Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Cipongkor Meluas, 400 Siswa Jadi Korban
Menurut data sementara, 150 siswa dilaporkan sakit pada Kamis (25/9), menyusul 170 siswa yang terdampak dua hari sebelumnya. Para korban mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Ambulans dari berbagai desa dikerahkan untuk mengevakuasi siswa ke Puskesmas Citalem dan RSUD Cililin. Sejumlah warga membantu mengatur arus ambulans yang mengantre di halaman puskesmas akibat membludaknya pasien.
Heri, warga Citalem, menyebut insiden ini sebagai kejadian luar biasa di KBB.“Baru kali ini heboh seperti ini. Semua aparat, mulai dari Dinas Kesehatan, kepolisian, TNI, pejabat KBB, hingga media nasional seperti Kompas TV datang langsung ke Cipongkor,” ujarnya.
Warga lain, Nanang, meminta pemerintah mengevaluasi program MBG.“Ini akibat program yang belum matang. Mekanisme MBG harus dikaji ulang. Lebih baik dihentikan sementara, khususnya di Cipongkor, agar kasus serupa tidak terulang,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas Dinas Kesehatan KBB bersama pihak kepolisian masih mengumpulkan sampel makanan dari dapur-dapur MBG untuk uji laboratorium. Pemerintah daerah berjanji memberikan pendampingan medis penuh bagi seluruh korban dan meninjau ulang sistem distribusi makanan program MBG.
( Tarno HM )
