HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Revitalisasi SDN Cibatu Nagrak Hadirkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

SukabumiProgram Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membawa harapan baru bagi SDN Cibatu Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Melalui bantuan senilai Rp1.203.750.592, sekolah ini bersiap menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Kepala SDN Cibatu Nagrak, Cucu Haryati, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah sebelumnya sudah mengalami kerusakan berat. Bahkan, salah satu ruang kelas di bagian tengah sekolah sempat roboh setelah para siswa dipindahkan ke ruang lain demi alasan keselamatan.

"Alhamdulillah, sebelum bangunan itu ambruk, seluruh siswa sudah kami relokasi. Hari Sabtu dipindahkan, kemudian pada hari Senin ruang kelas tersebut roboh. Kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan," ujarnya.

Melalui program revitalisasi ini, pemerintah melakukan rehabilitasi lima ruang kelas, pembangunan satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta rehabilitasi satu ruang guru. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Menurut Cucu Haryati, fasilitas yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di sekolah.

"Ketika guru mengajar dengan nyaman dan peserta didik merasa aman serta betah berada di lingkungan sekolah, mereka akan lebih fokus mengikuti pelajaran. Kondisi itu tentu akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan," katanya.

Selain ruang belajar, pembangunan ruang UKS juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah.

"Apabila ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan, mereka dapat memperoleh pertolongan pertama di ruang UKS sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan. Kehadiran ruangan ini sangat dibutuhkan," jelasnya.

Dalam pelaksanaan pembangunan, pihak sekolah menerapkan prinsip pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), komite sekolah, ketua RT, ketua RW, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar.

Tidak hanya tenaga kerja, sebagian besar kebutuhan material seperti batu, pasir, dan bata juga diprioritaskan berasal dari lingkungan sekitar guna memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Kami berupaya memberdayakan warga sekitar dalam setiap tahapan pembangunan. Selain memperkuat kebersamaan, langkah ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," ungkapnya.

Atas terealisasinya program revitalisasi tersebut, pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi ini. Dengan fasilitas yang lebih baik, proses belajar mengajar akan berlangsung lebih aman, nyaman, dan berkualitas," tuturnya.

Ke depan, SDN Cibatu Nagrak berharap program revitalisasi terus berlanjut sehingga sekolah-sekolah lain yang masih memiliki bangunan tidak layak juga memperoleh kesempatan yang sama.

"Harapan kami, seluruh peserta didik di Kabupaten Sukabumi dapat belajar di sekolah yang aman, nyaman, dan memiliki fasilitas yang memadai," katanya.

Terkait pemeliharaan bangunan setelah proyek selesai, pihak sekolah menegaskan seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab menjaga fasilitas yang telah dibangun. Perawatan rutin akan dilakukan melalui dukungan anggaran pemeliharaan dari Dana BOS agar kondisi bangunan tetap terjaga dalam jangka panjang.

"Perbaikan harus dilakukan sejak dini apabila muncul kerusakan kecil. Dengan perawatan yang rutin, bangunan sekolah akan tetap berfungsi optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi berikutnya," pungkas Cucu Haryati.

(Heri)