HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

6 BPKB dan STNK Dicuri dari Dealer di Teluknaga, Satu Dokumen Terendus Masuk ke Leasing

Tangerang, Banten — Kasus pencurian enam dokumen kendaraan berupa BPKB dan STNK terjadi di Dealer Hasan Motor, yang berlokasi di RT 003/05, Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada 25 September 2024.

Hasan, pemilik dealer, mengungkapkan bahwa dokumen kendaraan tersebut biasanya disimpan di dalam laci meja yang terkunci. Namun, keterbatasan fasilitas keamanan menjadi celah terjadinya pencurian.

“BPKB dan STNK memang disimpan di laci meja dan selalu dikunci. Sayangnya, di tempat kami belum terpasang CCTV,” ujar Hasan.

Permasalahan semakin serius setelah diketahui bahwa salah satu BPKB dan STNK yang hilang diduga telah digunakan dan terdeteksi berada di salah satu perusahaan leasing, yakni BFI Finance Cabang Pekayon, Pasar Rebo.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Hasan memberikan kuasa kepada keponakannya, Daniel, untuk melaporkan kasus ini secara resmi kepada pihak kepolisian.

Daniel menjelaskan, upaya awal pelaporan sebenarnya dilakukan ke Polsek Teluknaga. Namun, setelah berkomunikasi dengan penyidik melalui WhatsApp pada 20 Desember 2025, pihaknya diminta menunggu hasil koordinasi internal penyidik dengan Kanit setempat.

“Karena cukup lama menunggu dan belum ada tindak lanjut, akhirnya kami memutuskan membuat laporan resmi ke Polda Metro Jaya,” jelas Daniel.

Laporan tersebut kini telah tercatat dengan Nomor: STTLP/B/448/I/2026/SKPT/POLDAMETROJAYA tertanggal 19 Januari 2026.

Daniel berharap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti secara profesional dan transparan, mengingat sudah ada petunjuk awal terkait keberadaan salah satu dokumen yang hilang.

“Dengan ditemukannya salah satu BPKB di leasing, kami berharap aparat penegak hukum bisa menelusuri alurnya secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Polda Metro Jaya dalam menerima laporan tersebut.

“Saya percaya institusi Polri terus berbenah. Respons cepat Polda Metro Jaya dalam menerima laporan ini menjadi bukti komitmen pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Daniel.

Kasus ini kini berada dalam penanganan aparat kepolisian dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

(HKZ)