Potensi UMKM dan Pariwisata Kabupaten Sukabumi Terus Berkembang, Sejumlah Kecamatan dan Desa Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Sukabumi — Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu daerah dengan wilayah terluas di Pulau Jawa yang menyimpan potensi besar di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata berbasis alam dan budaya. Potensi tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan dan desa, mulai dari kawasan pesisir selatan, pegunungan, hingga wilayah perlintasan ekonomi utama.
![]() |
| Geopark Ciletuh–Palabuhanratu |
Kawasan Geopark Ciletuh–Palabuhanratu menjadi ikon utama pariwisata Kabupaten Sukabumi. Kawasan yang telah diakui sebagai UNESCO Global Geopark ini meliputi sejumlah kecamatan seperti Ciemas, Ciracap, Surade, dan Cisolok. Di wilayah tersebut, wisatawan disuguhi bentang alam pantai, air terjun, bukit, tebing, gua alam, hingga situs budaya dan kearifan lokal masyarakat adat.
Keberadaan geopark tersebut secara langsung mendorong pertumbuhan UMKM di desa-desa sekitar. Masyarakat mengembangkan berbagai usaha, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan berbahan lokal, produk olahan hasil laut dan pertanian, hingga jasa homestay dan pemandu wisata. UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan identitas lokal Sukabumi.
Sementara itu, Kecamatan Palabuhanratu berperan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Selain memiliki pantai dan destinasi wisata alam, Palabuhanratu juga menjadi pintu masuk utama menuju kawasan geopark. Kondisi ini menjadikan Palabuhanratu sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi UMKM cukup tinggi, khususnya di sektor kuliner, oleh-oleh, jasa transportasi wisata, dan ekonomi kreatif.
Kecamatan Cibadak, Cicurug, dan Nagrak juga menunjukkan perkembangan UMKM yang signifikan. Letaknya yang strategis di jalur perlintasan antarwilayah menjadikan kecamatan-kecamatan tersebut berkembang sebagai sentra perdagangan dan jasa. Di sisi lain, desa-desa di wilayah ini mulai mengembangkan potensi wisata berbasis alam dan pertanian, seperti agrowisata, wisata perkampungan, dan wisata edukasi, yang membuka peluang baru bagi UMKM lokal.
Di bagian selatan Kabupaten Sukabumi, kecamatan Kalibunder dan Tegalbuleud memiliki kekayaan alam yang masih relatif alami, berupa pantai, sungai, dan kawasan perdesaan. Potensi ini dinilai sangat menjanjikan untuk pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. UMKM di wilayah ini umumnya bergerak di sektor kuliner tradisional, hasil pertanian dan perikanan, serta kerajinan sederhana yang dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan pembinaan dan pemasaran.
Selain wisata alam, Kabupaten Sukabumi juga memiliki potensi wisata budaya dan adat, seperti di wilayah Cisolok dan desa-desa adat yang masih menjaga tradisi leluhur. Kegiatan budaya tersebut berpeluang besar menjadi daya tarik wisata sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM berbasis produk budaya, seperti kain tradisional, makanan khas, dan kesenian lokal.
Sejumlah pengamat dan pelaku UMKM menilai bahwa tantangan utama pengembangan UMKM dan pariwisata di Kabupaten Sukabumi terletak pada akses infrastruktur, promosi, dan sinergi antar pemangku kepentingan. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku UMKM, pengelola wisata, serta komunitas masyarakat agar potensi yang ada dapat dikelola secara berkelanjutan.
Dengan luas wilayah, keragaman alam, dan jumlah UMKM yang terus bertambah, Kabupaten Sukabumi diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi daerah unggulan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis UMKM dan pariwisata. Jika dikelola secara terpadu dan berkesinambungan, sektor ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat perekonomian daerah.


