HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Menu MBG yang Disalurkan Yayasan Nurwasita Bumi Nusantara Diduga Belum Sesuai Nilai Anggaran

Kab. Lebak — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik setelah awak media menemukan dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan kualitas menu yang diterima siswa di Desa Pasir Bungur, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Jumat (30/01/2026).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, menu MBG yang dibagikan kepada peserta didik terdiri dari satu kotak susu program MBG, satu buah apel hijau, serta satu potong roti. Menu tersebut diterima siswa untuk dikonsumsi pada hari libur sekolah.

Jika merujuk pada harga bahan pokok di pasaran, menu tersebut dinilai belum mencerminkan nilai anggaran sebesar Rp10.000 per porsi. Padahal, program MBG dibiayai dari anggaran pemerintah dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah secara layak dan seimbang.

Salah seorang wali murid SDN setempat mengungkapkan penilaiannya terhadap menu yang dibawa pulang anaknya.

“Saya melihat menu yang dibawa pulang anak saya. Isinya hanya tiga macam, satu apel hijau, satu susu merek sekolah, dan satu roti warung. Kalau dihitung, menurut saya tidak sampai sepuluh ribu rupiah, paling sekitar Rp7.500,” ujarnya, sembari meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan pengawasan pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut. Sejumlah warga berharap instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan serta Badan Gizi Nasional, dapat melakukan evaluasi terhadap penyedia MBG yang bekerja sama dengan Yayasan Nurwasita Bumi Nusantara.

Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media kepada Asisten Lapangan (Aslap) Yayasan Nurwasita Bumi Nusantara melalui pesan WhatsApp. Namun hingga saat ini, belum diperoleh tanggapan.

Selain itu, wartawan juga masih berupaya meminta keterangan resmi dari Tim Pelaksana Institusi (TPI) terkait mekanisme distribusi serta kesesuaian menu MBG dengan standar anggaran yang ditetapkan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi.

Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjadi instrumen nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Oleh karena itu, pelaksanaannya dinilai perlu dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan program, agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

(HKZ)