Video Intimidasi Keluarga Kades Bikin Heboh, Wabup Garut Turun Tangan: Audit Desa Panggalih Jalan
Garut — Media sosial kembali dibuat riuh. Sebuah video yang menampilkan dugaan aksi intimidasi oleh keluarga Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, viral dan memantik sorotan publik.
Dalam video yang beredar luas, seorang warga tampak dikerumuni sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai keluarga kades. Suasana terlihat tegang. Salah satu orang dalam video terdengar melontarkan kalimat bernada keras kepada warga bernama Holis Muhlisin.
Holis dalam video itu dituding hanya ingin “numpang tenar” dan mencari keuntungan pribadi karena mengunggah konten terkait kondisi Desa Panggalih. Tuduhan tersebut justru memicu reaksi warganet dan membuka ruang diskusi lebih luas soal cara aparat desa menyikapi kritik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut bukan kejadian baru. Namun, video itu baru diunggah dan menjadi viral pada akhir Desember 2025, setelah Holis memberanikan diri mempublikasikannya.
Sorotan publik pun sampai ke Pemkab Garut. Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, angkat suara dan menyayangkan adanya dugaan tindakan intimidatif dalam menyikapi kritik warga.
“Intimidasi jelas tidak dibenarkan. Menjadi pemimpin itu berarti siap dikritik, bukan malah alergi,” tegas Putri Karlina, Minggu (4/1/2026).
Tak berhenti pada pernyataan, Putri Karlina langsung mengambil langkah konkret. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Garut dan meminta agar audit dilakukan di Desa Panggalih.
“Saya sudah meminta inspektorat turun langsung. Audit ini bukan untuk menghukum siapa pun, tapi untuk membuka fakta yang objektif kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Putri Karlina, jika pengelolaan dana desa dilakukan sesuai aturan, maka tidak ada alasan bagi pemerintah desa untuk merasa resah.
“Lewat audit, akan terlihat dengan jelas ke mana dana desa digunakan,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kritik warga bukan ancaman, melainkan bagian dari kontrol publik. Ketika ruang dialog menyempit, kamera dan media sosial sering kali menjadi tempat warga bersuara.
