HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Guru SMPN Cikembar Galang Dana Sosial Sukarela, Bantu Siswa Kurang Mampu Tetap Bersekolah


Kab. Sukabumi – Kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan keluarga besar SMP Negeri Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Melalui semangat gotong royong, para guru secara sukarela menghimpun dana sosial untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengikuti proses belajar tanpa terkendala faktor ekonomi.

Program yang digagas di bawah kepemimpinan Kepala SMPN Cikembar, Dedi, menjadi wujud nyata solidaritas para pendidik dalam memastikan setiap siswa memperoleh kesempatan belajar yang setara.

Dana yang terkumpul berasal dari sumbangan sukarela para guru tanpa adanya unsur paksaan. Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada siswa yang membutuhkan dalam bentuk perlengkapan sekolah, seragam, hingga dukungan untuk biaya kegiatan pendidikan.

Kepala SMPN Cikembar, Dedi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan demi masa depan anak didik.

"Program ini murni lahir dari kepedulian para guru. Kami ingin memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah hak setiap anak dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung mereka," ujarnya.

Agar penyaluran bantuan tepat sasaran, pihak sekolah melakukan pendataan melalui wali kelas bersama tim yang ditunjuk. Proses tersebut dilakukan secara transparan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masing-masing siswa.

Melalui langkah tersebut, sekolah berharap bantuan yang diberikan benar-benar dapat meringankan beban keluarga penerima sekaligus meningkatkan semangat belajar para peserta didik.

Program sosial yang dijalankan SMPN Cikembar menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran. Dengan semangat kebersamaan, keikhlasan, dan gotong royong, para guru mampu menghadirkan solusi nyata bagi siswa yang membutuhkan.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk terus memperkuat budaya saling membantu demi mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan memberi kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk meraih cita-cita.

(Yosep)