HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Suhendar Minta Aparatur Dramaga Nyatakan Komitmen Pelayanan Publik

Kab. Bogor — Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Dramaga, Suhendar, meminta komitmen pelayanan publik juga disampaikan oleh aparatur negara, bukan hanya masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Suhendar saat menanggapi pernyataan sikap bersama dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (9/9/2026).

Menurut Suhendar, pernyataan sikap untuk membangun kehidupan masyarakat yang religius dan menolak berbagai bentuk kemaksiatan seharusnya diikuti komitmen dari unsur penyelenggara negara.

Ia mendorong Forkopimcam, TNI, Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Dramaga menyampaikan komitmen pelayanan secara terbuka di hadapan masyarakat.

“Kalau bisa Dramaga harus berbeda. Jangan hanya masyarakat yang membuat pernyataan sikap. Yang juga harus membuat pernyataan sikap adalah penyelenggara negara, termasuk Forkopimcam, agar menyatakan di depan masyarakat bahwa mereka benar-benar akan mengabdi kepada negara dan melayani masyarakat dengan keterbukaan,” ujar Suhendar.

Suhendar mengatakan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW.

Menurut dia, pemimpin dan aparatur negara harus memahami jabatan sebagai amanah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan sebagai sarana menunjukkan kekuasaan.

“Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Hari ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagai umatnya, kita wajib meneladani akhlak Nabi. Salah satu nilai yang harus kita pahami adalah bahwa seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk melayani umat dan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengutip prinsip kepemimpinan yang dikenal dalam tradisi Islam, yakni Sayyidul Qaumi Khadimuhum, yang dimaknai sebagai pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi mereka.

Karena itu, Suhendar menilai aparatur pemerintahan perlu menunjukkan komitmen tersebut melalui pelayanan dan kinerja yang dapat dirasakan masyarakat.

“Intinya, jangan selalu masyarakat yang dijadikan objek. Pernyataan sikap itu juga harus ada dari Forkopimcam, baik unsur TNI, Polri maupun ASN di lingkungan Kecamatan Dramaga, bahwa mereka benar-benar siap dan berkomitmen melayani masyarakat,” tegasnya.

Suhendar mengatakan komitmen pelayanan publik tidak cukup berhenti pada pernyataan. Menurutnya, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui pembangunan dan pelayanan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menyoroti pembangunan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Perjuangan aspirasi masyarakat harus benar-benar dilakukan, baik dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia anak-anak muda,” ujarnya.

Selain itu, Suhendar meminta pemerintah memberikan perhatian kepada guru ngaji yang menurutnya memiliki peran dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlak generasi muda.

“Guru-guru ngaji juga harus diperhatikan. Selama ini mereka telah berjuang mencerdaskan anak bangsa dan membentuk akhlak generasi muda. Jangan sampai perjuangan mereka dilupakan,” katanya.

Suhendar berharap unsur Forkopimcam dan aparatur pemerintahan di Kecamatan Dramaga dapat menyampaikan komitmen pelayanan publik secara terbuka serta membuktikannya melalui kinerja.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana aparatur menjalankan tugas dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Selama ini yang mereka lakukan adalah amanah dari masyarakat. Karena itu, pertanggungjawabannya juga harus jelas. Apakah mereka sudah benar-benar melayani masyarakat? Apakah mereka sudah benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakat?” kata Suhendar.

Ia menegaskan, kritik tersebut disampaikannya sebagai dorongan agar pelayanan pemerintahan semakin terbuka dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Mereka harus menyatakan di depan masyarakat bahwa benar-benar akan melayani. Karena mereka bukan penguasa, tetapi pelayan masyarakat. Semua harus berjalan berdasarkan amanah dan pada akhirnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” pungkasnya.

(Ade)