HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

14 Tahun Tanpa Listrik, Puluhan Keluarga di Muba Berharap PLN Segera Wujudkan Penerangan


Musi Banyuasin – Sebanyak 55 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di RT 05A/RW 001, Dusun 1, Desa Mangsang Hijrah Mukti Lubuk Batu, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, hingga kini masih hidup tanpa akses listrik dari jaringan PLN. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak 2012, sehingga warga berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pihak terkait.

Ketiadaan aliran listrik dinilai menjadi kendala bagi aktivitas sehari-hari, mulai dari proses belajar anak-anak pada malam hari, pengembangan usaha kecil, hingga pelayanan masyarakat dan aspek keamanan lingkungan.

Melalui pemberitaan ini, warga berharap aspirasi mereka dapat sampai kepada pimpinan PLN Kabupaten Musi Banyuasin agar segera merealisasikan penambahan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Perwakilan masyarakat, Selamet, mengatakan kehadiran listrik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi seluruh warga.

"Kalau listrik sudah masuk, kehidupan masyarakat tentu akan jauh lebih baik. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman pada malam hari, usaha kecil dapat berkembang, dan lingkungan menjadi lebih aman," ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal LSM BRANTAS Musi Banyuasin, M. Juanda, S.M., menyampaikan bahwa akses listrik merupakan bagian dari pelayanan dasar yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Menurutnya, masyarakat telah menunggu cukup lama untuk memperoleh layanan kelistrikan yang layak.

"Sudah sekitar 14 tahun warga belum menikmati listrik. Kami berharap PLN dapat memberikan perhatian serius dan segera merealisasikan sambungan jaringan listrik ke Dusun 1 Desa Mangsang Hijrah Mukti Lubuk Batu," katanya.

Sebagai bentuk keseriusan, warga mengaku telah melakukan berbagai upaya swadaya. Mereka telah menyiapkan sekitar 40 tiang listrik serta kabel induk sepanjang kurang lebih 2.000 meter. Namun hingga kini fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum tersambung dengan jaringan utama PLN.

Masyarakat juga menyatakan siap menerima kunjungan dari pihak PLN maupun instansi terkait untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Warga berharap permohonan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga kebutuhan listrik yang selama ini dinantikan dapat segera terpenuhi.

"Listrik saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan pelengkap, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting untuk mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," tutup Selamet.

(HKZ)