Iwan Tahapari Dukung Aksi Damai BPPKB Banten di RS Misi Lebak
Lebak — Wakil Ketua Komandan PROPOS Markas Besar (Mabes) Laskar Merah Putih (LMP), Iwan Tahapari, menyatakan dukungan terhadap rencana aksi damai organisasi masyarakat (ormas) BPPKB Banten di depan Rumah Sakit (RS) Misi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada 21 Oktober 2026.
Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan pemenuhan hak pasien untuk memperoleh penanganan medis yang layak.
Rencana aksi itu berkaitan dengan keluhan keluarga seorang pasien yang menderita penyakit kelenjar. Berdasarkan informasi yang disampaikan, keluarga pasien mempersoalkan dugaan pemulangan pasien sebelum menjalani tindakan medis atau operasi yang diharapkan.
Persoalan tersebut memunculkan desakan agar manajemen RS Misi Lebak memberikan penjelasan serta mengevaluasi pelayanan kepada pasien. Namun, kronologi lengkap kejadian dan alasan medis maupun administratif terkait pemulangan pasien masih perlu dikonfirmasi kepada pihak rumah sakit.
Iwan menilai pelayanan kesehatan harus mengutamakan keselamatan pasien, disertai komunikasi yang jelas antara tenaga medis, manajemen rumah sakit, dan keluarga pasien.
Dalam keterangan tertulisnya, ia menegaskan bahwa LMP, khususnya jajaran PROPOS, mendukung penyampaian aspirasi secara damai dan sesuai ketentuan hukum.
“Kami dari jajaran Markas Besar Laskar Merah Putih, khususnya komando PROPOS, memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah konstitusional dan aksi damai yang diinisiasi oleh saudara-saudara kami di Ormas BPPKB Banten di RS Misi pada 21 Oktober nanti,” ujar Iwan dalam rilis tersebut.
Ia menambahkan, pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar masyarakat. Karena itu, setiap keluhan pasien perlu ditangani secara serius melalui pemeriksaan dan evaluasi yang objektif.
“Pelayanan kesehatan adalah urusan nyawa dan hak dasar setiap warga negara. Kami mendesak manajemen rumah sakit segera berbenah demi kebaikan masyarakat Lebak,” lanjutnya.
Melalui rencana aksi tersebut, BPPKB Banten mendorong evaluasi terhadap pelayanan RS Misi Lebak serta perbaikan sistem penanganan pasien agar keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara transparan dan profesional.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari manajemen RS Misi Lebak mengenai keluhan keluarga pasien dan rencana aksi tersebut belum dicantumkan dalam bahan pemberitaan. Awak media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak rumah sakit agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.
(Hkz)
