Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Kabupaten Bima, jurnalexpose.com || Membuat usaha kuliner di pinggir jalan tidaklah sulit bagi setiap orang, hanya menggunakan rombong kecil pasti usaha sudah bisa dijalankan. Sesederhana itulah yang dilakukan wanita muda beranak dua ini

salome_pinggir_jalan
Foto : Pelanggan sedang menikmati kopi di rombong Ibu Rukmini
Rukmini 45 tahun asal Desa tawali kecamatan Wera kabupaten Bima NTB menjual salome goreng beda rasa, racikan sambal khas keweraan dengan aroma mengundang kepingin dicoba di tambah segala jenis kopi menyebabkan dirinya terlihat sibuk melayani pelanggang yang datang dari berbagai polosok seputaran Wera.

Usaha yang dirintis baru sepekan tersebut bertempat dipojok lapangan bola Tawali sangat dekat dengan jalan utama lintasan Tawali - Sape - Bima, tempat usahanya sangat strategis karna bisa di lihat orang berlalu lalang yang melintasi jalan.

" Saya hanya buka usaha untuk malam hari menjual salome goreng dan segala jenis kopi" ucap Rukmini disaat media ini mengkonfirmasi ditempat jualanya.

Lanjut rukmini, untuk pendapatan dalam satu malam kisaran dua juta bahkan lebih, itupun mulai buka pukul 18 sampai pukul 22 dan terkadang juga sampai pukul 23 WITA

Tiap malam salome laku habis tak ada yang tersisa dan begitupun penikmat kopi sampai kerepotan melayani para pelanggan, apalagi saat ini di suasana momen pemilihan BPD jadi kalangan muda berdiskusinya disini, akunya.

Meskipun agak kerepotan tapi syukur ada sang suami yang ikut membantu  melayani terutama dalam menyuguhkan pesanan kopi, jelasnya

Sembari minum kopi dan menikmati salome goreng sambil bercengkrama bersama pelanggan lain sayapun mencoba menggali rasa teman duduk sebelah, irman oden mengatakan "kalau kopinya biasa tapi salomenya yang luar biasa, memang enak, rasanya memang beda" ucapnya.

Dengan melihat prospek usaha yang menjanjikan bagi masyarakatnya, Kades Tawali Abdul Muis HAM yang dimintai tanggapanya akan diseputaran jalan lingkar lapangan akan ditata khusus buat pedagang kali lima untuk membuka usaha dimalam hari " jauh hari sebelum saya jadi Kepala Desa sudah ada dalam konsep pembangunan yang akan saya lakukan dan saya bersama pemerintah Desa akan menata tempat itu dalam lima tahun kedepan untuk memajukan ekonomi masyarakat

Kita bisa bayangkan jika tempat itu di isi bagi usaha kecil maka suasana Desa dimalam hari akan hidup dan juga akan menambah incam Desa.

Untuk merealisasikan rencana itu perlu disepakati bersama dengan BPD yang baru untuk dibuatkan regulasi dalam bentuk Perdes yang akan mengatur segala usaha yang ada di Desa sehingga Desa Tawali nantinya tidak hanya mengandalkan ADD dan DDA untuk pembangunan tetapi ada dana Pendapatan Asli Desa, jelasnya.(JE05)
Diberdayakan oleh Blogger.