Hoaks Kematian Warga Cisuba Beredar, Pengunggah WhatsApp Minta Maaf
Sukabumi – Isu mengenai seorang warga yang dikabarkan meninggal dunia di wilayah Cisuba, Desa Taman Sari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, sempat beredar luas melalui media sosial dan memicu keresahan di tengah masyarakat.
Informasi tersebut pertama kali muncul melalui status WhatsApp yang diunggah oleh seorang pemilik akun bernama Amoy. Namun, setelah dilakukan penelusuran, kabar tersebut dinyatakan tidak benar.
Dalam video klarifikasi yang beredar, Amoy menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Kepala Desa Taman Sari dan masyarakat atas unggahan yang telah menimbulkan keresahan.
"Saya Amoy memohon maaf yang sebesar-besarnya atas postingan saya di status WhatsApp terkait adanya warga yang meninggal di Cisuba. Ternyata informasi itu tidak benar. Saya khilaf dan tidak bermaksud membuat kegaduhan," ujar Amoy.
Hasil penelusuran tim media di lokasi menunjukkan tidak ditemukan adanya peristiwa warga meninggal dunia sebagaimana informasi yang sempat beredar. Aktivitas masyarakat di wilayah Cisuba, Desa Taman Sari, juga berlangsung normal seperti biasa.
Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Pemerintah Desa Taman Sari mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan terlebih dahulu kepada pemerintah desa, ketua RT, atau pihak yang berwenang sebelum membagikan informasi," ujar Kepala Desa Taman Sari.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan literasi digital serta sikap bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat diharapkan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan di lingkungan sekitar.
Redaksi membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
