HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pemadaman Listrik di Bogor Dikeluhkan Pelaku Usaha, KING JABAR Soroti Dampak Kerugian dan Dorong Evaluasi PLN

Bogor Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota Bogor mendapat perhatian dari masyarakat, terutama pelaku usaha yang aktivitasnya bergantung pada pasokan listrik dan jaringan internet.

Salah satu warga yang menyampaikan keluhan yakni H. Sukarman, S.H., M.H., yang dikenal dengan sapaan KING JABAR. Selain menjabat sebagai Ketua Umum LPKSM PATROLI dan berprofesi sebagai advokat, ia juga menjalankan usaha mikro di bidang jasa ekspedisi serta warung kecil.

Menurut KING JABAR, gangguan listrik yang terjadi belakangan ini berdampak terhadap aktivitas usaha yang dijalankannya. Ia menilai pemadaman yang terjadi tanpa informasi yang cukup dapat menyulitkan masyarakat, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan layanan listrik secara berkelanjutan.

“Sebagai pelaku usaha kecil, kami sangat bergantung pada listrik dan internet. Ketika listrik padam, aktivitas pelayanan terganggu, mulai dari sistem pengiriman, pencetakan resi, hingga komunikasi dengan pelanggan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, usaha jasa ekspedisi yang dikelolanya menggunakan perangkat elektronik dan jaringan internet dalam operasional sehari-hari. Saat terjadi pemadaman, sejumlah pelayanan mengalami hambatan sehingga berpengaruh terhadap aktivitas usaha.

KING JABAR mengaku mengalami dampak kerugian akibat gangguan tersebut. Ia memperkirakan kerugian pada salah satu kejadian pemadaman mencapai sekitar Rp23 juta, sementara pemadaman berikutnya ditaksir berdampak sekitar Rp7,5 juta terhadap kegiatan usahanya.

Selain usaha ekspedisi, ia juga menyebut usaha warung kecil miliknya ikut terdampak. Beberapa produk yang membutuhkan penyimpanan dengan suhu dingin mengalami kendala akibat tidak berfungsinya alat pendingin selama listrik padam.

“Produk yang sudah disiapkan untuk dijual mengalami penurunan kualitas karena pendingin tidak berjalan. Kondisi seperti ini tentu menjadi beban bagi usaha kecil,” katanya.

KING JABAR berharap pihak PLN dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik serta langkah perbaikan agar kejadian serupa dapat diminimalisir. Ia menilai informasi yang jelas kepada pelanggan penting dilakukan agar masyarakat dapat melakukan antisipasi.

Sebagai Ketua Umum LPKSM PATROLI, KING JABAR menyatakan pihaknya akan melakukan kajian dan pengumpulan informasi terkait keluhan masyarakat mengenai pelayanan listrik. Apabila ditemukan adanya persoalan yang berkaitan dengan hak konsumen, pihaknya akan mempertimbangkan langkah sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami akan melihat fakta dan aturan yang ada. Tujuannya agar kepentingan masyarakat sebagai konsumen tetap terlindungi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam ketentuan pelayanan ketenagalistrikan, pelanggan memiliki hak memperoleh pelayanan listrik sesuai standar mutu yang berlaku. Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan apabila mengalami gangguan layanan melalui mekanisme yang disediakan oleh penyedia layanan.

Hingga berita ini diterbitkan, keluhan terkait pemadaman listrik di wilayah Bogor menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan, keterbukaan informasi, serta evaluasi sistem agar aktivitas rumah tangga maupun usaha tidak kembali terganggu.

(Ade)