HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

King Naga Kritik Pelayanan RS Misi Usai RDP DPRD Lebak

Lebak — Pelayanan Rumah Sakit Misi Lebak kembali menjadi sorotan setelah King Naga, Ketua LSM GMBI Distrik Lebak, mengaku kecewa terhadap penanganan medis yang dialami ibunya. Ia menilai pengalaman tersebut tidak sejalan dengan penjelasan pihak rumah sakit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu.

RDP yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Lebak itu dihadiri Direktur RS Misi, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, perwakilan LSM GMBI, serta jajaran Komisi III DPRD Lebak.

Menurut King Naga, dalam forum tersebut pihak rumah sakit memaparkan kinerja dan komitmennya terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Paparan itu sempat mendapat apresiasi dari perwakilan LSM GMBI.

Namun, ia mengaku mengalami sendiri persoalan pelayanan ketika membawa ibunya untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut. King Naga menyebut ibunya diminta pulang pada hari yang sama, meskipun menurutnya pasien masih membutuhkan penanganan lanjutan dan dijadwalkan menjalani operasi.

“Jika orang lain yang mengalami hal ini, mungkin saya masih harus melakukan rangkaian investigasi. Tapi ini saya sendiri yang mengalaminya. Jadi, saya merasa kecewa dengan pelayanan RS Misi,” ujar King Naga.

Ia mempertanyakan keputusan meminta pasien pulang sebelum jadwal operasi terlaksana. Menurutnya, keluarga berharap ibunya tetap mendapatkan pemantauan medis selama menunggu tindakan yang direncanakan.

King Naga juga mengkritik pernyataan pihak rumah sakit dalam RDP yang, menurutnya, menggambarkan pelayanan telah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Saya menyesal telah memberikan apresiasi atas penyampaian di forum RDP. Kalau faktanya seperti yang saya alami, saya mempertanyakan kembali pernyataan bahwa rumah sakit sudah menjalankan SOP dan mengedepankan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Kritik serupa disampaikan Dewan Kehormatan LSM GMBI DPD Lebak, H. Yantoz Rabanza. Ia menyayangkan apabila pasien yang masih membutuhkan penanganan medis harus meninggalkan rumah sakit pada hari yang sama ketika menjalani perawatan.

Menurut Yantoz, pasien yang akan menjalani operasi perlu memperoleh penjelasan mengenai kondisi kesehatan, persiapan tindakan, serta rencana perawatan dari tenaga medis.

“Harusnya langkah-langkah sebelum tindakan operasi dilakukan dijelaskan dengan baik. Pasien perlu mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya, bukan sekadar diminta pulang tanpa penjelasan yang memadai,” ujarnya.

Meski demikian, keputusan rawat inap atau pemulangan pasien perlu dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi klinis, dan pertimbangan dokter yang menangani. Karena itu, penjelasan dari pihak rumah sakit diperlukan untuk mengetahui alasan medis dan prosedur yang diterapkan dalam kasus tersebut.

Hingga berita ini disusun, keterangan resmi dari manajemen RS Misi Lebak mengenai keluhan King Naga belum tercantum dalam bahan pemberitaan yang diterima awak media. Konfirmasi juga diperlukan untuk memperjelas kondisi pasien, alasan pemulangan, serta jadwal operasi yang disebutkan keluarga.

Awak media membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Direktur RS Misi Lebak, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, maupun pihak terkait lainnya agar persoalan ini dapat dijelaskan secara utuh dan berimbang.

(Hkz)