pengamanan dan Patroli dengan pagu dana sebesar Rp. 600.000.000,-.

Kemudian, dalam jaring pengaman sosial ini terdapat item kegiatan yakni penyediaan bahan pangan senilai Rp 200.000,- per Rumah Tangga/KPM selama 3 bulan. 

Adapun bahan pokok yang diberikan yakni berupa beras 10 kg, telur, minyak goreng dan produk olahan. Adapula bantuan bagu upaya pemulihan ekonomi dan paket bantuan bagi UMKM dan IKM terdampak.

Mekanisme pendataan keluarga penerima JPS  tersebut melalui Dinas Sosial Kota Bima dan basis pendataan RT dan RW, diluar penerima bantuan lain baik dari pusat maupun provinsi NTB. 

Sementara realisasi anggaran covid-19 sampai dengan bulan Mei sebesar Rp. 4.460.555.500,- dengan rincian untuk bulan April sebesar Rp. 517.030.000,- dan bulan Mei Rp. 3.943.525.500,-. ***

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE, menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari PT PLN Persero UP3 Bima, di Pandopo Bupati, Selasa, 9 Juni 2020 pagi.

Ratusan APD itu diserahkan langsung oleh Manager, Maman Sulaiman, sebagai wujud kepedulian PT PLN Persero terhadap tenaga medis yang telah banyak berjuang, mengorbankan jiwa dan raga meraka dalam menangani pasien Covid-19 di daerah ini.

Bupati Umi Dinda, menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT PLN Persero UP3 Bima, terhadap tenaga para medis. Bupati mengakui dari data yang diterima, pasien Covid-19 yang ditangani khusus di Kabupaten Bima, berangsur-angsur menunjukan trend menurun.

Itu semua, lanjut Bupati, karena adanya perhatian dan keseriusan kita bersama–sama, melawan dan memutus mata rantai Pandemi yang membahayakan tersebut.

Sementara itu, Manager Maman mengakui, bantuan yang diberikan adalah sebagai bentuk kepedulian PT PLN Persero UP3 Bima, untuk tenaga medis.

‘’Karena kita melihat banyak tenaga medis, kadang terinfeksi virus. Sehingga bantuan ini sebagai bentuk kepedulian PLN Bima,’’ujar Maman, sembari menambahkan beberapa hari kedepan, pihaknya akan turun ke masyarakat untuk melakukan pembagian masker.

Ratusan APD yang diserahkan dalam bentuk PLN Peduli tersebut berupa Masker N95 30 Pcs, Hazmat 30 Pcs, Face Shield 30 Pcs dan Sarung Tangan Medis 50 pcs.

Sumber : ProKom Setda Bima

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H Rifa’id mengungkapkan, belum ada tenaga kesehatan di Bima yang terpapar Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil swab sebanyak dua kali dan semuanya dinyatakan negatif corona.


“Sejauh ini belum ada satupun tenaga kesehatan Kabupaten Bima yang terpapar Covid-19,” ujar H Rifaid saat dihubungi via seluler, Jumat (5/6).

Kata dia, tenaga kesehatan diuji swab tersebut yakni mereka yang menangani langsung pasien terpapar Covid-19. Baik tenaga kesehatan yang ada di RSU Sondosia maupun RSUD Bima. “Semoga tenaga kesehatan di Kabupaten Bima dalam keadaan baik dan tetap dalam kondisi negatif,” pintanya.

Diakuinya, selama virus ini menyebar di belahan dunia khusus di Kabupaten Bima ada 21 pasien atau warga yang terpapar Covid-19. Namun dari jumlah tersebut tinggal empat pasien yang masih di karantina. Sedangkan 18 pasien lainnya sudah dipulangkan dan dinyatakan negatif Covid-19.

“Mereka yang dipulangkan tersebut sudah dilakukan uji swab dua kali dan hasilnya negatif. Sedangkan tiga pasien lainnya masih menunggu hasil uji swab kedua,” terangnya.

Dia berharap semoga tiga pasien yang dikarantina tersebut hasilnya juga negatif. Sekaligus tak ada lagi pasien lainnya di Kabupaten Bima terpapar Covid-19. “Selama ini pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Bima merupakan mereka klaster Gowa,” pungkasnya. (rif)


Sumber : www.kicknews.today

Kabupaten Dompu, jurnalexpose.com || Pemerintah Daerah dan Bupati Dompu, Bambang M Yasin serta masyarakat bersukacita menyambut new normal dengan menggelar Senam Bersama di depan Paruga Parenta Kabupaten Dompu. (Jumat,5/6/20).


Hal ini digelar sehari setelah kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah dan rombongan (Kamis, 4/6/20) yang mengatakan Kabupaten Dompu dianggap siap memasuki era normal baru atau new normal.

Namun di hari yang sama juga terjadi penambahan 5 pasien positif COVID-19, salah satunya hadir dalam kegiatan senam bersama tersebut.

"Kemarin kita sempat 38 positif, kemudian menjadi nol. Lalu sekarang 5 orang lagi. Jadi sudah tugas kita semua untuk mengobati dan menyembuhkan sekaligus menjaga agar kasusnya tidak bertambah,” terang Jufri, Sekretaris gugus tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Dompu (5/6).


Spanduk kegiatan senam menyambut new normal di Dompu
Disinggung soal penerapan new normal, ia menjelaskan meskipun ada kasus baru tetapi kebijakan new normal tetap dilaksanakan.

"Masyarakat tetap menjalani aktivitas seperti biasa tetapi diimbau untuk tetap harus mematuhi protap kesehatan yaitu memakai masker, physical distancing atau menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir," tandasnya.

Lebih lanjut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu ini menuturkan, dengan adanya kesembuhan 100% dari 38 pasien yang dikarantina di RS Pratama Manggelewa. Maka itu adalah sebuah keberhasilan dari usaha sungguh-sungguh Tim medis Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Dompu.


"Yang 5 orang ini merupakan kasus baru dan semuanya dalam kondisi baik. Semoga segera sembuh dan semoga tidak ada lagi kasus baru di Kabupaten Dompu," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman menyatakan, ke-5 orang pasien baru ini telah dikarantina di Gedung Terpijar (Sanggilo) Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

“Malam ini juga akan dikarantina di Gedung Terpijar,” ungkapnya (5/6). Sementara untuk 1 pasien anak dari ke-5 orang tersebut, kata Maman, rencananya akan ikut ditemani juga oleh orang tuanya (ibu, red).

“Pasien anak nanti akan didampingi oleh orang tuanya, kasian kalau jauh dari orang tuanya. Nanti kamarnya berbeda dan akan diatur sebaik-baiknya sesuai dengan protokol COVID-19,” terangnya.

Adapun ke-5 pasien positif baru COVID-19 tersebut antara lain Perempuan Inisial K (9) asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial A (23) asal Desa Lepadi, Kecamatan Pajo. Perempuan berinisal FS (28), tenaga kesehatan asal Desa Tembalae, Kecamatan Pajo. Perempuan inisial FS (37), ASN Pemda Dompu, asal Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja. Dan, Perempuan berinisial AT (52) asal Desa Malaju, Kecamatan Kilo.

Sumber : Kumparan.com

Kota Bima, Jurnalexpose.com || Ditengah himpitan dan ancaman wabah Pandemi (covid 19) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) cabang Kota Bima  menggelar acara pembagian paket sembako kepada sejumlah atlet dan pelatih (16/05/2020)


Acara pembagian paket sembako tersebut difokuskan pada Kantor Sekretariat KONI Cabang Kota Bima dengan melibatkan komponen kepengurusan dan dijadwalkan selama empat hari kedepannya

Langkah cerdas yang dilakukan oleh KONI Cabang Kota Bima mendapatkan apresiasi dari sejumlah pemerhati olah raga karena dinilai sangat tepat sasaran ditengah terhimpitnya situasi dan kondisi masyarakat saat ini

Lukman yang lebih tenar disapa Luncky pada media ini menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh KONI Cabang Kota Bima saat ini patut diacungi jempol dengan membagi paket sembako kepada atlet maupun pelatih

"Kami acungi jempol kepada jajaran pengurus KONI yang telah membagi kasih dengan seluruh atlet dan pelatih, semoga sembako yang dibagikan ini akan melecut semangat serta motivasi dari semua atlet dan pelatih sehingga akan mampu membawa harum nama daerah ini" cetusnya


Pengakuan yang sama juga diakui oleh salah seorang atlet sepak bola "kami sangat berterima kasih kepada KONI yang sudah sempat membagikan paket sembako kepada kami semua dan insyaallah akan semakin memotivasi kami kedepannya" cetus Arya Satriawan

Sementara Sekertaris KONI Cabang Kota Bima Drs H. Alwi Yasin M. Ap mengaku tergerak untuk membagi kasih berupa paket sembako dengan para atlet dan pelatih ditengah wabah global Covid 19 adalah semata mata sebagai bentuk perhatian KONI kepada para atlet maupun pelatih


"Tentunya saat ini kita semua mengalami kesulitan ditengah wabah covid 19 sehingga kami mengambil kebijakan untuk membagi paket sembako meskipun seala kadarnya yang penting kita semua merasa terhibur" ungkapnya

Ditengah kesulitan yang mendera dan dirasakan oleh masyarakat saat ini, bantuan apapun jenisnya sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga tidak lagi diukur dengan jenis maupun bentuk bantuan tersebut @ry@

Jurnalexpose.com - Kabupaten Bima || Bantuan beragam elemen masyarakat untuk menangani  wabah COVID-19 di Kabupaten Bima terus mengalir, diantaranya dari Yasmin dan Bank BNI 46 Cabang Bima dan pemilik SPBU PT. Mitra Sehati Abadi Talabiu  Amsal Solaiman. Selasa (12/5)

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE di Ruang Kerja Bupati menerima sumbangan Alat Pelindung Diri (APD)  dalam bentuk baju hazmat, pelindung wajah (face shield), masker bedah, masker N95 dan masker kain senilai Rp 75 juta dari dr.  Yasmin Dermawan,  Sp. OG. alumni SMPN 1 Sape (1985).
 
Yasmin yang merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti dan Spesialis Kebidanan dan Kandungan UGM Jogjakarta dan Pemilik RSIA Cahaya Bunda Cirebon tersebut menyumbangkan 400 unit baju hazmat, 150 pelindung wajah, 30 dos masker bedah, 3 dos masker N95 dan 1.200 masker kain untuk masyarakat.

Yasmin yang diwakili Kabag SDA Setda Muh. Akbar, SP mengatakan, sejumlah APD tersebut akan didistribusikan di RSUD Bima, RS Sondosia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Puskesmas Sape dan Puskesmas Lambu.

Bupati Bima yang pada kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Ganis Kriatanto dan Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan MPH menyampaikan  apresiasi atas bantuan yang diberikan. 

"Atas nama masyarakat Kabupaten Bima, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan APD sebagai wujud perhatian dan kepedulian dalam upaya bersama mengantisipasi wabah COVID di Kabupaten Bima", ujarnya.

Selain dari dr. Yasmin, Bupati juga menerima bantuan 200 paket sembako yang diserahkan Pimpinan Cabang BNI Muhammad Amir. Paket sembako tersebut masing-masing akan disalurkan 100 paket di Kecamatan Sape dan 100 paket di kecamatan Bolo.

Bantuan lainnya pada kesempatan tersebut berupa 50 unit APD yang disumbangkan oleh pemilik SPBU PT. Mitra Sehati Abadi Talabiu  Amsal Solaiman.

Jurnal Expose, Kota Bima || Tim Penggerak PKK Kota Bima, kembali berpartisipasi dan memberikan perhatian dengan membagikan sembako di dua kecamatan di Kota Bima, setelah sebelumnya membagikan masker dan suplemen kesehatan kepada para tenaga medis. 

Pembagian sembako ini sebagai bentuk kepedulian TP PKK Kota Bima terhadap mewabahnya Covid-19 dengan memberikan terhadap kebutuhan masyarakat terutama akan kebutuhan Sembako.

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Hj Ellya HM Lutfi kepada Camat Asakota dan Camat Rasanae Barat. Ketua TP PKK Kota Bima didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesos Drs H Supratman MAP pada Kamis 30 April 2020 di Halaman Kantor Walikota Bima. 

Adapun jumlah bantuan yang akan didistribusikan pada dua kecamatan Asakota dan Rasanae Barat sebanyak 1.200 paket.

Pembagian secara simbolis diberikan kepada Camat dengan disaksikan Lurah diwilayah setempat. Paket sembako kemudian pembagiannya akan dikoordinir oleh kelurahan untuk menghindari kerumunan dan agar tetap menerapkan social distancing.

"Bantuan ini mungkin tak seberapa namun inilah bentuk perhatian Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bima terhadap masyarakat yang dampak Covid-19 ini", ungkap Ketua TP PKK Kota Bima.

Dijelaskannya bahwa saat ini kita tahu keadaan makin memberatkan akan pemenuhan kebutuhan masyarakat apalagi dampak yang disebabkan oleh mewabahnya Covid-19 ini. Oleh karena itu, diharapkannya bantuan ini dapat meringankan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Kota Bima.

Selain itu pula, untuk dua kecamatan wilayah Mpunda dan Rasanae Timur, juga diberikan paket sembako oleh LASQI Kota Bima yang diketuai pula oleh Hj Ellya HM Lutfi. Sementara untuk wilayah Raba mendapatkan bantuan sembako dari Majelis Taklim Uswatun Hasanah. Adapun sembako yang dibagikan berjumlah 100 paket untuk masing-masing kelurahan. Total sembako yang dibagikan melalui 3 (tiga) organisasi PKK, Majelis taklim Uswatun Hasanah dan LASQI Kota Bima sebanyak 4.100 paket.

"Semoga bantuan ini yang mungkin tidak seberapa, namun hendaknya dapat meringankan beban dari ibu bapak sekalian, ini bagian dari perhatian dan kepedulian PKK Kota Bima kepada masyarakat, semoga musibah wabah ini cepat berlalu”, tutup Hj Ellya HM Lutfi. ***

Jurnal Expose, Kota Bima || Pasien 01 Kota Bima, Ny Z (62 Tahun) penduduk kelurahan Monggonao, setelah melalui empat kali pemeriksaan swap dinyatakan negatif, pukul 09.00 wita resmi dinyatakan sembuh dan dipulangkan kembali ke rumahnya. (Rabu 29 April 2020)


Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Bima, dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Sekretaris Daerah Kota Bima Drs H Mukhtar MH menjemput Ny Z di RSUD Bima.
Sekda didampingi pula oleh Staf Ahli Wali Kota Bima bidang pemerintahan, hukum dan politik, Kepala BPBD Kota Bima, Kepala Satpol PP Kota Bima dan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima.

Kepulangan Ny Z ini diwarnai rasa haru dan bahagia dan diiringi dengan shalawat oleh seluruh petugas medis dan tim gugus tugas covid 19 Kota dan Kabupaten Bima.

Dengan rasa haru Ny Z mengucapkan terima kasih kepada petugas medis yang telah merawatnya dengan sangat baik.


Ucapan terima kasih pula disampaikannya kepada Pemerintah Kota Bima dan seluruh masyarakat Kota Bima yang telah memberikan motivasi, semangat, perhatian dan doa hingga beliau dinyatakan sembuh dan bebas dari virus covid-19 ini.

Setiba dikediamannya, tangis penuh haru juga mewarnai. Suami, anak dan cucu telah menanti di rumah dengan rasa rindu yang luar biasa. Begitu pula para tetangga menyambut dengan penuh suka cita.

Jurnal Expose, Kabupaten Bima || Upaya serius Pemerintah Kabupaten Bima, memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terus digelorakan. Berbagai elemen, simpul-simpul dan satuan tugas hingga ke desa-desa bergerak penuh semangat. 

Demikian pula bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima. Untuk memutus penyebaran Pandemi tersebut, Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, mengatur jam kerja para abdi negara dan abdi masyarakat tersebut melalui Surat Edaran (SE) Nomor : 014 / 018  /03.7/2020. 

‘’Dan sesuai peta penyebaran Covid-19, di Wilayah Kabupaten Bima teridentifikasi positif (zona merah), maka penerapan sistem kerja ASN dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima perlu diatur,’’ungkap Chandra di Kantor Bupati Bima. (24/4/20)

Dijelaskan dalam SE itu, kata mantan Camat Woha ini, ASN dan Non ASN dapat melaksanakan tugas kedinasan dengan menerapkan prinsip Flexible Working Arrangement (FWA), yang memungkinkan ASN dan Non ASN bekerja secara fleksibel, di kantor maupun di rumah masing-masing sampai 13 Mei 2020.
 
ASN yang dimaksud adalah Pejabat Eselon IV, Pejabat Fungsional dan Pejabat Pelaksana.

Sedangkan Pejabat Pimpinan Tinggi (Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli dan Kepala Perangkat Daerah) dan Pejabat Administrator (Kepala Bagian, Camat, Sekretaris Dinas/Badan, dan Kepala Bidang) serta Kepala Desa (Kades), tetap melaksanakan tugas kedinasan dengan menyesuaikan keadaan dan situasional.

‘’Sehingga penyelenggaraan pemerintah tetap optimal, dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,’’ungkapnya.

Bagi ASN dan Non ASN pada bidang pelayanan, termasuk pegawai pada Rumah Sakit Umum Daerah dan Fasilitas Kesehatan / PUSKESMAS Pemerintah Kabupaten Bima,  juga yang bekerja di bidang kedaruratan, mekanisme pelaksanaan tugasnya diatur oleh Kepala Perangkat Daerah / Unit Kerja masing-masing.

Dalam melaksanakan tugas yang mendesak, lanjut Kabag Chandra, setiap ASN dan Non ASN yang mendapatkan giliran tugas kedinasan di rumah, sewaktu-waktu dapat dipanggil ke kantor, dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi serta menerapkan protokol kesehatan.
 
‘’Pengawasan dan pengendalian bagi Pegawai yang bertugas di kantor atau di rumah, dilakukan  secara berjenjang. Melalui media informasi dan komunikasi yang tersedia. Tetap melaporkan capaian, sasaran kinerja pegawai kepada Kepala Perangkat Daerah,’imbuhnya

Berikut Penetapan Jam Kerja Pada Bulan Ramadhan 1441 hijriah, Bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.

Bagi Perangkat Daerah yang melaksanakan ketentuan 5 (lima) hari kerja Hari Senin sampai dengan Kamis : Jam 08.00 – 15.00 WITA Istirahat : Jam 12.00 – 12.30 WITA . Hari Jum’at : Jam 08.00 – 15.30 WITA. Istirahat : Jam 11.30 – 12.30 WITA 

Bagi Perangkat Daerah / Unit Kerja yang melaksanakan ketentuan 6 (enam) hari kerja.
Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu : Jam 08.00 – 14.00 WITA. Istirahat : Jam 12.00 – 12.30 WITA.
Hari Jum’at : Jam 08.00 – 14.30 WITA. Istirahat : Jam 11.30 – 12.30 WITA

Jurnal Expose, Kota Bima || Berbagai partisipasi terus mengalir dalam rangka membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bima membagikan masker kain serta paket sembako sebagai bentuk kepedulian DWP Kota Bima kepada masyarakat yang terdampak  pandemi Virus Corona (Covid-19).


Pembagian ini dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bima dan 5 (Lima) Kecamatan yang ada di Kota Bima. Kegiatan sosial penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat kecil tersebut dilaksanakan pada 20 April 2020 sampai dengan 21 April 2020.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP Kota Bima Hj Salmah Mukhtar MH yang merupakan istri Sekda Kota Bima Drs H Mukhtar MH. Kegiatan diawali pada Kecamatan Asakota, RSUD Kota Bima, PKM Jatibaru, Kantor Kecamatan Rasanae Barat, PKM Paruga, PKM Mpunda, Kantor Camat Mpunda, Kantor Camat Raba, PKM Penanae, Kantor Camat Rasanae Timur dan PKM Rasanae Timur.

“Kegiatan ini dalam rangka memutus penyebaran pandemi virus Corona yang mulai dirasakan dampak ekonomi oleh masyarakat kecil, terlebih lakgi langkanya masker menjadi salah satu pertimbangan DWP melakukan kegiatan ini”, ujar Ketua DWP Kota Bima.

Ia juga menambahkan kegiatan sosial tersebut merupakan arahan Dharma Wanita Persatuan dari Pusat maupun Provinsi dalam program DWP Peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19.

“Hari ini bersama DWP dalam program DWP Peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19, dengan membagi sembako gratis dan masker kain,” katanya.

Pihaknya juga mensosialisasikan penggunaan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak pada saat beraktivitas kepada masyarakat. Dengan harapan wabah Covid-19 ini cepat berakhir.

“Mudah-mudahan Covid-19 cepat berakhir, kita bersama-sama mentaati aturan pemerintah, mensosialisaikan kepada masyarakat yang belum tahu, dengan ini kami terjun kelapangan langsung agar penyebaran tidak meluas,” jelasnya.

Jurnal Expose, Kota Bima || GP Anshor Kota Bima bersama PC. PMII Kota Bima serta Babinkabtibmas kembali melakukan penyemprotan desinfektan sebagai langkah pencegahan penularan covid-19 di Kelurahan Dara setelah sebelumnya melakukan hal yang sama di beberapa kelurahan lainnya


Komitmen GP Anshor Kota Bima dibawah kendali Rafi'in M. Rum, SE adalah merupakan langkah kongkrit dalam kegiatan kemanusiaan dengan melibatkan satgas cegah Covid-19 internal anggota GP Anshor dan melibatkan seluruh instrumen seperti halnya  anggota TSBK yang dibantu juga oleh beberapa warga lainnya serta dari PC. PMII Kota Bima serta Babinkabtibmas.

"Kami tergerak untuk melakukan penyemprotan desinfektan ini semata mata untuk membantu masyarakat sebagai langkah/upaya untuk mengantisipasi dini munculnya wabah corona yang menulari masyarakat" jelasnya


Kegiatan penyemprotan desinfektan yang dilakukan oleh GP Anshor Kota Bima mendapat apresiasi dari masyarakat, Ibrahim Umar (53 Thn) misalnya pada media ini mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya kegiatan penyemprotan tersebut

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada GP Anshor yang telah membantu kami untuk melakukan penyemprotan wabah corona ini semoga kegiatan yang sama akan tetap terus dilakukan kedepannya sehingga kekhawatiran munculnya penyakir corona dapat diantisipasi dini" harapnya

Adapun yang menjadi sasaran penyemprotan tersebut adalah lokasi lokasi umum seperti terminal, masjid, musholla, serta fasilitas umum lainnya yang menjadi tongkroman masyarakat pada umumnya termasuk rumah rumah pribadi @ry@

Jurnal Expose, Kota Bima || Penanggulangan dan pencegahan penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19) hingga saat ini masih terus dilakukan. Pandemik wabah virus corona (COVID-19) yang kian hari penderitanya makin bertambah dan sedang melanda dunia ini mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan di masyarakat. Serta menuntut agar masyarakat lebih respect akan mengantisipasi bahayanya virus ini.


Untuk membantu dan peduli pada pemerintah dan relawan yang saat ini bekerja untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus ini, Manejemen dari Tataya Café bekerjasama dengan Barisan Muda Umi Dinda (BUMI) membagikan 200 nasi kotak untuk petugas gugus tugas penanggulangan Covid -19 Kabupaten Bima yang berada di Jembatan Timbang Madawau Kecamatan Madapangga dan Batas Kota Bima Kamis malam, (10/4/20).

Manejemen Tataya Café Diah Citra Pravitasari menjelaskan,  pemberian Nasi kotak ini bertujuan untuk membangun kepedulian, empati dan ikatan sosial antar sesama umat manusia terutama pada saat-saat seperti ini di mana pandemik wabah virus corona sedang melanda dunia.

"Saya mengapresiasi semangat Tim dan relawan petugas gugus tugas penanggulangan Covid -19 Kabupaten Bima dan Kota Bima yang tidak kenal lelah menjadi garda terdepan. Mudah-mudahan nasi kotak yang kami berikan ini bermanfaat, apalagi mereka sedang bertugas,” ungkap Dae Dita sapaanya.

Di sisi lain, dia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona dengan membatasi interaksi sosial, seperti tidak bepergian, tidak berkumpul-kumpul, tidak berjabat tangan, menerapkan etika bersin dan batuk, membersihkan barang-barang yang sering disentuh dan sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih.


“Upaya-upaya tersebut diharapkan bisa menghentikan atau setidaknya memperlambat laju penularan virus corona. Mari bersama kita lawan COVID-19 ini, jangan sampai kita, keluarga kita, dan orang-orang yang kita sayangi menjadi korban. Tetap lakukan ibadah walau hanya di rumah dan jangan lupa untuk saling peduli dan berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan,” tandasnya.

Petugas gugus tugas Perbatasan Kabupaten dan Kota Bima Doni serta Wulandari kepada media ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada Majenemen Tataya Café bekerjasama dengan BUMI yang sudah hadir dan berbagi nasi kotak untuk kami yang sedang bertugas.

“Kami yang mewakili petugas gugus tugas mengucapkan terimakasih kepada Dae Dita berserta rombongan, yang langsung hadir guna menengok langsung kegiatan tim pemantau (Covid-19),” pungkasnya.

Jurnal Expose, Kota Bima || Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. H. Azhari, M.Si bersama unsur OPD terkait menggelar rapat dengan Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH dalam rangka membahas rencana penanggulangan penyakit DBD (Demam Berdarah) dengan cara melakukan fogging di sejumlah wilayah di Kota Bima Kamis (09/04/02) di Ruang Wakil Walikota Kantor Pemerintahan Kota Bima.


Usai menggelar rapat, Drs. H. Azhari, M.Si mengatakan, pihaknya telah membentuk tim DBD, dimana selaku koordinator adalah Wakil Walikota Bima, Asisten III dan para Staf Ahli.

Gerakan cepat fogging dimulai sore ini dengan membagi tim menjadi dua, Dan mulai melakukan fogging dibeberapa Kelurahan sesuai terjadwal mulai dari tanggal 9 sampai dengan 17 April 2020.


Adapum sejumlah Kelurahan yang dilakukan Fogging hari ini (hari pertama) dan besok (hari kedua) diantaranya, Tim 1 melakukan fogging di Lingkungan Lela RT 02, 03, 06 dan RT 10 Jatibaru Barat.

Sedangkan Tim 2 lakukan fogging dilingkungan pelita RT 2 Jatiwangi dan RT 15 Kelurahan Sarae. Besok tim akan kembali melakukan fogging di Kelurahan Jatiwangi RT 3, 4, 5, 25, 27, 29 dan 32.


Azhari berharap pada masyarakat untuk dapat bersama-sama melakukan kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan masing-masing untuk mencegah timbulnya penyakit demam berdarah (DBD) sembari tim Dinas Kesehatan melakukan fogging.

Jurnal Expose, Kabupaten Bima || Keseriusan Pemerintah Kabupaten Bima dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid - 19 atau Corona di Kabupaten Bima, yaitu membagikan masker di Desa Rato, Kecamatan Bolo, tepatnya di Cabang Donggo, pada Kamis (9/4/2020).

Bersama Bupati, hadir pula Wakil Bupati Bima, Drs. H. Dahlan, Camat Bolo, Mardinah, SH, Kapolsek, Danramil, pihak BPBD, Dikes, para Kades serta seluruh stake holder yang ada, guna membagikan masker pada pengguna jalan dan masyarakat yang ada.

Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, mengatakan, untuk mencegah dan penyebaran Covid-19, diharapkan pada masyarakat untuk taat menggunakan masker. "Sehingga, Corona atau Covid -19 bisa diminimalisir untuk kita semua,"harapnya.

Kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Bima melalui Satuan Gugus dibentuk, akan selalu maksimal bekerja melakukan pencegahan dan selalu evaluasi setiap perkembangan kondisi masyarakat. Kita harapkan jangan sampai terjangkit Virus Corona atau Covid-19. 

"Untuk itulah, kita dari pihak Pemda Kabupaten Bima, sebagai salah satu pencegahan yaitu membagikan masker pada pengguna jalan dan juga masyarakat,"urainya.

Tidak hanya membagikan masker, Bupati juga membagikan sabun Lifebuay sebagai alat cuci tangan. "Bukan masker saja, tapi sabun Lifebuay diberikan oleh Bupati pada saat pengguna jalan yang lewat,"jelasnya.

Diharapkan pada masyarakat, untuk tidak keluar rumah jika tidak ada hal-hal yang penting di luar sana. "Mari kita untuk tidak keluar rumah dan berkumpul satu sama lainnya,"pungkasnya.

Jurnal Expose, Kota Bima || Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya HM Lutfi beserta anggota PKK Kota Bima memberikan bantuan masker bagi tenaga kesshatan yang ada di berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kota Bima. (Rabu, 8/04/2020)


Pemberian bantuan ini diawali dari PKM Rasanas Timur, PKM Penanae, Labkesda, PKM Mpunda, PKM Paruga, PKM Kolo dan PKM Jatibaru. Bantuan yang diberikan bukan hanya masker namun ada pula hand Sanitizer dan juga minuman kesehatan/suplemen vitamin bagi tenaga kesehatan dan pengunjung puskesmas.

Ketua TP PKK Kota Bima menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan langkah untuk antisipasi dan pencegahan penyebaran virus Corona atau Covid-19.


"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa kepedulian serta ajakan kepada masyarakat untuk memproteksi diri sebagai antisipasi terhadap penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kota Bima", ujar Umi Elly.

Minimnya masker yang di jual di apotek membuat kami berinisiatif untuk memproduksi sendiri dari kain dan dibagikan utamanya kepada tenaga kesehatan dan para pengunjung puskesmas. Pembagian ini akan terus dilakukan tidak hanya di Fasilitas layanan kesehatan namun juga akan dibagikan kepada masyarakat.

Dijelaskannya, ribuan masker yang diproduksi oleh puluhan PKK Kota Bima itu diharapkan bisa menjadi sarana edukasi untuk mengajak masyarakat bersama-sama mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Bima.


Untuk itu, Ketua TP PKK Kota Bima juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama melawan dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara mengikuti anjuran pemerintah untuk menjauhi keramaian atau social distancing, menjaga kesehatan dan tidak berkeliaran diluar rumah apabila tidak terlalu mendesak.

"Mari kita bersama melawan Covid-19 dengan menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati," ajak Ketua TP PKK.

Tidak hanya itu dikesempatan yang sama Ketua TP PKK Kota Bima selaku Ketua Majelis Taklim Uswatun Hasanah Kota Bima juga memberikan bantuan yang sama didampingi oleh anggota majelis taklim.

Jurnal Expose, Kabupaten Bima || Tim Penanggulangan wabah penyakit yang disebab oleh virus Corona (Covid-19) Pemerintah Bima bekerja sama dengan instansi terkait lainnya terus bekerja secara optimal.


Salah upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah penggunaan penggunaan masker.

Oleh sebab itu Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wabup Drs. H.Dahlan M, Noer bersama Kapolres Bima , Dandim 1608 Bima, Kejari Bima , Sekda , BPBD, Dishub , Sat Pol PP dan berbagai unsur lainnya mensosialisasikan penggunaan Masker serta membagikan masker gratis untuk pengendara dan pengguna jalan di Perempatan Talabiu Kecamatan Woha, Selasa (7/04/ 2020).

Giat ini dimaksudkan untuk membangun gerakan pakai masker guna mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Bima .
#mari_cegah_corona

Jurnal Expose, Kota Bima || Dalam rangka mendukung dan membantu pemerintah Kota Bima melawan Covid 19, Hj Ellya HM Lutfi selaku Ketua TP PKK Kota Bima bersama pengurusnya membagikan masker hasil kerajinan tangan (handmade) anggota TP PKK Kota Bima dan Majelis Taklim Uswatun Hasanah Kota Bima, pada Senin Sore (06/04/2020).


Masker yang dibuat sendiri (handmade) dari tenun bima ini dibagikan oleh Ketua TP PKK Kota Bima Hj Ellya HM Lutfi kepada masyarakat di sepanjang jalan mulai dari lapangan pahlawan, pasar raba, paruga nae dan kepada para pekerja/buruh serta pedagang yang berada di pelabuhan bima. Kemudian dilanjutkan dengan para penjaja Garoso dan ojek yang berada di perempatan Daya Indah.

Ketua TP PKK Kota Bima menyampaikan bahwa pembagian masker ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi TP PKK Kota Bima dan Majelis taklim Kota Bima dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona/Covid-19. Dan berharap kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) di kota Bima.


"Kelangkaan masker menjadi salah satu kendala yang dihadapi saat ini, dan masker yang dibuat oleh ibu-ibu ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan", ujarnya.

 Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE pada hari  melaksanakan inspeksi dan pengecekan pelaksanaan screening test oleh gugus tugas penanggulangan Covid -19 Kabupaten Bima yang berada di Jembatan Timbang Madawau Kecamatan Madapangga. Jumat malam,  (3/4/2020)
Bupati Bima yang di dampingi oleh kepala pelaksana  BPBD selain mengecek kesiapan personil dan peralatan yang digunakan juga menyaksikan langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan pengendara dan penumpang yang masuk dari arah luar kabupaten Bima . 

Disela sela pemeriksaan bupati berkesempatan memberikan arahan kepada segenap personil yang bertugas , dalam arahannya bupati menyampaikan penghargaan atas etos kerja dan semangat mengabdi bagi bangsa dan negara yang telah ditunjukkan oleh masing masing petugas 
"kami bangga dan mengapresiasi semangat bapak ibu semua yang tidak kenal lelah menjadi garda terdepan mencegah penyebaran virus Corona" kata bupati dihadapan petugas yang ada. 

Selanjutnya bupati mengingatkan kepada Gugus tugas agar memperhatikan kelengkapan dan logistik kebutuhan bagi petugas lapangan seperti yang ada di Madawau madapangga. 

Bupati juga mengharapkan agar segenap personil menjaga keamanan diri 

"Tolong perhatikan keamanan diri , pakai APD yang cukup dan tolong data sebaik mungkin secara efektif efisien  untuk pengendara dan penumpang yang masuk kabupaten bima" lanjut Umi Dinda 

Umi Dinda begitu beliau biasa di sapa, juga meminta kepada semua personil yang bertugas mencegah penyebaran wabah Corona ini di manapun berada agar tetap sabar dan tabah ,

"mari kita kedepankan dulu kepentingan masyarakat bangsa dan negara , kita harus serius menghadapi wabah ini bersama sama " lanjut beliau. 

Dalam kunjungan ini bupati  menyerahkan dukungan logistik dan bantuan dana dari umi Dinda kepada personil yang bertugas dan disambut dengan suka cita.

 "Kami bangga memiliki bupati yang sangat mengerti dan paham akan keberadaan kami di lapangan dan kami sampaikan terima kasih kepada umi yang malam malam menengok kami anak anaknya " ungkap personil bernama Agus Salim yang saat itu ikut bertugas .

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE didampingi oleh kepala dinas Kesehatan dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima menyerahkan bantuan berupa alat semprot desinfektan untuk mesjid Besar “ Al-Hidayah “ Desa Talabiu (Kamis, 2/4/02)
Pada kesempatan itu Bupati langsung menguji fungsi alat tersebut.

Alat semprot desifektan ini ditujukan sebagai upaya untuk turut mencegah penularan Wabah Virus Corona atau Covid -19 .

Dan Di tempatkannya alat ini di mesjid Talabiu karena Mesjid Talabiu ini selalu menjadi Mesjid Singgahan bagi jamaah luar kota yang akan menuju Kota Bima , Kabupaten Dompu dan atau menuju Kabupaten Bima karena Desa Talabiu merupakan jalur utama untuk Kabupaten Bima.

Jurnal Expose, Kota Bima || Pemberlakuan jam malam yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bima sebagai langkah untuk mengantisipasi merebaknya virus corona (covid 19) sejauh ini belum menemukan adanya indikasi masyarakat yang secara positif terpapar penyakit corona.
Pantauan langsung media ini diperbatasan Kota Bima, hingga tengah malam (Selasa, 31/03/20) terlihat dengan jelas aktifitas Pemerintah Kota Bima dibawah kendali langsung Walikota Bima Kota Bima H. Muhammad Lutfi SE dan didampingi oleh Asisten III Drs. H. Supratman beserta jajaran OPD setempat antara lain Drs H. Azhari (Kepala Dinas Kesehatan) Drs. H. Muhidin (Kepala Dinas Sosial) H. Sarafuddin (Kepala BPBD), Abdul Haris SE (Kepala Koperindag) dan H. Ahmad Fathony (Kepala Kesbangpol) Drs. M. Nor A. Majid (Kasat Pol. PP)

Yang terlihat sangat menarik yakni adanya keterlibatan dari beberapa Organisasi seperti Tagana, TSBK dan PC. GP Anshor dengan seragam kebesarannya masing masing. Mereka dengan sigap membantu petugas untuk mengatur lalu lalang semua kendaraan dari arah Kabupaten Bima yang memasuki wilayah Kota Bima untuk dilakukan pengecekan suhu badan dari para pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat  (mobil dan motor)

Alfian Indra Wirawan S. Adm, selaku Wakil Ketua Dewan Pembina PC. GP Anshor Kota Bima pada media ini menjelaskan bahwa "selaku Pembina PC. GP Anshor saya berkomitmen untuk membantu serta memberikan insentif kepada adik-adik dari ketiga organisasi (Tagana, TSBK dan PC. GP Anshor) selama mereka menjalankan tugasnya untuk mendampingi tim penanganan covid 19 diperbatasan Kota Bima Ini" demikian jelasnya
Masih menurutnya "Harapan saya semoga masyarakat lainnya dapat membantu para petugas untuk proaktif melaporkan setiap adanya bagian keluarga yang baru datang dari luar daerah agar mematuhi anjuran pemerintah untuk segera secara sukrela melaporkannya pada posko penanganan covid 19 yang sudah disiapkan oleh pemerintah setempat" harapnya

Keseriusan Pemerintah Kota Bima untuk memutus mata rantai merebaknya covid 19 di Kota Bima sepertinya tidak main-main, terlihat dengan jelas bagaimana pemkot Bima menurunkan hampir semua instrumen yang ada seperti halnya Institusi Kepolisian, TNI, Pol PP. Bahkan dengan tegas H. Muhammad Lutfi selaku Walikota Bima menekankan

"Jangan ada satupun pengendara mobil atau motor maupun penumpang lainnya yang lolos dari pemeriksaan dan seandainya ada yang terdeteksi suhu badannya diatas standar kewajaran segera dilakukan penanganan sesuai dengan standar SOP nya" harapnya

Sementara H. Azhari Selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima mengaku sudah mempersiapkan tenaga medis yang diakomodir dari semua Puskesmas "kami sudah mempersiapkan tenaga medis yang ada sebagai langkah kongkrit untuk mengantisipasi bilamana ada masyarakat yang terpapar penyakit corona tsb" jelasnya

Upaya prefentif dan keseriusan Pemkot Bima dalam upaya mengantisipasi serta memutuskan mata rantai covid 19 tersebut mestinya dapat dipatuhi oleh masyarakat lainnya sehingga kekhawatiran kita semua hendaknya dapat dilewati @ry@
Diberdayakan oleh Blogger.