SD Pertiwi Kota Bogor Perkuat Karakter dan Bakat
Kota Bogor — SD Pertiwi Kota Bogor terus mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter, keagamaan, serta minat dan bakat peserta didik.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Sukasari III No. 4, RT 05/RW 01, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, tersebut menjalankan sejumlah program untuk menyesuaikan kebutuhan siswa dan perkembangan pendidikan.
Kepala SD Pertiwi Kota Bogor, H. Miftahudin, S.Pd., M.M., mengatakan pihaknya bersyukur atas penilaian positif masyarakat yang menyebut SD Pertiwi sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Bogor.
“Alhamdulillah apabila SD Pertiwi disebut sebagai SD unggulan. Kami melihat kebutuhan masyarakat saat ini, terutama terhadap program keagamaan dan program membaca. Anak-anak tidak hanya membutuhkan ilmu dunia atau akademik, tetapi juga membutuhkan pegangan untuk masa depannya,” ujar Miftahudin saat ditemui jurnalexpose.com, Kamis (10/9/2026).
Miftahudin menjelaskan, sekolah secara berkala mengevaluasi program keagamaan yang telah berjalan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik.
Ia menegaskan SD Pertiwi tetap menerapkan kurikulum nasional dan bukan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).
“Banyak orang tua yang bertanya apakah SD Pertiwi ini SDIT. Kami sampaikan bahwa ini bukan SDIT, melainkan sekolah dengan kurikulum nasional yang memiliki program penguatan keagamaan. Bahkan ada juga siswa non-Muslim, meskipun persentasenya relatif kecil,” jelasnya.
Salah satu program yang dijalankan sekolah ialah Pertiwi Mengaji. Melalui program ini, siswa mendapatkan pendampingan untuk belajar membaca Al-Qur’an secara rutin.
Menurut Miftahudin, program tersebut juga membantu orang tua yang memiliki keterbatasan waktu untuk mendampingi anak belajar mengaji di rumah.
“Setiap pagi ada kegiatan mengaji dan juga salat berjamaah. Kami memiliki program Pertiwi Mengaji untuk membantu orang tua yang mungkin karena kesibukannya belum memiliki cukup waktu untuk mengajarkan anak mengaji,” katanya.
Sekolah melibatkan tenaga pendidik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Jadwal program tambahan juga disesuaikan dengan aktivitas siswa dan komunikasi bersama orang tua.
“Kami memberikan keluasan kepada orang tua untuk menyesuaikan jadwal dengan kegiatan yang sudah dimiliki anak. Alhamdulillah, program ini mendapat dukungan yang sangat baik dari para orang tua murid,” ungkapnya.
Selain pembelajaran di kelas, SD Pertiwi menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.
Kegiatan tersebut mencakup bidang keagamaan, akademik, seni, dan olahraga. Untuk bidang seni, siswa dapat mengikuti kegiatan tari, melukis, menyanyi, hingga band.
Sementara di bidang olahraga, sekolah menyediakan wadah pengembangan kemampuan siswa, termasuk melalui kegiatan olahraga basket.
Miftahudin menilai setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda sehingga sekolah perlu memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat.
“Selain kegiatan akademik, kami berupaya memfasilitasi dan menampung minat serta bakat anak-anak. Semua tentunya dilakukan dengan komunikasi dan persetujuan orang tua,” ujarnya.
Sekolah secara khusus menyediakan kegiatan pengembangan bakat pada hari Sabtu. Program tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kemampuan di luar pembelajaran formal.
Miftahudin mengatakan orang tua menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas tambahan, tetapi diarahkan sebagai bagian dari pengembangan potensi siswa secara berkelanjutan.
Sejumlah siswa juga memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi sesuai kemampuan yang mereka miliki.
“Alhamdulillah, melalui pengembangan ekstrakurikuler, anak-anak dapat memperoleh keuntungan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki,” katanya.
Untuk mengenali potensi peserta didik, sekolah melakukan pemetaan melalui angket dan pendampingan sejak siswa berada di kelas awal.
“Bahkan sejak kelas satu kami mulai melakukan edukasi dan melihat minat serta pengembangan bakat anak,” tambahnya.
Miftahudin menegaskan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik maupun prestasi siswa.
Menurutnya, sekolah juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang membuat peserta didik merasa nyaman sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran dan mengembangkan kemampuan secara optimal.
Karena itu, SD Pertiwi terus mengembangkan program akademik, keagamaan, seni, dan olahraga untuk memberikan ruang bagi siswa dalam belajar sekaligus menyalurkan potensi mereka.
“Yang paling utama adalah bagaimana caranya agar anak-anak betah berada di sekolah,” pungkas Miftahudin.
(Ade)
