Memahami Istilah Wisuda Secara Tepat: Tradisi Akademik Perguruan Tinggi, Bukan Kewajiban untuk SD, SMP, dan SMA
Oleh: Redaksi
Di berbagai daerah, kegiatan kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA sering disebut sebagai "wisuda". Anak-anak mengenakan toga, berbaris layaknya mahasiswa, lalu menerima sertifikat dalam sebuah acara seremonial. Fenomena ini telah berlangsung cukup lama dan dianggap sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan siswa menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu.
Namun, dari sudut pandang akademik dan tradisi pendidikan, masyarakat perlu memahami bahwa wisuda pada hakikatnya merupakan tradisi akademik yang melekat pada perguruan tinggi, bukan pada pendidikan dasar dan menengah.
Apa Itu Wisuda?
Wisuda adalah prosesi akademik resmi yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi sebagai bentuk pengukuhan mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya dan dinyatakan lulus pada jenjang diploma, sarjana, magister, atau doktor.
Dalam tradisi pendidikan tinggi, wisuda bukan sekadar acara perpisahan. Wisuda merupakan bagian dari sistem akademik yang memiliki aturan, tata cara, atribut, dan makna ilmiah yang berkaitan dengan penyelesaian suatu jenjang pendidikan tinggi.
Karena itu, penggunaan toga, kalung medali akademik, dan prosesi wisuda pada dasarnya berasal dari tradisi universitas yang telah berkembang selama ratusan tahun di berbagai negara.
SD, SMP, dan SMA Belum Menyelesaikan Pendidikan Secara Utuh
Salah satu alasan mengapa istilah wisuda dianggap kurang tepat untuk tingkat SD, SMP, dan SMA adalah karena peserta didik pada jenjang tersebut belum menyelesaikan pendidikan secara keseluruhan.
Siswa SD akan melanjutkan ke SMP, siswa SMP ke SMA atau sederajat, dan siswa SMA ke perguruan tinggi atau pendidikan lainnya. Mereka hanya menyelesaikan satu tahap pendidikan, bukan menyelesaikan pendidikan akademik secara final sebagaimana lulusan perguruan tinggi.
Oleh karena itu, istilah yang lebih tepat adalah:
- Pelepasan siswa.
- Perpisahan sekolah.
- Tasyakuran kelulusan.
- Penyerahan kembali peserta didik kepada orang tua.
- Apresiasi kelulusan.
Mengapa Muncul Polemik?
Polemik biasanya muncul bukan karena masyarakat menolak penghargaan kepada siswa, melainkan karena adanya kekhawatiran bahwa makna wisuda menjadi bergeser.
Sebagian kalangan pendidikan menilai bahwa penggunaan istilah wisuda pada tingkat SD, SMP, dan SMA berpotensi mengaburkan makna akademik wisuda yang sesungguhnya.
Selain itu, di beberapa tempat kegiatan yang disebut wisuda terkadang menimbulkan beban biaya bagi orang tua, seperti biaya sewa toga, dekorasi mewah, dokumentasi, hingga penyelenggaraan acara di hotel atau gedung tertentu.
Padahal esensi pendidikan bukan terletak pada kemegahan acara, melainkan pada proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.
Yang Perlu Diapresiasi Adalah Prestasinya, Bukan Kemewahan Acaranya
Keberhasilan siswa menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah tentu patut diapresiasi. Anak-anak berhak mendapatkan penghargaan atas kerja keras mereka selama bertahun-tahun belajar.
Namun, penghargaan tersebut tidak harus diwujudkan dalam bentuk wisuda bergaya perguruan tinggi.
Sekolah dapat mengadakan pelepasan siswa yang sederhana, edukatif, dan bermakna tanpa menghilangkan nilai penghormatan terhadap prestasi peserta didik. Bahkan, kegiatan yang sederhana sering kali lebih mencerminkan nilai pendidikan, kebersamaan, dan rasa syukur.
Memahami Makna yang Sebenarnya
Masyarakat perlu melihat persoalan ini secara proporsional. Menggunakan istilah pelepasan siswa bukan berarti mengurangi penghargaan terhadap anak-anak. Sebaliknya, penggunaan istilah yang tepat membantu menjaga makna dan tradisi akademik sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing.
Wisuda tetap memiliki tempat terhormat sebagai tradisi akademik perguruan tinggi. Sementara itu, SD, SMP, dan SMA dapat merayakan kelulusan melalui kegiatan pelepasan atau tasyakuran yang lebih sesuai dengan karakter dan tujuan pendidikan dasar maupun menengah.
Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah nama acaranya, melainkan bagaimana sekolah, orang tua, dan masyarakat bersama-sama memberikan motivasi kepada generasi muda untuk terus belajar, berprestasi, dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat tidak akan gagal paham dalam memaknai perbedaan antara wisuda sebagai tradisi akademik perguruan tinggi dan pelepasan siswa sebagai bentuk apresiasi atas kelulusan di tingkat SD, SMP, maupun SMA.
