HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dugaan Pemalsuan KTP-el di Disorot, Desakan Audit Internal Menguat

Jakarta Timur — Dugaan praktik pemalsuan data pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di lingkungan (Dukcapil) Jakarta Timur menjadi sorotan publik. Isu ini memunculkan kekhawatiran terhadap sistem akuntabilitas administrasi kependudukan.

Sejumlah pihak menilai dugaan tersebut perlu ditindaklanjuti secara serius melalui mekanisme pemeriksaan internal dan penegakan hukum yang transparan.

Salah satu pemerhati kebijakan publik, , menyampaikan bahwa apabila benar terjadi pelanggaran, maka hal tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam , khususnya terkait keabsahan data kependudukan.

“Jika terbukti, tentu ini menjadi persoalan serius. Perlu ada audit menyeluruh untuk memastikan sistem berjalan sesuai aturan,” ujarnya, Senin (23/03/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan internal, mengingat sistem administrasi kependudukan saat ini telah berbasis digital yang seharusnya mampu meminimalisir potensi penyalahgunaan data.

Menurutnya, digitalisasi layanan publik harus diiringi dengan sistem keamanan dan pengawasan yang ketat agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, ia mendorong untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola administrasi kependudukan, khususnya di daerah yang menjadi sorotan.

“Evaluasi penting dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik tetap terjaga,” tambahnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak maupun instansi terkait mengenai kebenaran dugaan tersebut.

Pengamat administrasi publik menilai, dalam setiap dugaan pelanggaran, asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi. Proses klarifikasi dan investigasi yang objektif menjadi kunci untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan data kependudukan memerlukan sistem yang transparan, akuntabel, serta pengawasan berlapis guna mencegah potensi penyalahgunaan.

Perkembangan lebih lanjut terkait dugaan ini masih menunggu hasil klarifikasi dari pihak berwenang.

(HKZ)