Black Out Sumatera Picu Kerugian Peternak Ikan di Madina, Ratusan Kilo Ikan Dilaporkan Mati
Mandailing Natal — Pemadaman listrik massal atau black out yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Sumatera pada Jumat malam berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor budidaya perikanan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
Salah satu usaha budidaya ikan yang terdampak berada di Jalan Stadion, Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan. Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali disebut menyebabkan sistem aerator di sejumlah kolam budidaya tidak dapat beroperasi.
Aerator diketahui memiliki fungsi penting untuk menjaga sirkulasi air dan kadar oksigen di dalam kolam. Saat pasokan listrik terhenti, sistem tersebut ikut mati sehingga memengaruhi kondisi ikan di kolam budidaya.
Salah seorang karyawan tambak, Pak Lek, mengatakan pemadaman listrik menyebabkan banyak ikan mengalami stres hingga mati.
“Akibat padamnya listrik, banyak ikan di kolam kami yang mati. Ada yang sudah siap panen dan tinggal dipasarkan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, kolam yang terdampak mencapai belasan unit. Ikan yang mati terdiri dari berbagai ukuran, termasuk ikan konsumsi yang sudah memasuki masa panen.
Pihak pengelola memperkirakan kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah. Kerugian tersebut meliputi ikan yang gagal dipanen, biaya pakan, hingga perawatan kolam yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena banyak usaha budidaya modern kini sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil, terutama untuk mendukung sistem aerasi dan sirkulasi air.
Sejumlah warga dan pelaku usaha berharap adanya evaluasi terkait stabilitas pasokan listrik, khususnya di wilayah yang memiliki sektor usaha berbasis operasional listrik selama 24 jam.
Sementara itu, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait penyebab gangguan listrik massal yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera tersebut.
