Kecamatan Dramaga Gandeng PDAM Tirta Kahuripan Bangun Hutan Kota Lewat Gerakan Penanaman Pohon
Kab. Bogor — Pemerintah Kecamatan Dramaga resmi meluncurkan kegiatan penanaman pohon tingkat Kabupaten Bogor yang digelar serentak di sejumlah kecamatan, Kamis (5/2/2026). Kecamatan Dramaga menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan dengan pendampingan perangkat daerah Kabupaten Bogor serta kolaborasi bersama PDAM Tirta Kahuripan.
Kegiatan penanaman pohon tersebut dipusatkan di lahan cadangan tanah makam seluas sekitar 1,4 hektare yang berlokasi di Kampung Mekarsari, RT 03 RW 06, Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga. Dari total luasan lahan, sekitar 1 hektare dapat langsung ditanami, sementara beberapa titik lainnya masih memiliki kontur tanah yang menonjol.
Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, S.H., M.M., menjelaskan bahwa seluruh penggarap lahan telah menyatakan komitmen bersama pemerintah kecamatan untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon hutan kota pertama di Kecamatan Dramaga.
“Penanaman pohon hari ini merupakan bagian dari launching penanaman tingkat Kabupaten Bogor. Kita tidak hanya menanam, tetapi memastikan tanaman ini tumbuh, terawat, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, sesuai arahan Bapak Bupati Bogor,” ujar Atep.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 800 pohon ditanam dengan dukungan dari berbagai pihak. PDAM Tirta Kahuripan menyumbangkan 100 pohon sengon, 100 pohon akasia, 30 pohon matoa, dan 20 pohon gandaria. Dukungan tambahan juga datang dari Pramuka berupa pohon gandaria dan 50 pohon kelapa, dari Dinas Pertanian dan Hortikultura berupa pohon akasia, serta bantuan dari PSDA.
Penataan tanaman dilakukan dengan jarak tanam sekitar 8 x 5 meter per pohon agar tetap mendukung fungsi kawasan pemakaman. Dalam satu petak penataan terdapat sekitar 12 makam, sehingga fungsi sosial kawasan tetap terjaga sekaligus terintegrasi dengan ruang terbuka hijau dan area resapan air.
Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, S.T., menegaskan bahwa pembangunan hutan kota di Kecamatan Dramaga menjadi langkah awal kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi titik awal pembentukan hutan kota di Kecamatan Dramaga. Tugas kita bukan hanya menanam, tetapi memastikan seluruh pohon ini tumbuh. Kami akan melakukan evaluasi rutin setiap minggu hingga bulan Juni, dan pohon yang tidak tumbuh akan kami ganti,” jelas Tedi.
Ia menambahkan, penanaman pohon memiliki peran penting dalam menjaga fungsi resapan air serta meningkatkan kualitas dan debit air tanah yang saat ini mulai mengalami penurunan. Dengan bertambahnya tutupan hijau, sumber mata air di wilayah Kecamatan Dramaga diharapkan dapat kembali meningkat.
Ke depan, pengelolaan kawasan hutan kota akan dilakukan secara kolaboratif bersama Kwarran Pramuka, pemerintah desa, Forkopimcam, serta masyarakat sekitar. Para penggarap lahan diperbolehkan menerapkan sistem tumpang sari dengan ketentuan tetap menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam.
“Kami sudah mengumpulkan para penggarap dan mereka telah berkomitmen melakukan perawatan. Karena mereka berada di lokasi setiap hari, pengawasan akan lebih mudah, ditambah pemantauan rutin dari kami,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh pengelolaan hutan kota berbasis kolaborasi yang berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Kabupaten Bogor.
(Ade)
