OMPA TAPAL, PWI Jaya dan PT PMC Tanam 5.000 Pohon di Ciapus, Dorong Gerakan Lingkungan Berkelanjutan
Kab. Bogor – Semangat menjaga kelestarian alam terus digaungkan melalui aksi nyata penghijauan. Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (OMPA) TAPAL bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya dan PT Prima Mustika Candra (PMC) menanam 5.000 pohon di kawasan Wrung Lowa Ciapus, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan bertajuk "Hijau Kujaga – Biru Kuterima" tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi antara komunitas, mahasiswa, insan pers, dan dunia usaha dalam menjaga ekosistem.
Ketua panitia, Joko Dolok, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang harus dijaga bersama. Menurutnya, berbagai tantangan seperti berkurangnya ruang terbuka hijau, pencemaran lingkungan, hingga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi alam memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen bangsa.
"Kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut berkontribusi menjaganya melalui aksi nyata seperti penanaman pohon dan edukasi lingkungan," ujar Joko.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Jambore Akbar Komunitas Pecinta Alam dan Sahabat Lingkungan 2026 yang bertujuan mempererat sinergi antarkomunitas dalam gerakan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, tema "Hijau Kujaga – Biru Kuterima" mengandung makna komitmen bersama untuk menjaga bumi tetap hijau, lestari, dan mampu memberikan kehidupan yang sehat bagi generasi masa kini maupun masa depan.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya konservasi alam, mempererat hubungan antarkomunitas, serta membangun gerakan lingkungan yang berkelanjutan.
Mewakili PWI Jaya, Bendahara Dar Edi Yoga menegaskan bahwa menanam pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bumi.
Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan penghijauan sebagai budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pergi ke hutan melihat rusa,
Singgah sebentar di tepi telaga.
Mari menanam menjaga bangsa,
Wariskan bumi untuk anak cucu kita.
Menurut Dar Edi Yoga, pohon yang ditanam hari ini akan menjadi sumber kehidupan di masa depan karena berperan menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan air, serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
"Di tengah ancaman kerusakan lingkungan yang semakin nyata, aksi sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya merawat pohon yang telah ditanam agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
PT PMC Dukung Penghijauan dan Pelestarian Alam
Perwakilan PT Prima Mustika Candra, Yongky Ocktavia, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara komunitas, media, pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta.
"Kami bangga bisa menjadi bagian dari gerakan penghijauan ini. Menanam pohon adalah investasi lingkungan sekaligus investasi untuk masa depan generasi mendatang," ujar Yongky.
Ia berharap aksi penanaman 5.000 pohon di Ciapus dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan gerakan serupa dalam menjaga kelestarian alam.
"Kami percaya langkah kecil yang dilakukan bersama-sama dapat menghasilkan perubahan besar. Semoga semangat 'Hijau Kujaga – Biru Kuterima' terus tumbuh dan menjadi gerakan berkelanjutan di berbagai daerah," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, OMPA TAPAL, PWI Jaya, dan PT PMC berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta ekosistem yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
(Ade)
