PT PMC Kembangkan Wisata Hortikultura, Libatkan Warga Kelola Lahan Produktif
Kab. Bogor – PT Prima Mustika Candra (PMC) meluncurkan program pengembangan wisata desa dan hortikultura berbasis kemitraan masyarakat di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Program bertema "Membangun Desa, Menggerakkan Ekonomi, dan Melestarikan Alam" itu disosialisasikan kepada warga dalam kegiatan tahap kedua yang berlangsung di Aula Desa Sukajaya, Rabu (29/7/2026).
Sosialisasi dihadiri jajaran manajemen PT PMC, perwakilan Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Tamansari, Pemerintah Desa Sukajaya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, kelompok tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok masyarakat (Pokmas), serta puluhan warga.
Dalam pemaparannya, perusahaan menjelaskan rencana pemanfaatan lahan seluas sekitar 30 hektare menjadi kawasan hortikultura terpadu sekaligus destinasi agrowisata yang dikelola melalui pola kemitraan bersama masyarakat setempat.
Bagian Perencanaan PT PMC, Yongky JM, mengatakan sosialisasi tahap kedua bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus menyerap masukan terkait rencana pengembangan kawasan.
Menurutnya, proyek tersebut disusun berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bogor yang menetapkan Desa Sukajaya sebagai kawasan hortikultura, sehingga perusahaan memilih mengembangkan sektor pertanian dan wisata desa dibandingkan pembangunan perumahan.
"Program ini mengacu pada RDTR Kabupaten Bogor yang menetapkan wilayah ini sebagai zona hortikultura. Karena itu, kami mengoptimalkan lahan melalui pertanian dan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat," ujar Yongky.
Ia menjelaskan, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal akan dikembangkan menjadi kawasan produktif. Selain menghasilkan komoditas pertanian, kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi destinasi agrowisata yang mampu mendukung biaya operasional melalui kunjungan wisatawan.
Project Manager Wisata Hortikultura PT PMC, Andi, menegaskan masyarakat Desa Sukajaya akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Warga akan memperoleh kesempatan mengisi berbagai bidang pekerjaan, mulai dari pengolahan lahan, petani penggarap, pengelola kawasan, pemandu wisata, hingga sektor kuliner dan pelaku UMKM sesuai kompetensi masing-masing.
Kerja sama akan dijalankan melalui kelompok tani yang dikoordinasikan pemerintah desa dan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar kemitraan. Sementara status kepemilikan lahan tetap berada di bawah hak perusahaan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB).
"Kami ingin masyarakat menjadi bagian utama dari program ini. Harapannya, kawasan berkembang sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sukajaya," kata Andi.
Pada tahap awal, PT PMC akan membuka perekrutan tenaga kerja untuk kegiatan persiapan lahan dan penanaman berbagai komoditas hortikultura, seperti tanaman buah unggulan, palawija, serta tanaman herbal bernilai ekonomi.
Pemerhati lingkungan, Sambas, menilai program tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan lahan melalui hortikultura mendukung ketahanan pangan nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang pertanian, serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM apabila kawasan wisata berkembang.
"Program ini dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Jika agrowisata berkembang, pelaku UMKM juga akan ikut merasakan manfaatnya," ungkap Sambas.
Sementara itu, warga RT 04 Desa Sukajaya, Yusron, menyambut baik rencana tersebut. Ia berharap pengelolaan lahan dilakukan melalui kerja sama yang saling menguntungkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan perusahaan.
"Kami berharap warga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk terlibat sebagai tenaga kerja maupun mitra usaha. Selama program ini membawa manfaat bagi masyarakat, tentu kami mendukung penuh," ujarnya.
Melalui program ini, PT PMC berharap pengembangan hortikultura dan wisata desa tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bogor.
(Ade)
