HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Musdes Desa Sukadamai Fokuskan Pembangunan 2026, Isu Sampah Jadi Perhatian Utama

Kab. Bogor – Pemerintah Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) di aula kantor desa, Jumat (12/9). Agenda ini menjadi tahap awal perencanaan pembangunan desa tahun 2026 sebelum dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan pada akhir September.

Kepala Desa Sukadamai H. Pepen Supendi memimpin langsung musyawarah yang dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT/RW, kader desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Ia menegaskan Musdes merupakan wadah penting menampung aspirasi warga. “Setiap usulan yang belum terealisasi tahun ini akan kami prioritaskan kembali untuk dibawa ke Musrenbang,” jelasnya.

Isu penanganan sampah mencuat dalam forum tersebut. H. Pepen menyampaikan bahwa mulai 2026, Desa Sukadamai wajib mengelola sampah secara mandiri sesuai arahan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Kalau sekarang sampah masih dibuang ke Galuga, tahun depan desa harus menanganinya sendiri. Ini butuh anggaran dan lokasi yang jelas, kami masih menunggu regulasi dari kabupaten maupun pusat,” ujarnya.

Musdes juga membahas program pembangunan melalui Samisade (Satu Miliar Satu Desa). Namun, pemerintah desa belum bisa memastikan alokasi anggaran karena menunggu terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pelaksanaan.

“Kami tidak ingin memberikan informasi yang keliru. Semua harus menunggu Perbup agar jelas dan tepat,” tegas H. Pepen.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, RT, RW, kepala dusun, dan BPD untuk memastikan setiap program pembangunan tersampaikan secara transparan kepada masyarakat. Menutup kegiatan, H. Pepen mengimbau warga tetap waspada menghadapi musim hujan dengan menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.

“Pemerintah desa berupaya menyejahterakan masyarakat sesuai aturan. Program yang bisa dianggarkan akan segera dijalankan, sedangkan usulan lain tetap kami antisipasi agar warga memahami setiap langkah pemerintah desa,” pungkasnya.

(Ade)