HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Rp4,9 Miliar Renovasi Alun-Alun Rangkasbitung, LSM GMBI Soroti Tak Ada Toilet Umum

Lebak, Banten — Renovasi Alun-Alun Rangkasbitung dengan anggaran Rp4,9 miliar menuai sorotan dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lebak. Ketua GMBI Distrik Lebak, King Naga, menilai hasil renovasi tidak sebanding dengan besarnya anggaran, terutama terkait minimnya fasilitas umum.

Menurut King Naga, fasilitas dasar seperti toilet umum tidak terlihat di kawasan alun-alun yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Padahal, tempat ini kerap digunakan warga untuk berkumpul, bersantai, berolahraga pagi, dan kegiatan sosial lainnya.

"Anggarannya besar, tapi fasilitas umum seperti toilet tidak diperhatikan. Masa masyarakat kalau mau ke toilet harus ke masjid? Ini alun-alun, tempat umum, bukan hanya tempat lewat," tegas King Naga pada Senin (11/01/2026)

Selain ketiadaan toilet, GMBI juga menyoroti penutup solokan atau drainase yang dinilai tidak maksimal dan berpotensi membahayakan pengunjung. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan tujuan penataan ruang publik yang seharusnya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan warga.

King Naga mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dan mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak untuk melakukan audit menyeluruh guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

"Pemkab Lebak harus terbuka dan berani melakukan audit. Uang yang digunakan ini uang rakyat, jadi hasilnya juga harus benar-benar dirasakan oleh rakyat," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemkab Lebak maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi dan melakukan evaluasi agar Alun-Alun Rangkasbitung menjadi ruang publik yang layak dan ramah bagi semua kalangan.

(Hkz)