Air Kali Cipamubulan Keruh Tiga Hari, Aktivis Desak DLH Lebak Lakukan Investigasi

Lebak – Kondisi air Kali Cipamubulan di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, berubah keruh selama hampir tiga hari terakhir. Fenomena tersebut memicu kekhawatiran warga karena aliran sungai bermuara langsung ke kawasan wisata Pantai Pulomanuk, yang kerap dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan untuk beraktivitas.
Perubahan warna air itu mendorong berbagai pihak meminta pemerintah segera melakukan pemeriksaan guna memastikan penyebabnya. Salah satunya datang dari aktivis Lebak Selatan, Deni Ismayadi, yang mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak segera turun ke lapangan.
Menurut Deni, investigasi perlu dilakukan secepat mungkin agar sumber kekeruhan dapat diketahui dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat.
"Saya meminta DLH Kabupaten Lebak segera melakukan pengecekan ke Kali Cipamubulan. Penyebab air menjadi keruh harus segera diketahui agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat," tegas Deni, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan awal di lokasi, selain mengalami perubahan warna, aliran sungai juga diduga mulai mengalami pendangkalan di sejumlah titik. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi ekosistem perairan serta kualitas lingkungan di kawasan muara hingga Pantai Pulomanuk.
Warga berharap instansi terkait segera mengambil sampel air untuk dilakukan uji laboratorium, sekaligus menelusuri kemungkinan penyebab perubahan kondisi sungai agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Menanggapi laporan masyarakat, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) DLH Kabupaten Lebak, Erik Kusuma, menyatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan akan menindaklanjutinya.
"Wa'alaikumussalam. Siap, mangga. Informasi diterima," ujar Erik saat dikonfirmasi awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kekeruhan air Kali Cipamubulan masih belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.
Masyarakat berharap proses investigasi dapat segera dilakukan secara menyeluruh serta hasilnya disampaikan secara terbuka kepada publik, sehingga tidak menimbulkan spekulasi sekaligus menjadi dasar langkah penanganan apabila ditemukan indikasi pencemaran atau faktor lain yang memengaruhi kualitas air sungai.
(HKZ)