HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Danlanal Bintan Hadiri Kenduri Merohom Bukit Batu, Tegaskan Budaya sebagai Fondasi Pertahanan Bangsa

Bintan – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bintan Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono, M.P.M., mewakili Dankodaeral IV, menghadiri Kenduri Merohom Bukit Batu Bintan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bintan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Makam Bukit Batu Cagar Budaya, Desa Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/1/2026).

Kehadiran Danlanal Bintan menjadi wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam melestarikan tradisi budaya lokal sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI AL dan masyarakat. Tradisi ini juga dinilai memiliki nilai strategis dalam membangun karakter bangsa sebagai bagian dari pertahanan nasional yang bersifat menyeluruh.

Kenduri Merohom merupakan tradisi ziarah tahunan masyarakat Melayu Bintan yang dilaksanakan setiap 27 Rajab, bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini digelar di kawasan makam bersejarah yang dilindungi negara, dengan beberapa makam diperkirakan berasal dari abad ke-12 dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

Dalam prosesi kenduri, masyarakat membawa nasi kuning, telur, serta bunga warna-warni sebagai simbol penghormatan kepada leluhur. Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan ketenteraman bagi masyarakat serta daerah Bintan.

Letkol Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono menilai tradisi Kenduri Merohom mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan spiritualitas, yang sejalan dengan semangat pengabdian TNI AL dalam menjaga keutuhan bangsa.

Pemangku Adat Melayu Bintan Dato’ H. Huzrin Hood, S.H., M.H., M.Pd.I., menyampaikan bahwa ziarah makam merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW sekaligus sarana mengingat kematian dan menghormati jasa para leluhur.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan Ronny Kartika, S.STP., M.M., mengapresiasi pengakuan nasional terhadap tradisi Kenduri Merohom. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melestarikan budaya sebagai fondasi pembangunan karakter dan identitas daerah, menuju Bintan yang religius, berbudaya, dan berjaya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi TNI AL untuk menegaskan bahwa pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik, tetapi juga pada kekuatan nilai, budaya, dan jati diri bangsa.