HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Warga Kampung Nanggewer Terdampak Longsor Sejak 2024 Masih Menanti Tindakan Nyata Pemerintah

Kab. Lebak — Warga Kampung Nanggewer RT 001/RW 002, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan belum adanya penanganan konkret terkait bencana pergerakan tanah yang telah berlangsung sejak tahun 2024 hingga awal 2026.

Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni, terutama saat curah hujan tinggi. Hingga kini, warga mengaku belum merasakan adanya langkah nyata di lapangan, baik berupa penanganan darurat, relokasi, maupun solusi jangka panjang.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Yang kami harapkan adalah tindakan nyata dari pemerintah, bukan sekadar janji. Kondisi rumah dan kehidupan warga semakin memprihatinkan,” ungkap salah seorang warga Kampung Nanggewer, Jumat (16/1/2026).

Warga menegaskan bahwa bencana pergeseran tanah tersebut bukan kejadian baru, melainkan telah berulang sejak 2024. Kondisi itu membuat masyarakat terus hidup dalam kecemasan, karena sebagian bangunan dinilai tidak lagi aman untuk ditempati.

Sementara itu, Pemerintah Desa Cijengkol menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah administratif dengan mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Provinsi Banten agar dilakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak.

Perwakilan Pemerintah Desa Cijengkol menjelaskan, pengajuan tersebut bertujuan agar instansi terkait dapat melakukan kajian teknis mengenai kondisi wilayah Kampung Nanggewer, termasuk menilai kelayakan permukiman serta menentukan langkah penanganan yang tepat bagi warga terdampak.

“Seluruh prosedur pengajuan sudah kami lakukan sesuai aturan. Saat ini kami masih menunggu tindak lanjut dan kehadiran dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kepastian masa depan warga. Menurutnya, penanganan bencana seharusnya dilakukan secara cepat dan preventif, bukan menunggu kondisi semakin memburuk atau terjadinya korban jiwa.

Warga Kampung Nanggewer pun mendesak agar pemerintah segera:

  • Melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak
  • Memberikan bantuan darurat serta solusi jangka panjang
  • Menunjukkan komitmen nyata terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat

“Yang kami butuhkan adalah bukti kerja nyata, bukan janji yang terus diulang,” tegas salah satu warga.

(HKZ)