HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

31 Pelajar SMP di Gowa Diamankan Polisi Usai Konvoi Bawa Sajam, Viral di Media Sosial

GOWA — Sebanyak 31 pelajar SMP diamankan jajaran Polres Gowa setelah diduga terlibat aksi konvoi sambil membawa senjata tajam di Jalan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Aksi para pelajar tersebut viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan sejumlah siswa berkonvoi menggunakan sepeda motor sambil mengacungkan parang dan sempat mengadang pengendara yang melintas.

Kapolres Gowa AKBP Aldi Sulaiman membenarkan adanya penindakan tersebut. Menurutnya, seluruh pelajar yang diamankan merupakan siswa SMP Negeri 1 Gowa dari berbagai tingkatan kelas.

“Sebanyak 31 pelajar kami amankan, mulai dari siswa kelas 1 hingga kelas 3 SMP,” ujar AKBP Aldi Sulaiman, Rabu (6/5/2026).

Selain mengamankan para pelajar, polisi juga menyita 12 unit sepeda motor yang digunakan saat aksi konvoi berlangsung.

Kapolres menegaskan, tindakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan berpotensi memicu aksi tawuran antar pelajar.

“Untungnya tidak sampai menimbulkan korban. Namun aksi seperti ini sangat meresahkan dan tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Pihak kepolisian kemudian memanggil orang tua siswa serta pihak sekolah guna dilakukan pembinaan. Para pelajar juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami sudah lakukan pembinaan. Jika kembali terulang, tentu akan ada tindakan lebih tegas,” tambah Kapolres.

Selain itu, polisi turut memberikan sanksi tilang terhadap kendaraan yang digunakan, mengingat sebagian besar pelajar belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Gowa, Sutopo, membenarkan bahwa seluruh pelajar yang diamankan merupakan siswanya. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi di luar jam sekolah.

Pihak sekolah, kata Sutopo, akan mengedepankan langkah pembinaan dan evaluasi terhadap siswa yang terlibat, khususnya bagi siswa kelas 9 agar tetap dapat mengikuti proses ujian.

“Kami akan melakukan pembinaan bersama orang tua. Pengawasan keluarga juga sangat penting agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

(HKZ)